Sep 232015
 

image

image

image

image

image

image

image

image

Prototype kendaraan lapis baja DTI 8×8 Thailand, untuk pertama kalinya melakukan uji coba. Kendaraan lapis baja yang dirancang oleh para peneliti Defence Technology Institute (DTI) Thailand. Kendaraan tempur infanteri ini (IFV) dirancang untuk memiliki performa tinggi sejajar dengan kendaraan performa tinggi kelas dunia negara-negara lain.

Ujicoba ini dilakukan meliputi cross country dan menempuh jarak 64 kilometer. Ujicoba ini untuk mengetahui kinerja mesin dan sistem elektronik mobil apakah bekerja secara efektif. Kondisi cuaca hujan juga dilakukan untuk beberapa bagian tes. Kendaraan ini berjalan pada kecepatan rata-rata 40-60 kilometer per jam. Tes hari ini sukses seperti yang diharapkan, namun, DTI akan terus menguji performa DTI 8×8, untuk meningkatkan kendaraan tempur infanteri ini.

https://web.facebook.com/JakartaGreater

Artikel Terkait :

  27 Responses to “Kendaraan Tempur Infanteri DTI 8×8”

  1. Pindad akan memakai 8×8 berbasis marder kayax untuk ifv…

  2. Bentar lagi pindad pasti release….

  3. Ga kedengeran bikin 6×6 nya..Thailand langsung loncat ke 8 x 8..

  4. Program Tank Medium kerjasama dgn Turki gimana nih perkembangannya ????

  5. ….semoga Ada info 8×8 2nd Biar dibeli Indonesia….2nd ga papa…yang penting murah banyak KMnya dikit…aamiin.

  6. ilang gambarnya om

  7. Untuk kendaraan jenis Panser yang penting adalah Mobilitas, Passiv Defence (Armor), dan Aktif Defence-nya (Munisi Senjata), bukan jumlah ban-nya. 8 x 8 udah ky bus kopaja, 10 x 10 mungkin ky gerbong kereta, yg pas menurut sy masih 6 x 6 ky Anoa atau Brazil punya, tinggal tongkrongin Canon RWS 30mm atau Gatling 630 buat “nyiram”personil lawan sudah lebih dari cukup, fungsi panser kan itu, angkut, perlindungan personil dan evakuasi. Panser bukanlah tank yang kemampuan trackingnya harus seperti tank (beroda banyak) karena bukan kendaraan penyerang di medan super berat, engine 8 x 8 cuma bikin boros stok bbm aj. Kalau mau lompatan teknologi ranpur yg sesungguhnya maka Indonesia harus mampu membuat Medium Tank yang Beyonce Expectation, serangan pembuka Blitzkrieg Jerman pada WW II lebih banyak menggunakan Medium Tank (varian Panther Tank), kalau sukses medium tank-nya maka ini akan menjadi lompatan teknologi ranpur yang akan jauh lebih besar pengaruhnya bagi kawasan.

    • apc yang ada (anoa) saya rasa sudah cukup untuk melengkapi tni ad. jikalau ingin platform 8×8 hanya sebatas buat angkut pasukan saya rasa terlalu berlebihan. karena investasi yang lebih tinggi tetapi jumlah pasukan yang dibawa selisihnya tidak signifikan. yang paling penting buat apc adalah “Agility” jadi belum sempat dibidik dianya sudah ngacir sehingga susah dilock. coba dilakukan kajian terhadap nilai ekonomisnya platform 8×8 vs 6×6. yang perlu segera direalisasikan adalah modular platform berbasis medium tank yang nantinya bisa untuk ifv, psu, sph dan tank killer.

    • Asal anda tahu bung Doraedi, jumlah ban pada ranpur mempengaruhi performa pada saat off-road. Lebih bagus lagi pakai rantai jika utk off-road. Jika ranpur punya 4 ban salah satunya kempes, itu akan mempengaruhi mobilitasnya. Jika ada 6 atau 8 ban dan salah satunya tertembak dan kempes (bahkan hancur krn IED) masih ada kemungkinan ranpur tsb masih bisa berjalan normal. Anda salah, pasukan Nazi Germany tdk menggunakan Panther utk Blitzkrieg. Mereka menggunakan Panzerkampfwagen III & IV. Panther (atau Panzerkampfwagen V) baru muncul scr luas pd tahun 1943. Pada saat itu Blitzkried berkurang efektivitasnya seiring Jerman menjadi berperang scr defensif utk mempertahankan front Barat & Timur.

    • Setuju bung@dora bung@alugoro, anoa6x6 sudah tepat. Cuma yg saya penasaran, kenapa apc khususnya 8×8 di atas tidak dipersenjatai secara memadai peluncur rudal, roket, granat (selain senapan mesin). Apakah prajurit yg di dalam (apalagi 8×8) kagak bakal mati konyol alias jadi sasaran empuk roket dan rudal lawan.

      Alat angkut sih alat angkut, tapi gak harus gundulan (minimalis persenjataan) kayak gitu. Ya kalo yg di depan udah diberesin semua (ancaman roket/rudal), la gimana kalo masih ada yg lolos sekelas apache atau sejenis lainnya?

      Menurut saya perlu sedikit out of the box dlm mendesain alutsista panser ini. Perlu juga diperlengkapi dg roket dan rudal (sam), gak perlu banyak, yg penting ada buat jaga2 atau bela diri jika terancam (apa lagi jika yg lain dah pada keok)

      Bisa dibayangkan, betapa terkejutnya anda sebagai pilot pesawat tempur atau heli serang mengira semua batere sam telah dihanculkan, lantas anda dg pedenya nyelonong masuk, tiba2 di lock anoa6x6 di jarak 5-10 km, wassalam! Berikutnya akan ada briefing, “hati2 thd batere sam (es teler cs), anoa6x6, dan manpad komodo!”

      Maaf, cuma pendapat awam!

  8. jadi penasaran IFV marder ala Pindad, smg plng keren se ASEAN

  9. Emg pngaruh y pnya ban banyak?? Ngaruh’y dmna?? Bisa tolong d jelasin senior??

  10. Aaaaaaa

  11. Ko gk bisa koment…. 🙁

  12. Trend nya bentuk nya seperti ini ….semoga pindad juga mau membuat dan produksi yang. Mirip ini …entah kerjasama dengan siapa saja yang berminat …..

  13. Kaum hawa suka bilang: “Size doesn’t matter…yang penting gocekannya”.

    Teringat ketika operasi DOM di aceh, panser BTR-80/8×8 marinir ketika diajak menerobos daerah perkampungan di aceh akhirnya balik badan krn dg ukuran yang bongsor, mau melewati jembatan saja tidak muat, sementara sungainya tdk bisa diseberangi krn terlalu curam dan pendek bentangnya.

    Perancis sampai saat ini bertahan mengembangkan generasi lanjutan VAB, panser beroda 6×6 dalam 2 varian: Scorpion/pengintai dan Griffon/angkut personel karena dianggap mobilitasnya tinggi dalam penugasan low intensity conflict ke berbagai daerah penugasan.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)