Feb 122017
 

ROMA – Kepala Asosiasi Perusahaan Pertahanan Italia telah meluncurkan serangan pedas kepada Amerika Serikat (AS) dan Lockheed Martin, menuduh mereka telah ingkar janji kepada Italia tentang pembagian konstruksi kerja (off-set) pada program F-35. (Defense News)

Guido Crosetto, kepala Asosiasi Industri Pertahanan dan Kedirgantaraan Italia (AIAD), mengatakan bahwa “Amerika Serikat (AS) tidak menghormati janji yang telah dibuat sejak Italia bergabung dalam program, menyakiti perusahaan Italia serta mengancam mata pencaharian pusat perawatan F-35 Italia”.

Pada bulan Juni 2002, Italia menjadi mitra JSF Level 2 dengan berkomitmen untuk berinvestasi 1 milyar dollar dalam tahap pengembangan sistem dan demonstrasi program.

Roma saat ini berencana untuk membeli 90 unit pesawat. Sebagai imbalannya, Italia disebutkan akan menerima pembagian konstruksi kerja (off-set) yang mencapai sekitar 65 persen dari investasi. “Saat ini kita hanya mendapat off-set kurang dari 20 persen”, kata Crosetto.

Crosetto pernah menjabat sebagai Wakil Kementerian Pertahanan Italia tahun 2008-2011, mengatakan apabila Italia mengalami kerugian dalam off-set F-35, maka konsekuensi politik akan mengikuti.

“Waktu itu, saya mempertaruhkan reputasi saya di parlemen dengan berbicara tentang pekerjaan dan teknologi Italia akan didapat dengan memilih program F-35”, katanya. “Bagaimana cara untuk mempertahankan pilihan itu di parlemen sekarang?”.

Selama beberapa tahun terakhir, belanja pertahanan Italia pada program F-35 telah mendapatkan banyak serangan dari parlemen dan para politisi yang menganggap bahwa uang tersebut lebih baik dihabiskan untuk biaya sekolah dan kesehatan, telah memaksa pemerintah untuk menyetujui pemotongan anggaran. Dengan pemilihan umum yang akan diadakan tahun ini, ketegangan atas program pembelian F-35 bisa saja kembali.

Crosetto mengatakan perusahaan Italia telah memutuskan keluar dari kompetisi global tahun lalu untuk kontrak pemeliharaan pada program F-35.

Pada bulan November 2016, penawaran diberikan untuk memperbaiki 65 item daru 774 item yang dapat diperbaiki pada pesawat hingga tahun 2021, dengan 48 item kepada Inggris, 14 item ke Belanda dan 3 item ke Australia, terjadi kenaikan 8 persen dari total item untuk perbaikan.

“Perusahaan Kecil asal Italia dikeluarkan karena persaingan diutamakan kepada perusahaan besar”, kata Crosetto. Ia menambahkan, “Selama masa program, komponen untuk ratusan pesawat F-35 yang berbasis di Eropa akan dilayani dan dipelihara di North Wales”.

Sementara itu, Israel juga telah memenangkan hak untuk membangun sendiri hub pemeliharaanjet tempur F-35.

Italia juga mengambil keputusan untuk membuka hub perawatan sendiri di Cameri, sebelah utara Italia, di situs tersebut merupakan jalur perakitan akhir F-35 untuk Angkatan Udara Italia.

Italia saat ini telah meluncurkan enam F-35 di Cameri, dengan empat pesawat pertama dikirim ke Luke Air Force Base di Arizona untuk ambil bagian dalam pelatihan pilot dan dua pesawat akan dikerahkan pada bulan Desember ke Amendola Air Base sebagai Joint Strike Fighter pertama yang dibangun di luar AS akan memasuki operasional.

JakartaGreater

 

Peminat manga, anime, gadget, sains & teknologi, sosial-politik dan militer
Link medsos ada dibawah
– Facebook
– Google Plus
– Twitter

  5 Responses to “Kepala Industri Pertahanan Italia Sebut AS Ingkar Janji”

  1. upss kenaaa deh!!!

  2. Min,tolong diangkat artikel tentang A400 jerman,dari 8 A400 jerman cuma satu yg layak terbang,sisanya sedang di retrofit dan diperbaiki…lapak sebelah dah tayangin tuh min

  3. Berarti negara anggota konsorsium program pengembangan F35 kena PHP USA dong!paling anak emasnya Israel yg diberi TOT penuh oleh Amerikiyah.

  4. Wkwkwk…akibat ulah si donal nih…hehehehe

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)