Sep 052016
 

Awal tahun ini pemerintahan Obama mengeluarkan deklarasi “garis merah” ke China dengann memperingatkan bahwa akan ada konsekuensi berat jika Beijing berusaha untuk merebut kembali Gugusan Scarborough dari Filipina meskipun sejumlah analis pertahanan memprediksi bahwa pemerintah Xi Jinping merencanakan akan melakukan hal itu di saat musim pemilu AS dimana akan menempatkan urusan politik diatas urusan internasional.

Pada hari Minggu (04/09/2016), Filipina membunyikan alarm atas apa yang mereka anggap sebagai langkah China untuk memulai proses reklamasi gugusan disaat dunia sedang terganggu dengan pertemuan Puncak G-20 setelah pesawat pengintai Filipina melihat peningkatan jumlah kapal China diwilayah Gugusan Scarborough tersebut menurut Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana.

“Ada empat kapal penjaga pantai Cina dan enam kapal lainnya, termasuk tongkang berwarna biru, sekitar Scarborough Shoal”, katanya dalam pesan teks kepada wartawan. “Kehadiran banyak kapal selain penjaga pantai di daerah tersebut menyebabkan keprihatinan”.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah menuntut China untuk mematuhi putusan pengadilan internasional, tetapi juga mengatakan bahwa ia tidak akan mengangkat masalah ini selama KTT G-20. Pemimpin Filipina secara bersemangat mengatakan bahwa jika China menyerbu gugusan maka negaranya siap untuk terlibat dalam “konflik berdarah” terhadap Cina untuk mengamankan kedaulatan negaranya.

Jika Filipina terlibat dalam konflik bersenjata melawan China maka Amerika Serikat akan segera ditarik ke dalam konflik sesuai dengan perjanjian pertahanan bersama yang ditandatangani oleh kedua negara selama hampir enam dekade lalu cukup menaikkan taruhannya atas beberapa batu yang mencuat keluar dari perairan Samudera Pasifik. Lorenzana menyatakan keprihatinan atas penumpukan kapal Cina, tetapi juga mendesak dengan hati-hati.

“Kami belum tahu apakah tongkang mereka merupakan prekursor dari operasi pengerukan di masa depan”, katanya. “Jika mereka mencoba untuk membangun apa pun di Scarborough itu akan memiliki efek merugikan secara luas pada situasi keamanan”.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan pada hari Minggu (04/09/2016) bahwa Amerika Serikat terus memantau atas meningkatnya situasi di Laut Cina Selatan dan mendorong “semua pihak untuk menahan diri dan mengambil langkah-langkah praktis untuk menurunkan ketegangan”.

Sumber: Sputnik News

Artikel Terkait :

  19 Responses to “Keprihatinan Filipina Karena China Mulai Menginvasi Gugusan Scarborough”

  1. Petronas

  2. pertamina.

  3. PERTAMAX

  4. Carin stress koplak (pertamax) kah.?

  5. Ayo china invansi pinoy
    Semburkan api mu ke pinoy
    Tunjukan pada pinoy tentara china adalah tentara abadi
    Katanya negara besar ..ayo berani tidak kaisar yg agung injak leher pinoy..

  6. indo nonton aja. hoaaaaam -_-

  7. Inget pinoy..jd inget sandera yg Blum bebas…bagaimana kelanjutan nya y?

  8. Tumben pertama

  9. Minyak tanah

  10. Pinoy mau lawan tiongkok, ga salah?? Duterte mau bunuh massal rakyatnya…presiden gila…

  11. Habis Filipina diinjak China,ganti Vietnam,lantas se Asean bakalan dijajah semua oleh China. Karena China mampu utk itu. Jumlah penduduk sangat besar,didukung ekonomi yg sangat kuat,militer sekelas negara adidaya,industi inhan sangat maju,apa ga kaya Jepang era PD2?!

  12. Gertak sambal aja bleh. Mana berani Filipina…

  13. Gertak sambal, hebat kalau Filipina berani

  14. Gertak sambal

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)