Kerjasama Pertukaran Mata Uang Indonesia – Korea Selatan

29
10
Bank of Korea di Seoul (Kaflan/commons.wikimedia.org)

Jakarta – Bank Indonesia dan bank sentral Korea Selatan, Bank of Korea, menandatangani perpanjangan perjanjian kerja sama “bilateral currency swap arrangement” (BCSA) untuk mendorong perdagangan dan kerja sama keuangan bagi pengembangan ekonomi kedua negara.

“Kami melihat ini suatu pengaturan yang nantinya akan membuat pengembangan ekonomi dari kedua negara akan semakin baik, karena kami yakini perdagangan dan investasi akan lebih berkembang,” kata Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin malam, 6/3/2017.

Penandatanganan perpanjangan perjanjian kerja sama tersebut dilakukan pada Senin oleh Agus Martowardojo dan Gubernur Bank of Korea, Joyeol Lee.

Agus Martowardojo menilai perjanjian kerja sama BCSA atau pengaturan pertukaran mata uang tersebut sejalan dengan diversifikasi mata uang yang akan digunakan dalam pengembangan ekonomi kedua negara.

Kerja sama BCSA ini memungkinkan pertukaran mata uang antara kedua bank sentral senilai Rp 115 triliun atau 10,7 triliun Won Korea Selatan.

Secara khusus, perjanjian ini juga akan menjamin penyelesaian transaksi perdagangan dalam mata uang antara kedua negara, sekalipun dalam kondisi krisis, guna mendukung stabilitas keuangan regional.

Perjanjian ini berlaku efektif selama tiga tahun dan dapat diperpanjang lagi atas kesepakatan kedua belah pihak.

“Kerja sama BCSA ini adalah salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan mata uang tertentu. Upaya tersebut juga merupakan bagian dari inisiatif pendalaman pasar keuangan,” kata Agus Martowardojo.

Dia menambahkan berlanjutnya upaya ini penting dalam mendukung ketahanan perekonomian, khususnya dalam menghadapi ketidakpastian global.

Antara

29 COMMENTS

  1. Kenapa nilai rupiah selalu lebih rendah perbandingannya dgn mata uang asing. Uang asing nilainya 1 tp rupiah nilainya malah ribuan padahal harga2 barang kita di pasar dunia tidak lebih murah drpd barang produksinya negara lain.

  2. Kenapa ya. Nilai tukar rupiah selalu lebih rendah daripada nilai tukar mata uang asing pdhal harga barang produksi kita tidak lebih murah daripada barang produksi luar negeri. Apa krn kita negeri yg kaya hihi.

  3. swap mata uang akan sangat menguntungkan perdagangan kedua negara, tidak lagi rasa was2 karena penurunan nilai mata uang terhadap dolar…redenominasi bisa dilakukan apabila nilai tukar stabil terhadap mata uang dunia…seperti turki,rusia yang sukses dengan redenominasi…tapi yang alangkah baiknya kalo kita meninggalkan sistim mata uang mengambang, karena sistim inilah yang berhasil memporakporandakan rupiah…

LEAVE A REPLY