Dec 302016
 

Pertemanan di Medsos

Magelang – Keberadaan media sosial (medsos) saat ini tidak lagi sebagai anugerah, tetapi sebagai musibah, karena isinya saling hujat, mencaci, dan saling menjelekkan kata Pimpinan Pesantren Entepreneur API Tempuran, KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf).

“Medsos sebenarnya anugerah kalau dimanfaatkan dengan baik, tetapi medsos juga bisa menjadi musibah ketika tidak dikelola dengan baik,” katanya usai acara Haul ke7 Gus Dur di Pesantren “Entepreneur” API Tempuran, Kabupaten Magelang, Jumat dini hari.

Menurut dia medsos sekarang penuh dengan sampah caci maki dan saling hujat maka dalam kegiatan dengan tema Zuhud Sosial Media “Temu Fisik untuk Kesehatan Medsos” ini pihaknya mengingatkan untuk memanfaatkan anugerah Tuhan ini untuk merekatkan, bukan untuk memecah belah.

“Zuhud artinya menahan diri, jadi kita bermain medsos oke, tetapi tetap dengan pikiran waras dan kontrol diri,” ujarnya.

Ia mengatakan melalui kegiatan ini pihaknya mengajak masyarakat untuk kembalikan semangat Gus Dur. Gus Dur sudah meninggal tetapi semangatnya, spiritnya tetap hidup.

Ia menuturkan Gus Dur banyak meninggalkan jejak dan kontribusi yang luar biasa bagi republik ini, terutama soal kemanusiaan dan harmonisasi antaragama.

“Indonesia yang sedang mengalami beberapa persoalan yang mengusik tentang kebhinnekaan, orang pasti akan teringat Gus Dur,” katanya.

Ia mengatakan ketika ada minoritas yang terpinggirkan pasti orang teringat Gus Dur, karena Gus Dur tokoh yang berani pasang badan untuk membela kaum minoritas.

Ia mengatakan dalam haul ini diwujudkan dalam pentas seni, karena Gus Dur itu merefleksikan semua orang.

“Para ulama, budayawan senang Gus Dur, petani juga merasa dilindungi Gus Dur maka semua berhak mengekpresikan kecintaan pada Gus Dur dengan bahasa sendiri-sendiri,” katanya.

Para santri di Tegalrejo, katanya melakukan kataman Al Quran dan para budayawan di sini mengekspresikan cinta Gus Dur dengan bahasa budaya.

Pada haul tersebut diisi dengan pentas seni, antara lain dengan pertunjukan musik Jodho Kemil, musik Rizal Bay Khaqi dari Yogyakarta, Endah Laras dari Solo, dan penampilan sejumlah sanggar seni di Kabupaten Magelang.

Antara

  16 Responses to “Ketika Medsos Tidak Lagi Menjadi Anugerah”

  1. males koment

  2. lha medsos berguna gitu lho…..metro,kompas,kaskus…tiap hari propaganda penggiringan opini brainwash 24 jam……..kan berguna itu?????kemarin medsos..tv dll yg bilang tak akan naikkan bbm,akan buat jutaan lapangan kerja…itu ulah medsos kubu mana ya???????kan ulah medsos????mesti intinya nipu ha ha

  3. ya..begitulah kalau udah benci .dikasih roti tetep aja rasa.y tai ayam…

  4. ketatin aj pak blokir servernya kalo teguran2 ga di dengerin
    buatin daftar blacklist media2 yg suka ngepost berita2 memancing
    jerman aja mulai memperketat kok

  5. gitu aja kok repot, biasa aja kalee… media sosial itu ya begitu itu kalo setuju semua, gak ada yg kritis, nyleneh, kurangajar, kocak, nangis sedih,prokontra,DLL malah aneh dan tidak indah lg karena monoton. medsos itu sarana komunikasi lintas batas terbesar di dunia yg terkoneksi scr bebas. JD gakusah baperan lah.

  6. gitu aja kok repot, biasa aja kalee… media sosial itu ya begitu itu kalo setuju semua, gak ada yg kritis, nyleneh, kurangajar, kocak, nangis sedih,prokontra,DLL malah aneh dan tidak indah lg karena monoton. medsos itu sarana komunikasi lintas batas terbesar di dunia yg terkoneksi scr bebas. JD gakusah baperan lah. tp alangkah baiknya setiap karya diblog wajib melampirkan kolom komentar agar masyarakat luas ikut aktif membantu mengontrol jika ada penyimpangan.

  7. setuju…bubarkan semua media…..sisakan yg suci mensucikan…tinggal metro…kompas dan kaskus

  8. ktanya Dizolimi hah… yang ada itu minoritas yang dizolimi… coba aja liat dinegara kita. cuma di Medsos aja orang kecil sampai orang besar bersuara. makanya topiknya Gusdur orang Islam indonesia yang memiliki faham yang Pancasila karena bisa menghargai dan menghormati Minoritas dan dibuat sejajar dengan mayoritas. Gitu aja Kok repot.

  9. Mending ormas itu yg anti pancasila itu di bubarkanbubarkan.. Tp kok mlah di dukung.. Ya pemikiran orang berbeda beda, ada yg pro ada yg kontra.. Tapi jiwa patriot seorang bangsa skrg malah mudah di provokasi oleh tindakan anti pancasila.. Semua orang jga pasti sakit hati, tapi berpikirlahberpikirlah sperti ini”Ini negeriku tercinta, aku tau kita berbeda suku,agama,ras,dll.. Lalu knpa ini menjadi sangat rumit? Aku berpikir saat Pahlawan2 negriku tercinta ini berjuang bersama merebut dari tangan penjajah,tanpa ada pertanyaan apa agamamu,apa ras mu,apa suku mu.. Mereka tdk bertanya, tapi mereka bergandeng tangan, menggandeng hati mereka menjadi sebuah rantai yg melebihi baja, mereka tak gentar melawan penjajah.. dari sabang-merauke mereka bersatu untuk mempersatukan NKRI yg bercita2 akan merdeka,namun kini tlah hadir mereka ormas yg anti Pancasila, mereka mencoba mengusik rantai yg Pahlawan kita pertahankan.. Sdarlah wahai semua saudaraku sebangsa & setanah air.. Pahlawan kita berharap kita pun mampu mencontoh mereka, rantai mereka sangat kuat.. Jgn sampe goyah apapun mereka yg ingin mengusik kedamaian negri kita” Saya jga berharap, ada pemimpin yg berani mengatakan sperti sosok Bung Karno..

  10. Tenang bro, sis, pa kapolri dah siapkan langkah anti Hoax, tunggu aja tanggal mainnya

 Leave a Reply