Aug 082016
 

fAFzcd9mtRUntuk mengembangkan migas di Blok East Natuna, Pemerintah akan membangun kilang minyak mini yang berkapasitas sekitar 20 ribu barel per hari.

Infrastruktur ini akan dibangun di tengah laut dengan investasi lebih dari Rp 250 miliar dan apabila terwujud, maka Indonesia menjadi negara pertama yang membangun kilang minyak mini di tengah laut.

Menurut Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral IGN Wiratmaja Puja, kapasitas kilang minyak mini ini disesuaikan dengan produksi minyak Blok East Natuna yang diperkirakan sekitar 7.000-15 ribu barel per hari.

Investasi untuk pembangunan kilang minyak mini ini, pada awalnya akan ditawarkan kepada badan usaha. Apabila tidak ada yang berminat, maka pembangunan kilang akan menggunakan dana pemerintah.

Rencananya, kilang minyak mini akan di bangun di tengah laut di ujung Kepulauan Natuna. Selain agar dapat digunakan bersama-sama dengan blok migas lainnya, pembangunan kilang juga dilakukan demi kedaulatan negara.

 

Sementara itu terkait teknologi, menurut Wiratmaja, tidak menjadi masalah karena telah tersedia. Namun diakuinya, belum ada negara yang membangun kilang minyak mini di tengah laut karena biayanya yang relatif mahal. Terutama jika dibandingkan dengan pembangunan kilang di darat.

“Membangun kilang di tengah laut itu keuntungannya kecil banget. Malahan mungkin tidak ada untung. Semakin besar kilang yang dibangun, semakin enak untuk profit,” ujar Wiratmaja seperti dilansir situs resmi Kementerian, Minggu, 7 Agustus 2016.

Sebelumnya, pemerintah berencana akan memproduksikan lebih dulu cadangan minyak di Blok East Natuna, baru kemudian gasnya. Diperkirakan diperlukan waktu 3 tahun agar kandungan minyaknya dapat berproduksi atau sekitar 2019.

Minyak yang akan diproduksikan ini, rencananya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan di sekitar Natuna, antara lain untuk bahan bakar kapal TNI.

Blok East Natuna memiliki dua level, yakni level atas merupakan gas dan level bawah adalah minyak. Cadangan gas di East Natuna diperkirakan empat kali lipat dari Blok Masela.

Untuk pengembangan gas ini, sedang dilakukan kajian teknologi dan market review oleh Pertamina yang memakan waktu 2 tahun. Namun, pemerintah telah meminta agar BUMN tersebut mempercepat waktunya menjadi 1,5 tahun sehingga pada 2017 sudah dapat ditetapkan PSC yang baru. (marksman/ sumber : tempo.co)

Artikel Terkait :

  43 Responses to “Kilang Minyak Mini 20 Ribu Barel Siap Dibangun di Natuna”

  1. Siplah….

    • Nha ini baru langkah yang bener, warjag kadang-kadang cuma minta bangun lantamal, bangun pangkalan, tapi pemerintah dan tni lebih tau apa aja yang harus dilakukan…

    • Gue demen berita yang begini. Alokasikan produksi BBM untuk kebutuhan Tri Matra kita. Ambil besar-besaran dari wilayah perbatasan sebelum diambil negara lain. Tambang yang ada ditengah-tengah negara kita nanti saja, kecuali kalau benar-benar mendesak.

  2. wwiikk.. yang pertama

  3. enak di tengah… pengawasan minim gampang masuk kocek pribadi.. wkwkwkwk…

  4. Syukur klo tujuannya demi kedaulatan NKRI, sekalian pasang radar kyk china kilangnya jd g usah repot2 KRI kita mondar mandir di sono udah ada yg awasin, soal penindakan sprt biasa kt serahkan ke mentri luar negri,bukan bgitu pamirsah?!?!??

  5. kapal2 tni bisa patroli nonstop nih soalnya ada pom di laut hehe

  6. Setuju…

    Banyak yg minat kl d tawarin pasti…

  7. Kilang Minyak Mini jgn cuma 1 sj, kalau bisa 10 kilang minyak mini dg hasil total produksi 200 ribu barel, kalau kurang dana pinjam sama bank pemerintah atau swasta lokal tp jgn asing/aseng

  8. DEKAT WARKOP UHUIII ,,,SIIPP BAKAL LAKU BINGIITT ,,,,,,,,,,,

  9. aku minat, sayangnya cuma 250rb yang kupunya tinggal nambahin 6 nol lagi.

  10. PertaMINI…….

  11. Jangan sekedar rencana..

  12. Alhamdulillah ya Allah……….Ini Baru Berita yg sangat mengembirakan ……Mudah mudahan bukan hanya di Natuna saja….tetapi kalo perlu disetiap wilayah yang memang Sumber Daya alamnya mendukung..

  13. kasihan rusu ngak kebagian di natuna…..

  14. Kecil sih kecil buat kilangnya, tp perhatiin jg dong para pekerja2 disana yg akan tinggal selama berminggu2 diatas laut, apalagi berdekatan dgn lcs yg badainya trkenal ganas, jika kilang minyak trlalu mini, itu bisa mencelakakan pekerjanya..jd sebaiknya skalian bikin yg agak besaran dgn dua tempat kilang yg kedua tempat tsb bisa dihubungkan dgn jembatan atau lorong transparan, itu solusi lbh aman utk mrk bekerja, ingat safety first berlaku dimana pun kita bekerja!!!,

  15. Kalau bisa tempatkan radar dan drone pembawa rudal, biar gak perlu kaprang mondar mandir disitu …

  16. moga2 terealisasi…ga usah dulu mikirin untung rugi..kedaulatan NKRI jauh lebih mahal..

  17. cuco,,,nih 250 atau 300 miliar seh,kecil buat indonesia apa lagi buat bukti kedaulatan,merangkap pom bbm kri,sekaligus menara suar dan pos pengawasan laut,plus gak pakai anggaran pertahanan,ibaratnya sekali bangun KILANG MINI,,urusan kedaulatan,pertahanan,penghematan waktu dan anggaran untuk bangun lanal bisa tercover .sebelum anggaran untuk buat lantamal sama lanud au di natuna cair.,,jadi gak ada yang terikat2 mana EKSPRESI KEDAULATAN LOE???

  18. Yah inilah gebrakan Mentri ESDM yang baru di lantik .
    Beliau pemegang beberapa hak paten sewaktu masih berada di AS. Sekarang di panggil pulang dan tentunya akan menggunakan hak paten yang dia punyai untuk melakukan eksploitasi itu . Di dunia dia lah ahlinya. Temuannya di pakai oleh perusahaan besar di dunia. Yang masalah nanti dengan KPK/BPK .Pemilik hak paten dia sendiri dan yang menggunakan pemerintah (dia sendiri sebagai mentri ESDM).
    Bagaimana nanti jadinya mentri ESDM menggunakan hak patennya ( pribadi ) .Mentri membayar hak paten kepada dirinya sendiri sebagai penemu ?
    Bisa dibilang nanti membuat kebijakan yang menguntungkan diri sendiri.Sementara tehnologi yang tersedia di dunia tidak ada yang bisa mengerjakannya selain yang dia miliki?.

    • Yach nggak gitu jga lah.bung@KP…

    • tapi menurut ane yach wajar namanya hak paten/hak kekayaan intelektual seseorang dihargai dengan royalti.coba anda pikir???..berapa banyak waktu,biaya sampai dengan pemikiran yg di habiskan hanya untuk menciptakan suatu teori/paten.menurut ane sich wajar,sama dengan rahasia dagang.mana ada sich di dunia ini orang mau dengan cuma2 membeberkan rahasia bisnisnya.imo

  19. Rosneft dan Pertamina Sepakat Bangun Kilang Minyak di Tuban
    https://indonesia.rbth.com/news/2016/05/28/rosneft-dan-pertamina-sepakat-bangun-kilang-minyak-di-tuban_598115
    kapasitas produksi minyak mentah utama kilang minyak Tuban bisa mencapai 15 juta ton per tahun

  20. ya gpp lah yg penting ada pembangunan khusus untuk memenuki kep natuna…

    klau mau buat besarkan pemerintah gak punya uaang kn…

  21. Rudal lapan kombinasi radar ukraine cepet2 realisasi ya bos, pasang di 4 daerah terluar, utamakan dulu natuna lumayan dgn radar oke, flir kemvali ke nkri..

  22. Banyak yang mengira kilang minyak = pengeboran minyak.

    Itu adalah pemahaman yang keliru.

    Pengeboran minyak memproduksi minyak mentah.

    Minyak mentah dibawa (dialirkan) ke kilang minyak untuk dimurnikan / dipisahkan menjadi berbagai macam bahan bakar (misal solar, premium, pertamax, dsb) menurut struktur atom karbonnya.

    Jadi dengan dibangunnya kilang minyak di tengah laut maka minyak hasil produksinya bukan lagi minyak mentah melainkan minyak yang sudah siap dipakai untuk bahan bakar.

  23. jauh lebih baik dimanfaatkan mulai dari sekarang mustinya lebih ekonomis jika Natuna yang terpencil bisa swadaya energi untuk mengembangkan potensi lain, spt pabrik pengolahan ikan, pariwisata, dan yang jelas semua peralatan perang TNI bisa lebih ekonomis krn bbm nya dekat dan yg utama untuk kedaulatan negara dan kedaulatan energi dari pada dirampok cina daratan duluan

  24. utamanya Natuna tidak lagi sepi, sepi dari WNI kalau ada kilang musti butuh pekerja, ada keluarga pekerja, akan ada macam2 sekolah dan usaha dst dst nya…..amin