Dec 302016
 

Pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNI Johny L Tobing, saat meninjau perbatasan. (prokal.co)


Kodam VI Mulawarman berencana menambah jumlah pasukan untuk ditempatkan di wilayah perbatasan yang dianggap rawan konflik terhadap negara tetangga. Selain itu, akan diajukan pula pembangunan sepuluh pos penjagaan di wilayah perbatasan, yang saat ini telah terealisasi lima pos penjagaan di daerah Mahulu.

Pangdam VI Mulawarman, Mayjen Jhonny L Tobing, mengatakan bahwa pihaknya akan mengalihkan personilnya untuk sementara mengisi di pos penjagaan yang telah dibangun tersebut.

“Saya pernah katakan akan dibangun 10, yang saat ini sudah dibangun itu ada lima. Pasukan pengganti dari batalyon lain itu yang sekarang ini kita sudah alihkan ke pos-pos yang akan kita tambah. Di daerah Mahulu itu ada lima pos, tentunya bertahap, kami usahakan dulu dua bulan ke depan ini menempati dua pos,” ujar Mayjen Jhonny, seperti dikutip Okezone pada Kamis (29/12).

Mayjen Jhonny menjelaskan bahwa rencananya setiap batalyon akan ditambah sebanyak 100 orang, sehingga menjadi 450 personil untuk menempati pos-pos penjagaan tersebut. “Nanti, ke depan apabila pos-pos ini sudah dibangun 10 maka kita tambah setiap batalyon itu 450, jadi setiap batalyon ini tambah seratus-seratus itu yang dimaksudkan tambah 200 orang di 10 pos ini,” jelasnya.

Pangdam VI Mulawarman mengatakan bahwa pembangunan dan penambahan personil tersebut dilakukan secara bertahap berdasarkan distribusi dana dari pusat. Ia juga mempertimbangkan faktor lokasi yang cukup sulit ditempuh serta kondisi keuangan negara saat ini.

Sumber: Okezone

  One Response to “Kodam VI Mulawarman Berencana Tambah Pasukan dan Pos Penjagaan di Perbatasan”

  1. makin sedikit jalur tikusnya…
    makin aman patok perbatasan

    gak geser geser akibat ulah tetangga…

 Leave a Reply