Jan 282015
 
Perangkat  elektronik canggih yang berada di bagian luar-depan Helikopter Apache AH-64E-Guardian, memungkinkan pilot untuk mendeteksi ancaman lebih awal (photo: US Army)

Perangkat elektronik canggih yang berada di bagian luar-depan Helikopter Apache AH-64E-Guardian, memungkinkan pilot untuk mendeteksi ancaman lebih awal (photo: US Army)

27-01-2015 – Boeing Co, Mesa, Arizona mendapatkan kontrak $ 295.866.116 untuk pembuatan delapan helikopter serang Apache AH64E Indonesia dengan tanggal penyelesaian diperkirakan 28 Februari 2018.

Pengadaan barang ini diajukan oleh Army contracting Command, Redstone Arsenal, Alabama, lewat kontrak (W58RGZ-15-C-0025).

Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel mengumumkan penjualan delapan Apache ke Indonesia pada bulan Agustus 2013. Pengumuman itu satu tahun setelah pemberitahuan kepada Kongres dari rencana penjualan yang diusulkan.

Pada saat itu, total kesepakatan senilai $ 1,4 miliar dan termasuk penjualan empat Kontrol radar Longbow APG-78, dan paket persenjataan termasuk 120 rudal udara ke darat Hellfire Lockheed martin AGM-114, ditambah paket pelatihan awak dan support.

Helikopter akan digunakan oleh militer Indonesia dalam penanggulangan pembajakan dan penegakan aturan poros maritim Indonesia. (DFNS).

Bagikan:

  106 Responses to “Kontrak $ 295 Juta untuk delapan AH64E Apache Indonesia”

  1.  

    kog kontrol radar cm 4, yg 4 tanpa kontrol radar??

    •  

      maksudnya itu konde aka longbow radarnya ada 4 unit. jika dilakukan komposit dengan fennec maka 1 unit longbow akan berbagi data dengan apache non longbow dan fennec.

    •  

      yang 4 nanya sebelahnya gan…

      •  

        Alkisah…

        2 buah Apache sedang mengawal 4 blackhawk yang akan menjemput TNI AD di perbatasan karena terkepung teroris. 1 Apache longbow jadi pionir membuka jalan di depan. Sedangkan apache yang biasa mengawal di belakang konvoi.

        Tiba-tiba contact radio dari longbow, “Hati-hati, arah jam 3 ada pergerakan kemungkinan membawa RPG”..maka konvoi langsung membentuk formasi untuk bersiap.
        Tiba-tiba secercah sinar meluncur cepat…”Wah, kami diserang, sory bro kami menghindar dulu…”
        Blackhawk: “Darimana tuh gan tepatnya…?”
        Longbow: “ooops, sory, gak bisa jawab, lagi sibuk manuver mengelak nih..”
        Rombongan: “WAAAAAA teganya kau, kenapa kami ditinggalin???”

        itu kira-kira gambaran dari bung Eko… 🙂

  2.  

    “The AH-64 Apache can climb at a rate of 889m/min. The maximum and cruise speeds of the helicopter are 279km/h and 260km/h respectively. The ferry range and service ceiling of the helicopter are 1,900km and 6,400m respectively. The endurance is 3 hours 9 minutes. The helicopter weighs around 5,165kg, while the maximum take-off weight is 10,433kg.”

    dengan kemampuan lama terbang 3 jam an apakah helikopter ini efektif untuk patroli maritim, apakah bisa mendarat di KRI kita ?

  3.  

    stroooonggggg

  4.  

    Mesti strong kontraknya total 1.4Mus$

  5.  

    ehemm…

  6.  

    Apachenya masih di bawah specnya Upil

  7.  

    seharusnya boleh digunakan di papua/dimana pun keinginan user dgn persenjataan lengkap !!!
    tanpa syarat2 tertentu ???

  8.  

    mantap

  9.  

    kalo untuk patroli poros maritim kenapa gak pake AH-1Z Viper aja yang lebih ringan dan lincah ya? harga pun lebih murah dibanding apache ini…

  10.  

    Apache hely serbu yg pling bagus dari usa.,sjak jman orba TNI sdh ingin punya.,klo skrg beli itu ibarat mimpi jdi kenyataan.,tp ttep kudu waspada.,krna apapun alutsista klo dari usa psti Rawan Embargo.,hnya keledai yg terperosok ke lubang yg sama.,Maka Kmandirian alutsista dlm negri hrus dicapai.,Slam NKRI.

  11.  

    HUT TNI ke 69 sudah ada 2 unit heli + 8 =10 unit

  12.  

    GANDIWA mana..?

  13.  

    kalo 1,4 milyar dollar …
    kalo buat beli panther bisa dpt berapa ya ???
    kalo buat beli fennec dpt brp biji tuh ???

    mending buat develop gandiwa $300 juta …
    develop IFX $500 juta …
    sisanya buat modal produksi + dpt 1ska

  14.  

    udah bener dibeli, tp jgn banyak”..krn rawan embargo, lagian fungsinya heli serang buat TNI AD, apache mnrt saya lemah..mudah ditembak manpad…

  15.  

    Bisa buat nguber OPM di Hutan Ga…….????

    Mending Beli Helicopter Eropa Eurocopter Tiger……Lebih Mantap…..!!!!!

    Lebih Bebas Memakainya.

    dan bisa buat ngeronda……!!!!

  16.  

    Gendiwa harus di buat……soalnya sdh lama di gembar gemborin…….kalau sampai ga jadi…….waduhhhhh……kecewa berat……!!!!

  17.  

    Beli buat apa ya?
    Mau nembak OPM… overkill… pake yg sdh ada Mi-17 atau yg lebih kecil.
    Mau nembak teroris…sama dengan OPM.
    Mau nembak kapal musuh….jaraknya jauuuuh….
    Mau nembak MBT …… dicari di pelosok2 nggak ketemu tuh
    Jadi cocoknya buat gaya gagah2an?
    Bukankah beli alutsista itu ada tujuannya?

    •  

      buat detergen seperti juga jikalau beli su-35 bung Antonov.

    •  

      kalo ada bencana gak bisa nolong rakyat …
      kalo geser pasukan … gak muat
      kalo ada perang besar … keburu kena timpuk

    •  

      Hahaha bener,cuman 8 pula, yang operational paling 5, biar tni ad ada tugas di lcs, kalau ngga diborong AL dan AU…

    •  

      Nah itulah bung antonov, untuk pembelian apache ini ada keanehan.
      Klo membaca berita di janes, dari 8 bh Apache AH64E, menurut analisanya yg 4 ( Empat ) helikopter akan diturunkan di Kepulauan Natuna. Untuk melindungi dari konflik LCS dan ZEE.

      “While these helicopters are being procured as part of a wider revamp of Indonesia’s rotary-winged combat capabilities, they are specifically being brought to help the country protect its economic interests in the South China Sea. Four helicopters will be deployed on the Natuna Islands, close to Indonesia’s maritime borders with Brunei, Malaysia and Vietnam.

      Indonesia is not involved in any of the disputes over contested South China Sea islands, but Beijing’s ‘nine-dotted-line’ claim overlaps Jakarta’s ambitions for its Exclusive Economic Zone in the Natuna Islands region.”

      http://www.janes.com/article/48321/boeing-awarded-indonesian-ah-64e-contract

      •  

        bukan kah dulu udah di bahas bung, gue, kemampuan apache ini bisa utk di laut juga,, dari data link 16, yg bisa melihat apa yang dilihat drone, dan membagikan nya lagi , ke yang lain,

        trus upgrade mesin dan rotor nya, sehingga lebih manuver, apalagi klo menggunakan hell fire yg sudah di upgrade yg mampu menjangkau 9 km , dgn radar long bow yg bisa mencapai lebih dari 150 km . dan upgrade kamera thermal, yg bisa melihat org yg bersembunyi di balik batu sekali pun,, dan mampu terbang mlm,, adalah ke unggulan apache guardian ini,,,

        memang lebih cocok nya utk di darat,, klo di laut paling hanya mampu menembak fast boad.

        •  

          Nah itu keanehannya, dulu kesepakatan deal 500juta dollars untuk 8bh (link dsca) skrg tinggal kontrak 295 juta dollars untuk 8 bh.
          Nah ini pastinya yg 8 bh ini bisa jadi nggak ada yg bawa kondew dan tidak ada paket senjata.
          Klo di natuna apa nggak lebih bagus pake pespur heavy fighter.
          Apalgi ini apache isunya tdk boleh dipake di papua

          •  

            klo heavy figther biasa nya buat nyerang fregate atau korvet,, klo musuh menggunakan spead boad, kyk nya sayang rudal nya, lebih mahal dari target nya,

            Kan bisa saja musuh mengunakan spead boat yg banyak , dan apache bisa mendeteksi lebih dari 100 target,dan mengenali target,,
            klo masalah dana,, saya baca di wikipedia harga per unit nya 35,5 juta dolar,x 8 = 284 JUTA DOLAR , memang ada sisa 11 jt dolar, tp kyk nya ga cukup buat beli hell fire, atau konde nya long bow..

          •  

            Korea beli 36 biji dpt harga 1,6 milyar dollars

  18.  

    imo, ga bagus kalo terbang rodanya ga masuk kyk kaki capung, fut kamop lah

  19.  

    Kalo utk pesawat tempur TNI-AU ada banyak debat utk dibandingkan kemampuan masing2 misal SU-35 vs Typhoon vs Rafael vs Gripen vs F-16
    Nah klo Apache kok produk heli serang yg dri eropa ma rusia gak ikut dibandingkan dng Apache, apa memang segitu hebatnya Apache dlm lini heli serang sehingga sulit dibandingkan dng kemampuan heli serang produksi eropa dan rusia?
    Apa gak takut kena embargo nih

  20.  

    ndableg kok dipiarak…………………

  21.  

    Mmm mahal juga ya?
    Jadi teringat Nurtanio jaman dulu dengan NBO 105 nya………………., adakah progres dari ‘belajar’ unt heli kita, semoga…………….?

  22.  

    sekarang AS di bawah pemerintahan Demokrat (Obama), Indonesia bisa beli alutsista dgn janji manis ngga kena embargo..besok pemerintahan berganti (kelihatan yg bakal menang calon Republik)…Indonesia harus bersiap2 di EMBARGO…SEJARAH MENCATAT, AS DI BAWAH PEMERINTAHAN REPUBLIK TDK RAMAH THD INDONESIA….itulah konsekwensi logis yg harus diterima beli alutsista dari AS & sejarah bisa jadi akan terulang

  23.  

    untuk Heli serang murni TNI AD belum pny yg sangar…baru pny MI Rusia..kalo heli serang ringan ada beberapa..Saya fikir Puspenerbad, Puspenerbal, dan TNI AU sdh pintar memilih helikopter..tinggal masalah dananya seberapa?? Yakinlah mereka sudah mempertimbangkan matang sesuai kebutuhan..APACHE perlu dibeli SECUKUPNYA..

  24.  

    Setelah saya baca lagi, ternyata selain akan memiliki Apache TNI AD juga memiliki MI (Rusia) dan Eurocopter Tiger (sedang dipesan), lengkaplah sudah….gausah khawatir..USER tau selera yg bagus…

  25.  

    ini berita udah lama kan program SBY Beli nih APACHE kalau program dron globalhawk nya jokowi yg untuk poros maritim masih menghayal jauh ke awang awang… nih hely buat AD ndak ada kaitan poros maritim JAUH

  26.  

    Selesainya thn 2018, yang menentukan tahun tsb siapa.. produsen..atau konsumen?
    Trimss..

  27.  

    mahal ya…harga hampir 300jta dollar…cuman dapet 8, knapa gk coba bikin sndiri…sayang jga 1 heli segitu hrgny

  28.  

    bukannya nanti sebagian diisi dengan yang kabarnya sudah di beli “EROPA PUNYA” ……

  29.  

    Untuk beli kwaci juga dpt banyak..

  30.  

    Wah kalo dibelikan cendol terus dialirkan ke singaporn bisa tenggelam tuh pulau jadi lautan cendol…

  31.  

    Bilangin, Suruh Cepet Gitu, Lembur kek, biar bisa dipake nembak maling ikan…

  32.  

    bagaimana perkembangan heli anti kapal selam pesanan TNI-AL apa sudah dirakit di PT.DI colek bung jalo ….

    http://4.bp.blogspot.com/-8YR1lb9dV4E/VFrFxUQH5iI/AAAAAAAALcs/HKrZdFgYtW0/s1600/AS565-MBe-Panther-Prokimal-Online-Kotabumi-Lampung-Utara.jpg

    malaysia juga g’ mw kalah ni dlm urusan heli anti ks:heli Westland Super Lynx 300

    http://1.bp.blogspot.com/-0wKBylpW6tg/VAPMfl2Jr2I/AAAAAAAABSo/R12XkoQeW9U/s1600/aks%2Bmalay.jpg

    kira-kira bagusan mana nie dri segi peformen?? tpi klo panter kan maintancenya bs di tangani PT.DI

  33.  

    nasib kamov ka 52, pesanan update list blan november 2014, gmana nih?? gatot kah??

  34.  

    Mahal sekali, us$75 jt per ekor. Sebegitu hebatkah si Apache?
    Brg Amrik menang diterlalu dilebih2kan dalam propagandanya doang, nyatanya akhir tahun kemarin dihajar ISIS rontok berkeping2 juga.
    Ane lbh demen si Gandiwa, walau mungkin tdk lbh canggih darinya.
    Majulah industri negeriku!

  35.  

    Untung-Rugi TNI AD Beli Helikopter Amerika Serikat

    Pengamat militer Rizal Dharma Putra mengatakan ada untung-rugi dalam rencana pemerintah membeli helikopter apache,UH-60 Black Hawk dan Boeing CH-47 Chinook dari Amerika Serikat.

    Dari sisi keuntungan, menurut dia, Indonesia memang sedang membutuhkan helikopter militer angkut semacam Black Hawk dan Chinook. Helikopter angkut ini bisa digunakan untuk misi non-perang seperti bantuan becana alam, pengungsi,sar dan lainnya.
    Namun,Indonesia juga harus memperhatikan kerugian ketika membeli alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari negeri paman Sam.

    Amerika Serikat menjual alutsista dengan perjanjian yang kasat mata. Contohnya,
    Indonesia tidak boleh menggunakan alutsista dari Amerika Serikat untuk misi yang melanggar hak asasi manusia,
    Termasuk tak boleh dijual ke negara lain tanpa izin dari Amerika Serikat,” kata Rizal.Ketentuan lainnya yang dianggap merugikan, menurut Rizal, Indonesia dilarang menggunakan alutsista produksi Amerika Serikat untuk melawan sekalipun untuk mempertahankan diri jika berperang dgn sekutunya seperti Australia dan Singapura. Jika pemerintah dan militer Indonesia melanggar, maka embargo suku cadang dan persediaan senjata akan dilakukan Amerika Serikat.

    Indonesia pernah merasakan pahitnya embargo suku cadang dan stok senjata pesawat tempur F-16 pada berapa tahun lalu. Kerugian lain, jika Indonesia membeli helikopter tersebut dalam kondisi bekas. Sebab sekali pun helikoper bekas tersebut sudah diperbaiki dan dimodifikasi, tetap saja jam terbangnya tak bisa lama. “Jadi pemerintah harus cermat memikirkannya.”

    alhasil kerugiannya lebih banyak dan menyakitkan dibanding keuntungannya bila beli dri asu.

  36.  

    tot turki

    Turki Antusias Lakukan Kerjasama Industri Pertahanan Dengan Indonesia

    Jakarta, DMC – Pemerintah Turki merasa sangat antusias lakukan kerjasama di bidang industri pertahanan khususnya pengembangan dan produksi bersama Medium Tank dengan Pemerintah Indonesia. Kerjasama pembuatan Medium Tank tersebut sebagai tindak lanjut dari bentuk komitmen pimpinan negara untuk meningkatkan hubungan kedua negara yang dinyatakan dalam Deklarasi Strategic Partnership oleh Presiden kedua negara pada tahun 2010 yang lalu.
    Apresiasi antusiasme Pemerintah Turki tersebut disampaikan Bapak Wardana selaku Duta Besar RI di Ankara, Turki, kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI, Letjen TNI Ediwan Prabowo, Rabu (28/01) saat berkunjung ke Kantor Kemhan, Jakarta. Bapak Wardana mengatakan dirinya juga telah bertemu dengan Pejabat Undersecretary For Defence Industry of SSM Turki dan pimpinan perusahaan dari Industri pertahanan FNSS Turki. Menurut Bapak Wardana pihak Turki menyatakan semangatnya untuk bisa bekerjasama yang dilandasi dengan ikatan emosional dengan Pemerintah Indonesia.
    Bapak Wardana mengatakan industri pertahanan Turki memiliki teknologi cukup maju sesuai dengan standar NATO. Disamping itu pihak Turki juga lebih terbuka dan menerima dalam konteks kerjasama pemindahan teknologi (Transfer Of Technology) dengan Indonesia. hal tersebut merupakan suatu potensi dan peluang untuk Indonesia. Disampaikan juga oleh Bapak Wardana, untuk merealisasikan kerjasama industri pertahanan, Delegasi Turki yang terdiri dari pemerintah dan CEO industri Pertahanan FNSS direncanakan datang ke Indonesia pada tanggal 3 Februari 2015. Maksud kedatangan Delegasi Turki ini selain membicarakan kelanjutan dari proyek pembangunan Medium Tank dan juga membahas potensi-potensi kerjasama industri pertahanan lainnya.
    Sementara itu Sekjen Kemhan dalam pertemuan tersebut mengatakan, dari perspektif pertahanan, Turki juga merupakan mitra yang sangat strategis yang mana sejauh ini sudah semakin terpupuk hubungan batin. Jadi memang ada harapan kerjasama ini bisa saling menguntungkan kedua belah pihak. Sekjen mengakui Indonesia belajar banyak dengan Turki tentang kemajuan teknologi dan penyiapan sektor SDM yang mendukung.
    Sekjen juga mengatakan bahwa saat ini kerjasama industri pertahanan yang telah dilaksanakan dengan pihak Turki adalah pengadaan alat komunikasi yang diproduksi bersama PT LEN dengan industri Aselsan Turki. `
    Mengenai kerjasama yang lain adalah pengembangan dan produksi bersama Tank jenis Medium antara Indonesia dengan Turki yang melibatkan Industri FNSS Turki dan PT Pindad. Kerjasama ini telah dimulai pada 29 Juni 2010 setelah Kementerian Pertahanan kedua negara menandatangani persetujuan kerjasama industri pertahanan (Defence Industry Cooperation) di Ankara Turki.
    Sementara itu Sekjen juga menuturkan, sesuai dengan arahan dari Menteri Pertahanan bahwa kerjasama ataupun pengadaan dibidang pertahanan saat ini harus realistis, terutama yang bisa mengatasi ancaman yang ada. Untuk itu Kemhan sedang mengembangkan suatu kerjasama pertahanan dengan negara lain yang bersifat multi purpose.
    Artinya kerjasama yang dilakukan bukan hanya untuk kepentingan militer melainkan dapat juga digunakan untuk kepentingan bantuan kemanusiaan, seperti penanganan bencana dan operasi kemanusiaan lainnya. Disebutkan Sekjen salah satu contoh adanya pengadaan Tank yang bisa digunakan sebagai jembatan untuk keperluan militer ataupun bantuan kemanusiaan. Jenis Tank ini sudah diproduksi Turki dengan bekerjasama dengan pihak Korea Selatan.

    dmc.kemhan.go.id/post-turki-antusias-lakukan-kerjasama-industri-pertahanan-dengan-indonesia.html

  37.  

    bung antonov, bukan kah heli ini punya data link 16, yang bisa komunikasi, dgn markas, utk memutuskan tembak di tempat, atau tembak peringatan,,

    yang lebih canggih teknologi IHADSS (Integrated Helmet and Display Sight System).
    kanon nya yang bisa bergerak otomatis mengikuti arah gerakan helm

    IHADSS di AH-64 Apache pada dasarnya dapat bekerja optimal dengan mengandalkan sensor AN/ASQ-170 TADS (Target Acquisistion and Designation System) dan AN/AAQ-11 PNVS (Pilot Night Vision System) yang ditempatkan di bagian hidung. Untuk mudah mengenalnya, TADS berbentuk drum yang terpasang di bagian bawah, sementara PNVS yang berbentuk piringan terpasang di bagian atas. Ada empat jurus yang dapat dijalankan TDAS, yaitu DVO (Direct View Optic) yang merupakan teleskop optik, kamera DT (Daylight Television), FLIR (Forward Looking Infra Red), dan laser ringefinder/target designator.

    Jika FLIR mengambil seluruh jatah sisi kanan TADS (night side), maka DVO, DT dan laser ringefinder menempati sisi kiri (day side). TADS juga dilengkapi fitur auto tracking. Artinya sekali target terkunci, maka target itu tidak akan bisa melepaskan diri sejau TADS dapat berputar. Hebatnya, tabunf TADS dapat dirotasi 120 derajat ke sisi kiri dan kanan, serta 60 derajat ke bawah. Pergerakan ini tentu untuk memberi cakupan pandang yang paling maksimal demi kemudahan pilot dan kopilot/gunner dalam mengakuisisi target.

    Sensor kedua, AN/AAQ-11 PNVS, merupakan FLIR imager yang memampukan pilot melihat dalam gelap, sehingga Apache dapat terbang siang dan malam tanpa halangan. PNVS dapat berotasi 90 derajat ke kiri dan kanan, sehingga praktis tidak ada sisi yang tidak terlihat selama Apache terus melaju ke depan.

    •  

      Bung Andri Cahyadi, bagaimana kemampuan perang elektronikanya?

      Mengingat kasus kapal Bea Cukai (kalau tidak salah) kena jamming telekomunikasi oleh kapal Coast Guard Tiongkok sewaktu kapal BC menyergap kapal ikan Tiongkok.

      •  

        Untuk Apache AH-64 E telah dikembangkan system baru targeting and night-vision dari pengembangan sensor long wave infra merah yang menghasilkan perbaikan pada jarak dan resolusi gambar yang dihasilkan. Perbaikan ini memberikan visual yang lebih baik dalam bentuk tiga dimensi, dua-dimensi, tampilan TV camera resolusi tinggi, electronic zoom, target tracker dan auto boresight. Radarnya menggunakan: Radar warning receiver, Radar Frequency Interferometer Electronic Support Acquisition System, Infrared countermeasures, laser warning receiver dan radar jammed.

        utk lebih jelas lagi kehebatan apache guardian ini , silahkan baca disini aja

        http://jakartagreater.com/apache-ah-64e-guardian-genapi-target-mef-i/

      •  

        klo di banding kan dgn ka 50, secara teknologi lebih canggih apache guardian… mungkin ancaman embargo membayangi,,, tergantung pemerintah, bs bermain cantik,, atau terjebak dlm permainan itu sendiri,,,

  38.  

    kayanya ada perjanjian tot di balik pembelian apache ato mungkin bisa jadi yang di laporkan cuman 8 heli saja tapi di belakang ada 14 or 18 unit heli apache….

    biarlah ini menjadi goib saja

    nkri harga mati

  39.  

    Mahalnya sebuah teknologi…., semoga nantinya bermanfaat bagi user (tni ad) dan bagi yg lainnya (pt DI). Amin

  40.  

    beli.. beli.. beli… mantaf jozz..

  41.  

    Apache sebenarnya bukan masuk daftar pengadaan renstra 1 , jadi ada unsur politis disini.
    Heli ini hebat, battle proven. Tp ada muatan asu, separo heli hrs ditaruh di natuna. Jd AS melepas heli canggihnya ada udang di balik batu.

  42.  

    Made in USA terdepan dan tercanggih di dunia…..Rusia ????? KE KUBURAN AJA LOOOO….

  43.  

    resiko…pake barang buatan ASU.. klo terjadi ham apachi cuma jadi besi tua..ga ada gunanya..udah beli..tapi si tukang jual yg ngatur..rusia aligatot 52 lebih canggih…

  44.  

    Punya senjata tapi yg kontrol paman ASU…pdhal indonesia negara non block..tpi paman ASU yg ngatur…

  45.  

    hrga mahal+embargo…cuma buang duit aja…knpa gak beli mainan made in paman rusky…lebih murah & teknoligi nya ga klh sama paman ASU

  46.  

    setaun lalu aku liat 2 heli ini lagi latihan di hutan baluran situbondo. waktu itu kuliat helinya belum dipasangi hellfire, masih nembak pake misil hydra 70 dan senapan mesin.

 Leave a Reply