Feb 112017
 

SEOUL – Korea Selatan akan mendorong pengiriman dua unit Landing Ship Fast II (LSF-II) dalam setahun untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Angkatan Laut dan membantu perjuangan sektor pembangunan kapal, menurut lembaga pengadaan pertahanan negara pada hari Kamis, 9 Februari 2017. (Yonhap News)

Pada tanggal 28 Desember 2016, Defense Acquisition Program Administration (DAPA) telah memesan 2 unit hovercraft pendarat senilai $ 130.000.000 dari Hanjin Heavy Industries Co untuk Angkatan Laut Korea Selatan pada tahun 2020, dimajukan dari rencana awal tahun 2021.

“Jika Landing Ship Fast II dikerahkan pada tahun 2020, maka kemampuan operasional Angkatan Laut akan mendapatkan dorongan di tengah terus meningkatnya ketegangan dengan Korea Utara”, kata juru bicara DAPA.

“Selain itu, pesanan tersebut akan merangsang industri galangan kapal yang sedang lesu di kota pelabuhan Busan, markas Hanjin Heavy”, katanya lagi.

Pada tahun 2007, Hanjin Heavy telah mengirimkan dua unit kapal pendarat cepat untuk Angkatan Laut dalam Korea Selatan dengan nilai kesepakatan sebesar 104 miliar won.

Militer Korea Selatan telah berupaya melangkah maju dalam beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan kemampuan pertahanan melawan ancaman nuklir yang terus berkembang dan rudal Korea Utara.

Galangan kapal lokal telah pulih akibat penurunan tajam pesanan dan kelebihan pasokan di pasar global setelah terpukul oleh krisis keuangan pada tahun 2008. Beberapa dari mereka telah mengurangi pekerjaan dan menjual aset untuk tetap bertahan dan banyak terlibat dalam program penyelamatan diri.

Kapal pendarat berkecepatan tinggi ini diproduksi oleh Hanjin Heavy Industries & Construction dibawah program LSF II adalah kapal berbobot 155 ton dengan panjang 27,9 m dan lebar 14,6 m. Kapal ini mampu melaju hingga 40 knot (74 km/jam) membawa 150 tentara atau sebuah tank & 24 tentara. Memiliki jangkauan jelajah sejauh 185 km tanpa pengisian bahan bakar tambahan.

JakartaGreater

Artikel Terkait :

  17 Responses to “Korea Selatan Percepat Pengiriman LSF-II”

  1. yang seperti ini cocok untuk TNI dan transportasi sipil karena bisa masuk di perairan dangkal

  2. kita cuma punya beberapa uni saja, itu pun kecil, tdk bisa di muati tank..

  3. kapasitasnya gede juga,,

    • Sayang Indonesia blom buat ya bung, padahal teknologinya bisa dibilang gak terlalu rumit… mestinya sudah dikembangkan dari sekarang, kan lumayan cepat tuh, terlebih NKRI memiliki banyak pulau, jadi untuk mobilisasi pasukan bisa lebih cepat, 1 hovercraft bisa angkut 150 tentara 😀

  4. Mandala Wow thanks untuk informasinya

  5. Indonesia jg harus mengembangkan Kapal Hovercraft versi Militer jg nih kayak Korsel.

    • Yang seperti ini pake mesin turbin om andre….kayaknya untuk kondisi saat ini masih berat biaya operasional&perawatannya.

      Dulu AL pernah mengoperasikan kapal jetfoil (buatan salah satu divisi boeing)yang juga bermesin turbin dan akhirnya dipensiun-dinikan karena alasan diatas

  6. mahal amit harganya

  7. Sebelumnya marinir AS pesan hovercraft, lalu angkatan laut China juga… nah sekarang marinir Korsel juga pesan… Klo Indonesia masih belom kembangkan hovercraft yang seperti ini kah?

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)