Aug 292016
 

Lockheed Martin telah mendapat kontrak US$ 7 juta dari Korea Selatan untuk menyediakan database multispektral untuk 40 pesawat tempur siluman F-35A Lightening II versi Conventional Take-Off And Landing (CTOL).

Sebelumnya pada Maret tahun 2013 Korea Selatan menandatangani kesepakatan pembelian 40 pesawat tempur F-35A CTOL dengan nilai US$ 7.06 milyar.

Pada bulan Mei, Defense Security Cooperation Agency (DSCA) juga mendapatkan kesepakatan pembelian persenjataan untuk F-35 Korea Selatan senilai US$ 793 juta, yang terdiri dari 274 rudal AIM-120 AMRAAM, 530 Joint Directed Attack Munitions (JDAM), 154 rudal udara ke udara jarak pendek AIM-9X-2 Sidewinder dan 530 “Bunker Buster” BLU-109 2000LB Penetrators untuk melengkapi amunisi JDAM.

Korea Selatan mengurangi total pembelian F-35 dari sebelumnya 60 menjadi 40 karena alasan keterbatasan anggaran.

F-35 AS mengalahkan pesaing dari Eurofighter Typhoon dan Boeing F-15 Silent Eagle yang bersaing dalam program KF-X Korea Selatan.

  20 Responses to “Korea Selatan Sudah Membeli Persenjataan Untuk F-35 Yang Akan Datang”

  1. senjata dulu, baru pespurnya

  2. Indonesia kapan ya punya pesawat Gen 5.. Duh Ngarep nih

    • berhubung menurut AHLI STRATEGI…indonesia di cekokin pespur jadul dan boros seperti su 35 kaleng krupuk…..maka menurut ahli..indonesia cukup beli sedikit saja..sama seperti china…sekedar membantu ekonomi negara RUSU BANDIT yg sedang dan akan mengalami kebangkrutan…jg menurut ahli….lebih baik indonesia membeli J 20 ATW J 31..pesawat gen 5….untuk menandingi f 35 ausie, mungkin juga f 35 singapure..
      demikian YANG MULIA

  3. F-35 belum teruji dlm perang maka hrs diuji dulu… kalau berani diuji perang pada siang bolong yg cerah… he..he..he.. jgn hanya berni dimalam hari aja… nanti seperti burung hantu wkw…wkw…wkw…

    • su35/su30 belum teruji dlm perang maka hrs diuji dulu… kalau berani diuji perang pada siang bolong yg cerah… he..he..he.. jgn hanya berni dimalam hari aja… nanti seperti burung hantu wkw…wkw…wkw…

      • ooppsss….f 35/su 30 bukan level f 35….kalau gitu PAKFA aja

        t 50 pakfa …belum teruji dlm perang maka hrs diuji dulu… kalau berani diuji perang pada siang bolong yg cerah… he..he..he.. jgn hanya berni dimalam hari aja… nanti seperti burung hantu (ooppsss,..belum di produksi masal..masih tes uji terbang)
        ha ha ha

  4. Komentar opooooooo ikuuuuu?Hadeuhhh,g mendidik belas

  5. kebalikan indonesia.kalo kita beli pespur dulu..persenjataan belakangan.

  6. kalau dipikir pikir, luar biasa korsel ini dalam membelanjakan alusista nya, negara yg kecil yg sda nya ga seberapa berani membeli puluhan jet tempur siluman yg diperkirakan harga perunitnya sangat mahal, belum lgi progam kfx nya yg menelan biaya ntah berapa, berbanding terbalik dgn negara partnernya yaitu negara kita sendiri, negara besar, sda melimpah, kekayaan laut, tambangnya bnyak,tapi malah yg susah bgt belanja alusista nya, beli sedikit, tanda tangan lelet, bnyak pertimbangan, anggaran pertahanan malah dipangkas, ntah apa yg ada dipikiran petinggi negara ini,

  7. Korsel masih berstatus gencatan senjata dengan korea utara,belum ada perjananjian Damai.jadi secara teknis dua korea masih dalam keadaan perang,wajarlah mereka terus memperkuat pertahanannya belum lagi ancaman perang Nuklir dari tetangga sekaligus saudara koreanya…contoh aja india-pakistan,yang selalu berlomba untuk saling mengungguli masing-masing pihak berseteru,dan China-jepang yang dengan Provokasi China akhirnya Jepang berhasil mengamandement konstitusinya yang memberi Jepang legistimasi untuk mempunyai kekuatan Menyerang sebelum di serang/bukan lagi sekedar bertahan dan bisa mengekspor Alautsistanya meski masih di bawah pengawasan sekutu.

  8. Besok lebaran koboy…

    xixixi

  9. Besok lebaran koboy…

    xixixi

  10. Setujuuu….kang didoy

 Leave a Reply