Sep 012016
 

Ancaman yang berulang dari Korea Utara untuk mengambil serangkaian “langkah kontroversial” bisa mengarah pada pengujian miniatur hulu ledak nuklir, menurut analis, Rabu (31/08/2016).

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah memerintahkan pengujian hulu ledak nuklir dan rudal balistik yang mampu membawa hulu ledak nuklir pada 15 Maret 2016 lalu, namun tidak seperti pengujian rudal saat ini Pyongyang belum melakukan uji hulu ledak nuklir, sehingga meningkatkan spekulasi bahwa Korea Utara bakal melakukan uji hulu ledak nuklir dalam waktu dekat.

“Melalui pengujian hulu ledak nuklir, Korut kemungkinan akan mencoba untuk menunjukkan senjata kepada dunia bahwa nuklirnya merupakan ancaman langsung”.

Seorang pejabat militer juga mengatakan, “Untuk memajukan program nuklirnya, Korea Utara mungkin melakukan pengujian hulu ledak nuklir dan diikuti peluncuran rudal lainnya”.

Sejak 24 Agustus 2016, setelah berhasil menguji peluncuran rudal balistik dari sebuah kapal selam, pemimpin Korea Utara dan kementerian luar negerinya telah bersumpah untuk mengambil langkah penting melawan Amerika Serikat dan Korea Selatan.

“Di Korea Utara, langkah tersebut membawa arti yang signifikan, sehingga mungkin setara dengan uji coba rudal balistik antarbenua atau uji coba nuklir kelima” kata An Chan il, kepala World Institute untuk Studi Korea Utara.

Dia menambahkan bahwa Korea Utara mungkin melaksanakan rencana tersebut pada 9 September 2016 [hari berdirinya], atau pada 10 Oktober 2016, hari berdirinya Partai Pekerja.

Seiring dengan kemungkinan uji coba nuklir atau rudal, mungkin Korea Utara melakukan provokasi skala kecil, termasuk serangan ranjau darat di dekat perbatasan antar-Korea, seperti yang pernah terjadi tahun lalu, menurut Chang Yong-Seok.

Komando PBB mengatakan pekan lalu Korut telah menanam ranjau anti-personil di sisi utara jembatan pada saat gencatan senjata di desa Panmunjeom.

Dalam pertemuan dengan sekretaris seniornya Senin (29/08/2016), President Park Geun-hye memerintahkan pembalasan keras terhadap provokasi dari Korea Utara untuk memastikan bahwa usaha tersebut akan menyebabkan penghancuran diri rezim.

Beberapa anais juga mengatakan bahwa pemimpin Korea Utara akan memprovokasi untuk memperketat cengkeramannya pada kekuasaan dari pembelotan terbaru para diplomat Korea Utara dan protes terhadap masyarakat internasional karena memberlakukan sanksi tambahan pada negara itu akibat uji peluncuran rudal baru-baru ini.

Sumber: Korea Times

Artikel Terkait :

  11 Responses to “Korea Utara Diperkirakan Akan Segera Menguji Hulu Ledak Nuklir”

  1. Lanjutkan

    • Ketika iran,korea utara melakukan uji coba rudal UN yg dikomandoi polisi dunia sewot n lgsg memberikan sanksi..
      Namun ketika negara pemilik veto n israhell yg melakukan UN melempem seperti kerupuk yg di olah jadi SEBLAK…
      Sambil makan seblak,..”LONG LIFE MR.KIM”
      Teknologi milik smua umat,bkn hanya negara adidaya agressor

  2. Andai negara ku punya nuklir malingsial asutralia cs gk akan berani main tusuk dari belakang ,.pak SUKARNO aq rindu kepemimpnan mu….hua hua huaaaaaaaaaaaaa

  3. Negara sak upil gitu mau uji nuklir dimana..paling juga di laut..atau langsung ke jepang..xixixixi..

  4. Ayo wes ndang perang, sumbar thok…

    • awasss..!!!!!!!! ada yg kampungan dan ke kanak 2 an baru bisa huruf merah.. niru si gelek..
      denger 2 sih jebolan U.I ..memalukan
      ha ha ha

  5. negara yang gak nurut sama amerika, ya bakal di ganggu terus sama amerika.

    kebijakan pemimpin korut tersebut memang sangat tegas, tapi gak harus menanam ranjau darat di perbatasan kali ya..

    • yg ngak mau nurut sama america…..contohnya IRAK,LIBYA,YAMAN,AFGANISTAN,SURIAH…dll ….itu mereka sekutu BANDIT RUSU…
      bandingkan dengan sekutu USA…, KUWAIT,UEA,ARAB SAUDI,YORDANIA,…..dll
      tinggal anda pilih…!
      ha ha ha

  6. ATAS SAYA OTAKNYA LAGI DROP…DASAR BAJINGAN

  7. hancurin aja si negara bandit dan dajalnya dunia amerikaaaaaa

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)