Korea Utara Merilis Rekaman Peluncuran Rudal Balistik Kapal Selam

18
12

Sebuah situs yang dikelola oleh pemerintah Korea Utara, Uriminzokkiri telah merilis rekaman video dari apa yang diyakini sebagai uji peluncuran rudal balistik kapal selam (SLBM) pada 24 Agustus 2016.

Situs ini juga menunjukkan gambar dari rudal yang diduga sebagai Pukkuksong-1 (juga disebut sebagai Bukgeukseong-1 atau KN-11), sebelum dan setelah peluncuran, yang berlangsung di sekitar pukul 05:30 waktu setempat dari perairan dekat kota pelabuhan Sinpo, di Korea Utara – sebelah selatan provinsi Hamgyong.

Peluncuran SLBM Korea Utara, yang ketiga tahun ini, tampaknya sebagai peluncuran Pyongyang yang paling sukses saat ini. Rudal meluncur sekitar 500 km (311 mil) dan memasuki zona identifikasi pesawat Jepang sebelum akhirnya jatuh disekitar Laut Jepang.

“SLBM yang diluncurkan pada hari Rabu (24/08/2016) menunjukkan perbaikan teknis dibandingkan dengan tes yang dilakukan Korut sebelumnya”, kata Kepala Staf Gabungan (JCS) Korea Selatan.

Pyongyang segera mengumumkan atas keberhasilan tes tersebut, Kim Jong-un mengatakan bahwa “keberhasilan terbesar” dari peluncuran menunjukkan negara itu telah “bergabung dengan peringkat depan kekuatan militer dunia yang dilengkapi kemampuan serangan nuklir”.

Dalam rekaman tersebut tampak Kim dan perwira militer Korea Utara melihat bagaimana senjata itu sedang dimuat dalam kapal selam Gorae-Class. Setelah peluncuran Kim terlihat tersenyum dan diberi ucapan selamat oleh petugas.

Analis setuju bahwa uji peluncuran rudal SLBM terbaru Korea Utara menunjukkan bahwa negara ini membuat kemajuan dalam pengembangan sistem rudal kapal selam yang juga bisa membawa hulu ledak nuklir.

Analis di US-Korea Institute di Universitas Johns Hopkins melaporkan bahwa, “Dengan tingkat perkembangan saat ini, Korea Utara masih menghadapi tantangan teknologi yang signifikan, termasuk pembangunan kapal selam kelas baru untuk membawa rudal, uji peluncuram itu adalah jalan untuk mengembangkan kemampuan menyerang sasaran di wilayah ini – termasuk Jepang – pada tahun 2020”.

Sumber: IHS Jane

18 COMMENTS

  1. indonesia kesalip lagi, katanya indonesia kaya kok kesalip mulu sih dg negara” sebelah, ngaa teknologi, ngaa kemakmuran, ngaa alutsista, ngaa infrastruktur, dan” masih banyak lagi, beginilah kalo rezim plonga plongo yg di urusin hal” yg sepele saja yg sejatinya ngaa ada sangkut pautnya dg jalanya birokrasi pemerintahan di indonesia, contohnya satu saja ya seperti ngurusin suara azan, capek dech………

  2. Indonesia belum butuh rudal antar benua, karena perusahaan antar paket di Indonesia kebanyakan masih seputaran dalam negri blm sampai antar benua. Bila toh Indonesia ngotot mengembangkan Rudal antar benua, perusahaan mana yg sanggup mengantar rudal tersebut menuju tujuan? JN*, TIK*, bahkan kantor P*S yg skg membuka jasa antar paket pun blm tentu sanggup membawa Rudal, apalagi sampai antar benua. Sementara bila menggunakan jasa antar paket dari luar negri, terlalu riskan karena yg namanya rudal adalah alutsista utama militer yg musti dijaga kerahasiannya.

    Intiny, Indonesia blm boleh untuk mengembangkan senjata yg aneh-aneh dahulu. Boro-boro membuat rudal berkepala nuklir, wong mau membuat PLTN untuk tujuan damai pun msh mendapat tentangan, baik dari unsur dalam negri maupun luar negri.

    Capai deh..

LEAVE A REPLY