Mar 142017
 

China berencana untuk meningkatkan jumlah Korps Marinir dari 20.000 menjadi sekitar 100.000 personil untuk melindungi jalur maritim dan kepentingan yang terus berkembang di luar negeri, menurut pejabat dan para ahli militer.

Beberapa anggota akan ditempatkan di pelabuhan yang dioperasikan oleh China di Djibouti di Afrika dan Gwadar di Pakistan, kata mereka.

Pengembangan Korps Marinir adalah bagian dari dorongan yang lebih luas untuk memfokuskan kembali tentara terbesar di dunia jauh dari memenangkan pertempuran darat berdasarkan angka yang jelas dan dalam memenuhi berbagai skenario keamanan menggunakan unit yang sangat khusus.

Menjelang tujuan tersebut, Presiden China, Xi Jinping akan mengurangi jumlah Angkatan Darat PLA sebanyak 300.000 personil.

Pejabat militer mengatakan kepada South China Morning Post bahwa 2 (dua) brigade pasukan khusus sudah dipindahkan ke Korps Marinir, sekarang jumlah personil sudah hampir dua kali lipatnya menjadi 20.000, dan akan lebih banyak brigade akan ditambahkan.

“Korps Marinir PLA akan diingkatkan menjadi 100.000 personil, yang terdiri dari 6 (enam) brigade di masa yang akan datang untuk memenuhi misi baru dari negara kita”, kata salah satu sumber, menambahkan bahwa jumlah personil Angkatan Laut juga akan tumbuh 15 persen. Angkatan Laut PLA saat ini diperkirakan berjumlah sekitar 235.000 personil.

Liu Xiaojiang, mantan komisaris angkatan laut mengatakan bahwa pasukan maritim akan mengambil peran yang semakin penting dalam militer.

“China adalah negara maritim dan untuk itu kita akan mempertahankan hak-hak maritim kita serta mengembangkan kepentingan kita, status angkatan laut akan lebih penting”, kata Liu kepada wartawan di sela-sela acara tahunan Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China di Beijing pada tanggal 5 Maret.

Secara tradisional, Korps Marinir sebagian besar telah beroperasi namun hanya di daerah pesisir China, karena peran mereka dibatasi oleh jumlah personil yang relatif kecil serta peralatan dasar, kata pakar angkatan laut Li Jie yang berasal dari Beijing.

Tapi dengan jumlah Korps yang besar maka dapat dikerahkan hingga ketempat yang lebih jauh seperti angkatan laut dalam mengambil lebih banyak tantangan.

“Selain misi utamanya pada kemungkinan terjadinya perang dengan Taiwan, Korps Marinir sebagai pertahanan maritim di Laut China Timur dan Laut China Selatan, mereka juga dapat melaksanakan misi Angkatan Laut PLA yang akan ekspansi ke luar negeri, termasuk perlindungan keamanan nasional China di Semenanjung Korea, menjaga jalur maritim negara, serta jalur pasokan lepas pantai seperti yang ada di Djibouti dan Port Gwadar di Pakistan”, kata Li.

“Namun, jumlah personil Korps Marinir saat ini dan terbatasnya peralatan yang dimiliki maka tidak akan cukup untuk mengatasi tantangan-tantangan baru yang akan datang”, tambahnya.

China sedang membangun sebuah Pangkalan Angkatan Laut di Djibouti, Afrika untuk memberikan dukungan logistik di salah satu jalur perairan tersibuk di dunia. Menteri Pertahanan China mengatakan dalam sebuah pernyataan tahun lalu bahwa fasilitas itu sebagian besar adalah untuk tujuan pasokan dalam operasi anti pembajakan, kemanusiaan dan perdamaian.

Perancis dan Amerika Serikat juga mempertahankan pangkalan yang cukup besar di Djibouti, dengan Camp Lemonnier yang menempatkan lebih dari 4.000 personel. China tidak mengatakan berapa banyak personil yang akan ditempatkan disana, namun beberapa laporan media menyebutkan sekitar 10.000 personil.

Port Gwadar adalah pelabuhan laut dalam di sebelah Selat Hormuz, jalur minyak utama masuk dan keluar dari Teluk Persia, dibangun dengan dana dari China dan dioperasikan oleh perusahaan China. Meskipun pelabuhan tersebut tidak ada instalasi PLA, kapal angkatan laut China diharapkan untuk berlabuh di fasilitas dermaga itu dalam waktu dekat.

Pengamat militer yang berbasis di Macau, Antony Wong Dong mengatakan bahwa penambahan personil Korps Marinir bisa membantu memelihara keamanan bagi inisiatif “Seikat, Sejalan” China. Rencana untuk perdagangan dan investasi baru yang membentang dari Asia Tenggara hingga ke Eropa Timur, dan tampaknya perusahaan China serta para pekerja mereka beroperasi di daerah yang berisiko tinggi seperti Pakistan dan Afghanistan.

Korps Marinir China didirikan pada tahun 1950 sebagai dampak dari perang saudara antara China Komunis dan Chiang Kai-shek yang melarikan diri ke Taiwan. Selama beberapa dekade, Taiwan memiliki kekuatan laut terbesar kedua di dunia, setelah Amerika Serikat, tapi kekuatan tersebut mulai menurun pada tahun 1990-an ketika Beijing mulai mengejar klaim di Laut China Selatan.

South China Morning Post
Korea Times

Artikel Terkait :

  31 Responses to “Korps Marinir China Kelak Akan Berjumlah 100.000 Personil”

  1. Muehehehehehe
    Pasukan mbah Bowo makin sangar!
    Kagak moncer ni marinir china.
    Marinir Amerika is the best.
    Sir yes sir…..!!!
    Muehehehehe

  2. 100.000 personil itu ngasih makan pake apa ya?

  3. kasih makan pake pisang…

  4. .
    Wawwwwww ”
    Dgn Alutsisita juga Ribuan jumlahnya
    Bener bener dha China ,

  5. Cino tambah agresif

  6. Giliran militer kita nih kapan exspan nya,,,selain urusan PBB, pertukaran perwira, latihan bersama, perlu cari kampung lain seperti kegiatan mereka…agar punya jam tayang tinggi diluar sono.

  7. Ngasi makan ribuan orang ya pake nyopet dunk, nyopet wilayah negara lain 🙂

  8. Semakin menunjukkan sifat aslinya yg rakus, di Afrika dgn kedok Investasi pelabuhan lgsg dijajah ekonomi dan kedaulatannya, semoga RI1 tidak menambah Investasi dr China agar kedaulatan ekonomi negara tidak tergadai!

    • Perancis dan AS udah lama investasi disana, sekaligus investasi 4000-an militernya 😀
      Cina cuma meniru saja, tapi investasinya lebih banyak, 10.000 personil militer 😛

      Indonesia bila mau ikutan juga boleh koq… ada modal gak?

  9. Harus hati-hati, di mana ada investasi cina, marinir cina rencana nya dilakukan penempatan… Nah bagaimana tuh dengan kereta cepat Bandung Jakarta, apa sudah bisa terima jika ada penempatan pasukan marinir cina dengan alasan pengamanan?

  10. Jadi sementara ini china merelokasi PLA ke Marinir dulu tho…? tapi memang top masalah Mob-Demob nya China mmg cepet dengan skala besar.

  11. China AKAN 100.000 marinir … dalam waktu dekat …

    Indonesia AKAN 60.000marinir … tapi masih jauuuh … kikikikikih …

  12. sejak kapan cinok jd negara maritim!
    edisi gagal paham…

  13. Sebentar lg marinir buka pangkalan di beting ali…kah kah kah

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)