Aug 062016
 

WASHINGTON – Korea Selatan dan Amerika Serikat mengadakan pembicaraan tingkat tinggi pertama mereka di Washington sehubungan dengan transfer teknologi untuk proyek Seoul dalam mengembangkan jet tempur sendiri.

Delegasi Korea Selatan, yang dipimpin oleh Wakil Menteri Pertahanan Hwang In-mo dan Wakil Menteri Luar Negeri untuk Urusan Ekonomi Lee Tae-ho, bertemu dengan delegasi AS, yang dipimpin oleh David Shear, Asisten Menteri Pertahanan untuk Urusan Keamanan Asia dan Pasifik, dan Gottemoeller, Wakil Menteri Luar Negeri untuk Pengendalian Senjata dan Keamanan Internasional, Kamis (04/08/2016), menurut Korea Times.

Kedua belah pihak membahas beberapa isu kebijakan luar negeri dan keamanan kunci, termasuk transfer teknologi penting untuk pengembangan jet tempur milik Korea Selatan yang seharusnya untuk menggantikan F-4 dan F-5 yang menua.

Itu merupakan pertemuan tingkat tinggi pertama dari Teknologi Pertahanan Strategi & Kerjasama Group (DTSCG), sebagai kelanjutan pembicaraan tingkat kerja kelompok yang diadakan pada bulan Maret lalu. DTSCG didirikan tahun lalu berdasarkan kesepakatan antar kepala pertahanan kedua negara.

Teknologi yang dimaksud adalah paket dari 21 teknologi Lockheed Martin yang diterapkan pada jet tempur F-35 Lightning II. Teknologi tersebut akan ditransfer ke Korea Selatan sebagai imbalan akuisisi 40 unit jet tempur F-35. Korea Selatan awalnya meminta 25 teknologi, tetapi pemerintah AS memveto transfer empat teknologi, yang menurut Korea Selatan bisa membahayakan seluruh proyek KF-X.

Teknologi yang dilarang adalah radar aktif elektronik pemindai array (AESA), penargetan optik elektronik pod, jammer pencarian inframerah dan frekuensi radio serta sistem pencarian dan pelacakan. Korea Selatan bertekad untuk mengembangkan teknologi tersebut di dalam negeri.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Korea Selatan juga meminta Amerika Serikat untuk memberikan teknologi yang berkaitan dengan pengembangan kendaraan udara tak berawak ketinggian medium (MUAV), kata pejabat itu. Washington mengatakan bahwa mereka sedang mempertimbangkan hal tersebut, tambahnya.

Biaya proyek KF-X diperkirakan 8,5 trilyun won (7,6 milyar dolar). Sementara pemerintah Korea Selatan berencana untuk menghabiskan 10 triliun won lagi (9 milyar dolar) untuk membangun jet tempur 120 KF-X setelah Riset & Pengembangan selesai.

Sumber: IHS Jane

  19 Responses to “KORSEL – AS Bahas Transfer Teknologi Untuk Jet Tempur KF-X”

  1. kita lihat di akhirnya IFX & KFX

    • Apakah korea tdk bisa seperti china curi teknologinya langsung ke barang jadi kan korea akan membeli 40 unit f-35 ???…kalo china bs mengcopy teknologi dri pesawat jatuh dan rusak kenapa korea tdk bs dgn barang utuh?

      • Kalo cara bersih dan santun tdk bisa kemungkinan korsel menggunakan cara kotor salah satunya cacin (cara china) atau sogok pejabat yg berwenang atau oknum yg bisa dibayar di perusahaan LM.uang akan menjawabnya….

  2. tarik menarik and jegal menjegal oleh Asu

  3. Kalau riset sendiri kan butuh waktu puluhan tahun yang dimulai dari NOL.. dgn melalui kerjasama IFX setidaknya indonesia mengerti dari mana dasar awalnya membuat pespur.

    Misalnya:
    kita ingin membuat MIE, dgn kerjasama tersebut setidaknya kita sudah tau dasar membuat MIE nya itu dari tepung tinggal kita mengolahnya sendiri… bukan lagi dgn cara meneliti bahan apa yang cocok membuat MIE itu sama saja risetnya dari NOL.
    Goood…masuk akal…!!!

    Inti sarinya. Dgn kerjasama dgn Korsel melalui IFX indonesia akan mendapatkan DASAR awal gimana cara membuat Pesawat tempur.

  4. Yaaa ampun giman sich… bakalan didepak kita ni..
    Gagal maning gagal maning….

    Selalu dihadang digagalin pesawat N250.
    Nah pesawat tempur juga gagal..
    Semoga MOU menggikat yaaa..
    Biar nga hilang uangnya..

    Nasib nasibbb…

  5. Tidak dari nol, krna katong punya pa habibi & beta yakin, ilmu beliau sudah tersusun rapih dari A -Z ,blajar di jerman tdk cuma blajar bikin psawat angkut (pespur sensitif dibahas)& pnerus beliau banyak+ ilmuan korsel yg pandai eloktro satelit.

  6. Biarkan UANG yg berbicara….

    nothing impossible…that is about big money brooo…..

  7. Jegall Truss sampe bosen ckckckck hadeh…… kalo sampe gagal ganti aja lahh sama sebelah timur atau bisa cari yang dari barat lagi masih banyak kok pabrikan pespur yang mumpuni….

  8. setelah IFX mdah2han. pemerintah mau membiayai riset pespur murni dlm negeri…yakin insinyur indonesia bisa klo dikasih dana..tapi sayang pemerintah dan dpr sepertinya berpikir subsidi listrik lbih penting dari riset…..negara maju berpikir keras cari dana buat riset. tapi di negeriku berpikir keras buat subsidi energi…..

  9. Teknologi yang dilarang adalah radar aktif elektronik pemindai array (AESA), penargetan optik elektronik pod, jammer pencarian inframerah dan frekuensi radio serta sistem pencarian dan pelacakan. Korea Selatan bertekad untuk mengembangkan teknologi tersebut di dalam negeri.

    Gmn nasib korsel yg udh beli 40 unit F35?.
    Au ah gelap…..

  10. test

  11. Ini yg perlu diketahui warjager…

    ” Sementara pemerintah Korea Selatan berencana untuk menghabiskan 10 triliun won lagi (9 milyar dolar) untuk membangun jet tempur 120 KF-X setelah Riset & Pengembangan selesai.”

    Artinya bahwa nanti jika KFX/IFX telah siap produksi dan Indonesia akan mengambil 80 unit, maka pemerintah Indonesia hrs menggelontorkan dana sekitar $ 7 miliar.
    Jd kesimpulannya bahwa 20% sharing dana Indonesia utk proyek KFX/IFX hanya utk riset dan pengembangan sampai menjadi prototype siap produksi, bukan berarti akan mendapatkan 80 unit pesawat jika siap produksi dng dana share 20%.
    Itu artinya Indonesia pasti sdh siap mengalokasikan dana tambahan sebesar pembelian 80 unit IFX.

  12. Mantap.. Lanjrotkan sampai tuntas.. Bikin ntr ifx sampe ribuan.. Ifx blok 1 sampai blok 80..

  13. Mungkin itu juga salah satu alasan Pemerintah yg masih bingung memilih antara Su-35 atau F16 viper.
    Keinginan memang Su-35, tapi viper juga masih dipetimbangkan jika bisa melancarkan proyek KFX/IFX.
    Percaya saja sama pemerintah, apapun pilihannya, semoga itulah yg terbaik.

 Leave a Reply