Aug 082016
 

SEOUL – Militer Korea Selatan berencana untuk menyebarkan lima satelit pengintai, yang dikembangkan menggunakan teknologi dalam negeri pada tahun 2022, sebagai bagian dari strategi “Kill Chain” untuk pendeteksian dini dan menghancurkan ancaman nuklir dan rudal Korea Utara (DPRK), kantor berita Yonhap melaporkan pada hari Senin (08/08/2016).

Administrasi Program Akuisisi Pertahanan Korea Selatan (DAPA) seperti dikutip, menyatakan bahwa lembaga pengadaan senjata akan mengadakan sesi penjelasan pada Rabu (10/08/2016) mengenai proyek pengembangan satelit pengintai dalam negeri.

Selama sesi tersebut, lembaga berencana untuk menjelaskan bagaimana melanjutkan proyek sambil mendengarkan potensi perusahaan pengembang. (Lembaga) Ini dilaporkan memiliki rencana akan mengumumkan kepada publik mengenai penawaran bulan depan dan penandatanganan kontrak dengan penawar bakal dilakukan pada akhir tahun ini.

Militer akan menghabiskan sekitar 1 triliun won (900 juta dolar AS) pada proyek tersebut. Badan Pembangunan Pertahanan di bawah Kementerian Pertahanan Seoul akan mengembangkan Synthetic Aperture Radar (SAR), sedangkan Korea Aerospace Research Institute (KARI) akan bertanggung jawab untuk pengembangan elektro-optica dan instrumen sinar inframerah.

Satelit buatan dalam negeri yang pertama akan diluncurkan pada tahun 2020, dilanjutkan untuk memasang dua buah lagi pada 2021. Sisanya, dua buah satelit akan masuk orbit pada 2022.

Jika telah terpasang, satelit-satelit tersebut akan mampu mendeteksi peluncur rudal mobile Korea Utara dalam waktu rata-rata dua sampai tiga jam, mengutip pernyataan militer.

Pengembangan satelit dalam negeri merupakan bagian dari sistem “Kill Chain” untuk pendeteksian dini dan menghancurkan kemungkinan serangan rudal dari Korea Utara. Kill Chain adalah program pertahanan Korea Selatan bersama dengan sistem Pertahanan Rudal dan Udara Korea (KAMD).

Sebuah rudal pencegat diluncurkan melalui Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dalam sebuah pengujian.

Meskipun sedang mengembangkan sistem pertahanan rudal dalam negeri, Korea Selatan sepakat dengan Amerika Serikat awal bulan lalu untuk menginstal salah satu baterai Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) diwilayahnya akhir tahun depan, memicu reaksi-keras dari negara-negara tetangga.

Para ahli mengatakan baterai THAAD, terdiri dari enam peluncur mobile, 48 pencegat, radar X-band dan sistem kendali peluncuran, tidak akan mampu menembak lebih dari 1.000 rudal DPRK yang menargetkan Korea Selatan dimana THAAD tersebut dirancang untuk mencegat diketinggian 40-150 km. Sementara rudal Korea Utara meluncur pada ketinggian yang jauh lebih rendah yaitu sekitar 20-30 km.

Penyebaran THAAD di Korea Selatan adalah bagian dari strategi Poros Asia Amerika Serikat untuk mengawasi China dan Rusia. Radar X-band mampu mengintip ke dalam wilayah Cina dan Rusia karena memiliki kemampuan deteksi sekitar 2.000 km

Sumber: Xinhua

Bagikan Artikel:

  5 Responses to “KORSEL Sebar 5 Satelit Pengintai Tahun 2022”

  1. MAK NYOOSSS….

  2. 2000 km tuh filipin dan indonesia kena juga gak ya?

  3. Ngiri..ngiriii.ngirii..kapan negara ane bisa produksi satelit ginian..

  4. Mantap, smoga indonesia bermitra terus dgn korsel dlm bidang apapun terutama alutsista. Utk penambahan mbt, sptnya black phanter korsel kuat jg, boleh tuch diakuisisi 100 unit aja…

 Leave a Reply