Sep 242016
 

Chairman Joint Chiefs of Staff Committee Pakistan, General Rashad Mahmood memimpin rombongan Pakistan Armed Forces saat mengunjungi PT Pindad (Persero) pada 21 September 2016. Kunjungan tersebut diterima oleh Direktur Utama PT Pindad (Persero) Abraham Mose di Auditorium Gedung Direktorat. Turut mendampingi rombongan Pakistan adalah Kepala Staf Daerah Militer III/Siliwangi Brigjen TNI Wuryanto dan Kepala Pusat Kerjasama Internasional Mabes TNI Laksamana Pertama TNI Eko Witjaksono.

Dalam kata sambutannya, General Rashad Mahmood mengatakan bahwa kunjungan ini akan dijadikannya kesempatan untuk mencari informasi mengenai aktivitas Pindad dalam memproduksi produk-produk pertahanan seperti senjata, amunisi, dan kendaraan khusus.

“Produk-produk pertahanan Pindad pasti memenuhi spesifikasi yang diminta oleh TNI, maka lewat kunjungan ini, kami pun membuka kesempatan dan peluang kerjasama diantara Indonesia dan Pakistan lewat Angkatan Bersenjatanya masing-masing,” tutur General Rashad Mahmood. Lebih jauh lagi, Pakistan Armed Forces merupakan angkatan bersenjata terbesar ke-5 di dunia dan memiliki karakteristik yang hampir sama dengan TNI, maka ia menilai kerjasama ini berpeluang besar untuk dilakukan di masa depan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT Pindad (Persero) Abraham Mose pun menyambut positif peluang kerjasama tersebut. “Kami merasa terhormat menerima kunjungan Anda sekalian hari ini. Sebagai perusahaan yang sangat bangga dengan produk-produk pertahanannya, Pindad berharap kunjungan ini akan membuka jalan kerjasama yang lebih panjang di masa depan,” ujarnya.

Kunjungan hari itu ditutup dengan kunjungan ke fasilitas produksi PT Pindad (Persero) seperti Divisi Senjata dan Divisi Kendaraan Khusus. Rombongan Pakistan Armed Forces juga mendapatkan kesempatan untuk mencoba performa produk senjata dan kendaraan khusus secara langsung.

Setelah PT Pindad (Persero), rombongan melanjutkan rangkaian acaranya menuju PT Dirgantara Indonesia (Persero). (Anggia)

Sumber: PT. Pindad

  17 Responses to “Kunjungan Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan ke PT. Pindad”

  1. Mengunjungi sambil belanja. Jgn cm nonton pdhl sampai ujung dunia..

  2. Kerjasama dengan Pakistan juga bagus .
    Masa harus ke Europa terus?
    Mereka juga bisa bikin missile manpads….
    Tank…(kalau tidak salah)..dan punya galangan kapal …

  3. Pakistan angktn bersenjta terbesar ke5 d dunia
    Iy kahccccc,trus kita kberapa dong

  4. lagi serius mau nembak malon apa beruknya tuh..

  5. langsung naek 10×10, 8×8 pasarnya jenuh

  6. Dua singgit – Dua singgit – Dua singgit ….. !

  7. Ke depan perlu 4×4, tp skrg fokus dulu 3×3 krn cocok buat kantong kemenhan dan mobilitas pasukan di hutan dan jalan kota indonesia yg sempit. 4×4 mahal (krn tambah tonase baja dll) dan penambahan pasuka tdk signifikan, toh dr sisi proteksi sama saja, stanag nato.

  8. mail,mail emang kedai Rm:2 apa!!!

  9. Bagian mana yang emang kelebihan stock ? Pindad line produksinya sibuk banget buat menuhin pesenan. Bagian mana yang stock banyak ?

  10. Iya emang harus bisa. Tapi research kan butuh uang.
    Biasanya sampe 50x-100x dari harga barangnya.
    Kalau enggak mau tekor ya harus ada yang pesen 100biji. Emang TNI ada uang buat pesen 100 unit barang yang prototype-nya aja belum ada?

 Leave a Reply