Dec 042014
 
LSU-05 siap menjalani tes.

Lapan menguji varian pesawat tanpa awak atau UAV terbaru, LSU-05, Selasa (2/12). Pesawat tersebut diluncurkan dengan melakukan test high speed taxi dengan kecepatan 80 kilometer per jam.

LSU-05 merupakan varian baru dari pesawat tanpa awak buatan Pusat Teknologi Penerbangan (Pustekbang) Lapan yang diterbangkan dari Rumpin Airfield AU. Pesawat ini dirancang untuk mampu membawa muatan seberat 25 hingga 30 kilogram.

Generasi kelima varian Lapan Surveillance Aircraft (LSU) ini memiliki bobot 80 kilogram dengan bentangan sayap 5,5 meter dan panjang 4 meter. “Dalam sesi uji coba ini, pesawat mampu melakukan take-off, taxi, autopilot atau monitoring, serta landing gear dengan baik”, ujar Peneliti Aerostruktur Lapan, Kosim Abdurrahman.

Awalnya, pesawat yang dirancang sejak akhir 2013 tersebut, didedikasikan untuk penelitian bersama dengan Chiba University. Pesawat tersebut ditargetkan mampu membawa muatan CP SAR yang didesain Tim Chiba University yang berbobot hingga 25 kilogram. Design requirement pesawat cukup menantang. Selain harus mampu membawa muatan, pesawat ini juga dituntut memiliki kemampuan terbang dengan kestabilan tinggi sesuai dengan kebutuhan pemetaan yang menggunakan radar.
LSU-05
Menurut Kepala Bidang Avionik Lapan sekaligus komandan misi uji terbang LSU-05, Ari Sugeng, pesawat ini selanjutkan akan diuji terbang di Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat. Ia menargetkan, pesawat ini harus mampu take off saat uji terbang nanti.

Sementara itu, Kepala Pusat Teknologi Penerbangan Lapan, Gunawan S. Prabowo, menjelaskan bahwa desain final pesawat ini masih memerlukan waktu satu tahun lagi. “Pada 2015, Lapan akan memaksimalkan desain dengan melakukan performance test flight sebanyak mungkin dan re-manufacture struktur untuk mengurangi bobot pesawat agar lebih efektif.

Uji terbang ini dihadiri para perekayasa, peneliti, dan teknisi di lingkungan Pusat Teknologi Penerbangan Lapan.

 

Sumber : Lapan

 Posted by on December 4, 2014

  76 Responses to “Lapan Luncurkan Varian baru UAV Seri LSU-05”

  1. kereeeend

  2. Nah ini dia …
    Hasil kerjasama lapan dengan prof. Josh dah mulai di test !
    Mantap …

  3. mantap… perlahan semakin berat bawaannya… ngomong” mesinnya ini bikin sendiri or masih impor sih ???

    • Import bung, tapi dimodifikasi oleh orang kita.

      Buat info aja…

      Kegiatan litbangyasa bidang teknologi propulsi dalam program pengembangan pesawat tanpa awak LAPAN (LSU). LSU yang ada saat ini adalah:

      1. LSU-01 dimana mesin pendorongnya berbasis elektromotor,
      2. LSU-02 berbasis mesin piston 28 cc,
      3. LSU-03 berbasis mesin piston 60 cc,
      4. LSU-04 berbasis mesin piston 110 cc dan
      5. LSU-05 berbasis mesin piston 170 cc.
      6. LSU-highspeed dengan mesin pendorong berbasis gasturbin.

      Fasilitas yang ada adalah Laboratorium Propulsi, dilengkapi dengan instrumentasi pengujian mesin propulsi. Karena keterbatasan SDM dan kemampuan manufaktur industri dalam negeri untuk membuat mesin UAV, maka saat ini penyediaan mesin UAV masih tergantung dari produk luar negeri. Berbagai mesin berbasis piston yang ada untuk pesawat LSU-02 sampai dengan LSU-05 diriset dan diuji di Lab Propulsi, sehingga didapat performa dari tiap mesin. Sehingga dapat diusulkan mesin mana yang paling cocok untuk pesawat tersebut. Untuk memudahkan akses terhadap data mesin dibuat sistem informasi data base mesin propulsi.

      SDM bidang teknologi propulsi terdiri dari peneliti, perekyasa dan teknisi litkayasa, namun jumlahnya masih kurang memadai. Saat ini baru ada 2 peneliti senior, 3 perekayasa pertama, 3 calon peneliti, 1 cpns dan 5 teknisi litkayasa. Diharapkan di tahun berikutnya bisa menambah SDM.

      • Mksdnya “import” disini gimana bung jalo? Darimana bung jalo klo boleh tau importnya?
        Apakah lsu 01- 04 jg dari import trus dimodifikasi?

        • Yah diimport bung, di Indonesia untuk membuat mesin belum mampu karena kita disini miskin manufaktur bung.

          Seperti ini, mesin2 yg dipilih lalu diuji lagi di Lab Propulsi Pustekbang LAPAN agar bisa sesuai dengan desain UAV yg sudah ada.

          Untuk LSU 01 pernah dimodifikasi dengan solarcell…

        • Untuk TKDN, LSU adalah UAV yg paling banyak menggunakan komponen dalam negeri. Hampir sekitar 60%, yg lain rata2 dibawah 40%.

      • Gak ada LSU 8 atau 9 bung. Yg terbaru LSU 05, dan di teknologi mesin UAV itu ada basis Elektromotor, Piston dan Gas Turbin.

        Untuk teknologi Gas Turbin direncanakan digunakan di LSU-highspeed. Disini Highspeed itu di LSU-Han.

        Teknologi LSA itu dari kerjasama dengan LAPAN, PT DI, ITB dan TU Berlin (Tech nical University Berlin). Itu LSA pengembangan bersama. Untuk versi LSA gak deh, karena sesuai namanya Light Surveillance Aircraft jadi tugasnya untuk pemantauan. Fungsi yg direncanakan adalah untuk Maritime Patrol. Lebih baik lihat artikel2 sebelumnya dulu atau ini biar tahu fungsi2 apa yg dibuat Lapan.

        http://jakartagreater.com/roadmap-lapan/

        • kabarnya baru lsu 2 atau 3 yg diberi ke TNI .. dengan lsu 5 yg lebih lama waktu terbang dan mempengaruhi jarak tempuh sekalian bobot yg lebih banyak yg bisa dibawa .. o iya gambar yg dibelakanganya itu LAPAN juga mengembangkan pesawat mata-mata berawak. Program ini bernama LAPAN Surveillance Aircraft (LSA).
          Program ini memanfaatkan pesawat kecil berkapasitas 2 orang dan bermesin tunggal. Pesawat yang memiliki bentang sayap 18 meter ini didatangkan langsung dari Jerman, namun LAPAN memiliki kesempatan mempelajari pengembangan LSA untuk tahap berikutnya

        • Baru LSU 02 bung majapahit, LSU 03 dan 05 masih melakukan sejumlah test agar bener2 ready. LSU-05 mungkin tahun depan baru bisa diserahkan, karena ada sejumlah pengembangan lagi. Untuk LSA, kita sudah punya desain baru, nanti di aplikasikan di versi kedua, dan sekarang tim masih belajar autonomos di Jerman.

      • waaaah warjag sekarang garing euy……
        sesepuhnya baru2 … maksain bgt lg… wkwkwkwk

    • menurut saya, masalah mesin bisa dikesampingkan dulu, uav heron aja mesinnya menggunakan rotax buatan austria

  4. Foto yg dblkang lbh bsar, apkah lbh sakti

    • itu Pesawat bukan UAV namanya Lapan Surveillance Aircraf (LSA)…

      • Nanti versi 2 rencananya akan di buat jadi UAV jenis HALE.

        • kalo kerjasama dengan chiba university berarti dengan prof josephant ya bung jalo … syukur mau dan diajak kerjasama .. semoga semakin maju tekhnologi UAV indonesia

          • Bung Majapahit, kerjasamanya dalam bentuk sensor untuk UAV dalam hal ini teknologi Remote Sensing. Seperti kita ketahui, untuk Teknologi ini Chiba University adalah salah satu terbaik di dunia. Kerjasama sudah lama, banyak ilmuwan Lapan juga belajar di Chiba University, dan mungkin karena faktor kedekatan termasuk di dalamnya ada ilmuwan hebat asal Indonesia, Prof. Josaphat jadi mempermudah.

          • terima kasih bung jalo atas penjelasannya .. iya josaphat ya bung hehehe … maturnuwun

          • Sami2 bung majapahit…

  5. Lumyan. Bentuknyu udah keren yang ini darpd seblm sebelmnyu, cman lbh keren lg kalo bsa bawa bom, itu roda bsa disembunyiin tdk ya??

  6. Keren kuadrat..

  7. Sukses selalu!

  8. Ajib

  9. apa ini versi upgrade dri Wulung kah?

  10. Makanya pemerintah harus mengaktifkan program beasiswa meniru jamannya sukarno, di beri beasiswa kuliah ke luar negeri dengan kontrak 12 tahun mengabdi di Indonesia.khususnya di bidang engineering dan pertanian misal mesin,logam,atom,dan lain-lain

  11. tinggal di perbesar ukuran nya lalu bikin mesin yg oke biar bisa bawa senjata 🙂

  12. Okelah…….klo begitu……..

  13. semoga mata dan telinganya semakin tajam..

  14. kalo emang anda bisa ya jangan cuma koar2 disini langsung sja ke lapan sana dan buktikan anda memang bisa, kami siap menunggu karya anda

  15. Kapan y UJI LUNCUR RX 550..??

  16. Kalau bomber atau yg mengangkut senjata itu berbeda lagi, diatas kegunaanya untuk pemantauan jadi payloadnya dibuat berbeda. Nanti kalau yg mengangkut senjata rencananya di buat LSU-Han

  17. mantap walau sebagian alatx ada yg masih impor tp sy yakin kedepanx kita bisa buat 100% made in indonesia demi pemenuhan alutsista dlm negeri,sy yakin putra putri negeri ini mampu maju indonesiaq….

  18. A: Simple saja… drone bisa mencegah referendum papua ndak?
    B: jawab… bisa asal ada kemauan.. selama ini kan ndak ada tindakan nyata
    A: memang kamu siap?
    B: siap siep siap siep yang penting itu.. ada kemuan
    A: jadi kamu bisa?
    A: oo ya bisa.. seperti pengalaman saya di sono memindahkan pedagang dengan senang hati..
    A: terus apa hubungannya dengan mencegah referendum?
    B: kamu ndak ngerti dengN maksudnya ya.. pokoknya itu bisaaaaa.. sekali lagi itu bisa..
    A: baiklah kalau begitu.. kamu tahu sejarahnya mengapa papua minta referendum?
    B: begini itu adalah bagian dari nkri yang terabaikan dan itu adalah kesalahan yg lalu bukan disaya.. yang lalu ya paham.. bukan disaya. Dan patut dicatat referendum itu bagian dari demokrasi karena rakyat berhak memilil.. makanya saya ajuka proposal referendum
    A: baiklah.. kamu pernah ke ibukota papua?
    B: pernah waktu saya mengunjungi ambon.. orangnya baik2 koq gak masalah waktu saya besuk

  19. ada grup buat ngumpul seluruh warjager dan jualan barang dari bung ary jkgr biro surabaya.

  20. Bung jalo, bukannya LSU-05 gak jauh beda sama wulung….. Bukannya lebih efisien kalo langsung ngembangin wulung, daripada buat dua UAV yang sama?

    • Iya bener bung, lebih efisien jika ada konsorsiu bersama. Tapi yah mau gimana lagi, rata2 mereka punya post anggaran masing2. Bukan hanya Lapan dan BPPT, banyak juga instansi lain atau perguruan tinggi maupun pihak swasta membuat UAV yg sama, mungkin ini ditunggu kebijakan Kemenristekdikti agar bisa menyatukan semuanya.

  21. Bung Jalo, emang kita blm ada rintisan untuk buat masin sendiri ya??

  22. @Dicky, apakabar….

    Stress ya kamu , Masuk di T*p*C forum sana, ga mau diajak debat sama anak anak dari Indonesia …. , takut ??

    kamu masuk disini kesasar, disini kumpulan orang-orang pemikir, jenius , debat santun .orang pandai …
    tidak kaya kamu

    1. low class
    2. bangsa maling ( mencuri budaya, Hasil laut , ) diakunya milik putera bangsa
    3. Tak de prestasi apapun , ( g pernah juara Sains, g pernah juara Menembak karena tentaranya Low class karena kaisar hentak bumi
    4. prestasi satu satunya yang membanggakan adalah PRESTASI MALING ….
    5.kalau laptop kamu tidak bisa lepas CAPSLOCK , sini berikan saya …
    biar ku banting karena laptop milik mu Low class ….( Bukan world class )

    rekan lain silakan menambahkan

    • Yang jelas hidupnya sia sia dan gak bermanfaat sedikitpun bg org lain. Kasiaan..korban KDRT kyknya dia bung. Masa lalu yg menyedihkan, sepanjang hidupnya selalu dikritisi dan disalahkan org tuanya shg dia selalu mencari kesalahan diluar dirinya agar dia merasa dirinya bs berbuat benar.
      Menyedihkan..

    • Lah……gak usah diladenin……orang nyari perhatian z……..klo maling emang susah sembuhnya………

  23. Saya dengar di berita kemarin ada Pesawat Tanpa awak LSU-09 yang jatuh di perairan selatan…..

    kog yang di Share di amri LSU-05 ya…..!!!!!

  24. Mantab perkembangannya.

    Saya mo tanya bung Jalo. LSU 05 dirancang untuk terbang berapa jam dengan payload maksimal? Trus untuk bisa terbang butuh taxi way berapa meter? Kalo dibuat mendarat di fregat kita bisa nggak ya?

    • Untuk berat Payload itu 30 kg, untuk mengangkut sensor remote sensing. Untuk terbang bisa sampai 8 jam. Untuk landing ground run itu membutuhkan jarak 83 meter, jadi kayaknya gak bisa ditempatkan di fregat, tapi ada LSU 02 yg bisa ditempatkan di fregat.

      • Bung Jalo, kalo misalnya penggerak baling baling dengan sistem hybrid bisa nggak ya? Kalo untuk take off yang butuh power besar pakai motor bakar, sedangkan saat kondisi melayang stabil memakai motor listrik. Untuk listrik diambilkan dari solar cell yang dipasang di bentang sayap.(Kalo bentang sayap 5.5 meter bisa menghasilkan listrik berapa ya)

        • Bisa aja bung, ada anak bangsa yg sudah buat konsep ini. Rencana drone Garuda juga menggunakan system hybrid ini, tapi untuk hitung2nya harus dilihat dulu, baik motor hingga desain airframenya. Nanti akan diuji di Lab lagi, dan diuji ketahanannya juga.

      • kalo pakai ketapel untuk take off dan jaring untuk landing
        memungkinkan ga bung Jalo

        maaf, maksa banget :mgreen:

  25. mantaapp……smoga NKRI tambah maju…

  26. Mungkin lebih baik belajar yg namanya “proses”. Untuk sampai menjadi Profesor itu butuh proses, tidak ada yg dri SD langsung loncat ke Profesor.

  27. KOWE WONG KENTIR YA?

  28. DICKY ORANG MALON, ORANG MALON GEMAR MAKAN KOTORAN

  29. SALAH !!! KARENA DICKY ORANG MALON. ORANG ITU GEMAR MAKAN KOTORAN…..

  30. PROFESOR DOKTER INSINYUR SARJANA HUKUM,SARJANA PENDIDIKAN,MAGISTER MANAJEMEN………….KOWE DURUNG BISO NGGAWE OPO-OPO? KOWE USAH KEMINTER KOWE

  31. Semoga kedepan kita mampu membuat berbagai jenis Pesawat drone utk berbagai kepentingan, baik sipil maupun militer, terutama karya2 dari Prof.Josaphat “Tetuko” Sri Sumantyo (http://www2.cr.chiba-u.jp/jmrsl/) yg patut diapresiasi dan mesti dikembangkan lebih lanjut

    ~ https://indocropcircles.files.wordpress.com/2014/09/lapan-lsa.jpg ~

 Leave a Reply