Mar 142017
 

Lockheed Martin Corp, Lockheed Martin Aeronautics Co, Fort Worth, Texas, telah diberikan kontrak senilai US $ 64.686.522 untuk pengiriman pesanan perusahaan dengan harga tetap bernomor: N0001917F0108 sesuai kesepakatan pemesanan dasar yang dikeluarkan sebelumnya bernomor N00019-14-G-0020.

Pesanan ini untuk pengadaan inti prosesor terpadu dalam rangka mengurangi mengurangi kendala sumber manufaktur yang diproyeksikan pada produksi F-35 batch 15 untuk Angkatan Udara AS (US $ 25.864.260; 40 persen); Angkatan Laut AS (US $ 12.932.129; 20 persen); Korps Marinir AS (US $ 12.932.129; 20 persen); dan mitra internasional (US $ 12.958.004; 20 persen).

Pekerjaan akan dilakukan di Fort Worth, Texas, dan diharapkan akan dapat diselesailan pada bulan Maret 2019.

Penelitian, pengembangan, pengujian dan evaluasi (Angkatan Udara) Tahun Fiskal 2017; penelitian, pengembangan, pengujian dan evaluasi (Angkatan Laut, Korps Marinir) Tahun Fiskal 2016; dan dana mitra internasional sebesar US $ 29.000.000 telah diwajibkan atas pesanan ini, tidak akan berakhir pada tahun fiskal saat ini.

Naval Air Systems Command, Patuxent River, Maryland, adalah kegiatan kontraktor.

Defense Aerospace

Artikel Terkait :

  20 Responses to “Lockheed Dibayar $ 64 Juta untuk Mengganti Komponen Usang dari F-35”

  1. .
    Mantap 🙂

  2. tambah lagi biaya lagi tuh…

    si kalkun….

  3. bussett uang smua tuh

  4. Si kalkun ini seperti seorang narapidana yg menunggu hukuman mati.

    • Hahaha ……
      Kalkun ini bisa dikatakan salah dibody, mesin, bahan baku, elektrik, bahkan lemah di komputer nya, jadi butuh upgrade dan upgrade lagi….. 😀

  5. maaf oot
    selamat datang di bandung michaek essien

  6. Oot.

    Kapal Inggris Kandas di Raja Ampat dan Merusak Ekosistem Laut

    Minggu,  12 Maret 2017 – 00:06 WIB
    “JAKARTA – Sebuah kapal pesiar Inggris, Caledonian Sky, yang berbendera Bahama kandas di wilayah kepulauan Raja Ampat, Papua. Kandasnya kapal itu telah merusak ekosistem bawah laut wilayah Indonesia yang terkenal indah.Kapal berlayar ke wilayah yang berjarak 1.600 meter dari terumbu karang di Kepulauan Raja Ampat, pada 4 Maret lalu.Kapal itu memiliki daya tampung 114 penumpang dan panjang 90 meter. Menurut Ricardo Tapilatu dari Pusat Penelitian Sumber Daya Laut Pasifik di Universitas Papua, mengatakan bahwa kapal ditarik kembali ke laut.”Sebuah kapal tunda dari Kota Sorong dikirim untuk membantu menarik kapal pesiar, sesuatu yang seharusnya tidak terjadi karena kerusakan karang menjadi lebih buruk,” kata Tapilatu kepada The Guardian, yang dikutip Minggu (12/3/2017).”Mereka harus menunggu air pasang,” lanjut dia. Penarikan kapal seberat 4.200 ton itu menyebabkan sesuatu hal yang lebih membahayakan salah satu ekosistem yang paling beragam di dunia,” imbuh Tapilatu.Sementara itu, pihak perusahaan, Noble Caledonia, yang mengoperasikan kapal tersebut dalam sebuah pernyataan berkomitmen menyelidiki insiden kapal. ”Noble Caledonia secara tegas berkomitmen terhadap perlindungan lingkungan,” kata perusahaan operator kapal.“Itulah sebabnya sangat penting bahwa alasan untuk itu sepenuhnya diselidiki, dipahami dan setiap pelajaran diambil dalam prosedur operasi,” lanjut perusahaan.Tim evaluasi dari Indonesia yang bertugas menentukan biaya perbaikan terumbu karang telah meminta pihak perusahaan kapal membayar antara USD1.077 hingga USD1.650 untuk setiap kerusakan terumbu karang per meter persegi. Total yang harus dibayar perusahaan itu adalah USD2,6 juta atau sekitar Rp34,7 miliar.Menurut Tapitalu, upaya menghidupkan kembali terumbu karang bisa memakan waktu satu dekade. ”Pemerintah telah melakukan pembicaraan tentang kompensasi dengan perusahaan kapal, dan saya optimistis bahwa ini tidak akan dibawa ke pengadilan,” kata Tapilatu.”Sayangnya, tidak akan ada langkah apa pun untuk perbaikan terumbu karang sampai kami mendapatkan uang,” papar Tapitalu. Kapal itu memulai perjalanan untuk 16 malam dari Papua Nugini ke Filipina. Kapal membawa 102 penumpang dan 79 awak.Dalam pemeriksaan awal, para penyelam menyimpulkan bahwa stabilitas kapal tidak terganggu. Kapal Caledonian Sky dijadwalkan tiba di Manila pada 14 Maret mendatang.

    Terumbu Karang Ditabrak, RI Siap Gugat Pemilik Kapal Pesiar Mewah
    JAKARTA – Pemerintah membentuk tim bersama untuk menangani kasus rusaknya terumbu karang di Radja Ampat, Papua akibat ditabrak kapal pesiar mewah, MV Caledonian Sky. Tim bersama itu beranggotakan perwakilan dari kementerian dan lembaga terkait, yakni Kementerian Koordinator (Kemenko) Kemaritiman, Kantor Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Hukum dan HAM, Kejaksaan Agung dan Polri. (Baca Juga: Kapal Inggris Kandas di Raja Ampat dan Merusak Ekosistem Laut)Ada tiga tugas pokok tim tersebut, yakni menangani aspek hukum baik perdata maupun pidana termasuk mutual legal assistance(bantuan timbal balik) maupun upaya ekstradisi bila diperlukan. Kedua, tim ini juga bertugas melakukan penghitungan kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh kandasnya kapal MV Caledonian Sky, keselamatan navigasi  dan hal-hal terkait lainnya. Deputi Koordinasi Bidang Kedaulatan Maritim Kemenko Kemaritiman Arif Havas Oegroseno menegaskan pemerintah siap menempuh segala cara agar pemilik kapal MV Caledonian Sky bersedia bertanggung jawab. “Kita siap untuk mengambil segala langkah yang diperlukan agar masyarakat tidak dirugikan dan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh MV Caledonian Sky bisa segera diatasi,” ujar Oegroseno sesaat setelah melakukan rapat koordinasi di Kantor Kemenko Kemaritiman, Senin (13/3) dalam siaran pers Biro Informasi dan Hukum Kemenko Bidang Kemaritiman kepada SINDOnews, Kememko Kemaritiman menyatakan rusaknya terumbu karang di Radja Ampat diawali dari masuknya sebuah kapal pesiar, MV Caledonian Sky yang memiliki bobot 4200 GT pada 3 Maret 2017.”

    BAJINGAN LU INGLIS ! ! !

  7. lihat bodinya males banget, sudah mesin satu, ukuran tambun, dan kalo dilihat dari samping kayak punya tembolok di lehernya. kayak kodok terbang.

  8. Baru mau produksi masal kok sdh usang.? Gmn jalan ceritanya.? F-35 aja banyak masalah, apalagi yg F22 lebih bermasalah lg, cuma ditutup2i sbg faktor deterjen buat lawan.

  9. Indonesia negara super kaya sanggup beli 500 unit f35B cash..suku cadang untuk 30 tahun dan ribuan rudal…Cash Tanpa kredit

  10. Setelah gue pikir2…Endon lbih baik borong 1000 unit penempur A-10 Warteg, soalnya ni pejoang adalah mrupakan pesawat pejoang abadi. Coba aja, di saat mesin-mesin dan robot menguasai dunia, hny pesawat pejoang A-10 Warteg saja yg berjaya melawan mesin dan robot itu…Tengok dokumenter yg berjudol: The Transformers dan The Salvation (Terminator)

  11. F35 Super Duper Troble!ha3. Para pembeli selamat kecewa karena terus2an dikuras koceknya untuk perawatan dan Upgrade selalu! @Malay Man sudah minum Aqua? Klu ngigau jgn lupa minum obatnya!

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)