Sep 212016
 

lockheed-t-50a-trainer-x

Lockheed Martin menawarkan T-50A kepada Angkatan Udara AS dalam Program Pelatih Tempur (T-X), perusahaan berpendapat bahwa itu menawarkan teknologi dengan resiko yang paling kecil.

T-50A, dikembangkan bersama Korea Aerospace Industries (KAI), adalah “pilihan risiko terendah di luar sana dari semua aspek yang ada”, kata Mark Ward, kepala uji coba T-50 Lockheed Martin, saat konferensi pers di konferensi tahunan Asosiasi Angkatan Udara pada tanggal 19 September 2016.

Desain pesawat latih T-X dari Raytheon-Leonardo T-100

Versi modifikasi dari T-50 yang ditawarkan untuk kebutuhan fitur opsional Angkatan Udara AS dengan kemampuan pengisian bahan bakar di udara, ditenagai mesin GE F404, tempat duduk stadion untuk instruktur pilot, dan tertanam sensor pelatihan.

Saat ini dua pesawat telah dibangun. Pesawat pertama telah menyelesaikan pengujian subsonik, stabilitas dan pengujian kontrol, serta pengujian darat, sedangkan pesawat yang kedua sedang menjalani pengujian avionik.

Desain pesawat latih T-X dari Northrop Grumman N400NT

Tampilan T-50A ini didasarkan pada tiga pesawat tempur Lockheed Martin yaitu F-16 Fighting Falcon, F-22 Raptor, dan F-35 Lightning II. Tampilan radar dan target didasarkan pada F-16, tapi tampilan peperangan taktis dan elektronik mirip dengan pesawat tempur F-35, kata Ward.

Tampilan kepala (HUD) dapat diubah dari gaya F-16 menjadi gaya F-35 atau gaya F-22 hanya dengan “menekan layar”, katanya.

Dua dari empat pesaing program T-X telah mengatakan bahwa mereka berencana untuk menawarkan varian baru dari desain yang sudah diproduksi yaitu Tim Raytheon dan Leonardo menawarkan T-100 berdasarkan desain Leonardo M-346, sementara Tim Northrop Grumman menawarkan desain baru, Tim Boeing dan Saab menawarkan juga menawarkan desain yang benar-benar baru.

 

Desain pesawat latih T-X dari Boeing-Saab

 

Desain pesawat latih T-X dari Lockheed-KAI

Angkatan Udara AS telah mengatakan keinginan untuk membeli 350 pesawat pelatih baru guna menggantikan Northrop Grumman T-38 Talon yang telah tua. Permintaan akhir untuk proposal diharapkan tahun ini, dan mungkin akan memberikan keputusan tahun depan. Pesawat latih tersebut rencananya akan beroperasi pada tahun 2024, kata para pejabat.

 

Peminat manga, anime, gadget, sains & teknologi, sosial-politik dan militer
Link medsos ada dibawah
– Facebook
– Google Plus
– Twitter

  17 Responses to “Lockheed Martin Posisikan T-50A Sebagai Pilihan Paling Aman”

  1. Yak-130 ga ikut kompetisi yah..? wah sayang sekali

  2. keren yg TX spt pesawat SH

  3. Kalau Menang, Berarti Niru Indonesia….Niiih, Pakai T 50 A

  4. hmmm…

  5. Tuh amerika saja pesawat latih nya sampe perlu 300 an unit.. Geloo

  6. Amerika pasti milih t 50 a.. Trus knapa msh ragu dgn t 50 ..tni malah mau nambah dgn 1 skadron fa 50..mnurut perkiraan saya.

  7. T-50 punya Indonesia Kita beda segala-gala”x coy….

    Jd jgn asal di’sama’kan…
    Ada hrg ada brg….

    Ng’gak ada beda’x dgn brg” produksi dr China or negara” lain…

  8. Desain tx raytheon – leonardo 100 apa jet latih aleina airmachie mirip yak 130 juga.

  9. Meskipun TA50 hasil kawin sillang KORSEL dengan USA akan tetapi management teknologinya tetap lisensi USA
    Contoh : avionik, display dan lainnya…
    Sudah pasti dengan T5 TNI AU lebih banyak bedanya…
    Begitu juga proyek KFX/IFX ada bagian dari hak paten dari USA yang harus dengan izin PENTAGON untuk di terapkan di pesawat join produksi KORSEL dengan INDONESIA

  10. Borooong lagi… Jd 100 unit f16id

  11. nunggu kabar jatuhnya saja nih , korea dah pernah jatuh, indonesia dari baru malah dah jatuh.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)