Jan 112017
 

Kementerian Luar Negeri China pada hari Senin (09/01/2017) mengatakan bahwa mereka berharap agar Singapura bisa menghormati “Kebijakan Satu China” setelah Perdana Menteri Lee Hsien Loong dari Singapura mengirim sepucuk surat kepada Kepala Otoritas Hongkong, Leung Chun-ying, menuntut agar sembilan mobil lapis baja Singapura yang telah ditahan enam minggu lalu segera dikembalikan.

Peralatan militer tersebut disita dalam perjalanan pulang setelah menyelesaikan pelatihan rutin di Taiwan pada tanggal 23 November 2016.

Diangkut oleh perusahaan pelayaran komersial APL, kesembilan kendaraan lapis baja tersebut dijadwalkan tiba di Singapura pada 29 November 2016.

Lu Kang, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, mengatakan “Kebijakan Satu China” adalah prasyarat dasar bagi setiap negara untuk mengembangkan hubungan dengan negara-negara lain.

Dia juga mengatakan bahwa Singapura harus mematuhi ketentuan hukum yang berlaku di Hongkong.

Pemerintah Hongkong mengatakan penyelidikan mereka sedang berlangsung dan itu akan memakan waktu.

Menteri Pertahanan Ng Eng Hen dari Singapura mengatakan bahwa peralatan militer tersebut adalah milik pemerintah Singapura dan dengan demikian memiliki kekebalan berdaulat di bawah hukum internasional. Dia mengatakan bahwa tindakan Hongkong bertentangan terhadap hukum tradisional dan hukum internasional, dan Hongkong harus mengembalikan mobil lapis baja tersebut.

Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan mengatakan bahwa mereka tidak akan membiarkan kejadian itu mengganggu hubungan bilateral, namun ia berpendapat bahwa kerjasama militer Singapura dengan Taiwan bukan rahasia, namun telah lama diketahui oleh semuanya.

Ng Eng Hen lebih lanjut mengatakan bahwa mereka akan mengambil kembali mobil itu dan melanjutkan pelatihan di luar negeri setelah penyelidikan selesai.

Namun, menurut Peraturan Ekspor dan Impor (Komoditas Strategis) Hongkong, kendaraan lapis baja dan tank dikategorikan sebagai komoditas strategis yang hanya dapat memasuki atau meninggalkan kota Hongkong dengan izin yang ditandatangani oleh Departemen Perdagangan dan Industri.

Sementara kendaraan lapis baja Singapura tidak dilengkapi dengan dokumen tersebut ketika memasuki Hongkong. Menhan Singapura mengatakan bahwa kendaraan senilai US $ 21 juta tersebut tidak melibatkan amunisi atau bahan sensitif dan dapat secara terbuka dibeli di pasar.

Sumber: People’s Daily

Artikel Terkait :

  27 Responses to “Lu Kang: “Singapura Harus Hormati Kebijakan Satu China””

  1. Hormati lah kedaulatan negri orang singipirni

  2. tuh…semua tionghoa indonesia dengerin leluhur…hormati satu cina….meski dimanapun berada harus kembali ke cina,membela cina,setor duit ke cina…dan lestarikan semua berbau cina…..pahami ideologi tanah” bapak tiri bapak kandung”

  3. hahah pernah jln2 di singapura mayoritas org2 disna bermata sipit!! di pikiranku saat itu kug suku asli nya ga kelihatan??

    • Klo saya ketemu koq sama melayu sana, tp emang banyak acha-acha alias India juga Chinesse πŸ˜€

    • Saya ketemu tuh.. Mata hati anda saja x yg benci cina makanya yg ada anda bilang gak ada..

      Ada india, melayu dan tionghoa.. Tp memang mayoritas tionghoa..

      Mainkan logika, mayoritas singapur byk sipit, tp mereka bermusuhan padahal bisa jd dr gen yg sama..

      Semua kembali kepada cara pandang kita..
      Jika anda selalu memojokkan tionghoa tanpa anda bekerja, bersiaplah ditindas..

      Bersainglah secara sehat..

  4. gpp ambil aja..

  5. udah ledakin aja trus tengelamin beres..

  6. Tahan aja jgn di ksihin lgi….buat indo aja di bayarin stengahnya..

  7. SINETRRRROOOOON…

  8. Rasain lu Singaupil>>>..kembalikan FIR dulu, Baru indonesia bisa bantu ambil tuh rongsokan dari hongkong..

  9. mari kuatkan poros cina sesuai arahan ibu kita megawati

  10. Biarin saja sampean karatan baru di kembalikan.. Apa di Lego ke Madura saja lebih manfaat..

  11. Katanya disuruh menghormati satu china. Mgkn si lee hsien long dkk disuruh balik kechina, trs maunya singapo jadi wilayah china.

  12. tes

  13. tes.

  14. test

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)