Mar 102017
 

Pada hari Kamis, 9 Maret 2017, berlangsung presentasi hasil pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Surya University di Pusat Teknologi Satelit (Pusteksat). Acara yang berlangsung di Kantor Pusteksat, Rancabungur, Bogor ini digagas sebagai rangkaian penghujung bagi pembekalan mahasiswa tersebut dalam menambah wawasan penguasaan teknologi satelit di LAPAN.

Sebagai lembaga riset, sudah menjadi tugas LAPAN menanamkan kesadaran kepada generasi muda untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasannya di bidang iptek penerbangan dan antariksa. Bimbingan kepada pelajar atau mahasiswa dalam kegiatan PKL menjadi salah satu bagian kontribusi LAPAN di bidang edukasi penerbangan dan antariksa.

Presentasi tentang pengembangan struktur Surya Satellite 1 (SS1) disampaikan oleh Hery Steven, dibimbing oleh Farid Husain. Sedangkan Evans Jahya mempresentasikan pengembangan bidang radio dari satelit tersebut, hasil bimbingan Dedy El Amin.

Satelit SS1 dirancang sebagai satelit nano pertama di Indonesia. Mereka mengembangkan SS1 di LAPAN selama masa PKL dalam jangka waktu 9 Januari – 1 Maret 2017 yang dibimbing langsung oleh teknisi satelit di Pusteksat. Misi utama yang dibawa SS1 adalah Digipeating APRS, sedangkan misi sederhananya untuk menguji kemampuan mahasiswa membuat satelit nano.

“Radio dari SS1 dapat memproses Frekuensi UHF dan VHF. Misi utama dari SS1 ini adalah Digipeating APRS, sehingga mahasiswa dapat menguji kemampuannya dalam membuat satelit”, jelas Evan.

Sejauh ini perkembangannya telah mencapai beberapa uji teknis mulai dari uji beban, uji termal, dan uji getaran yang lakukan dengan LAPAN dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

“SS1 dengan berat total 1,18 kilogram sudah dilakukan beberapa uji mulai dari uji teknis, beban dan termal, yang telah menunjukkan hasil cukup stabil dengan kordinasi bersama LAPAN dan juga LIPI”, ujar Hery saat menjelaskan struktur satelit.

Suasana presentasi hasil pengembangan SS1 mahasiswa PKL di Pusteksat LAPAN

Presentasi ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Diseminasi Pusteksat, Iwan Faisal. Di akhir acara, Panataran Sitinjak, selaku perwakilan Humas LAPAN menyampaikan, bahwa kegiatan presentasi hasil dari PKL seperti ini memang sebaiknya dipaparkan secara terbuka. Hal tersebut sebagai wadah bagi mahasiswa untuk dapat memaparkan hasil-hasil pembelajaran yang telah mereka capai.

Mahasiswa sebagai generasi muda dilatih untuk membangun rasa percaya diri mereka terhadap hasil pembelajaran iptek yang mereka peroleh. Harapannya, presentasi tersebut bisa bermanfaat bagi mahasiswa PKL selanjutnya.

LAPAN

Peminat manga, anime, gadget, sains & teknologi, sosial-politik dan militer
Link medsos ada dibawah
– Facebook
– Google Plus
– Twitter

  18 Responses to “Mahasiswa PKL Kembangkan Satelit Nano Pertama Indonesia”

  1. Semoga sukses dan lancar

    • Sebaiknya juga bisa digunakan untuk membuktikan faham “bumi datar”, … biar saya enggak “kejlungup” klo jalan jalan dipinggir bumi.
      Edisi #demamFE

      • wkwkwk…ane suka gayo loe bung…

        tapi yang ane gak paham, siapa sih pencetus faham itu di Indonesia, kok viral buangets….?

        • Faham ini reborn di dunia modern karena fatwa pimpinan ulama arab wahabi ibn baz sekitar thn 1996an. Dan seperti biasanya, disini pun digaungkan oleh para pengikutnya.
          yg saya baca di komen mereka adalah konspirasi nasa dan jutaan ilmuwan di dunia kompak membodohi kaum mereka selama ini.
          saya sangat kagum nasa mampu mengkoordinasi jutaan ilmuwan bahkan dari rusia n china, utk membodohi kaum itu bahwa bumi itu bulat bukan datar.

  2. mantap,kembangkan terus dan pasti bisa

    • INTINYA 1 —–
      HARUS REGENERASI
      BuKan Yg biasa Cuma Ngeluh DANA DANA …….
      Akirnya Cuma Bahasa Proposal dengan Dana ++
      Perlu REGENERASI MENTAL Juga

  3. Nah, beberapa waktu lalu saya usul agar pemerintah/departemen pertahanan bekerjasama dengan swasta atau perguruan tinggi (bisa dalam bentuk sayembara) sebagai contoh misalnya untuk kreatif menciptakan drone yang multi fungsi.

    Dan potensi seperti ini yang perlu mendapat dukungan dari negara. Lihat tuh, 2 mahasiswa PKL mampu ciptakan Nano Satelit. Bayangkan bila ribuan mahasiswa dipacu kreatifitasnya seperti mereka berdua… Berapa manfaat yg bisa diberikan kepada negara. Bukan hanya nano satelite, tetapi bermacam teknologi yg bermanfaat bisa dikembangkan, dan tentu saja menguntungkan pemerintah dan masyarakat.

    Dengan catatan, mereka yang berjasa jangan dilupakan.

    • kalau ciptain sesuatu…….. langsung produksi, urus pendaftaran barang dan jual…….. rasah tunggu tunggu cawe cawe dari pemerintah…. banyak negosiasi dan makan malam jadinya………

  4. satelitnya ringan banget…

    1,18 kg ????????

  5. Ayo…sekalian buat satelit nano khusus utk komunikasi milter, dan di koneksikan seluruh alutsista TNI.

  6. Masih gagal faham masalah nano satelite.

    Apakah juga dilengkapi kamera canggih yg bisa mendeteksi permukaan bumi secara secara jelas seperti satelitnya google ?

    apakah bisa mendeteksi keberadaan suatu benda di bumi secara visual, misal kapal ?

    • SDM Indonesia jg gak kalah dr negara maju, cuma kesempatan dan peluang untuk maju masih kurang perhatian!

    • bisa bung,,
      asal komponen yg digunakan juga nano,,, hal yg sedang dikembangkan NASA..

      untuk hasil PKL mahasiswa tersebut,, untuk kualitas dan kapabilitas jelas kurang…
      tapi secara keseluruhan masih bisa disebut satelit nano..

  7. aku sek ora dong…

  8. setelah sekian lama tak berkabar akhirnya ada juga diangkat berita satelit nano ini, dulu pernah membuat heboh kawasan dengan ukuran yg kecil ringan dan akan dikembangkan lebih kecil lagi sebesar pena, juga jepang tertarik untuk mengembangkannya bersama. percaya atau tidak inilah yang disebut kemajuan pesat ilmu pengetahuan.

  9. Mahasiswany klo dah tamat jgn jadi tki y

  10. tahap berikutnya…..untuk ngelempar si Nano ke orbit pake apa nih…..Rhan500 kah ?

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)