Jun 132013
 
Perancis tawarkan pembuatan pabrik jet tempur rafale di Malaysia (photo by Dassault Aviation)

Perancis tawarkan pembuatan pabrik jet tempur rafale di Malaysia (photo by Dassault Aviation)

Perancis menawarkan pembuatan pesawat tempur Rafale di Malaysia, jika negara Jiran itu mau memilih Rafale sebagai pesawat tempur baru mereka. “Kami mempertimbangkan jalur perakitan di Malaysia”, ujar pimpinan eksekutif Dassault Aviation , Eric Trappier, saat diwawancarai lewat telepon dalam ajang Langkawi Air Show, Malaysia.

Saat ini Malaysia sedang mencari 18 pesawat tempur untuk menggantikan Mig 29 Rusia, dengan tiga alternatif:  Eurofighter, F-18  dan  Gripen,  produksi Saab Swedia.

Malaysia memiliki beberapa perusahaan terkait industri dirgantara. Antara lain CTRM, Composites Technology Research Malaysia. CTRM merupakan suplier beberapa komponen untuk sayap pesawat Airbus A320 Series. Sekitar 20 persen wing surface dari Airbus A320 merupakan produksi CTRM. Produk mereka untuk A320 antara lain: Moveable fairing, over wing panels, a320 spoilers, under wing, a320 fix fairing dan beberapa lainnya. CTRM juga penyuplai beberapa composites aero structures untuk pesawat Airbus A380, serta Airbus A400M Militer.

Malaysia juga memiliki industri dirgantara SME Aerospace, yang membuat sejumlah komponen kecil untuk pesawat: Airbus A330/A340, Airbus A320, Boeing B777, Eurocopter EADS, Avro RJ/RJX dan BAE Hawk. Untuk urusan Maintenance, Repair & Overhaul (MRO), Malaysia memiliki AIROD yang telah menggarap berbagai jenis pesawat dan helikopter.

Tawaran Perancis yang akan membuat perakitan pesawat tempur Rafale di Malaysia, untuk mendorong Malaysia mampu menciptakan industri penerbangan sendiri dikemudian hari.

Langkah Dassault Aviation ini membuat pemerintah Malaysia tertarik dengan pesawat tempur Rafale.  “Malaysia tertarik mendorong industri dalam negeri mereka, untuk terlibat dalam pembuatan pesawat”, ujar pimpinan eksekutif Dassault Aviation, Eric Trappier. Menurut Erick, mereka sangat mendukung keinginan Malaysia, jika pesawat Rafale dipilih Malaysia sebagai pesawat baru mereka. Dan saat ini, Dassault telah menandatangani kontrak dengan perusahaan CTRM, Zetro Aerospace dan SaputraMalaysia, untuk kerjasama pembuatan komponen pesawat.

Dari tiga jenis pesawat yang hendak dibeli Malaysia, kandidat terkuat tinggal dua yakni: Eurofighter Typhoon dan Dassault Rafale. Namun,dalam ujicoba yang dilakukan Malaysia, Eurofighter Typhoon dianggap lemah dalam operasi serangan darat dan kemampuan radar, meski memiliki daya tahan yang tinggi. Tampaknya Malaysia akan memiih Rafale, sekaligus untuk menghidupkan keinginan Malaysia membuat pesawat tempur.

Pesawat tempur multi-role Rafale bergabung dengan militer Perancis tahun 2001 dan mampu menjalankan misi: serangan darat, serangan laut, intai tempur, misi serangan nuklir dan intersepsi udara. Saat ini Perancis sedang berjuang menemukan pembeli asing pertama yang mau membeli pesawat tempur mereka, yang dibangun dengan biaya puluhan miliar euro.

Menurut Dassault Aviation, India telah memilih Rafale untuk pengadaan (sebagian besar) 126 pesawat tempur baru dan Perancis bersedia membangun pesawat itu di India, jika kontrak final jadi ditandatangani tahun ini.

Jet Tempur Rafale Perancis (photo by Andrew Dro)

Jet Tempur Rafale Perancis (photo by Andrew Dro)

 Bagaimana dengan Indonesia ?

Wakil Menteri Pertahanan, Letnan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsuddien, Kamis 13 Juni 2013, menyatakan program pesawat tempur IFX/KFX yang sudah berjalan 18 bulan dan melibatkan seluruh komponen bangsa, harus terus berjalan secara berkelanjutan.

Pemerintah dan Komisi I DPR melakukan Rapat Dengar Pendapat di kantor PT DI, Bandung, khusus membahas kelanjutan proyek pesawat tempur Indonesia-Korea Selatan. Kementerian Pertahanan akan menggandeng Defense Industry Cooperation Committe (DICC) dalam pembuatan jet tempur Indonesia.

Menurut Sjafrie, program pesawat tempur PT DI bekerjasama dengan pemerintah Korea Selatan, harus selesai pada tahun 2020, sehingga siapapun yang menjadi presiden akan datang, harus memiliki komitmen melanjutkan program ini. Saat ini, PT DI sedang mempersiapkan diri masuk dalam tahap kedua, yaitu Engineering Manufacturing Development, pengembangan pesawat tempur IFX/KFX. Dari 72 teknologi, masih ada 30 item yang harus disiapkan oleh PT DI.

“Program pesawat tempur IFX/KFX adalah program nasional demi kepentingan bangsa dan Negara. Oleh karena itu kita harus mewujudkannya demi kemandian bangsa dalam membangun kekuatan pertahanannya,” tutur Sjafrie Sjamsuddien,

Ketua Komisi I DPR, TB Hasanudin, menyatakan DPR sejalan dengan pemerintah untuk melanjutkan program ini, siapapun kekuatan politik di masa depan yang memimpin negara Indonesia.

Disain Jet Tempur KFX / IFX, Korea Selatan - Indonesia

Disain Jet Tempur KFX / IFX, Korea Selatan – Indonesia

KKIP

Dalam kesempatan dan waktu terpisah, Sidang Kesembilan Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) juga membahas agenda perkembangan alih teknologi kapal selam dan perkembangan program pesawat jet tempur KF-X/IF-X.

KKIP sedang menyusun agenda pembangunan infrastruktur pembuatan kapal selam di Surabaya melalui PT PAL dan pesawat jet tempur di Bandung melalui PT DI.  Ditargetkan, paling lambat dalam dua hingga tahun ke depan, Indonesia telah memiliki infrastruktur industri pembuatan kapal selam dan pesawat jet tempur berteknologi canggih, di atas pesawat tempur sekelas Sukhoi dan F-16.

Menurut Menteri Pertahanan sekaligus Ketua KKIP, Purnomo Yusgiantoro, pembangunan infrastruktur kapal selam dan jet tempur akan dijadikan sebagai program nasional. Payung hukumnya sedang dipersiapkan, agar tidak menemui hambatan.

“Butuh dukungan parlemen, karena program ini pasti akan melalui lintas parlemen. Dibutuhkan payung hukum agar menjadi proyek nasional,” ujar Purnomo.

Pembangun infrastruktur pembuatan kapal selam, akan bekerja sama secara khusus dengan Korea Selatan dan dimulai dari kesepakatan lisensi,engineering manufacturing development, hingga prototipe.

Model Kapal Selam Changbogo

Model Kapal Selam Changbogo

Saat ini kedua pihak telah sampai pada tahap teknologi desain. Dua tahun ke depan ditargetkan akan mencapai tahap engineering manufacturing development dan prototipe. “Dari sisi teknis, kita juga sudah kirim 52 ahli untuk belajar teknologi design,” lanjut Purnomo Yusgiantoro, usai Sidang Kesembilan KKIP bertajuk “Membangun Sinergitas Menuju Kemandirian Industri Pertahanan”, Selasa (11/6).

Sidang Kesembilan KKIP ini dipimpin langsung Menhan Purnomo Yusgiantoro selaku Ketua Harian KKIP, didampingi Wamenhan Sjafrie Syamsoeddin sebagai Sekretaris. Pembahasan juga dihadiri Ses Menristek, Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kemperin, Deputi II Kementerian BUMN, serta Kasum TNI dan Asrena Kapolri.

Kita tunggu saja, pesawat tempur siapa yang akan mengudara duluan.(JKGR)

  45 Responses to “Malaysia – Indonesia Berpacu Membuat Pesawat Tempur”

  1. waduh… kalu sampe keduluan sama malon gmana nie bang diego ????

    • Beda jauh bung, malingsia lisensi aja, dan paling banter body aja yang dibuat mereka, sedang lainnya termasuk SYSTEM (ini yang terpenting) masih impor CBU.

      Sedang Indonesia dengan IFX nya, SYSTEM bikin sendiri, yang CBU mungkin mesin, mungkin Radar, dan beberapa komponen Avionic dan pendukung saja.

      Contoh F-35 nya AS, Inggris aja marah-marah karena tidak diberikan Source Softwarenya (bagian dari System), namun tetap aja AS ndak mau karena super rahasia, padahal Inggris sudah keluar Jutaan Pound uang mereka.

      • Betul tidak perlu dikhawatirkan. Kalau hanya merakit, berarti tujuannya untuk membuka lapangan kerja. Kalau untuk bisa membuat, masih jauh lah … . Untuk bisa membuat, selain modal banyak, juga perlu banyak SDM yang pintar … . Tetangga sebelah kita ini kan memang kerjaannya merakit, menjiplak, dan mempatenkan ciptaan orang … . (Perancis belum tahu aja, ntar Rafale dipatenkan Malaysia baru sadar dia hehe …)

        • gitu yag.. yag smuga aj program IFX berjalan lancar sesuai harapan.. soalnya judunya bung diego mengerikan..
          “malaysia-indonesia berpacu dalam melodi” hehehehehehe

        • gak mgknlah malaysia bs ngerakit pespur…
          dlm jagad raya cuman indon aja yg mumpuni..
          jgnkan merakit…tuh sono udah ratusan pespur IFX siap terbang buatan indon….iya kan….kikikikikikiki

          • cik malon tong bangsa malas-ya, bisa apa? jilat pan**t british ajalah. kok repot. pesawat tempur gak bisa terbang mesinnya dicuri, sekali ada mesinnya untuk memburu milisi Sulu waktu menyerbu Lahat Datu di Sarawak yang bersenjata pistol dan senapan serbu, kapal selem cuma jadi kapal permukaan karna gak bisa nyelem, bahkan membunuh cik mongol je pake bomb. GILA! kwkwkwkkk… bodoh dipiara

          • sorry bray tolong sebut dengan lengkap “REPUBLIK INDONESIA” malaysia itu bagaikan tong kosong nyaring bunyinya, berani karena ada inggris australia, coba fight sendiri lawan INDONESIA berani g, jadi jangan cuma mbacot aja,

      • siiiip…
        cara akurat mengenakan hati rakyat..
        moga aja ‘terlaksana’

  2. yg ditawarkan perancis bukan produksi, cuma “merakit”, itupun masih ada tambahannya “kami mempertimbangkannya…” ha ha ha
    Itu mah janji janji sales ha ha ha ha

    “Coba kita buka kemandirian negara Perancis dengan pesawat tempur canggihnya RAFALE kebanggaan bangsa Perancis. Analis yg cukup moderat menyebutkan biaya program Rafale jika diproduksi 294 unit (hanya untuk perancis saja) adalah sekitar 45 milyar euro (sekitar 575 Trilyun rupiah) atau bisa jadi dgn asumsi itu rata rata per unit di banderol di kisaran 152 juta euro angka fantatis untuk pesawat tempur kelas medium.
    Itulah harga yang harus dibayar untuk sebuah KEMANDIRIAN suatu kebangggaan bangsa perancis!!!!.”

    Nah dgn biaya setinggi itu, apakah perancis rela produknya dibuat/diproduksi di negara lain kecuali belinya 100 pesawat lebih.

  3. Kemampuan merakit Rafale tidak bakal menjadikan Malaysia bisa buat pesawat, dalam arti dari pesawat belum ada sampai sertifikasi laik terbang. Bagaimana kalau kerjasama membuat pesawat dengan negara lain? Negara lain juga mikir-mikir kalau partnernya ini ternyata belum bisa bikin pesawat, paling-paling dijadikan follower, pengekor saja, tapi habis itu tetap saja tidak tahu apa-apa. Kalau hanya merakit semua juga bisa, dan ini tidak perlu dikhawatirkan, tidak punya efek deterent. UAV Malaysia saja itu kan sebetulnya buatan perusahaan Australia.

    KKIP sudah tepat membuat pabrik kapal selam, KFX, tank, dst., dan jangan lupa dengan litbang rudal jelajah. Rudal jelajah ini sangat vital shg pemerintah perlu lebih serius dengan atau tanpa bantuan China.
    Missile jelajah memiliki keunggulan:
    - kemampuan menyerang target secara tepat dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan pesawat tempur
    - pemeliharaan jauh lebih sedikit dibanding pesawat tempur
    - tidak tergantung pada pilot yg bisa terluka, perlu latihan, bisa kabur (macam di Suriah), etc.
    - bisa diluncurkan dari manapun: darat, tengah hutan, permukaan laut, bawah laut, etc.

    Kemampuan Indonesia memiliki segudang missile jelajah buatan sendiri sudah pasti akan mempengaruhi keputusan negara-negara besar tanpa harus terjadi konflik bersejnata … .

    Dengan bantuan China, Indonesia akan lebih cepat menguasai teknologi missile jelajah. Tapi tanpa China pun sudah pasti akan bisa di 2025, kalau didukung & dikejar terus. Kemampuan Indonesia sudah lengkap untuk ke arah sana. Sebuah negara yang sudah bisa membuat pesawat (bukan merakit) akan bisa membuat missile jelajah. Indonesia sudah memiliki banyak hal: membuat pesawat, roket, pesawat tak berawak, dan rudal2 jelajah yang dibeli bisa diadopsi (Yakhont, C-802, C-705, dst). Tinggal kemauan dan dukungan.

    • Bang WH, iya memang hanya membuat perakitan pesawat dimalaysia, tp kalu malaysia benr sampe beli dan jumlahnya 100 biji, berarti kalu diliat dari jumlah pesawatnya kayaknya kita kalah jauh bang.. Karena ap.. IFX aj bgitu, sikap korea kaya mau2 ngga2 target 2020 kemandirian bkin pesawat terancam gagal..
      Sama kaya kapal selam.. Perjanjian awal harga changbogo 1 milyard, eh diperjalanan minta tambah 300 juta.. Katanya bwat tambah TOT.. Eh skarang team kita ga boleh ikut ngerakit dsana cuma dsuruh liat doang..

      Jd tuw mreka kaya mainin kita..

      Kalu kaya gini kondisi kawasan sekitar kita semakin rawan bang.. Apalagi malaysia tuw orangnya suka sok2an kalu urusan perbatasan.. Jgn2 kita diijek2 kaya ambalat..

      Sedih ane liat kaya gini..

      • Bung Kin yang prihatin, thanks concern nya, nggak bakalanlah tetangga sebelah beli 100 rafale/typhoon … . Paling banter 2 skuadron, mahal lho. Selain mereka nggak punya uang banyak, pilotnya kan juga susah dicari. Dan lagian kalau pecah perang kan mereka dibantu Inggris, Australia, dll. Pitch Black di Australia tahun lalu saja mereka nggak ikut, padahal mereka punya pesawat yg sama dgn kita. Yang saya dengar karena masalah nyali pilotnya …

        Kalau soal nggak boleh ngrakit KS-1, hanya ngeliat doang, saya sih nggak terlalu khawatir … yang penting sesuaikan saja dengan isi kontraknya. Dalam hal ToT, yang penting sih kita ditunjukin caranya dari awal sampai akhir, standard/dokumen teknis, formula dan pemodelan yang dipakai, punya alatnya, dll, tidak harus kita yang pegang mesin las, palu-palu, dll di KS-1.

        Untuk yang 300 juta US$, kalau saya melihat sih krn kita membeli lisensi. Saya nggak tahu detilnya apa, tapi ini memang penting & vital dan sepadan dengan harganya karena kita tidak mengembangkan sendiri dari nol. Gambar saja itu pasti banyak banget ada puluhan sampai ratusan ribu gambar, karena tiap bagian terkecil harus digambar (pakai komputer tentunya, bukan di kalkir …) kemudian semua gambar ini diintegrasikan, digabung, .. match tidak. Kalau 300 juta US$ sudah meliputi gambar, perhitungan, pemodelan, simulasi, termasuk detil pabrik KS nya ini sudah sangat bagus.
        Opsi lain sih kita sewa sendiri ahli2 KS untuk menggambar, menghitung, buat pabrik …. . Masalahnya bisakah kita mendapatkan ahli2 semacam ini?
        Opsi lain lagi kita sendiri yang mengembangkan, trial n error …. . Kalau ini bakal lama dan beresiko, costly pula …

        • iya tuh om…bitul sikali itu…
          mereka kan ga punya uang
          pilot apa lg…mn mereka punya pilot sih..
          makanya hrs bangga krna cuma ripublik ini yg jagonya..

    • BENAR-BENAR PENDAPAT YG TERAMAT BAIK SEKALI..SANGAT MUDAH DI FAHAMI KEMANA ARAH TUJUAN STATEMENT SAHABAT.BEGINI BARU BENAR SAHABAT..SALAM SUKSES…DARI ANAK PERANTAU DI NEGERI SEBERANG.

  4. selalu bangga dengan kebodohan… dasar primitif.. mental kuli…

  5. Memang untuk menjadi pinter itu tidak mudah,perlu perjuangan yang gigih dan tanpa menyerah dalam belajar.
    Korsel sudah mulai membatasi ruang gerak tehnisi tehnisi Indonesia untuk belajar di negara nya,ibarat memelihara anak macan karena suatu saat bukan tidak mungkin Indonesia bisa mengalahkan Korea Selatan (Sang Guru) dengan catatan Tehnisi Indonesia harus terus belajar dan membuat Inovasi inovasi baru
    Mereka sekarang baru menyadari bahwa SDM yang kita kirim untuk belajar membuat kapal selam,pesawat tempur itu bukan sembarangan.
    Selamat belajar tehnisi tehnisi Indonesia, jalan terjal dan berliku sudah menghadang di depan mata.
    tetapi itu bukanlah rintangan tetapi tantangan.

    • Salut buat Anak Bangsa seperti anda Bung !! Didepan bukan Rintangan tetapi Tantangan ..Bila semangat putra2 bangsa kayak Anda2 pasti Indo semakin cepat Maju …LANJUTKAN !!!

    • Jadi inget waktu buat LPD Surabaya Class. Dari Kapal LPD yg bisa muat dek untuk 3 helikopter sama enginer Indonesia bisa dibuat yang lebih besar kayak LPD Banjarmasin yg bisa menampung 5 helikopter di dek kapal dan daya angkut yg lebih besar

  6. ”JIKA negara Jiran itu mau memilih Rafale sebagai pesawat tempur baru mereka. “Kami mempertimbangkan jalur perakitan di Malaysia”, ujar pimpinan eksekutif Dassault Aviation , Eric Trappier, saat diwawancarai lewat telepon dalam ajang Langkawi Air Show, Malaysia.”

    Itu hanya STRATEGI PENJUALAN saja bagi Dasaault untuk menggolkan produknya rafaele laku dan bila berhasil akan memukul telak british PESAING ABADInya perancis.karena jualan laku dianggota FPDA

    MELIHAT politik luar negeri nya malaysia dan sejarah alutsistanya menggunakan pesawat produksi Dasault yang notabene produksi perancis adalah HIL YANG MUSTAHAL.
    Malaysia tidak berpengalaman memakai produk perancis,sedangkan patokan alutsista malaysia adalah negara induknya yaitu british.
    Inggris yang mempunyai sejarah bermusuhan dengan perancis sejak jaman moyangnya dan melihat sejarah nya bahwa rafale adalah produk MBALELO dari perancis yang menarik diri dari kerjasama pembutaan Euro Fighter maka tidak mungkin Inggris merestui negara bekas jajahannya memakai dan membeli pesawat tempur dari perancis.
    APALAGI british juga lagi butuh duit, tentunya berkepentingan dan akan memaksa malaysia untuk membeli produknya Typhon melalui BAE..paling tidak mencegah produk perancis dibeli dan ini pasti didukung AS untuk menyetop efek penjualan produk militer perancis di asea tenggara setelah kecolongan penjualan scorpene.
    Makanya korupsi yang menyertai penjualan scorpene DIUNGKAP oleh Intelejen US dan british untuk memberikan kesan buruk produk militer perancis (INI memberi anggapan produk perancis nggak akan laku kalau gak memberi sogokan kepejabatnya),juga kasus scorpene gak bisa nyelem.

    Karakter negara kawasan Asean bila salah satu anggotanya memakai pespur produk A biasanya tetangganya ikut membeli produk A (efek domino atau latah kale yaa) ini terbukti saat Indonesia membeli pesawat HS Hawk maka berbondong bondong ikut membeli HS HAWK,,malaysia,brunei ikut membeli.
    Juga pada kasus pembelian F-5,,F-16 dan terakhir pembelian Sukhoi.
    Selain efek penyeimbang juga dipikirkan efek kesamaan alutsista untuk memudahkan dalam latihan bersama antar negara juga perawatan bersamanya.,dan Hal ini yang dipikirkan oleh Dassaullt juga British dan US yang berkepentingan dengan pasar produk senjatanya di asean..menegejar efek domino.

    Indonesia dengan IFX nya yang lagi stagnan kerjasamanya dengan korsel memang membutuhkan rekanan untuk meneruskan pembuatan pespur nasionalnya. Kabar kabari terakhir Bila Indonesia mau membeli 4 ska rafaele akan diberi HARGA KHUSUS, (Discount besar besaran ). Ini dikarenakan juga Indo sudah banayak membeli produk militer perancis dan karena lion air sudah membeli banyak pesawat Airbus.

    Juga Dasasault sudah mau Membantu keinginan IFX terwujud dengan memakai sebagian avionik,mesin snecma dan radar RBE 2 nya Rafale…dalam waktu 2 tahun prototype sudah bisa mengudara dan akan menjadi pespur semi stealth alternatife yang murah meriah (Jauh lebih murah daripada rafaele ) dan BERPONTENSI akan Laris manis di kawasan asean dan negara negara dunia ketiga.

    PT.DI sudah tidak asing bagi dassault dan airbus ,mereka mengenal kemampuan dan track record PT DI yang sukses bekerjasama dengan casa (Airbus military) membuat CN 235 dan mampu membuat N 250 etc.. Tentunya Dassault melihat POTENSI PT.DI yang MUMPUNI dan Mampu menjadi Agen penjualan produk militernya bila bekerja sama dengan PT DI.
    Selain melihat potensi pasar asean dan pacific Dassault juga melihat potensi terserapnya produk IFX dalam pasar dalam negeri Indonesia sendiri yang besar (Ini yang tidak dipunyai oleh malaysia dan kawasan asean)

    Bukan tidak mungkin nantinya IFX hasil kerjasama PT DI dan Dassault akan dipesan sendiri oleh kemenhan sebanayk 200 unit untuk mencukupi kebutuhan ska pespur,belum lagi bila laku di kawasan asean …
    Dan satu lagi yang juga diperhitungkan Indonesia adalah negara nonblock yang politiknya bebas dan aktif.
    Sahabatnya banyak karena memakai azas zero enemy

    JADI Dassault TIDAK GOBLOK untuk menganalisa Potensi negara mana yang akan menguntungkan program jangka panjang industri militernya dalam melakukan kerjasama pembuatan alutsista strategis dengan dirinya,

    Bila Kemehan akhir akhir ini Optimis dengan proyek pespur national segera terwujud..jangan jangan sudah ada deal dengan dassault tetapi disamarkan. Mengingat agar tidak ada hambatan dan jegalan dari negara negara yang tidak suka dengan KEMANDIRIAN industri pertahanan indonesia.

    So Jadi positif thinking saja dan berdoa agar pespur nasional segera terwujud, walau dengan setan pun kerjasamanya asal menuju Indonesia jaya.

  7. Saluyu mang, jangan mengukur masalah mulailah dengan langkah awal itu jargon salah satu rokok. itu benar sekali ga usah ngomong ttg m’sia dengan dassault, tetapi kita sudah ada pondasi yang kuat dengan PTDI dan tenisi yang berpengalaman ke korea. mengapa kita pesimis? mungkin karena kita ngga punya mental yg baik. sehingga yg ada selalu mengukur tetangga yg notabene ga bisa apa2 trus belajar merakit. persetan dengan komen miring, tapi Indonesia harus memiliki pondasi/landasan kuat dengan goodwill pemerintah dan elemen masyarakat supaya hal kecil yg menjadi pondasi bisa membuat sesuatu yang besar Ammin

  8. Walaupun programnya sedikit dan sederhana tapi Malaysia itu serius dan sungguh-sungguh, kalau orang kita, programnya membludak, cetar membahana, tapi kebanyakan hanya sebatas mimpi. Jangan over confindence-lah, biasa saja. Kalau Malaysia jadi beli ini Rafale saja, kwalitas kekuatan udara kita sudah ketinggalan, paling tidak untuk satu dekade, sebelum KFX yang masih “mengkhawatirkan”benar-benar ada dan bisa terbang, kecuali kalau Menhan (Moga-moga Sjafrie atau Pramono Edhie) yang akan datang punya keinginan kuat untuk membuat dan memuwujudkan program untuk mengisi kekosongan kualitas kekuatan udara kita dengan pesawat yang setanding dengan Rafale, bisa Eurofigther atau SU-35 BM. Jadi, jangan malu sekali-sekali belajar dari lawan kita, terutama belajar keseriusan dan kesungguhan.

    • “”Walaupun programnya sedikit dan sederhana tapi Malaysia itu serius dan sungguh-sungguh, kalau orang kita, programnya membludak, cetar membahana, tapi kebanyakan hanya sebatas mimpi. “”
      Produksi Industri militer malaysia apa yang sudah jadi andalannya ???
      saya kok belum pernah dengar apa saya yang ketinggalan informasi???
      Apakah anda ini termasuk generasi pesimis yang tidak melihat Gajah di pelupuk mata ??
      Lha itu SS1.,CN 235 ,N250 etc lahir dua dekade yang lalu dari tangan putra indonesia.
      Yang sekarang anda bisa meilhat HASIL NYATA SS 2,Anoa,,UAV,,Komodo,,KCR ..etc
      Malaysia itu tidak sebanding dengan kita,,jangan disamakan..broo lain aple to aplenya..
      .

      SEDIH melihat generasi yang PESIMIS dan suka mencela bangsa sendiri.Kita convidence atau over convidence hasilnya ada.,dan ada peningkatan setelah babak belur dihajar konspirasi asing 98,
      Makanya jangan diulang sejarah 98,agar kita terus MAJU,,juga jangan dilemahkan semangat bangsa ini dengan koment yang asal..
      Keseriusan itu tergantung pemerintahan dan PARLEMENNYA .
      Kalau rakyatnya pesimis parlemen yang mewakili rakyatnya bisa ikut pesimis broo.
      Parlemen apa kata rakyatnya ..kalau Aspirasi rakyat kuat pasti akan difasilitasi parlemennya ,,atau gak akan dipilih lagi oleh rakyatnya yang makin CERDAS

      • iya dech…mn mgkn malesia mampu…
        boro2 didenger dilihat jg gak keliatan….palagi diterawang..
        soal ginian mereka byk berahasia loh…

    • indonesia penuh misteri
      banyak hal yang di sembunyikan dari publik guna ke stabilan politik international

  9. Jiaah itu rafale pesawat receeehhh gak laku itu strategi pasar aja ngerayu dengan imbalan produksi bersama.. lagian pesawat itu tidak lebih baik dari pesawat F16. Bisa diadu tuh pesawat sama F5nya TNI AU, Pilot F5 kita berani diadu dengan F18 Australia asal head to head

    Kalau mau produksipun pesawat itu termasuk ketinggalan jaman. TNI AU gak tertarik tuh

    • Bisa dijelaskan bagaimana dasarnya bung bejo kok bilangnya begitu.
      Biar kami mengerti bagaimana speck F16 bisa mengungguli rafale atau F 5 bisa diadu dengan rafele??
      Supaya kami dapat pencerahaan yang mumpuni

      • spec rafaele dan f16 buat perbandingan,,seadanyaa ya gan..

        General characteristics

        Crew: 1–2
        Length: 15.27 m (50.1 ft)
        Wingspan: 10.80 m (35.4 ft)
        Height: 5.34 m (17.5 ft)
        Wing area: 45.7 m² (492 ft²)
        Empty weight:
        C: 9,500 kilograms (21,000 lb)
        B: 9,770 kilograms (21,500 lb)
        M: 10,196 kilograms (22,480 lb[178])
        Loaded weight: 14,016 kg (30,900 lb)
        Max. takeoff weight: 24,500 kg (C/D), 22,200 kg (M) (54,000 lb)
        Powerplant: 2 × Snecma M88-2 turbofans
        Dry thrust: 50.04 kN (11,250 lbf) each
        Thrust with afterburner: 75.62 kN (17,000 lbf) each
        Fuel capacity: 4,700 kg (10,360 lb) internal

        Performance

        Maximum speed:
        High altitude: Mach 1.8+ (2,130+ km/h, 1,050+ knots)
        Low altitude: Mach 1.1+ (1,390 km/h, 750 knots)
        Range: 3,700+ km (2,000+ nmi)
        Combat radius: 1,852+ km (1,000+ nmi) on penetration mission
        Service ceiling: 16,800 m (55,000 ft)
        Rate of climb: 304.8+ m/s (60,000+ ft/min)
        Wing loading: 306 kg/m² (62.8 lb/ft²)
        Thrust/weight: 0.988 (100% fuel, 2 EM A2A missile, 2 IR A2A missile) version M

        Armament

        Guns: 1× 30 mm (1.18 in) GIAT 30/719B autocannon with 125 rounds
        Hardpoints: 14 for Air Force versions (Rafale B/C), 13 for Navy version (Rafale M) with a capacity of 9,500 kg (21,000 lb) external fuel and ordnance and provisions to carry combinations of:
        Missiles:
        MBDA MICA IR or EM or Magic II and
        MBDA Meteor air-to-air missiles in the future
        Air-to-ground:
        MBDA Apache or
        Storm Shadow-SCALP EG or
        AASM-Hammer or
        GBU-12 Paveway II or
        AS-30L
        Air-to-surface:
        AM 39-Exocet
        Deterrence:
        ASMP-A nuclear missile
        Other: ***Thales Damocles targeting pod
        AREOS (Airborne Recce Observation System)reconnaissance pod[180]
        up to 5 drop tanks
        The Rafale can also carry a buddy-buddy refuelling pod[55]

        Avionics

        Thales RBE2 radar
        Thales SPECTRA electronic warfare system.
        Thales/SAGEM-OSF Optronique Secteur Frontal infra-red search and track system.
        ————————-
        buat f16 yg terbaik adalah block ocu 20 dan 30 ini gambaran nya

        Blok 20 150 Blok 15 OCU dengan tambahan kemampuan yang serupa dengan F-16 C/D Blok 50/52: menembakkan AGM-45 Shrike, AGM-84 Harpoon, AGM-88 HARM, dan bisa membawa LANTIRN. Komputer pada Blok 20 diperbarui secara signifikan, dengan kecepatan proses 740 kali lipat, dan memori 180 kali lipat dari Blok 15 OCU
        Ciri-ciri umum

        Kru: 1
        Panjang: 49 ft 5 in (15.06 m)
        Rentang sayap: 32 ft 8 in (9.96 m)
        Tinggi: 16 ft (4.88 m)
        Luas sayap: 300 ft² (27.87 m²)
        Airfoil: NACA 64A204 root and tip
        Berat kosong: 18,900 lb (8,570 kg)
        Berat isi: 26,500 lb (12,000 kg)
        Berat maksimum saat lepas landas: 42,300 lb (19,200 kg)
        Mesin: 1 × F110-GE-100 afterburning turbofan
        Dorongan kering: 17,155 lbf (76.3 Templat:Newton (unit))
        Dorongan dengan pembakar lanjut: 28,600 lbf (127 kN)

        Kinerja

        Laju maksimum:
        At sea level: Mach 1.2 (915 mph, 1,470 km/h)
        At altitude: Mach 2+ (1,500 mph, 2,410 km/h) clean configuration
        Radius tempur: 340 mi (295 nmi, 550 km) on a hi-lo-hi mission with four 1,000 lb (450 kg) bombs
        Jangkauan feri: 2,280 NM (2,620 mi, 4,220 km) with drop tanks
        Langit-langit batas: 50,000+ ft (15,240+ m)
        Laju tanjak: 50,000 ft/min (254 m/s)
        Beban sayap: 88.3 lb/ft² (431 kg/m²)
        Dorongan/berat: 1.095

        Persenjataan

        Senjata api: 1× 20 mm (0.787 in) M61 Vulcan 6-barreled gatling cannon, 511 rounds
        Hardpoints: 2× wing-tip Air-to-air missile launch rails, 6× under-wing & 3× under-fuselage pylon stations holding up to 17,000 lb (7,700 kg) of payload
        Roket:
        4× LAU-61/LAU-68 rocket pods (each with 19× /7× Hydra 70 mm rockets, respectively) or
        4× LAU-5003 rocket pods (each with 19× CRV7 70 mm rockets) or
        4× LAU-10 rocket pods (each with 4× Zuni 127 mm rockets)
        Rudal:
        Air-to-air missiles:
        2× AIM-7 Sparrow or
        6× AIM-9 Sidewinder or
        6× IRIS-T or
        6× AIM-120 AMRAAM or
        6× Python-4
        Air-to-ground missiles:
        6× AGM-45 Shrike or
        6× AGM-65 Maverick or
        4× AGM-88 HARM
        Anti-ship missiles:
        2× AGM-84 Harpoon or
        4× AGM-119 Penguin
        Bom:
        8× CBU-87 Combined Effects Munition
        8× CBU-89 Gator mine
        8× CBU-97 Sensor Fuzed Weapon
        Wind Corrected Munitions Dispenser capable
        4× GBU-10 Paveway II
        6× GBU-12 Paveway II
        4× JDAM
        4× Mark 84 general-purpose bombs
        8× Mark 83 GP bombs
        12× Mark 82 GP bombs
        8× Small Diameter Bomb
        3× B61 nuclear bomb
        Others:
        SUU-42A/A Flares/Infrared decoys dispenser pod and chaff pod or
        AN/ALQ-131 & AN/ALQ-184 ECM pods or
        LANTIRN, Lockheed Martin Sniper XR & LITENING targeting pods or
        up to 3× 300/330/370 US gallon Sargent Fletcher drop tanks for ferry flight/extended range/loitering time.

        Avionik

        AN/APG-68 radar
        MIL-STD-1553 bus[1]
        —————————sekian————-

    • rafale bukan ecek-ecek, … latihan nato bisa rontokin F-22 ,

  10. menurut hemat saya kawan2 jang patah arang dulu (underestimate) mohon tetap optimis, perjalanan masih panjang kedepan kita harus tetap mendukung proyek prestisius ini guna utk kemandirian bangsa kedepan, kalaupun dari pihak tetangga sebelah mau nyalip ayo kita bersaing siapa yang duluan mengudara.
    bung dieogo emang jagonya membakar nasionalisme teman2 yg ada di forum ini.
    LOV_INA

  11. …Jujur aja sebetulnya bagus kita ambil lisensi dari negara2 yg sudah teruji pesawat tempurnya..,kalo malay ambil tawaran itu termasuk loncatan tehnologi yg maju buat mereka walaupun beresiko tinggi,contohnya cina yg sudah bisa membuat jet sendiri tetapi masih membeli dari rusky..,why…??pasti kualitasnya dong,kalo kita ini yg lagi Galau..di bohongin mulu ama negara ecek ecek yg baru buat jet tempur yg konon katanya lebih tangguh dr F 16,TOT kecebong yg tarik ulur…,saatnya pemerintah kita tegas..!!! Kalo perlu batalkan dan minta balik dana yg suduh di kucurkan…,moga moga ini jadi pelajaran yg mahal dan harus di ingat buat komandan2 di atas..kl mau ambil TOT,ambil dari negara asli alutsista tsb…

  12. Apapun yang sedang diusahakan Si Tukang klaim, kita sudah selangkah di depan. Jadi saat ini tak ada yang patut dirisaukan. Kenapa kita harus merisaukan sesuatu yang belum terjadi. Sekarang kita sudah diberi bola dan sudah ada di kaki kita….tinggal TENDANG yang KERAS!! Cayyo NKRI.

  13. saya seorang akademisi bidang teknik tinggal di malaysia.

    saya tidak mampu melihat kemampuan malaysia untuk membangun industri pesawat tempur. bahkan untuk membeli 2-3 skuadron rafale seperti yg diributkan. sehabis pemilu kemarin mereka menghadapi kesulitan finansial yang berujung pada kenaikan berbagai harga barang konsumsi. biaya kuliah pun dinaikkan terutama bagi mahasiswa asing.

    dari segi kemampuan teknik mereka belum selevel dgn kita bahkan untuknyontek sekalipun. perlu 15-20 tahun bagi malaysia untuk membangun SDM yang handal di industri pesawat sehingga mereka bisa selevel dengan kita. (itupun kalau kita tidur saja)

    maaf hanya sekedar masukan.

  14. Bang JD jangan merendahkan negara tetangga, karena sebentar lagi sdh bekerja sama dg prancis utk pembuatan pesawat tempur Rafale dan kalau pemerintah fokus ke pemberdayaan SDM pesawat tempur serta kapal selam. Pasti negara2 tetangga tdk enak tidur, pengglotoran uang utk alutsistanya semakin besar dan selalu akan menjadi cemoohan negara tetangganya yaitu singapura katanya tetangganya lembek alutsistanya. He…….he…..lucu

  15. pesawat tempur sangat komplek, hanya beberapa negara yg mampu bikin from the scrath, tapi harusnya ini ndak boleh jadi hambatan, yg perlu disadari untuk bikin pespur butuh stamina stroong dan nafas supeer panjang. ndaki usah memasukkan malesia, biar urus urusan dia sendiri.
    tapi kalo pt di mau bikin pespur, ane dukung and doakan.
    pinginnya pt di bisa bikin n jual pespur,
    meski level teknologynya baru gen 4
    meski mesinnya masih import
    meski vioniknya masih import
    meski rws masih inport
    meski targeting point masih inport
    meski control system masih inport
    tapi design ori
    aluminium/titanium ori
    RAM ori
    itu sudah sangat bagus

  16. kalau malays jadi order Rafale kemungkinan besar Indonesia kurang melirik Su-35, karena menurut saya Su-35 masih lebih heavy dibanding Rafale (kalau alasannya keseimbangan kawasan)
    apalagi kalau Su-35s (versi terbarunya)

    jadi kemungkinan besar Indonesia lebih melirik Gripen
    tapi kalau beli Su-35 lebih macho…
    ciyuss

  17. Semoga cepat kelar, semangat untuk NKRI Bravo TNI

  18. kalao NkrI jadi ammmbil su-35BM..kawasan asia panas dingin trutama geng bule sebelah papua..pasti di jamin gk tidur nyenyak apalagi kemaren di pitch black aja f-18 mereka kalah saing.mnt segera f-35..
    Jadi sebagai negara kepulaauan yg luas lebih baiknya lagi ambil su-35bm..spy bs mencover sluruh indonesi.. Dan kita pun gk lagi di lecehkan..
    Sperti kjadian di bawean..

    Salam 1jiwa Nkri

  19. apa yang dibisingkan malay bandingkan singapore or thai land baru gak enak bukan seagama dan serumpun

  20. bener pisan kata kang ”Rustam Bagoes” bahwa Indonesia penuh dengan misteri.. saya juga berpikir begitu.mungkin permerintah didepan publik mengatakan hal pesimis untuk menutup kemungkinan kecurigaan negara lain yang berakibat ketegangan(contoh penyadapan oleh intel Australia karena kecurigaan dengan jumlah kapal selam Indonesia yang masih sangat misteri,bahkan kalau jumlah kapal selam Indonesia lebih dari yang diberitahukan kepada publik(hanya 2)itu akan sangat berbahaya bagi negara anggota FPDA khususnya Malaysia dan Australia)
    INDONESIA CINTA DAMAI NAMUN BENCI PELECEHAN!!!(ANDA MENGERTI MASUDNYA)
    AWAS…AWAS…AWAS… MALAYSIA
    AWAS…AWAS…AWAS… AUSTRALIA
    GARUDA SIAP MENERKAM DARI LANGIT DAN DIBALIK AWAN!!!

 Leave a Reply

(wajib isi)

(wajib isi)

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>