Sep 252015
 

WILUJENG SUMPING!!!

Pada bagian pertama kemarin kitorang ngobrol ngalor-ngidul sesama formiler dan forngiler militer. Sekarang kita undang suhu-suhu kangow dari negeri kangguru yaitu Peter Goon dan Carlo Kopp dari LSM independen Australia.

image001

credit ausairpower.net

Karena yang diajak ngobrol orang-orang berbobot, dan harus pakai bahasa baku, terpaksa ana cuci muka dulu dah, sambil bersihin belek dan sisa-sisa lem aibon oleh-olehnya bung TT. Sebaiknya ente-ente juga cuci muka cuci kaki dulu sebelum membaca, dari pada bahlul nantinya. Panjang nian artikelnya Lae.

Siapa sebenarnya Peter Goon dan Carlo Kopp itu, nanti kita kenalan lebih intim di bagian akhir, sekarang kita baca-baca dulu tinjauan ringkasnya yang gampang dicerna:

Bottom of Form

Bagaimana F-35 JSF memastikan dominasi udara untuk Amerika Serikat dan Sekutunya?
Banyak ulasan mengenai kehebatan pesawat F-35 JSF dan perbandingannya dengan pespur modern generasi ke-4 yang ada sekarang. Namun bagaimana jika F-35 JSF tidak melawan pesawat warisan perang dingin seperti Su-27SK dan MiG-29, sebaliknya melawan pespur modern seperti Su-35S? Kita bisa menjawab pertanyaan ini dengan analisis head-to-head dari dua pesawat tersebut.

Pertempuran udara adalah kombinasi yang rumit antara seni, sains dan teknik. Kinerja pesawat, senjata, sensor jaringan dan keterampilan semuanya berkontribusi ke nilai Lost Exchange Ratio (LER) atau biasa dikenal sebagai Kill-Ratio di kalangan pilot. Aktivitas ini mencakup urutan ‘rantai-membunuh’ sebagai berikut: ‘Mendeteksi-Identifikasi-Mengunci-Meloloskan Diri-Hancurkan’ (Detect-Identify-Engage-Disengage-Destroy atau DIED2).

Berbeda dengan tabel perbandingan seperti biasanya yang berisi angka-angka yang mungkin cuma bisa dipahami bung PHD, yuuk kite bahas secara sederhana dengan warna! Yang hijau berarti dia lebih unggul, warna kuning setara dan lampu merah berarti tancap gas…eh salah, maksudnya warna merah berarti kalah dari lawannya (maapin ye, gaya medan ana keluar).

Berikut tabel perbandingan diantara keduanya:

image002

Berikut adalah skenarionya di atas ring. Pada sudut biru, kita punya 4 pesawat JSF F-35A, masing-masing dipersenjatai dengan empat rudal AIM-120D (BVR) dan senapan mesin GD ATP GAU-22 / A kaliber 25 mm. Tidak ada senjata atau tangki bahan bakar tambahan, karena akan membahayakan JSF dari sisi ‘”low observability” atau dengan kata lain, fitur silumannya bisa berkurang drastis.

Pada sudut merah, kita punya empat Su-35S, masing-masing dipersenjatai dengan empat Rudal Seeker Radar Aktif RVV-SD (BVR), empat rudal RVV-SD Infra-Red (IR Seeker BVR), dua rudal RVV-MD (WVR), senapan mesin 30mm GSH-301, jammers KNIRTI SAP-518 s pada ujung sayap dan tangki konformal 6.000 liter yang posisinya diantara kedua mesin. Setiap pesawat memiliki berbagai sensor dan sistem pernika.

Sedangkan pada gambar di bawah ini menunjukkan jenis-jenis rudal yang bisa dibawa. Kotak merah berisi banyak jenis rudal yang mampu digotong sukhoi, belum termasuk varian turunannya. Sedangkan kotak biru adalah satu-satunya rudal BVR untuk F-35. (Sampai tulisan ini dibuat, rudal MBDA Meteor belum dicoba pada F-35 begitu pula rudal BVR lain)!

credit ausairpower.net

credit ausairpower.net

Seorang pilot JSF harus mahir dalam taktik penghindaran terhadap minimal enam jenis rudal BVR yang berbeda, plus empat jenis rudal heat seeker yang berbeda. Sistem pertahanan berbasis frekuensi radio dan optik pada pesawat Barat harus mampu mengatasi tujuh jenis rudal pencari yang berbeda termasuk varian turunannya.

Sementara itu seorang pilot Su-35 hanya membutuhkan taktik dan teknologi untuk mengalahkan AMRAAM AIM-120B / C / D. Gambar ini masih belum termasuk rudal R-27AE Alamo dengan varian digital dari radar aktif terminal seeker RVV-SD yang baru. Artinya, semakin banyak varian rudal yang harus dipelajari cara menangkalnya oleh pilot-pilot pespur barat.

Masalah utama untuk F-35 adalah bahwa kemampuan menghilang dari radar X/S-band yang dimilikinya hanya dapat dicapai melalui sudut sempit di sekitar hidung pesawat (artinya, radar X/S-Band pun kemungkinan masih bisa melacak pesawat ini asalkan bukan dari arah depan). Hal ini memaksa pesawat untuk mengarahkan hidungnya terus-menerus menuju ke titik ancaman terbesar, menyulitkan kemampuannya dalam penembakan rudal secara fleksibel, atau menghindari berbagai ancaman dari berbagai sudut serang. F-35 juga tidak punya radar samping dan radar belakang yang memperburuk masalah, karena penambahan sistem tersebut akan menambah panjang daftar masalah selain perkara bobot, daya dan pendinginan yang hingga kini belum terselesaikan secara utuh.

Pada gambar dibawah, menunjukkan kesempatan bagi F-35 untuk menembak lebih pendek rentang waktunya (karena harus mengarahkan hidung pesawat ke arah Sukhoi supaya tetap siluman), sebaliknya Su-35 yang punya radar depan, samping dan belakang bisa menembakan rudalnya kapan saja, dimana saja, ke arah mana saja (kok jadi mirip iklan minuman soda?) kecuali mungkin saat berhadapan pada jarak jauh.

image004

Wow! Semua parameter F-35A ditandai Merah dan Kuning – Inferior atau Setara?
Sekarang, mari kita lihat masing-masing elemen dari ‘ rantai-membunuh’ tersebut.

DETECT:

Electronic Support Measures/ESM: pesawat tempur memancarkan radiasi dari mesin jet, radar, terminal JTIS / MIDS, dan transmisi radio. Peralatan khusus pada pesawat tempur bisa mengetahui frekuensi transmisi ini dan memiliki sensor untuk mendeteksinya. Upaya yang dilakukan untuk meminimalkan emisi melalui proses yang disebut ‘Pengendalian Emisi atau Emission Control’ (EMCON) tetapi ini hanya bisa berhasil sebagian. Baik JSF dan Su-35S memiliki berbagai macam sensor tersebut, dan dianggap sama efektifnya dalam kemampuan ESM.

ESA Radar X-Band: ini adalah sensor utama untuk jet tempur. Radar cross section/RCS dari F-35A lebih unggul dari Su-35S terutama di sektor depan, tapi Sukhoi memiliki kekuatan yang cukup untuk mengendus dan antena yang lebih besar untuk mengatasi sebagian kelemahan itu. Keduanya punya kemampuan ‘networking’ dalam operasi multi-pesawat, penyebaran posisi beberapa pesawat Su-35S akan mampu mengatasi level siluman pesawat JSF melalui sudut-sudut dimana RCS pesawat JSF mempunyai kelemahan. F-35A diharapkan akan sering mendapatkan “First Look”, tapi Su-35S mampu mendeteksi JSF di luar jangkauan rudal BVR F-35. Jadi, kemampuan siluman JSF dengan rcs-nya yang kecil bukan merupakan keuntungan yang besar (yang bisa memenangkan duel BVR).

ESA Radar L-Band: Su-35S akan memiliki radar Low Frequency ini di ujung depan sayapnya. Perhatikan: JSF adalah ‘siluman’ bagi radar X-Band, bukan untuk L-Band. Sedangkan ukuran dan kemampuan antena radar Su-35S L-Band mampu membatasi kinerja siluman F-35, akan ada saat-saat ketika radar L-Band mendeteksi JSF sebelum radar X-Band F-35 mengendus Sukhoi. JSF sendiri tidak memiliki Radar L-Band (mungkin tidak diperlukan karena RCS Sukhoi dianggap cukup besar untuk ditangkap “radar biasa”).

Infra-Red Search & Track: Ada pendekatan yang berbeda untuk sensor infra-merah. JSF memiliki Electro-Optical Distributed Aperture System (DAS) luar biasa yang dirancang untuk meng-cover area sekitar pesawat, optimal untuk operasi udara-ke-darat.

Su-35S memiliki IRST OLS-35 aperture besar yang optimal untuk memindai pesawat lain dari jarak jauh. Cara kerja DAS adalah seperti menatap/melotot sementara OLS-35 adalah memindai/membaca.

Perbedaan dalam rentang deteksi ini bisa dianalogikan seperti perbedaan antara orang yang mencari dengan mata telanjang dibandingkan dengan teleskop. Jika teleskop menunjuk ke arah yang benar, dia yang pertama kali bisa menjejak, tapi kita tahu bahwa teleskop itu ada batas lingkaran sesuai ukuran lensa, geser dikit joss, eh maaf, maksudnya bila geser sedikit, maka obyek yang mau diliat langsung hilang ketutup bodi teleskop. Dari analogi tersebut dapat dibayangkan, bahwa pilot F-35 harus terbang dengan mengubah-ubah arahnya (bahasa gaulna ngegal-ngegol atuh) agar sensor DAS bisa melacak semua arah. Selain itu JSF memiliki mesin dengan emisi paling panas diantara pespur lainnya, yang berarti IRST dari Su-35S akan sangat mudah melacaknya.

IDENTIFICATION:
Identifikasi Teman atau Musuh: Tidak banyak perlu dikatakan di sini. Potensi kesalahan menembak teman dalam pertempuran udara BVR menyebabkan pengembangan sistem identifikasi yang lebih handal untuk membedakannya dari musuh. Kesalahan tembak mungkin masih terjadi terutama dalam pertempuran dogfight multi-pesawat.

Mohon maaf, berhubung jemari tangan dah jadi jempol semua, ana mau tarik napas dulu …(Bersambung)

by: MJ

  102 Responses to “Mari Mentertawakan SU-35 (Bagian Kaduo)”

  1. first,…

    • Selain keunggulan2 kedua pespur yg sudah dibahas di atas, keterampilan seorang pilot juga bisa menjadi penentu kemenangan sebuah pertempuran,,
      saya tetap optimis, bahwa SU-35 mampu menghancurkan F-35, tapi di pertempuran yg sebenarnya, saya yakin F-35 tidak akan berani bertempur sendirian, akan selalu ada pesawat2 lain yg memandu dan menjaganya, seperti raptor yg selalu bekerja sama dengan F-15,,,
      yg lebih penting kita harus memiliki SU-35 sebanyak-banyaknya, akan lebih baik lagi jika tak ada lagi F-16,,
      ganti semua F-16 dengan MIG 35 sebanyak-banyaknya pula, atau semua jenis sukhoi, maka superioritas udara kita akan setara dengan china,,,

    • Well done n thanks artikelnya bung mj.
      Berharap bung GI n Garen n malectech baca artikel ini.
      Biasanya mereka akan soroti , operasional mahal so jam terbang kurang, lifetime pendek, part susah karena ambruknya industri soviet dan pecahnya ukraina n georgia.
      Padahal semua itu nol besar alias asumsi mereka saja yg tendesius.
      Oh iya buat jaga jaga bung mj, …. gimana tentang data link n network centric nya su35?

    • numpang ya.

      Bung MJ.apa ada perbedaan dari radar Aesa dan Pesa dalam mencari lawan.Selama ini,bung melektech,gi mereka menghina Su-35 karena radar masih Pesa.apa keunggulan Aesa?padahal keduanya bisa di jammer?

      • PESA menggunakan 1 pemancar yang dikelilingi ribuan receiver. Karena “Lakinya” cuma satu, sementara yang “Menerima banyak” jadi relatif dianggal pasif, makanya disebut Passive Electronic Scanned Array. Sedangkan AESA pemancar dan penerimanya sama-sama ribuan (sebetulnya imbangnya, entah kenapa disebut aktif).

        AESA menggunakan modul pemancar dan penerima kecil-kecil secara terintegrasi. Jika salah satu modul rusak, tinggal diganti saja, sedangkan radar secara keseluruhan masih bisa berfungsi dengan baik. Berbeda dengan PESA yang mesti menurunkan radar secara utuh untuk diperbaiki. Maka biaya perawatan AESA jauh lebih kecil daripada PESA. Tapi soal keandalan/daya endus, tampaknya seimbang…CMIIW

    • Nice explanation. Membuka pikiran sehingga tidak hanya terkungkung pada kata bagus dan jelek saja yang banyak diperdebatkan publik, he..he..

  2. ok..tes

  3. Yeah ke 1

    • Intelupsi bung….pertama terimakasih atas info detail dari masing-masing pespur beserta jeroannya, sanagat memuaskan bung….hihihihihi

    • saya kira F35 tidak akan pernah melakukan misi sendirian (kecuali dalam keadaan terpaksa)…dari ulasan diatas bisa disimpulkan bahwa F35 bukan untuk bertarung ‘face to face’ dengan pespur lawan..fitur siluman tidak benar bekerja jika dari sudut samping dan belakang dan jumlah amunisi yg dibawa sangat sedikit…..kemampuan manuver yg dibawah rata2 pespur US lainya dengan kemungkinan 90% F35 tidak akan diturunkan jika menggunakan formasi diatas. Akan lain cerita jika didampingkan dengan F22 dan growler, mungkin pasukan SU35 akan kesulitan menghadapi formasi tersebut. Ulasan yg luarbisa bung MJ, anda memang terbaiiikkk!!! hehehehe

  4. MAntap bung MJ

  5. Horasss…
    artikelnya terbit juga lae.

  6. mantaaaap di tunggu 8 Skuadron sukhoi

  7. mantap

  8. Mantap bung MJ untuk pengetaguannya

  9. 1 kah

  10. Segitu inferior nya F 35 yahh…

    • Sebetulnya pesawat itu sangat canggih bung Massat, mungkin boleh dibilang melampaui jamannya. Sayangnya, waktu pengembangan, para ahlinya menganggap doktrin pertempuran udara ke depan pasti berubah sesuai dengan estimasi mereka.

      Kenyataannya, beberapa desain pertempuran memang berubah, namun paradigma lain juga ikut berubah. Contoh, dulu rudal dianggap akan semakin maju dan semakin sulit dihindari. Kenyataannya, beberapa kali pespur model kuno bisa meloloskan diri seperti kasus di Syria dan Iran. Sedangkan dalam pengembangan rudal BVR, mereka berharap pengembangan doktrin BVR diikuti dengan inovasi rudal bvr di pihak barat, namun ternyata Russia dan China jauh lebih maju dan lebih cepat mengembangkan rudal BVR.

      Begitu juga radar, untuk mengembangkan dibutuhkan waktu lama dan biaya yang mahal, ternyata kini perusahaan yang bukan raksasa di eropa timur pun mampu mengembangkan radar-radar khusus untuk menjejak siluman (yang menyebabkan desainer Pak Fa merubah doktrin dan mengurangi tingkat siluman, untuk mengejar kelincahan dan daya cium radarnya).

      Jadi masalahnya adalah, pesawat F-35 didesain sangat canggih sesuai doktrin tempur masa depan menurut pandangan penciptanya, tetapi kondisi saat ini dan mungkin 30 tahun kedepan belum akan seperti yang dibayangkan oleh mereka, atau sebaliknya, pihak lawan dapat mengembangkan antidotnya, lebih cepat dari yang diperkirakan dengan biaya yang lebih murah.

      • F35 dirancang pada tahun 1996 pada tahun2 tersebut doktrin peperangan as mengalami perubahan karena tidak ada lawan yang sepadan atau lawan yang berani secara terang2an melawan pespur mereka maklum pecahan negara soviet pun kala itu sedang adem ayem, contoh pada saat invasi irak pespur as sangat leluasa melumpuhkan objek2 vital irak tanpa ada perlawanan yang berarti.

        dari kejadian2 tersebut para ahli perancang pespur as pun memikirkan bagaimana menciptakan pespur untuk melawan negara yang memiliki pertahanan udara yang lebih baik dari pada irak maka diciptakannya pespur siluman yang bertujuan untuk memasuki wilayah pertahanan suatu negara tanpa terdeteksi dan menghancurkan objek2 vital, tapi disini mereka lupa bahwa pespur mereka tidak dibekali kemampuan manuver yang mumpuni karena merasa negara yang akan di invasi tidak akan mampu menerbangkan pespurnya karena berharap semua telah hancur di bombardir oleh pespur F35.

        maka kegalauan mulai muncul pada saat as bersitegang dengan rusia karena negara satu ini disamping memiliki pertahanan udara yang tangguh, radar yang mumpuni sarta yang paling mengerikan mereka sanggup jika harus melawan secara head to head dengan pespur terbarunya SU35.

        sungguh perkiraan yang diluar dugaan bahwa doktrin perang udara modern belum sampai pada tingkat first look first kill and done! karena beberapa pesawat yang diciptakan oleh rusia mampu mengendus lebih jauh ketimbang F35 serta mampu bermanuver ekstrim bila mana dogfight tidak terelakan.

      • Mantab! Artikel dan komentar bung MJ selalu menarik diikuti.

        Salam NKRI!

      • Saya senang banget liat reply nya bung MJ.. Trimakasih, ulasan yg muanteeepppp

  11. Good job bung MJ, pertahankan. Btw hari ke hari rindu celotehannya mamang Melektech yang dulu.

  12. Cepat amat…..
    kalo ngebahas su35 pasti rame

  13. huahahahaha… seruuuu…!!!! ditungu episode selanjutnya..

  14. ditunggu sambungannya..

  15. ampun malon takut malon mau ngadu ke england…malon taaaaakkkkkuuuut

  16. Jooossss….

  17. Mantapp..Bung MJ, lanjutkan….

  18. Kayak pilkada nigghh pakai warna hijau kuning merah..

  19. Serius mode gak on

    Jika saya bilang, F-35 adalah pesawat tanggung. Dimana Stealth nya terbatas pada sisi depan, dari sisi samping sudah jadi semi stealth (nyontek tulisan di atas). Kemudian kompartemen rudalnya yang ditutup oleh pintu, terbatas untuk rudal tertentu. Jika ingin menambahkan cantolan, maka otomatis stealthnya hilang karena ada rudal di luar body. Kalau boleh saran untuk desainer F-35, jika niat bikin pesawat stealth dibuat saja murni stealth seluruh body dengan desain yang sangat khusus dan bertempurnya juga dengan gaya stealth. Selain stealth radar dibuat juga stealth penjejak panas dan stealth lain2 agar rudal tidak bisa lock (khayalan hehe…) Maksimalkan stealthnya meskipun harus mengurangi yang lain semisal speed / daya jelajah / daya angkut dsb. Karena meskipun body stealth tetapi jika cara bertempurnya masih seperti pesawat konvensional menurut saya keunggulan stealth hanya berguna untuk momen tertentu dan melawan pesawat tertentu. Jika stealthnya sudah tidak berfungsi (terdeteksi radar darat/lainnya) dan harus bertempur seperti pesawat gen 4 maka dipastikan F-35 akan mudah ditembak… sekian… opini orang awam…

    • F-35 itu sebetulnya canggih bung, tergantung peruntukannya dan doktrin tempur yang kita pakai. Kalau untuk menjaga kedaulatan dan patroli udara di wilayah Indonesia ya kurang tepat. Selain daya jelajah dan manuver serta payload yang terbatas, banyak kemampuannya yang hebat justru tidak tepat digunakan sebagai guardian.

      Tapi kalo kita bicara misi penyerangan multi pesawat (dengan pesawat pendamping air superiority, AEW$&C serta air refueling support. Tentu saja pesawat ini dapat memaksimalkan kemampuannya. (Contoh kalau NATO/Sekutu menyerang Syria misalnya, pesawat ini paling cocok dalam misi serang darat dan memastikan zona larangan terbang).

    • Bagaimana klo menciptakan rudal berkemampuan stealth sehingga lawan tidak akan bisa menyadari apa yg bakalan menimpanya… Mungkinkah…???

  20. uuuh bung MJ lagi asik2 baca artikelnya malah bersambung,tapi lumayan buat nambah wawasan saya yg masih gelap gulita soal teknologi pespur,thanks artikelnya n ditunggu kelanjutannya… jangan lama2 ya,bravo TNI bravo SU 35

  21. Josss…..

  22. tadi pas buka artikel baru 6 orang yg komen tau2 udh Ada 20 komen,magnet sukhoi emang mangtabb

  23. Ternyata dari ulasannya lebih hebat f35 🙂

  24. …berarti pendamping formasi yg tepat utk SU 35 kita adalah…..yg kemampuannya mendekati F 35…. Pespur apa ya?.

  25. ausairpower lg dasar bengak sudah gag valid web ntu di jadiin referensi lg , web ausairpow dibuat tuk propaganda aja biar f-22 raptor dibeli ma oz, duh mkin trun kualitas ini formil kontributor yang berbobot dah pada tunggang langgang

    • Can you..?

    • Baru tau saiya kalu F-22 Raptor mati2an mo dijual Mamarika ampe pake propaganda segala lwt ausairpower.

      #YangGeblekSaiyaAtoNiOrangYangNulisKomen

    • Justru yg bikin turun dan ditinggal ya krn komen spt ente ini

      • Yg jadi pertanyaan: beliaouw ngais info dari dimensi alam sebelah mana…. yg bilang Mamarika jualan F22 Raptor… Behahaha

        • ente emang oon yang gue maxzut yang buat propaganda itu si peter goon dan carlo kop dngan cara mendewa dewakan sukhoi dan jelek2kan f-35 supaya pmrintah oz mw bli f22 raptor syg gg d ijinin ma us mka nya cri pembanding dngan formil lain supaya gg kliatan oon

        • Santai coy… ga usah ampe ngeden gitu…

          Begimana ceritanya ente bisa berasumsi si Peter n Carlo ngidam Oz beli F22 Raptor, sedangken dianya sadar kalo tu barang ga bakal dilego Mamarika bahkan untuk sekutu kandungnya British… pasti ente nyadur dari komen orang di formil laen jg kan…??

          Lagian kalo ente ga suka ma artikelnya Bung MJ… ga perlulah ampe ngatain Bengaklah… Formil dengan kontributor ga berbobotlah…
          Jawab pake artikel ente juga napa…?? Biar kebukti ente bukan orang yang hanya bisa ngatain hasil karya orang lain.

    • Dari dulu komentar itu itu ajah dari haters sukhoi. Entar darimsna konentar “cerdas” bung sendok dimulai.
      F22 raptor ga mungkin dijyal, janganka ke ausie ke british n nato ajah enggak. Makanya si usa akal akala bikin n jualan proyek yg di mark up f35. Proyek “no return” bagi negara donor, jadi mesin atm LMhahaha.
      Profitnya di LM buatriset senjata lain inventory internal amerika yg dijual mahal lagi ke nato.
      Ga perlu serepot itu bagi ausie utk minta f22 ke amerika, pake artikel yg mbulet mbulet juga .
      Apakah iya dengan artikel itu terus bikin amerika berubah pikiran kasih raptor alangkah murah dan picisannya yak?
      Web itu awalnya yg ulasbetapabobroknya piligan ausie sebelumnya, terutama saat proyek colins class dan pilihan canbera class yg terbukti saat ini ga compatible dengan f35.
      Bagi pengolah logika dan kata si haters sukhoi jadilah komentar di atas.
      Sebenarnya bagi kaum haters sukhoi, lebih penting mana urgensi n kepentingan nasional dibanding nafsu kalian menjelekkan sukhoi di setiap kesempatan?

    • @Sendok terbang : Kebanyakan melamun kamu.. F-22 raptor mau d jual kluar USA.. Mimpi kali yee…!! hebat banget menyadur komentar yg data nya jauh lebih tdk valid alias berhalusinasi & berasal dari sales gripen yg mulai sering mangkal diwarung sebelah, lo kira gak bakal ketahuan..!! Skrg lo pasti malu & sprt biasa.. pake jurus “MENGHILANG”

  26. Hasil kerja keras bung MJ … hebat neh
    dg bahasa gaul tapi sangat informatif
    dual jempol utk ente

  27. INDONESIA beli F-35 = OMPONG
    :maho
    yg jd mslh bkn F-35 tapi F-22 dan J series kayaknya hehe

  28. gurih bung MJ
    ditunggu lanjutanya…..

  29. Dilogo marodonho

  30. walau kita pake pesawat 1atau2 level dibawahnya saya yakin seyakinya kita bisa mengimbangi para tetangga yang usil , ingat kisah bawean dimana f18 asu vs f16 kita . padahal saat itu kita minim pesawat, yang lebih heroik kasus hawk lawan f18 australi di kupang . apalagi sekarang pake pesawat yang imbang bisa dipastikan dan bisa pusing para tetangga yang suka rese dan usil.

  31. bung mj maaf nubie mau nanya radar su-35 bisa mendetect f-35 saat diudara,apakah radar darat kita sudah bisa mendetect kehadiran f-35? kalo belum ada berarti su -35 kita ga akan pengaruh donk karena f-35 g bisa dimonitor diradar.mohon pencerahannya

    • Kalo radar yang klaim bisa menjejak F-35 banyak bung Nes, tapi biasanya masih sebatas bahasa marketing. belum ada bukti bahwa mereka memang bisa menjejak, pada RCS berapa dan jarak berapa. Apalagi menghadapi radar yang statis begitu, tentunya pilot F-35 juga gak akan tinggal diam dilacak. Bisa saja mereka terus mengarahkan hidungnya ke arah radar (untuk mendapatkan rcs paling kecil).

      Mengenai ancaman F-35 kan bisa dipetakan bung. Kalo ancaman dari selatan, jarak jangkau F-35 tidak memungkinkan untuk melanggar wilayah RI kecuali didampingi pesawat tangker untuk isi bbm.Tentunya pesawat tangker ini tidak stealth.
      Sedangkan ancaman dari utara, menurut saya sih pake cara tradisional saja bung he..he….kan lepas landas mereka juga dari awal udah keliatan baik dengan radar biasa maupun radar militer (karena roda masih diluar begitu juga dengan arah/sudut pandang pesawat yang belum dapat sepenuhnya memaksimalkan fitur stealth). Ini hanya asumsi sederhana saja. Intinya F-35 itu sangat digdaya dalam misi tempur multi pesawat (dengan dukungan beberapa pesawat jenis lain)yang berarti itu adalah misi serang besar atau perang besar-besaran. Untuk masa kini, tampaknya hal itu belum akan tiba di depan mata kecuali di LCS.

      • Oh gitu ya bung MJ…..Pasti mereka akan peras PBB dulu biar ngeluarin resolusi buat mereka bikin geng keroyokan baru di LCS. Memang dari dulu nih gerombolan hobinya main keroyokan.

  32. hihihi………bung MJ, mantab nih ulasannya

  33. top markotop bung MJ
    su 35 tiada dua, diwarung sebelah bahas bisingnya mesin f35 sampe2 pilotnya mesti pake headset seharga Rp 70 jtan

    • berarti untuk melacak f-35 singapur kita gak perlu radar khusus bung. bekali aja TNI di batam dan pulau nipah dengan Spy Hearing Parabola, itu tuh alat mirip parabola kecil yang sering dipake detektif-detektif holywood untuk nguping pembicaraan dari jauh he..he….

  34. Waahhh…
    mau koment apa ya..
    klo koment ntar bung pelawak nongol lg
    salah lagi kita
    jadi bingung
    tapi klo ga koment ga asyik jg, soalnya artikel Bung MJ bagus sih..

  35. semoga jika memang jadi dibeli Su 35, ga akan ada yang ngeluh dengan kebutuhan BBMnya

    • Selama ini kok nggak ada yg ngeluh bbm padahal sukhoi kita jalan2 terus? Padahal ada elang botak yg katanya nggak boros kok nggak pernah dipakai buat jalan2 ?

      • Di atas medan sering liat elbot muter-muter, tapi dari manuvernya, kesan yang gampang terlihat adalah mereka tidak digunakan untuk patroli, tapi lebih kepada pelatihan tempur pilot-pilot baru yang nantinya akan menunggangi pespur lain….mungkin cuma perasaan ane aja, coz manuver2nya bener2 gak mirip patroli….

  36. kenapa ya mau jadi pilot ga boleh rabun? Harus jago matematika? Pak, jujur ya, kita itu masih lemah meski punya 100 Su35. Punya 100 Iskander. Punya 100 S500e. Kecuali kita sudah punya 100+5, Pancasila.

  37. Nah ini baru Nikmat bung MJ…..TOP dah…..Lanjutkan…..

  38. untuk mengetahui kekuatan musuh perlajarilah kekuatan dan kelemahannya dan itu berarti kita harus mempunyai alutsista musuh spy bisa diperlajari. rencana jokowi ke amerika harus dpt membeli alutsista strategis mereka spt rudal amraam.

    singapura dan aussie sudah jauh2 hari menyiapkan alutsista modern spt kapal selam, kapal carrier, F35 dan pesawat tanki bahan bakar khususnya singapura kenapa negara sekecil itu mempunyai pesawat tanki bahan bakar apakah negara mereka sgt luas?

  39. Bung @MJ, terimakasih sebelumnya sdh menulis artikel yg membuat para pembaca semakin mendukung untuk membeli su 35 buat TNI AU, saya mau kasih opini sedikit, alangkah baiknya bahasa gaulnya jgndi campur2 bung, kadang ada bahasa batak, arab, jawa, biar lebih enakmembacanya lae,,,,
    Maf lae agak .ancang sedikit, heheh

    • wahh ya maapin ane bung, akibat perintah kumendan jadi sering pindah tugas tiap 2 taon, maka bahasanya acak kadut….ntar deh ane coba belajar lebih giat…siiipppp

      • Bung MJ saya malah suka dengan gaya bahasa dan ciri bung spt ini, yg penting gampang dicerna, nggak berbelit belit dan mudah dimengerti bagi orang awam untuk membacanya, dan yg lebih penting ulasannya tdk bersifat tendesius dalam menilai siatu produk, teruskan bung karyanya… baru kali ini spy berulang ulang dan nggak bosen2 baca ulasan bunh MJ dengan senyum2 sendiri, sukses selalu bung

  40. Bung Diego mohon dibahas ini http://www.kitabhenokh.com/index.php/component/k2/itemlist/tag/tianjin

    Terima kasih.. Salam hangat..

  41. apapun silumanya tetap su35 topx

  42. pokonya tni hrs mengakusisi su 35 dalam jumlah yg banyak untuk menandingi angkatan udara negara tetangga terutama si upil hrs dihancurkan angkatan udaranya..f 15 siupil akan ditepuk seperti nyamuk sama su 35 tni..amin

  43. Dari pada debat kusir masalah pesawat eropa as rusia,, gk ada habisnya semua punya kekurangan dan kelebihan. faktor yang membuat NKRI menjadi lemah iya korupsi. ane gk mau setiap belanja militer NKRI ada indikasi korupsi/mark up sehingga barang tersebut menjadi downgrade. seperti kasus korupsi pembelian kapal selam tetangga yang tidak di lengkapi aip.

    maaf oot om MJ

  44. ini bener-bener pencerahan dari bung MJ, bener-bener menambah wawasan tentang pesawat dan pertempuran bagi yang awam. terima kasih bung.

  45. Di tunggu sambungan artikel nya bung MJ…
    1. bung apakah sdh ada berita baru tentang pengembangan rudal pespur amerika ? Kabarnya ini masih jd proyek rahasia.
    2. Kalau F35 di skenariokan dgn F22 atau lainnya…kira2 SU35 pantas di dampingi pespur manakah ?

  46. kejadian Bawean itu 2 F-16 vs 5 F-18, kalah jumlah kita, kalau 2 on 2 mungkin akan lain ceritanya …

  47. FAKTA : Menggunakan perangkat lunak simulasi nyata , kerugian SU35 setiap kali . http://aerosociety.com/News/Insight-Blog/3272/Does-the-F35-really-suck-in-air-combat#sthash.LFir6BjG.dpuf

    Jika SU35 begitu besar , mengapa Rusia membangun PAKFA , mengapa India tidak membeli SU35 tersebut . Jika SU35 begitu besar , mengapa ia kalah di Brasil , mengapa itu kehilangan di Korea Selatan , mengapa Venezuela tidak membelinya ? Rusia mencoba untuk menjual SU35 ke Malaysia , Aljazair dan Yunani dan tidak ada yang membelinya .

    Bukti adalah bahwa setiap bangsa di dunia tidak berpikir bahwa SU35 memenuhi kebutuhan tempur modern . Bahkan Rusia hanya memproduksi sejumlah kecil dari mereka sampai mereka dapat membangun PAKFA . Apakah Anda berpikir bahwa Anda lebih pintar dari semua pemerintah di dunia?

    • lho jargon seperti itu kan sudah sering saya pergunakan. perihal brasil yang lebih memilih gripen dibanding contender yang lain adalah persyaratan 100% produksi di brasil. hanya gripen yang menawarkan jumlah pembelian terkecil 36 unit dengan 16 dibikin di swedia dan sisanya diproduksi di brasil. juga kesanggupan swedia mengembangkan gripen untuk membiayai pengembang gripen berbasis kapal induk. contender terakhir yang dikalahkan gripen adalah super hornet. sedangkan akuisisi alutsista rusia tetap berjalan lancar seperti heli dan sam shorad dan medium.

      perihal korea selatan, sudah tidak perlu dibahas. karena sekutu penuh nato. rusia tidak mau alutsista tersebut bocor ke us dan digunakan untuk menekan sekutunya (korut).

      Venezuela, membatalkan atau meninjau kembali tetapi akhirnya menambah armada su-30. otomatis ada kans akuisisi su-35 di masa depan. kasus serupa dengan venezuela adalah aljazair. malaysia berada dipersimpangan jalan. kelihatannya pro barat yang lebih menang di percaturan politik dan militer mereka. yunani sudah tidak perlu dipertanyakan kembali karena sedang krisis alias kantong bolong. hahahahaha

      india, india memang memilih pengembangan su-mki series buat workhorse dan berkonsentrasi pada pakfa. mereka merasa cukup dengan kemampuan su-30 mki setelah trial test dengan f-15 dan typhoon.. dimana mereka mendapatkan skor besar dibanding 2 pesawat tersebut.

      kelebihan f-35 adalah pada element serangan “SURPRISE” saja. kita tidak perlu susah cari2 f-35 tinggal dicari saja induk semang pesawat itu. sehingga tinggal kita targetkan CVN, LHD, Tangker Fleet dan AEW&C asset. pastilah di kuntilanak ada disekitarnya. selama tangker rontok dan lhd tenggelam besar kemungkinan pesawat itu melakukan pendaratan darurat karena kehabisan bbm.

    • Jika su35 tidak besar, …… dengan pertanyaan yg sama….
      Kenapa china dengan teknologinya saat inisangat sangat ngotot nawar su35?

  48. mantap ulasannya bung MJ… Ninggal jejak dulu…

  49. Nha aku sangat suka membaca para komen2 yg seperti ini.sangat mendidik dan sangat berpendidikan.jkgr yg dulu telah kembali.selamat pagi dan selamat menyambut hari raya idul adha bagi yg beragama muslim,dan selamat menikmati liburan bagi yg beragama non muslim

  50. Bung MJ sewa rental ketikan aja buat ngetik nih artikel hehehehehehe biar gk pegel jarinya

  51. Salam kenal bung@MJ salam sehat selalu tuk anda dan semuanya, jadi inget cerita fase lock warung sebelah ya bung, kita sudah praktekan langsung dilapangan, hehehe, colek Bung, @bp, bung @banyu, bung @ps bocoran nya, salam sejahtera ya bung

  52. Wah ,ada istilah baru nih…
    “Sukhoi Haters”…,berarti ada juga “Kilo Haters”….
    Boleh di pake nih…..

  53. Tinggal pengambil kebijakan yang harus banyak dapat informasi, sehingga, program dan kebutuhan dapat terealisasi.

  54. mantep pisan artikel teh bung mj

  55. Artikel koplak…, awal nya cm baca judulnya jadi bengong saya…

  56. wkwke….pd pake sikap nepo semua,bisa asa di bohongi asu,f35 pesawat caper ja biar f22 ga di perhatikan dalam pengembanganya,f35 yg di gdang2 siluman di xpor,kog si raptor kaga.f22 leluasa terbang di mnapun kga ada yg tahu, adapun di tempatkan krena mreka yg bilang,cegat tu raptor klo bisa,dan d mna n siapa yg pernah jumpa sama si raptor….dino.

 Leave a Reply