Feb 142017
 

NEW DELHI – Dalam upaya untuk menciptakan ruang di pasar pertahanan India, MBDA telah mendirikan perusahaan patungan dengan perusahaan pertahanan swasta India, L&T untuk mengembangkan dan memasok rudal beserta sistemnya untuk memenuhi persyaratan potensi pertumbuhan Angkatan Bersenjata India.

Setelah sebelumnya Lockheed Martin dan Raython, kini MBDA menjadi produsen rudal utama kedua yang memutuskan untuk mendirikan perusahaan patungan di India guna memenuhi permintaan rudal anti tank dipandu untuk Angkatan Bersenjata India.

Pada bulan September 2016, Lockheed Martin dan Raytheon Company telah menandatangani kesepakatan dengan Tata Power India untuk mengembangkan bersama dan memproduksi sistem rudal anti lapis baja Javelin.

L&T akan memiliki saham 51% dan MBDA sebesar 49% dari perusahaan patungan yang didirikan tersebut, dan sepenuhnya sesuai dengan kebijakan Foreign Direct Investment (FDI) yang ada di India.

L&T MBDA Rudal Systems Ltd diharapkan akan didirikan pada semester pertama tahun 2017 setelah menyelesaikan beberapa persetujuan yang diperlukan.

Pada tahap awal, perusahaan diharapkan akan menerima kontrak untuk mengembangkan dan memasok rudal anti tank generasi kelima (ATGM5), rudal untuk baterai pesisir dan drone sasaran berkecepatan tinggi.

MBDA telah dipercaya oleh mitra DRDO dan Angkatan Laut India, memberikan sistem senjata dan platform lengkap, komando kontrol dan sistem sensor, merancang, mengembangkan serta memproduksi di India selama lebih dari tiga dekade.

“Selama periode ini, kami telah bekerja sama dengan Departemen Pertahanan, dan Angkatan Bersenjata India yang bersama-sama mengembangkan dan memberikan solusi pertahanan mutakhir”, kata AM Naik, Kepala Eksekutif Grup L&T MBDA.

India baru-baru ini telah membeli beberapa ribu rudal anti tank dan komponen penting tank untuk menambah persenjataan darurat bagi militer India. India juga diharapkan akan menerima rudal anti tank jarak menengah Spike dari Israel.

Pada bulan Mei tahun lalu, India telah menyelesaikan negosiasi harga untuk 275 peluncur dan 5.500 rudal Spike. Sementara itu, Rafael Advanced Defense Systems telah setuju mentransfer teknologi (ToT) ke India untuk membangun 1.500 sistem lainnya serta sekitar 30.000 rudal tambahan.

Sputnik News

Peminat manga, anime, gadget, sains & teknologi, sosial-politik dan militer
Link medsos ada dibawah
– Facebook
– Google Plus
– Twitter

  12 Responses to “MBDA dan L&T Kembangkan Sistem Rudal Bersama”

  1. Pertamax boleh nda.?

    • Kenapa tidak mendirikan perusahaan patungan di Indonesia saja, bukankah bahan baku sdh bisa dibuat oleh PT. Dahana.?

      • Rugi bung, mereka invest 80% nah kita cuma 20% udah gitu minta ToT yg banyak πŸ˜› hahaha

        • Sebenarnya bukan masalah 80 dan 20 nya bung @lingkar. Kalo dipikir, sharingnya sdh lebih dr 20 lho bung. Contoh IFX, walaupun secara dejure kita hanya share 20, tapi secara de facto share kita lebih dari itu. Kita beli kaselnya, beli F-50 nya, beli howitzernya dan beli LPDnya jg. Cukup banyak lho bung.

    • Mmmmm….boleh deh, kan ladies first!!, aq kedua ya kawan2…

    • Itu PARAGRAF terakhir 30.000 disebut hanya rudal tambahan yang akan di produksi ,mau diapakan rudal sebanyak itu . Apa untuk dapat TOT harus beli rudal sebanyakj itu ?.

  2. Dgn kemajuan pesat di bidang rudal, sdh seharusnya china dan pakistan berdamai dgn india, jika tdk rasakan akibatnya….india seolah olah menjelma sbg negara dgn julukan “seribu rudal”….jadi jika msh ingin perang dgn india, pikir dolo chin n pakis….!!,!

    • Pakistan dan China sprtinya krjasama dgn produsen alutsista nih… biar India kepanasan dan habiskan uang buat belanja alutsista, lalu menunggu hingga puluhan tahun sampai alutsistanya tua maka di panasi lagi πŸ˜€ hahaha

      karena dari dulu cerita bakal perang… akan perang… mau perang… tp nyatanya πŸ˜€ gak jadi tuh

  3. Busyet… itu yang 5000-an dan 30.000-an beneran rudal ya???

    Pantesan produsen gak sayang beri ToT…
    Klo kita yg beli sayang cuma dikasih TuaboK

  4. Kita ajak kerjasama produsen Rusia aja pengembangan Rudal dan sistemnya, kan Rudal rusia gahar2 gak kalah dr blok barat, buktinya India dgn Brahmosnya. Indonesia serba lelet membuat tindakan, serba wacana minim realisasi.

  5. indihe strong !!!!!!!!

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)