Feb 022017
 

LONDON – Plextek telah menciptakan sistem deteksi untuk segera mengidentifikasi kerusakan armor (perisai) prajurit saat berada di medan perang. Sistem ini bahkan dapat mengidentifikasi fraktur garis rambut, yang sering tidak terdeteksi tapi serius bisa berdapak pada kehandalan armor. (Army Technology, Senin)

Claire Apthorp mengerjakan program untuk mengetahui bagaimana teknologi dapat segera menginformasikan kepada prajurit apakah armor mereka telah mengalami kerusakan tersembunyi, tanpa perlu pengecekan melalui sinar X.

Tentara Inggris yang berperang di garis depan diberikan pelindung tubuh canggih untuk melindungi mereka terhadap ancaman balistik di medan perang. Dua jenis utama dari pelindung tubuh yang digunakan oleh pasukan Inggris yaitu Osprey, kit pelindung serangan tubuh dan Virtus, sistem pelindung baru yang saat ini sedang digulirkan.

Plextek telah menciptakan sistem deteksi yang segera mengidentifikasi kerusakan armor prajurit saat berada di medan perang. (Foto: Plextek)

Melalui Operasi Herrick, banyak pekerjaan yang dilakukan untuk meningkatkan ergonomi, mengurangi berat dan menambah tingkat perlindungan untuk menjaga keamanan personil.

Salah satu teknologi yang memiliki dampak signifikan pada pelindung tubuh adalah peningkatan penggunaan lapisan keramik, terutama karena militer memandang pentingnya tingkat perlindungan sekaligus menjaga beban pada pemakainya serendah mungkin.

Masalah dengan komponen keramik adalah bahwa mereka sangat rapuh, meski mereka sangat efektif dalam menghentikan dampak dari peluru dan pecahan peluru, namun jika mereka terjatuh atau terguncang dan jatuh dari medan perang, keretakan dapat terbentuk pada keramik yang sangat sulit untuk dilihat dengan mata telanjang.

MENERIMA TANTANGAN

Tantangan ini diambil oleh Plextek bawah proyek penelitian yang dijalankan oleh Centre for Defence Enterprise (CDE) Inggris. Pada tahun 2014, CDE memberi tantangan mencari konsep armor masa depan, sebagai cara bagi Lab Sains dan Teknologi Pertahanan serta Departemen Pertahanan (MoD) Inggris untuk mengidentifikasi teknologi baru yang dikembangkan oleh industri.

Proyek ini sepertinya ditujukan pada keseimbangan perbaikan jangka pendek dalam teknologi armor seluruh Operasi Herrick dengan mengambil sikap ke depan dan mempertimbangkan bagaimana teknologi baru dapat dimanfaatkan untuk mempertahankan pasukan agar lebih terlindungi dari medan perang masa depan.

“Keretakan yang dapat terbentuk dalam komponen armor keramik sangat sulit untuk dilihat hanya dengan melalui permukaan lempengan saja, apabila retakan tersebut sehalus rambut”, jelas pimpinan Plextek teknologi. “Sama seperti memiliki celah di kaca depan mobil Anda, masalahnya adalah bahwa dari waktu ke waktu retakan tersebut dapat tumbuh dan berpotensi mengganggu kemampuan armor untuk melakukan tugas utamanya”.

Selama Operasi Herrick pelindung tubuh memiliki jejak logistik yang signifikan untuk mengatasi masalah ini. Pada akhir setiap tur yang berlangsung 6-9 bulan bertugas dengan total seluruh tur terdapat 9.000 lempengan armor dikirim kembali ke Inggris untuk dilakukan pengecekan sinar x satu per satu.

Selain membutuhkan proses yang mahal dan lama hingga tiga bulan, itu juga berarti bahwa Kementerian Pertahanan harus memiliki stok armor lebih banyak sehingga tur yang masuk harus cukup armor untuk digunakan sementara armor batch terakhir sedang diperiksa.

“Kami mengidentifikasi kebutuhan untuk solusi yang memungkinkan tentara dengan cepat dan mudah menentukan integritas pelindung tubuh mereka di lapangan”, kata Catherall. “Jadi kami mengajukan proposal dalam kompetisi CDE untuk mendorong pengujian konsep yang bisa menunjukkan kepada prajurit apakah armor mereka retak sebagai bagian dari pemeriksaan rutin peralatan mereka”, tambahnya.

Solusi tersebut akan memberikan penghematan biaya, karena hanya kepingan armor mereka yang retak saja yang perlukan dikembalikan ke Inggris untuk pengecekan sinar X, selain itu tetapi juga akan memastikan bahwa setiap prajurit mengetahui integritas armor mereka di sepanjang waktu.

PEMANTAUAN INTEGRITAS ARMOR

Hasilnya adalah perangkat monitoring integritas armor dengan sensor kecil yang memantau getaran dalam komponen keramik dari armor yang mendeteksi tanda tangan dari gelombang kejut yang terkait dengan pembentuk retakan.

Dalam rangka untuk menjaga berat serendah mungkin, perangkat ini hanya sedikit lebih besar dari baterai AA.

Seiring waktu, retakan berpotensi dapat merusak kemampuan armor untuk melakukan tugasnya”, kata Plextek ini Aled Catherall. (Foto: Plextek)

Perangkat terpasang di sisi baju besi dan dapat dipasang dengan sistem armor yang sedang digunakan. Prajurit cuma perlu menekan tombol dan perangkat menunjukkan cahaya merah atau cahaya hijau, tergantung pada kerusakan yang telah terdeteksi. Pada saat itu hanya keping armor dengan kerusakan terdeteksi saja yang harus kembali ke Inggris untuk pengecekan sinar X.

Perangkat ini dikembangkan di bawah proyek CDE pada tingkat kesiapan teknologi 3/4, dan periode kedua pendanaan dalam 12 bulan terakhir dari Small Business Research Initiative (SBRI) membawanya ke TRL 5/6 dan menampilkan konsep peraga yang telah dikembangkan.

“Anggaran SBRI memungkinkan kita untuk menunjukkan bahwa kita dapat mengurangi kebutuhan pengecekan sinar X hingga 96%”, kata Catherall.

“Kami melakukan demonstrasi langsung kepada para pemangku kepentingan kunci di Departemen Pertahanan pada bulan Juni, dan mendapat tanggapan yang sangat positif pada penghematan biaya dimana ini bisa memberikan jaminan bahwa seorang prajurit akan mendapatkan perlindungan yang layak mereka dapat”.

Plextek bekerjasama dengan Morgan Advanced Material (pemasok utama armor ke Kementrian Pertahanan Inggris) untuk membawa perangkat ke pasar pada musim panas 2017, dan saat ini bekerja pada produksi prototipe standar yang akan dipasarkan ke Kementerian Pertahanan dan pelanggan internasional.

Lebih lanjut perusahaan menggarisbawahi sedang mencari cara mengatasi masalah integritas pelindung kendaraan lapis baja militer terhadap serangan balistik dan ranjau menggunakan perangkat yang berbasis pada teknologi yang sama. Sebuah perangkat pemantau kondisi yang menyediakan indikasi tembakan musuh dapat digunakan untuk mendeteksi retakan kecil di bagian kendaraan yang tidak mudah terlihat.

JakartaGreater

Artikel Terkait :

  13 Responses to “Memperbaiki dan Melindungi: Deteksi Kerusakan untuk Keselamatan Pasukan”

  1. Ada yg bisa buat ngedeteksi otak rusak apa ga bang ??…..

    • Ada, perbanyak ibadah, sedekah dan toleransi antar sesama mahkluk hidup…yakinlah otak anda akan berfungsi dgn baik…xixixiix

    • Maianan seperti itu sudah lama dimiliki rakyat indonesia namanya JIMAT. tapi yg ini lebih modern. jimat bisa melancarkan serangan sendiri tanpa mendapat perintah pemakai dan tak perlu menggunakan sinar X murah dan mudah merawatnya. heheheeee

    • Ada makanan tradisional melayu yg namanya Otak-otak terbuat dari daging ikan tengiri yg dihaluskan dan dicampur tepung tapioka, diaduk rata kemudian dibungkus daun pisang kemudian di panggang lalu disajikan panas2 dng nasi hangat.

      Untuk mendeteksi apakah otak-otak itu sudah rusak atau kadaluarsa, biasanya terasa asam kecut, dan berjamur pada bagian dalamnya. Jadi tidak diperlukan alat canggih utk mendeteksi bung@Colibri. Yg diperlukan hanya mata yg sehat dan penciuman yg tajam serta lidah yg normal.
      xixixixixix……..

      • inti nya apapun yg digunakan negara bule kita sudah mengunkan alat itu walau tradisional tul ya bung colbiri .. kwakk…… kwak….. kwakk…..

  2. Klu jimatnya ketinggalan gmn bung! Modar2 dah!he3. Yang penting Ilmu kebatinan Nusantara itu baru top. Armor hy sebagai alat bantu, tp bl dalemannya yahud, peluru jg melenceng klu mendekat klupun kena tekbal/ora mempan. Ini byk dipelajari prajut siliwangi yg ditugaskan tempur ini banyak saya dengar dr kawan2 yg anggota TNI Kodam 1 BB ketika meraka operasi DOM di Aceh era M’bah Harto.

    • Ya sudah ga perlu membeli CIWS, shorad atau semacamnya, setiap tentara, kapal dll dipasangi Jimat saja dijamin rudal atau peluru akan melenceng………………..

      • bahkan bila perlu tiap prajurit dikasih ilmu hilang pakai buntet lipan hasil nya pasti maknyozz 😀

        • Jika ada ilmu ilang segala untuk apa punya alutsista? buntet lipan itu bisa ga diproduksi massal di pindad?

          mendingan bikin 1 angkatan lagi: tpi = tentara paranormal indonesia

          • Itu biasanya hanya dipakai untuk perlindungan personil bersangkutan, senjata tetap no.1. Boleh percaya boleh tidak, berapa banyak personil TNI tewas pd penyergapan GAM karena bocornya operasi mereka. Dan umumnya yg selamat yg mempunyai ilmu kebatinan, padahal tentara jg sudah memakai rompi anti peluru. Klu kapal dipasang Jimat saya rasa ngawur aja. Saya tau cerita beginian karena saya lahir dan besar dilingkungan TNI/anak kolong istilahnya.

  3. Handle with care!!!
    teringat produk ituuu ha ha ha

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)