Mengapa LAPAN – PT.DI Bangun Pesawat N219 ?

41
208

n-219-02

Bandung – Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin memandang dua pokok penting dari penampilan perdana dan pemberian nama pesawat N219 yang dikembangkan Lapan dan diproduksi PT Dirgantara Indonesia.

Pertama, pengembangan N219 bertujuan membangun kemandirian industri pesawat terbang.

Kedua, program pengembangan pesawat menjadi bagian dari kebangkitan kembali industri pesawat terbang nasional setelah Indonesia meluncurkan produk N250 pada 1995 yang menjadi awal dari Hari Kebangkitan Nasional.

Thomas menjelaskan N219 bertujuan membangun sumber daya manusia yang kuat, yang menguasai teknologi penerbangan mulai dari rancang bangun, proses sertifikasi, hingga produksi, Kamis (10/12/2015).

Meski tergolong pesawat kecil, kesederhanaan desain dan kompleksitas yang tidak terlalu tinggi dari N219 dapat dijadikan pembelajaran bagi para insinyur Lapan dan PT DI.

“Para insinyur ini mampu menghasilkan pesawat transportasi yang sepenuhnya dirancang dan diproduksi oleh putra-putri Indonesia,” sebutnya.

Pesawat N219 dirancang sesuai dengan kondisi daerah terpencil di Indonesia yang ditujukan untuk konektivitas daerah-daerah terpencil, landasan pendek, dan topografi yang berbukit, misalnya seperti wilayah di Papua.

N219 dapat menjawab permasalahan di wilayah seperti itu. Pesawat ini mampu terbang dengan landasan kurang dari 800 meter dan mampu bermanuver di daerah berbukit.

Bisnis.com

41 KOMENTAR

    • Ia kemudian bekerja untuk IPTN lalu membuat pesawat terbang. Tanggal 10 Agustus 1995 merupakan hari yang bersejarah bagi penerbangan nasional, di hari itu pesawat Gatotkoco N250 dipamerkan. Susah payah membuat pesawat terbang Gatotkoco N250, tapi hasilnya dilecehkan Indonesia. Kelas commuter asli desain buatan anak bangsa. Tapi ada yang mengatakan Indonesia butuh beras, bukan pesawat.

      Nama Habibie semakin buruk ketika pesawat Tetuko CN-235, pesawat buatan Indonesia yang bekerjasama dengan Spanyol hanya ditukar dengan beras ketan itam Thailand. Pesawat buatannya pun dicela, kualitas ketan hitam. Padahal itu bukan pesawat mainan, pesawat dengan tekhnologi terbaru.

      jangan pernah lagi menukar pesawat dengan beras ketan!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    • Numpang nebeng Bung Peter joy,Sekedar komen sambil lalu . Setelah pembuatan N250 yang sepenuhnya di rancang dan di bangun oleh IPTN (sekarang DI) ada kefakuman dalam team perancang pesawat . .Generasi yang dulu merancang N250 sebagian sudah memasuki masa pensiun .Sementara proyek yang mau di garap tidak ada .Hal ini akan berbahaya sekali ,keahlian dalam merancang pesawat DI bisa hilang karena tidak ada alih generasi .
      Hal ini membuat risau kepala LAPAN ,Thomas Djamaluddin ,kemudian beliau ini berfikir harus ada proyek pembuatan pesawat sebagai sarana alih generasi dari yang tua kepada yang muda .
      Maka sangat pantas kita beri penghargaan yang setinggi tingginya pada Lapan.Gagasan dari LAPAN,dana juga sebagian di tambah ahlinya juga di ikutkan dalam team perancang.

      • Bung Komerat,
        Masak sich udah pada pensiun?
        Noh disana lagi pada saingan dan group-groupan para Engineer kelas kakap nya.
        Engineer lama yg loyal dan setia saat PT DI terpuruk, saat ini malah tergeser dengan Engineer2 yg pada Pulang Kampung setelah meninggalkan PT DI waktu terpuruk itu ke Malaysia n Brasil.
        Palagi saat ini masing-masing para Project Manager sedang cari staff dan tarik-tarikan satu sama lain, ….
        Silakan cek

    • saya juga tadinya mau komen panjang lebar, tapi begitu lihat komen-komen yang ada, ketularan komen bung N219, trus karena ketularan, jadi ikut-ikutan males komen sebenernya. makanya hari ini saya bermaksud untuk puasa komen supaya temen-temen yang lain bisa bergantian mengisi komen saya yang biasanya saya beri komen.

      untuk itu maafkeun abdi yang kali ini tidak berniat mengirim komen supaya temen-temen warjager bisa memaklumi kondisi ane yang malas berkomen ria ini dan dapat mengambil hikmahnya daripada komen yang tidak ane kirim ini.

      demikianlah pemberitahuan dari ane, bahwa sekali lagi ane tidak bermaksud menyinggung siapa-siapa karena tidak mengirim komen kali ini.

      komen ini ditutup supaya tidak panjang lebar lagi dan tidak berbalas komen-komen lainnya lagi.

    • Kalau baca di Indo militer memang pesawat ini sudah di gadang gadangkan untuk digunakan sebagai pesawat surveilance ,melanjutkan tugas pesawat Nomat .Bahkan bisa juga di jadikan pesawat COIN bahu membahu dengan TUKANO karena bisa juga dilengkapi dengan senjata dan bom.

  1. Saya juga heran kenapa LAPAN sekarang secara aktif mau ikutan merancang dan membangun pesawat2…baik sipil maupun, latih tempur serta pesawat tempur tule malah generasi 5.0 LFX.

    apakah nantinya indonesia digiring akan membuat pabrik pesawat kedua….macam sukoi dan miG dirusia…?
    atau Boeing, Lockeed, sikorsky…di USA?