Feb 012017
 


WASHINGTON – Menteri Pertahanan AS telah memerintahkan peninjauan langsung dari rekapitalisasi Force One dan program Lockheed Martin F-35, sebagai tindaklanjut ancaman Presiden Donald Trump sebelumnya untuk menurunkan biaya dari kedua platform.

Sebagaimana dilansir dari Flight Global, dalam memo tanggal 26 Januari, Menteri Pertahanan James Mattis memerintahkan wakilnya untuk memeriksa cara mengurangi biaya program F-35 dan pengganti Air Force One. Saham Lockheed turun tajam menyusul pengumuman Mattis tersebut.

Di bawah ulasan rekapitalisasi pesawat kepresidenan, Markas Militer Gedung Putih dan wakil sekretaris akan mengidentifikasi daerah-daerah tertentu di mana biaya dapat dipotong. Hal ini dapat mencakup operasi otonom, pembangkit listrik pesawat, pendingin, kemampuan bertahan dan komunikasi, menurut pernyataan memo itu.

Meskipun Trump telah mengkritik seluruh program F-35, peninjauan hanya akan mempertimbangkan varian F-35C, yang menyumbang pangsa terkecil dalam catatan program Lockheed. Super Hornet perlu ketapel untuk meluncur dari kapal induk dan tidak akan mampu menggantikan varian F-35B STOVL.

“Secara bersamaan, wakil menteri pertahanan akan mengawasi review yang membandingkan kemampuan operasional F-35C dan F/A-18E/F dan menilai sejauh mana perbaikan F/A-18E/F (Super Hornet Advanced) dapat dibuat dalam rangka untuk memberikan persaingan biaya yang efektif sebagai alternatif pesawat tempur”, tulis Matti.

Keputusan untuk mengadu F-35C dengan Super Hornet Advanced menindaklanjuti cuitan Trump pada 21 Desember 2016, yang menyebut biaya program F-35 diluar kendali dan menyarankan agar Boeing menawarkan harga sebuah “Super Hornet” yang sebanding.

Bahkan sebuah Super Hornet canggih tak mampu bersaing dengan F-35 dalam kemapuan siluman, Flight Global sebelumnya mencatat bahwa F/A-18E/F secara alami bisa memberikan pengganti kemampuan semi-siluman untuk varian F-35C. Super Hornet masih bisa tampil baik menghadapi ancaman yang kurang canggih.

Pertarungan Super Hornet dan F-35 sudah memiliki beberapa dampak. Pada bulan November 2016, Kanada mengumumkan bahwa pemerintahnya akan membeli 18 unit Boeing F/A-18 Super Hornet untuk menutupi gap kemampuan udara yang ada saat ini dan kemudian memulai kompetisi terbuka untuk menggantikan armada tua jet tempur CF-18.

Varian F-35C dapat mewakili keuntungan kecil dari produksi Lockheed, tapi setiap keputusan oleh Angkatan Laut AS untuk mengurangi atau membatalkan pembelian akan memicu kenaikan biaya yang signifikan untuk Angkatan Udara AS, Korps Marinir dan mitra internasional yang terlibat dalam program bersama, seperti yang dikatakan oleh analis Pusat Strategi dan Studi Internasional, Andrew Hunter awal pekan ini.

“Meskipun telah ada beberapa perubahan pada mitra internasional, secara keseluruhan itu berlangsung sangat baik selama beberapa tahun terakhir”, kata Hunter. “Tapi jika Angkatan Laut membatalkannya maka akan memiliki dampak yang sangat besar pada biaya per unitnya”.

JakartaGreater

Artikel Terkait :

  8 Responses to “Menteri Pertahanan AS Perintahkan Segera Tinjau Ulang F-35 dan Air Force One”

  1. Program F-35 Maju Kena Mundur Kena.

  2. Wawww 1

  3. masalah terus nih pesawat…

  4. Dibawah presiden Trump, progam pengembangan F35 menjadi maju-mundur. Agaknya Trump bukan tipe orang yg gemar “sesuatu yg bersifat siluman”. Seperti pribadi Trump yg blak-blakan, jika berbicara atau mengambil keputusan tdk suka berbasa-basi, langsung pd pokok persoalan. Trump lbh suka pesawat tempur yg moncer, gampang terlihat oleh radar sekalipun agar kedatangannya membuat keder pihak lawan. Bahkan jika perlu sekudron pespurnya dilengkapi spanduk yg berisi peringatan atau ancaman pd musuh, sekaligus demo sebelum perang benar-benar terjadi.

    Namun tentu perhitungan teknis pertempuran udara tdk bisa diselaraskan dg selera pribadi presiden, walau seorang presiden adalah juga panglima tertinggi angkatan bersenjata negaranya. Jelas, program pengembangan pesawat siluman sdh melalui kajian tehknologi, kebutuhan taktik / strategis militer, khususnya untuk pertahanan udara oleh para insinyur penerbangan, para jendral serta para pejabat yg berkompeten dlm urusan pertahanan USA. Trump tdk boleh begitu, seenak udel memotong anggaran untuk biaya pengembangan F35, kasihan para pihak yg selama ini serius mendedikasikan ilmu serta hidupnya untuk bersusah payah mengembangkan pesawat canggih ini. Selain itu para fans yg ada di JKGR yg ngebet dg kecanggihan pespur siluman F35 mesti kecewa juga jika mereka blm menikmati kiprah nyata dari F35, namun pesawat hebat ini keburu di likuidasi dari rencana. Kita semua ingin melihat bagaimana F35 adu taktik, adu kecepatan, adu tembak dg rekan sejawatnya, yakni fighter tempur dari Rusia, SU35….

    • seperti lebih pada membengkaknya dana pengembangan f-35 , trump khawatir amerika mengulang sejarah.. masuk jalurnya nazi jerman yg menfokuskan diri dalam pengembangan teknologi terbaru yg menghabiskan sumber daya.

      lagipula f-35 adalah pesawat multiperan dgn kemampuan utama membom musuh tanpa terdeteksi radar atau sistem pencari panas rudal panggul darat ke udara.
      jadi tidak bisa di adu dogfight dgn su-35 yg fungsi utamanya pesawat utk supremasi udara

  5. Maju mundur cantik bak Syahrini, berat diongkos bersolek.he3. Teknologinya pasti lebih unggul F22 Raptor makanya amiriki gak mo jual agar teknologinya gak dijiplak. Pesawat menang di Iklan kecap no.1

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)