Mar 142017
 

Latihan Militer Indonesia-Australia, Pitch Black 2012 (RAAF)

Jakarta -Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu melakukan kunjungan kerja ke Australia untuk membahas hubungan dan kerja sama pertahanan Indonesia-Australia. Dalam kunjungan ini Ryamizard Ryacudu akan melakukan pertemuan dengan mitranya Menhan Australia Marise Payne.

“Ini pertemuan rutin,”demikian keterangan resmi yang terima Antara di Jakarta, Selasa, 14/3/2017.

Indonesia dan Australia sepakat meneruskan kerja sama di bidang pelatihan militer, setelah sempat dihentikan beberapa waktu lalu menyusul insiden dugaan pelecehan Pancasila oleh unsur militer negara Kangguru tersebut.

Terlepas pasang surut yang terjadi, hubungan antara Australia dengan Indonesia di berbagai bidang, termasuk keamanan dan pertahanan, relatif baik.

Hubungan Indonesia dan Australia memasuki fase baik ketika masa pemerintahan Presiden Soeharto dan Perdana Menteri Australia Paul Keating menandatangani kesepakatan kerja sama di bidang keamanan (Agreement on Maintaining Security/AMS), pada 18 Desember 1995.

Perjanjian tersebut merupakan kerangka kerja sama bidang keamanan antara Indonesia-Australia, sebagai ajang konsultasi di tingkat menteri. Tetapi AMS tersebut mengalami hambatan saat terjadi krisis Timor Timur pada September 1999.

Hubungan kedua negara memburuk terkait referendum Timor Timur. Indonesia menilai Australia mengeksploitasi masalah Timor Timur dan memojokkan posisi Jakarta.

Situasi semakin parah ketika Australia masuk ke wilayah Timor-Timur sebagai pemimpin pasukan perdamaian PBB saat hasil referendum memutuskan wilayah itu merdeka dari Indonesia. Presiden BJ Habibie kemudian membatalkan AMS dan diberlakukan selama empat tahun.

Hubungan Indonesia-Australia mulai mencair setelah terjadi aksi terorisme di Indonesia. Bom bali I 12 Oktober 2002, pengeboman Kedubes Australia 9 September 2004 dan Bom Bali 2 1 Oktober 2005. Serangant teroris ini mendorong dibentuknya tim bersama antara kepolisian dan badan intelijen Australia untuk menekan pelaku bom Bali.

Indonesia dan Australia kembali mengalami hubungan yang menghangat ketika pada 2013 terungkap skandal penyadapan oleh Australia terhadap telepon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kala itu terungkap bahwa pada 2009, intelijen Australia berusaha meretas dan menyadap ponsel SBY.

Sementara pada 2015, Australia mengancam akan menghentikan kerja sama militer dengan Indonesia termasuk menghentikan bantuan hibah pesawat Hercules, menyusul keputusan Indonesia menghukum mati salah satu warganya karena kasus narkoba. Tetapi ancaman itu tidak pernah terealisasikan. Hubungan kedua negara tetap berjalan dengan baik.

Artikel Terkait :

  12 Responses to “Menteri Pertahanan Ryamizard Kunjungi Australia”

  1. Hibah Pertamax

  2. Nggak kapok kapok jua.

  3. semoga mendapat hibah lagi

  4. no no no. katakan no pak yg bekas…..
    katakan yes.yes.yes. peda yg baru..

  5. Assalamu’alaikum wr. wb.
    Pilotnya tampak percaya diri nerbangin shukoi bersandingan dengan f18 atau f15 atau gen 5 sekalipun.
    coba nerbangin f16 atau produk gen 4 prototipe pasti minder duluan.
    contoh kasus bawean.

  6. Klo dikasih hibah tolak.
    Klo dikasih tot dari bushmaster terima 😀

  7. Negara biang kerok, dibaiki ngelunjak!

  8. bapak besar disadap
    saya Alhamdulillah

  9. “Tetangga masa gitu”

  10. Beh, tetangga resek.

  11. Maaf… Bukannya Marise Payne yang harusnya kesini dulu, minta maaf?
    Maaf kalo ketinggalan berita.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)