Jan 252017
 

Beijing dilaporkan telah mengerahkan beberapa rudal balistik antar benua (ICBM) baru, Dongfeng-41 (DF-41) di tiga lokasi sebagai respon terhadap sistem pertahanan rudal AS di wilayah Asia-Pasifik, menurut pengamat politik Alexander Perendzhiev kepada Sputnik News.

Rudal Balistik Antar Benua (ICBM) Dongfeng-41 (DF-41) China. (Foto: Youtube/Military Technology Zone)

“China telah mengerahkan rudal balistik antarbenua baru dalam menanggapi Washington yang telah menempatkan komponen sistem pertahanan rudal di Jepang dan Korea Selatan. Amerika Serikat mengatakan bahwa sistem pertahanan rudal di wilayah Asia-Pasifik adalah semata-mata ditujukan terhadap Korea Utara, akan tetapi sebenarnya dirancang untuk melawan potensi rudal nuklir Rusia dan China”.

Menurut laporan media China, rudal ICBM DF-41 dikerahkan ke kota Daqinq yang berbatasan dengan Rusia. Selain itu, rudal mutakhir tersebut juga terlihat di kota Xinyang, provinsi Henan, serta disebelah barat laut daerah otonomi Xinjiang Uyghur.

Dugaan sementara penyebaran DF-41 akan diresmikan setelah Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan memulai latihan perang pertahanan rudal angkatan laut.

“Kita telah menyaksikan proses tak biasa yang mengkonfirmasi keberadaan sistem senjata baru secara signifikan di media China. Pendekatanan yang sama juga digunakan untuk memperkenalkan informasi persenjataan penting lainnya, termasuk jet tempur J-20”, jelas analis pertahanan Vasily Kashin.

“Meskipun pengembangan dan praproduksi dari rudal DF-41 berlangsung selama bertahun-tahun, namun informasi tentang ICBM ini dirilis setelah pelantikan Presiden AS Donald Trump, yang dikenal karena retorika agresifnya yang  anti China. Dengan cara tersebut China telah mengirimkan sinyal politik yang penting kepada Amerika Serikat” katanya Kashin menambahkan.

Rudal balistik antar benua DF-41 berbahan bakar padat tiga tahap yang memiliki jangkauan maksimum hingga 15.000 km (lebih dari 9320 mil) dan kecepatan maksimum 25 Mach (19.030 mil/jam). Rudal ini mampu membawa hingga 10 hulu ledak yang dapat menyerang target secara mandiri (MIRV). Waktu persiapan peluncuran rudal ini diperkirakan antara 3 sampai 5 menit.

JakartaGreater

Artikel Terkait :

  8 Responses to “Merespon Pertahanan Rudal AS di Asia, China Kerahkan Dongfeng-41”

  1. test

  2. susah…sempit banget

    masukin komennya

  3. Semakin maju aja tiongkok…

    • Hanya satu hal yg saya takuti dari rudal Dongfeng, yaitu Gagal meluncur dan malah meledak ditempat 😀 alias senjata makan Tuan 😀

  4. Ngeri rudalnya gede bgt…?

  5. Lebih haibat rudal TAMING SARI melon lho

  6. aduh,…guaede bbanget rudal nyah,….
    cintia…mana cintia…

  7. kalu TNI mau beli mending rudal Topol-M rusia

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)