Sep 272016
 

korut-mig-29-fulcrum

WONSAN – Hanya beberapa minggu setelah melaksanakan uji coba nuklir kelima, Korea Utara menghadirkan Festival Dirgantara kepada masyarakat yang belum pernah terjadi sebelumnya pada hari Sabtu, 24 September 2016.

Festival Persahabatan Internasional diadakan selama 2 hari di Bandara Kalma, Wonsan yang baru diperbaharui – sebelumnya bandara ini dipergunakan sebagai lapangan udara militer – tahun lalu untuk meningkatkan pariwisata di sekitar kota pelabuhan, sebelah timur Wonsan.

Acara ini dimulai dengan menampilkan helikopter Hughes MD-500 buatan AS – salah satu dari sejumlah helikopter yang diperoleh pada tahun 1980 menggunakan negara ketiga untuk menghindari pembatasan ekspor dari AS.

Pada acara hari Minggu menampilkan penerbangan beberapa jet tempur remot kontrol F-16 AS dan J-10 China. Pemilihan model F-16 dalam pameran tersebut adalah salah satu hal yang aneh, mengingat kemarahan Korea Utara atas kehadiran pasukan AS di pangkalan angkatan udara Korea Selatan.

Dalam acara itu juga diadakan demonstrasi terjun payung militer, dengan dua penerjun pertama turun membawa bendera besar Korea Utara.

Industri penerbangan Korea Utara menjadi sasaran atas resolusi Dewan Keamanan PBB setelah uji coba nuklir keempat Korea Utara pada tanggal 6 Januari 2016. Resolusi itu mencegah negara-negara anggota PBB untuk menjual atau memasok Korea Utara dengan avtur, bahan bakar penerbangan, nafta (jenis bahan bakar jet) dan kerosin (jenis bahan bakar jet).

Akan tetapi sebuah laporan terbaru dari Nautilus Institute for Security menyimpulkan bahwa pasokan domestik bahan bakar jet mungkin cukup untuk menjaga pesawat tempur Angkatan Udara agar tetap terbang, terutama mengingat sangat rendahnya tingkat latihan tahunan mereka.

Helikopter Hughes MD-500 tampilan dalam acara itu, terlihat juga Mikoyan MiG-29 Fulcrum yang menampilkan akrobatik solo dengan membuat beberapa manuver hingga memekakkan telinga saat terbang rendah di atas kerumunan.

Armada Angkatan Udara Korea Selatan yang sebagian besar terdiri pesawat MiG-17, MiG-19 dan MiG-21 yang semuanya merupakan buatan China. Para ahli mengatakan rendahnya jumlah jam terbang dan latihan pilot mereaka dibandingkan dengan Korea Selatan.

Kerumunan penonton begitu meriah melihat penampilan 2 pesawat MiG-21 tua era Soviet yang dikemudikan oleh 2 orang wanita pertaman pilot jet tempur Korea Utara. Mereka adalah Jo Kyum Hyang dan Rim Sol, yang meraih ketenaran nasional tahun lalu ketika Kim Jong Un menjuluki mereka sebagai “bunga dari langit” setelah menyaksikan salah satu sesi latihan mereka.

Pengamat asing mencatat bahwa beberapa kali Mikoyan MiG29 dan Sukhoi-25 melakukan terbang rendah diantara kerumunan yang mana hal itu telah dilarang di festival udara internasional lainnya.

su-25

korut-heli

korut-penonton

“Anda tidak akan pernah melihat manuver ini di tempat lain. Peraturan melarang untuk melewati atau bermanuver di atas garis kerumunan penonton”, kata Peter Terlouw, seorang fotografer penerbangan Belanda.

“Tapi bagi kami, itu brilian! Anda juga tidak akan melihat pesawat seperti ini dimanapun didunia”, katanya sambil menunjuk ke sebuah pesawat Antonov AN-24 yang berada disana.

“Pesawat sipil modern begitu hambar hari ini, tapi ini cukup ajaib dan benar-benar membawa Anda kembali ke masa lalu”, kata Walker.

Diantara pesawat yang tampil dalam acara itu antara lain helikopter Hughes MD-500, Mikoyan MiG-17, MiG-19, MiG-21, MiG-29, Sukhoi Su-25, Antonov An-24, Ilyushin Il-18 dan Tupelov Tu-134.

 

Vegassus © JakartaGreater.com

Artikel Terkait :

  16 Responses to “MiG-29 dan Su-25 Terlihat Dalam Festival Dirgantara Korea Utara”

  1. duapuluh tahun lagi ;
    KFX Terlihat di Korea Utara

  2. negeri terisolir dari dunia luar.kita lebih bersyukur hidup di indonesia meskipun belum rata kesejahteraan hidup penduduknya dikarenakan korupsi.se x lagi korupsi.berantas budaya korupsi disemua instansi.

    • Ya tapi kita orang banyak yang malas, meskipun terisolir alutsista mulai menua tapi militer nya kuat ks banyak… Coba liat kita paling-paling dikibuli sama brengsek singkek…

  3. Wih! Kbagian pertalite.

  4. Gw itungin ada 10 sukhoi yg melintas di atas kepala gw. Dan mendarat di hanud Halim. Ada apa ya.. ? 09:10 wib

  5. Rakyat yg haus hiburan nampak wajah2 histeris melihat benda2 terbang di angkasa. Gimana kalo lihat manuver extrim sukhoi??? Bisa2 histeris total sampe bunuh dirinya segala. Korut…Korut…negara primitif.

  6. Idiologi korut juche “berdiri di atas kaki sendiri” program era kim jong UN “Byogjin” kebijakan dua arah Korea Utara untuk membangun ekonomi dan nuklir secara berkelanjutan.
    Rusia dan China sebagai sekutu utama mulai menjaga Jarak,membuat korut harus lebih mandiri.
    wajarlah korut berani Tes Bom Hidrogent meski shin Jin ping “pres China” memperingatkan Korut untuk menahan diri,ini pertanda bahwa Korut memang membutuhkan China sebagai Mitra dagang utama tapi sekaligus menunjukkan kedaulatan korut yang tak mau didikte baik oleh musuh maupun sekutú.
    China saja tak dihiraukan apalagi Ancaman AS,korut memang keren.Korut tak sekolot gambaran AS

  7. Idiologi korut juche “berdiri di atas kaki sendiri” program era kim jong UN “Byogjin” kebijakan dua arah Korea Utara untuk membangun ekonomi dan nuklir secara berkelanjutan.
    Tekanan AS secara Unilateral “sepihak” dengan memanpaatkan PBB dan sistem Global yang dikuasai AS justru membuat korut semakin memperkuat militernya agar tidak di irak,Libya,atau di Afganistankan oleh Gengster AS-Nato,China saja tak berhasil menekan Korut apalagi AS.contoh nyata adalah uji coba Bom Hidrogen korut yang mana China sudah ingatkan Kim untuk mematuhi Hukum internasional seminggu setelah itu Korut justru melakukan uji coba yang mengejutkan tetangganya.

  8. sukses utk DPRK atas penylenggaraan event nya

  9. Gak ada yang bawa kamera mirip jaman kita SD modal bendera doang

  10. Satu keunggulan yang sangat mengesankan dari rezim korut era jong un adalah TIDAK ADA satu pun TERORIS yang beroperasi di sana.

  11. buseet, korea utara punya pesawat Antonov AN-24. lumayan lah.

  12. korut sejatinya negara yg merdeka dan sebaliknya korsel sejatinya negara yg terjajah,terjajah oleh budaya budaya asu khususnya…

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)