Mar 152014
 

Subic bay. image Wikipedia

Pada tahun 1991 Filipina menendang keluar Amerika Serikat dari Filipina dan meninggalkan pangkalan AS di negara itu termasuk Subic Bay. Dan 23 tahun kemudian disetujui perjanjian yang akan membawa militer AS kembali berpangkalan di wilayah Filipina.

Reuters melaporkan bahwa Filipina telah setuju untuk mengizinkan Amerika Serikat untuk mendapatkan akses ke pangkalan militer Filipina dibawah kesepakatan keamanan baru yang dinegosiasikan oleh kedua sekutu tersebut. Kesepakatan ini dibuat di tengah meningkatnya ketegangan di Laut Chna Selatan

Kesepakatan itu dibuat selama pembicaraan di Washington pekan lalu, para pejabat Filipina mengatakan pada Jumat . Kedua belah pihak berharap untuk menyelesaikan perjanjian sebelum kunjungan Presiden AS Barack Obama ke Asia bulan depan, termasuk termasuk Filipina.

Pio Lorenzo Batino wakil pertahanan Filipina kesepakatan ini telah mencapai 80 persen.

“Perjanjian yang diusulkan akan memungkinkan pembagian daerah tertentu yang sudah ditentukan AFP (Angkatan Bersenjata Filipina) dengan unsur-unsur dari militer AS.”

“Ini tidak akan menghentikan China dari taktik intimidasi, tetapi pasti China akan lebih berhati-hati dan mengendalikan diri karena kehadiran AS,” Rommel Banlaoi, seorang analis di Philippine Institute of Peace, Violence and Terrorism Research.

“Filipina juga akan mendapat keuntungan lebih dari latihan dan bantuan AS serta akan meningkatkan status Filipina sebagai sekutu non-NATO utama di Pasifik.”

Konsep perjanjian yang disetujui akan memungkinkan pasukan AS menggunakan bersama fasilitas militer Filipina di beberapa pangkalan militer seperti Manila, Clark, Palawan, Cebu, Nueva Ecij, dan La Union namun tidak mencakup penggunaan lapangan udara dan pelabuhanΒ sipil, seperti Subic Bay Freeport, Laoag dan bandara internasional Davao.

Amerika Serikat berencana untuk “menyeimbangkan” kekuatan di wilayah Asia-Pasifik , dan memiliki perjanjian serupa dengan Australia dan Singapura, sebagai bagian dari strategi untuk melawan China. (Reuters) -NYD

  64 Responses to “Militer Amerika Kembali Ke Filipina”

  1. Ujungnya Cold War II atau World War III?

    • Spekulasi gue dulu,
      Asu tidak akan adu pancu frontal dgn china sampe Pinoy diperkuat secara wah oleh militer asu.
      tapi ini membuat kita menjadi lebih rapat terkurung.

      • dan/atau ditarik untuk masuk kubu AS. Indonesia dalam strategi ASB AS sangat menentukan, karena itu pemerintah kita harus hati-hati. Indonesia sama pentingnya bagi China dan US dalam strategi LCS secara luas

    • Wah ngak Seru !!!

      • WW3 pasti seru bung @Melektech πŸ˜€ atau ada alternatif lain dari yang 2 itu?

        • Serulah.!!

          kalo ada tayangan live, multishoot, multi area liputan protagonis-antagonis,
          dgn catatan ada pernjanjian BROADCASTING diharamkan jadi target oleh pihak manapun. ada Narasi dari Pengamat, tidak ada iklan, skor sementara terbuka dari ke-2 belah pihak.

          pasti gue recording tuh liputan nya, kalo masih hidup πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

      • WW3 kemungkinannya jauh sekali mas…..
        CW2 mungkin iya…………….
        namun Indonesia akan kembali ke Jaman Pak To, dimana Indonesia akan adem ayem, Alutsista akan seadanya saja, Karena ada AS yang akan Jadi Polisi di Asia Tenggara, Meski tujuan utamanya untuk menghadang China

        Berbeda dengan sekarang, Indonesia akan mengenjot Alutsista untuk meredam Ancaman di segala penjuru……..

        • Mudah-mudahan begitu :) memberi waktu untuk kita memperkuatkan diri agar kuat netral

        • WW3 dibilang jauh juga engga… senin besok ada putusan kongres AS tuh.. kalo pake otot terus, rusia dah jelas ga akan melunak. faktanya cuma dibutuhkan bbrpa orang gila perang + masalah deadlock.

          AS kemakan omongan sepertinya nih, mau mundur gengsi, juga akan memicu keberanian anti as dimana2, dilanjut pake otot, yaaa..lawan nya RUSIA ..hehe….bukan libya.. maksud hati nge gertak, yg digertak gede juga gertakannya… xixixi

        • btw..thn 2014 ini 100 thn PD-1 ya..69 thn dari 78 thn dari PD-2 dicetuskan.
          selang antara PD-1 dan PD-2 adalah 22 thn.

          78 thn..cukup lama juga ya…kontraksi nya
          πŸ˜€

  2. biosolar

  3. pilihan sulit buat filipina, untuk terlepas dari “bayang” menjadi negara yang ‘berdaulat penuh” secara mandiri…. mudah mudah indonesia tidak mempunyai perjanjian seperti itu…

    apa kabar wily indonesia yang di “sewa ” singaporn???

    cuma pendapat
    maaf cucu lancang

  4. Lbh cenderung ke coldwar kayanya bung
    Karna sementara msh saling menunggu
    Bila crimea terjadi pertempuran antara rusia vs amerika,kemungkinan china jg bergerak memulai yg sdh didengung dengungkan
    Otomatis kekuatan amerika cs terpecah bung
    Hehehehe
    Hanya sekedar analisa biasa bung

  5. kemarin di darwin, sekarang di philipin ,semakin rapat aja, waspadalah…!

  6. beting Ayungin cocok untuk garnisun USMC, sudah ada landasan untuk ch-46 atau osprey :)

  7. IMHO
    serupa dengan Malaysia, militer pinoy tidak bisa mandiri tanpa bantuan “induknya”, dalam hal ini Amerika. Walaupun demikian tentara Filipina sudah sangat battle proven dalam menghadapi gerilyawan & perang kota di daerah selatan.

    Menghadapi China tidak hanya kemampuan anti gerilya yang diperlukan, bahkan pinoy kelihatan tidak berdaya dalam masalah Spratly Island dengan China.

    tapi kedua negara ini militernya terkenal belagu betul, jadi ingat ketika pesawat T50i Golden Eagle kita transit di Filipina ketika dikirim dari Korea menuju ke Indonesia, militer mereka foto di depan pesawat itu, dipajang di facebook dan diklaim pesawat baru mereka…..

    • sebagai aji mumpung juga supaya pihak dephan mereka membeli pespur baru dan akhirnya jadi juga beli FA-50.. :)

    • Iya bung, mereka ini memang sangat manja. Masyarakat mereka sendiri sangat mengelu-elukan militer AS dari pada militer mereka.

      Saat bencana topan saya lihat sendiri gimana militer mereka sangat tidak anggap sama masyarakatnya. Di sepanjang jalan dari bandara Tacloban menuju pusat kota, banyak tulisan di dinding rumah yg menunjukkan kecintaannya ke US Navy, seperti God Bless Navy Soal, We Love You Navy Soal, dll. Saat ikut pengisian mayat2 di rawa2, pengungsi yg lewat di jalan kalau ketemu tentara AS macam2 gayanya. Ada yg nyium, ada yg peluk, ada yg ngasih bunga, ada yg mengucapkan terima kasih padahal disitu ada tentara Pinoy juga. Kasihan tentara Pinoy.

      Selain itu masalah manjanya tentara Pinoy, saya pernah dengar sendiri cerita Mayor Sinclair, juru bicara tentara Amerika yg bertugas di Bandara Tacloban. Kata Mayor Sinclair, tentara Pinoy ini manja2. Katanya di daerah Tacloban ini sudah sering terjadi bencana alam, tapi tetap aja militer pinoy tidak bisa mandiri. Dia juga sangat marah karena lambatnya penanganan militer Filipina saat bencana di Tacloban, karena harus menunggu US Navy.

      Masalah lalu lintas bandara hampir semua dipegang ama tentang AS.

      Tapi saya juga merasakan kebaikan tentara Filipina, saya 4 hari di sana dan banyak bergaul dengan mereka. Saat pemberlakuan jam malam, saya dan beberapa teman ingin ke pusat kota. Kita pun minta diikutkan dalam rombongan patroli polisi. Tapi perwira AFP pun memarahi kami, katanya kalian adalah saudara tua kami. Katanya banyak perwira AFP yang belajar di Indonesia termasuk si kolonel ini, bapak ini pernah sekolah di sespim TNI AU di daerah jawa barat. Dia pun langsung meminta pasukan khususnya, baret hijau mengawal kami.

      • Di bawah Nonoy kinerja Filipina meningkat pesat, walau demikian kondisi Filipina sepertinya lebih parah dalah hal KKN dibanding kita πŸ˜€ . Indonesia sudah melewati 1 setengah dasawarsa sejak Reformasi dan ekonomi serta politik Indonesia baru saja mulai terlihat ‘agak’ dewasa dan stabil. Sementara di Filipina “reformasi’ baru dimulai dengan gaya pemerintahan saat ini alias belum berpengaruh secara luas bagi politik,ekonomi dan militer.

        Vietnam bisa meniru China menjadi komunis tapi kapitalis πŸ˜€ yang terlihat agak menghkawatirkan Malaysia, reformasi belum mendapat angin segar, dan jika akhirnya reformasi mendapat tempat mereka akan melalui 1-2 dasawarsa sebelum kestabilan kembali dperoleh. Artinya ada potensi Malaysia akan tertinggal 2-3 dasawarsa dari Indonesia dan Filipina dalam hal menjadi negara ‘normal’

        • Yup bener bung Nowy, KKN disana masih tinggi. Salah satunya saat bantuan kita di repacking lalu diganti dengan nama dinas sosial mereka. Banyaknya pemberontakan adalah satu penghalang mereka untuk bereformasi.

          Nih Photo pasukan khususnya yang pernah bantu saya disana…
          Selama 4 hari saya ama dia cuman bisa bahasa isyarat, karena si tentara ini tidak bisa bahasa inggris.

        • πŸ˜€ syerem banget pengawalnya. Kalo perang konvensional tentara Filipina memang banyak pengalaman, Filipina Selatan juga banyak sipil bersenjata. Saya pikir itu bung Jalo bawa M16

        • Kalau bawa SS2 baru saya bung.. Hehehehe. iya disana itu toko penjualan senjata ada dimana-mana. Untuk memiliki senjata mudah.

        • Oya Bung Jalo, di Asia Tenggara, yang paling mirip dengan orang Indonesia itu orang Filipina ya? (selain Malaysia dan Brunei tentu saja karena mereka Melayu)

        • Iya bang Ed, Orang Pinoy mirip banget ama kita.
          Mereka selalu ngirain saya orang Filipina, makanya pusing saya kalau di ajak bahasa Tagalog. hehehehehe

        • Hai, bung Nowyoudont..! Saya ingin menyentil sedikit kata ‘reformasi’ yang anda katakan. Secara pribadi saya tidak, atau setidaknya belum melihat adanya sebuah reformasi sebagaimana yang pernah kita alami. Bagi saya, standar reformasi harus dimulai dari sesuatu yang paling fundamental dalam sistem bernegara. Law enforcement, harus menjadi komitment dari seluruh stake holder yang ada dalam suatu bangsa. Saya tidak mengatakan bahwa bangsa kita adalah bangsa yang paling baik dalam hal penegakan hukum, karena kenyataannya, keadilan masih menjadi barang mewah di negeri ini. Tidak perlu skeptis, setiap peradaban akan melalui proses pematangannya.

          Bicara reformasi, saya selalu memulai persepsi dan pemikirannya dari segala yang pernah terjadi di Indonesia mulai dari awal dekade 2000an. Mulai dari sistem kepemimpinan nasional, penegakan hukum dan perundangan, sistem perekonomian nasional, sistem pendidikan nasional, sistem pertahanan nasional, dan sistem-sistem lain yang mengatur seluruh hajat hidup rakyat Indonesia. Kita mulai bisa melihat wujud bangun bangsa dan negara Indonesia yang mulai tertata. Ibarat sebuah rumah, kini rumah itu memiliki kamar-kamar atau ruang yang jelas. Tapi kita juga harus sadar, bahwa meskipun mungkin kamar itu baru dibangun kemarin, tapi pada dasarnya rumah itu sudah sangat tua. Bahan-bahan yang dipakai ada yang dari sisa-sisa penjajahan Jepang, Belanda atau bahkan mungkin dari warisan nenek moyang kita di masa jatuh bangunnya kerajaan di nusantara. Itulah yang menyebabkan rumah Indonesia ini terkesan cantik(terbukti banyak pihak yang ingin meminang), unik(bak lempeng mozaik, setiap potongan atau serpihan, tertata artistik, memadukan padanan warna yang harmonis dan memantulkan cahaya kemilau yang indah), dan antik(hehehe..! Kalau sudah antik, kita bisa menebak, harganya menjadi kian mahal, banyak yang ngincar, dan si empunya menjadi lebih jual mahal sekaligus terancam gejala jantungan).

          Kembali ke reformasi di Philippine. Semenjaknya runtuhnya Philippine di era kepemimpinan Marcos, mereka memang semakin hanyut dalam berbagai bentrokan antara kaum beragama atau etnis tertentu. Figur pemimpin yang berskala nasional belum kembali muncul ke permukaan. Negara seolah hanya menjadi ladang bagi sedikit kalangan elit dari beberapa etnis, agama atau golongan. Cita-cita untuk mengembalikan Philipine sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia sebagaimana pernah mereka kecapi di era sebelum Marcos, baru menjadi cita-cita para pemuda di masa itu yang sekarang sudah mulai renta. Mereka gagal mentranspormasikan semangat dan cita-cita mulia mereka dalam visi hidup generasi muda Philippine sekarang. Jadi jangan heran, jika reformasi itu sendiri masih harus melalui jalan yang terjal. Beruntung Philippine, negara agraris yang terletak di utara Sulawesi ini, dikaruniai kekayaan alam yang melimpah, tanah yang subur, penduduk yang rajin dan laut yang cukup luas. Mereka memiliki modal yang cukup untuk menjadi bangsa yang besar kembali. Masalah yang mereka hadapi hampir sama dengan Indonesia. Kita membutuhkan seorang manager negara yang bisa menjamin kelangsungan mesin-mesin produksi yang ada untuk tetap atau bahkan bisa lebih produktif agar mampu memberikan kesejahteraan dan kepastian akan kelansungan hidup berbangsa dan bernegara. Berbeda dengan kita yang relatif sudah menyatu, Philippine justru masih terdikotomi dalam ruang-ruang kepentingan antar etnis, agama dan golongan. Kemajuan ekonomi yang sedang mereka nikmati saat ini dipandang sebagai sebuah kebetulan, bukan hasil dari sebuah itikad nasioanal. Tumbuhnya ekonomi Philipine bersamaan dengan tumbuhnya perekonomian di beberapa negara berkembang lainnya yang memilik deposit SDA yang melimpah. Hal ini selain didorong oleh tumbuhnya perekonomian China, juga disebabkan oleh adanya krisis di Amerika, yang dengan segera menyelamatkan assetnya dengan menginvestasikannya di negara-negara berkembang dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, seperti Indonesia, India, Vietnam, Philipine, Malaysia, Meksiko, Brazil, south Afika, Nigeria, dll.

          Kembalinya Amerika ke daratan Philipine, sudah tercium sejak terpilihnya Joseph Estrada sebagai orang nomor satu di negeri itu. Namun rencana itu kembali terkubur seiring dengan terpilihnya Macapagal Arroyo yang didukung oleh pihak-pihak nasionalis yang tidak menginginkan campur tangan asing dalam tubuh negara Philippine. Munculnya Ninoy sebagai pemegang tongkat estafet kepemimpinan Philippine, jelas telah membuka lebar-lebar harapan dan ambisi US untuk kembali bertapak di kawasan Asia Pasific. Aroma US sudah tercium sejak proses pemenangan Ninoy. Tidak heran jika Ninoy bermanis-manis dengan US. Sejarah suram masa lalu kehidupan pribadinya, hingga terenggutnya nyawa mendiang sang ayah, tak lepas dari campur tangan US, hingga mampu melengserkan kediktatoran sang pemimpin Fidel Marcos. Balas jasa dan ikatan emosional antara Ninoy dengan US, dipandang sebagai modus kembalinya US ke tanah Philippine. Jadi tidak ada jaminan US akan kembali bercokol dalam waktu yang lebih lama, jika kelak di kemudian hari, tampuk pimpinan berpindah pada individu yang menginginkan Philippine terbebas dari jeratan pihak asing, bahkan sekalipun konflik LCS semakin berkecamuk. Takdir Ninoy sebagai putra sang reformis, telah meredam ambisi beberapa pihak yang anti asing. Tapi membiarkannya terlalu lama, akan menjadi buah simalakama. Nepotisme dan US Power dikhawatirkan akan menyeret kembali Philipine dalam lembah konflik yang lebih mematikan dan berkepanjangan.

        • Susah dipercaya Filipina pernah menjadi macan asia. Mungkin China memilih waktunya sekarang sebelum Filipina kembali bbangkit dan kuat, dan mungkin juga US jual mahal sehingga daya tawar pemerintah Filipina terhadap US melemah, kondisi mereka memang terjepit. Menjadi pelajaran bagi Indonesia aga tidak masuk dalam kondisi yang sama.

          Mengenai Malaysia, IMHO- memang menunggu bomb waktu meledak. Ukraina sudah hampir 2 dekade masuk ke babak baru namun menyimpan masalah yang sekarang ini muncul kembali ke permukaan. Demikian juga dengan reformasi negara kita yang baru akan menuju kestabilan setelah nyaris 2 dekade. Malaysia belum memulai. Di masa depan akan ada masa 1-2 dekade dimana mereka mungkin akan jalan di tempat dan bergejolak akibat pergeseran/pergantian/persaingan unsur-unsur dalam negeri (dan dipengaruhi kekuatan luar). Kita sudah di next level dalam kedewasaan bernegara, mudah2an saja demikian :)

        • Indonesia sudah bbrp kali melewati masa “bergolak”. Panjang dituangkan “gejolak” yg dihadapi dan dilewati negeri ini. Bangsa kita juga tlh melewati dekade panjang “terbuai mimpi”. Terbuai mimpi nan panjang akan kedigdayaan yg sesungguhnya mlompong. “KESENGSARAAN” itu terlewati, SUDAH. Saatnya negeri ini terus menata tuk bangkit, mensejajarkan diri dgn negara2 MAJU (bkn lg berkembang). Mudah2an tampuk kepemimpinan Indonesia selanjutnya berada di tangan PEMIMPIN yg VISIONER. Semoga…!!!

  8. Kalau amerika yg merebut LCS dari cina. Pembagian wilayahnya gmana terhadap negara negara yang sengketa?
    Maaf mash awam.

  9. kalo benar terjadi perang antara china vs usa,russia vs nato…kemungkinan besar hilangnya umat manusia,londo chino tinggal sa jodo,jowo tinggal separo…

  10. sy brhrap kogabwilhan trbntuk tahun ini, dan segera bangun pangkalan di tarakan atau manado, agar pihak asing tdk mnyusup dr utara lewat kepulauan talaud lalu melakukan provokasi yg berujung referendum…!!! maaf cuma uneg-uneg :)

  11. Apa boleh buat tahi kambing bulat-bulat di telan pinoy..mau tak mau Si Sam harus dipinang kembali untuk menghadapi Kungfu Panda yg menjadi gendeng di LCS..Dan Si Sam tak mau bingung karena Dalang Putin di “Crimea “Ukraina menggoyahkan kebijakan luar negeri Si Sam yang lebih memilih membicarakan China atau berbasa-basi dalam perundingan damai Israel-Palestina.

  12. zero enemy strong!!!!!!

  13. Kalo emang benar wilayah natuna diklaim China seperti yg tertulis di paspor mereka maka gak ada pilihan lain buruan merapat ke group barat sebagaimana anggota ASEAN lainnnya lha wong beli lontong sekilo aja gak jadi2

    • 9 dash line itu sudah lama bung @ayoeng, tidak jelas apa mencakup wilayah laut Natuna. tapi jika digambar titik imaginer dari 9 dash line China itu, memang wilayah Laut Natuna kena caplok China. Belum jelas apakah laut kedaulatan atau hanya ZEE. ZEE sendiri bukan wilayah kedaulatan, sementara kepulauan Natuna tidak diklaim siapapun, hanya perairan di utara Natuna yg terancam

  14. Dimna ada pangkalan usa psti bnyk msalah

  15. Apapun skenarionya , Indonesia mesti menyiapkan langkah-langkah untuk setiap kemungkinan yang ada . Salah satu hal yang tidak bisa tidak adalah percepatan kekuatan TNI semaksimal mungkin .

  16. sik asik sik asik….. tante gue dapet tempat tongkrongan baru nehh
    lumayan uangnya buat cuci steam mobil

  17. * Strategi Iran vs Asu *

    http://liputanislam.com/analisis/melawan-dominasi-amerika-dengan-strategi-iran/

    Pertanyaannya, mungkinkah dominasi Amerika dilawan? Adakah yang memulai? Dan bagaimana strategi melawan dominasi kuat Amerika ini?

    Ibnu Khaldun dalam mukaddimahnya menyebut bahwa tak ada peradaban yang tak memiiki umur. Semua peradaban ada umurnya layaknya manusia. Manusia ada saatnya ia kecil, kemudian besar, lalu tumbuh dewasa menjadi kuat dan akhirnya nanti akan menua lalu pikun dan akhirnya pasti akan mati. Jika rata rata usia manusia ada yang 60 hingga 80 tahun, maka Ibnu Khaldun menyebut bahwa usia sebuah peradaban biasanya tak akan bertahan lebih dari tiga kali umur manusia. Itu artinya bahwa sebuah peradaban hanya memiliki usia sekitar 300 tahunan. Pendapat Ibnu Khaldun ada benarnya, sebab dalam sejarah dunia internasional pernah dikenal banyak peradaban namun kemudian mereka kini tinggal dalam kenangan. Ada peradaban Romawi, Persia, dan juga peradaban Bizantium yang disaat jayanya mereka begitu kuat, kokoh dan seolah tak tertandingi. Namun kemana mereka kini? Hanya ada dalam buku-buku sejarah yang terkadang pembacanya menggeleng-gelengkan kepala karena keunikan peradaban mereka. Amerika saat ini kuat dan besar namun bukan berarti ia akan kekal dan kuat selamanya. Suatu ketika nanti, ia pasti akan mengalami usia tua, sebab begitulah sejarah mengajarkan manusia tak ada yang abadi di dunia ini semua ada umur dan usianya, sekuat apapun manusia mempertahankannya pasti akan mengalami akhir.

    Dalam politik internasional banyak negara yang berusaha melawan politik dominasi Amerika ini namun beberapa perlawanan tersebut ada yang berakhir tragis karena tak memiliki tiga faktor dominasi seperti yang ditulis Holsti. Mesir ketika dipimpin Mursi begitu kuat ingin memunculkan poros baru yaitu poros Timur Tengah baru antara Mesir, Turki dan Iran. Kini pemerintahan Mursi harus berakhir tragis akibat kudeta militer. Organisasi yang menaungi Mursi, Ikhwanul Muslimin, dibredel, dijadikan organisasi teroris dan semua assetnya dibekukan. Venezuela atau Kuba, hanya bisa berteriak anti-Amerika namun tak mampu lebih dari kecaman, karena dominasi ekonomi Amerika tak jua terbendung. Di Saudi Arabia dan beberapa negara Teluk, masyarakat sipilnya memang begitu kuat menolak dominasi Amerika. Namun sayang, pemerintahan mereka tak berkutik untuk membendung dominasi Amerika. Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Kuwait adalah contoh negara-negara yang pemerintahannya tak kuat menolak dominasi Amerika walau masyarakat sipilnya tak sepakat dengan pemerintahnya.

    Apa yang dilakukan Iran mungkin bisa menjadi strategi alternatif untuk melawan dominasi Amerika, yaitu dengan membuat ancaman lalu menggandeng poros anti-dominasi Amerika, selanjutnya melakukan bergaining dengan kekuatan, kemampuan, serta pengaruh yang ada. Iran memang tidak sekuat Uni Eropa, namun strategi melawan dominasi Amerika patut diacungi jempol. Perundingan Jenewa 2013 merupakan kemenangan politik luar negeri Iran terhadap dominasi Amerika. Iran sadar dengan keterbatasan kemampuan dan senjata, namun tak ingin menjadi boneka Amerika; maka Iran menggunakan nuklir sebagai senjata ancaman pertama.

    Awalnya banyak pihak meragukan alasan Iran yang menyebut bahwa teknologi nuklir yang dibangunnya adalah untuk menghemat penggunaan minyak yang sudah menipis. Karena, di negara itu minyak sangat melimpah. Banyak menduga bahwa ada alasan politik yang disimpan Iran sebagai langkah awal melawan dominasi Amerika. Iran pun terus berusaha menjelaskan bahwa proyek nuklirnya adalah demi pembangkit listrik dan menunjukkan itikad baik bekerja sama dengan IAEA. Langkah cerdas ini ternyata berhasil. Dunia internasional simpati terhadap Iran.

    Langkah selanjutnya adalah menggandeng kekuatan dunia lain selain Amerika, agar Amerika semakin terkucil. Iran pun menggandeng Rusia, Perancis, dan China sebagai kekuatan pesaing Amerika di dunia internasional. Jika Amerika menyerang Iran, minimal tiga kekuatan ini akan mendukungnya. Belum lagi dunia internasional yang akan menyalahkan Amerika karena serangan terhadap Iran sangat mungkin memicu Perang Dunia Ketiga. Jika itu terjadi, Amerika-lah yang akan dipersalahkan dunia internasional. Langkah ini juga terbukti berhasil. Bila biasanya dalam dunia diplomasi internasional Amerika selalu menang, kini Iran mampu membuatnya takluk dan mau berunding secara damai yang diprakarsai oleh Oman. Perundingan damai negara-negara besar 5+1 ini dengan Iran ini berlangsung di Jenewa.

    Perundingan Jenewa adalah kemenangan politik internasional Iran yang membuat kocar-kacir barisan negara-negara Teluk, sehingga Saudi memprotes tindakan Amerika yang sangat lunak terhadap Iran. Akibatnya, hubungan baik Amerika dan Saudi sedikit bermasalah.

    Iran telah melakukan sebuah perlawanan politik luar negeri yang terencana. Ahmadinejad memulai dua periode, dengan cara frontal dan karenanya terkadang dianggap antagonis. Kini, Hasan Rouhani memulai babak baru perlawanan Iran terhadap Amerika dengan halus, yang berbeda dengan cara-cara antagonis yang terkadang tak banyak membuahkan hasil.
    ————–
    Bagaimana dgn kita..??? Konsep JANDA dan PERJANDAAN lah yg diangkat. πŸ˜€

    note : tetap Harus terencana.

  18. Hehehehhe. Maksudnya janda dan perjandan tu indonesia ibarat bujang gayang yg di rebutin dua janda kaya dan bahenol ya he

  19. Anggaran Pentagon yg di ciutkan apa masih mampu biayain pangkalan AS di pnjuru dunia???

    Indonesia jg hrs waspada, Dikepung oleh AS dr selatan dan Timur. Pangkalan di Biak kysknya hrs diperkust deh biar gak di acak2 china & AS kalau pecah perang LCS

  20. Kembali ke indonesia.
    Indonesia harus lebih waspada setelah kedatangan the big father fpda,
    Setelah malon merebut sipadan ligitan
    kembali singosu,membuat.ulah,
    Disusul ausil,dan PnG,
    Pangkalan di cocos sebagai bukto khadirann usa ,apalagi sekarang mau berumah tangga dg pinoy,

    Bukan tidak mungkin ingin mengintervensi skaligus mengecek beberapa tambang di mamuju,dan mengamankan natuna tambang masa depan mereka,,,

    Kogabwilhan yg mejjadi alternativ dan pendanaan alutsista semakin dan wajib di perkuat usa tau 2017 &2021 masa aktif freport dan newmont akan menjadi babak baru ,segala kemungkinan mereka siapkan untuk melanjutkan contrack freport n newmont, supaya bisa melenggang kangkung di indonesia.,,

    Kehadiran usa di filipina hanya untuk mengompori, supaya Lcs lebih memanas.dan persenjataan mereka pun bisa lebih laku terjual,

    ,

    • yups..kadang suka ngebayangin gimana jika Asu + Oz + Malaysia + Sing, dari berbagai arah menghantam nkri, serentak, dan alasan untuk hantaman keras ini memang kuat.

      Bagaimana dan berapa lama kita mampu menghadapinya..??

      • IMO – Tanpa China, Indonesia yang dibidik sebagai sasaran utama oleh blok barat. Dan tanpa US, Indonesia juga berpotensi dibidik oleh China. Saat ini mungkin Indonesia masih nanggung dan canggung, tapi potensi kita yang besar menjanjikan ‘ancaman’ di masa depan bagi siapapun yang mengejar hegemoni kawasan.

      • Pukulan dari singosu ,os,malay,dan usa.akan merobohkan dari segala penjuru,morat marit segalanya yg udh tersusun,nah terkecuali 3 kogabwilhan udh menempati posisi masing2, baru bisa sedikit meredam,dan mereka akan memukul dari kejauhan saja,

        Benul kata bung nowyou, indonesia cikal bakal jadi santapan bagi uncle aasam dan uncle mao,cina bisa saja melahap natuna, ,usa bisa saja melahap dh nada HAM, ITulah rencana besar mereka, duduk manis ditenhah mengembalikan otot skaligus mempersiapkan diri dg sgla kemungkinan yh akan tjd.

        Netral dan netral dan zero enemy di hafus ,dan milion friends segera di tipe X dari buku putih,,

      • Kalau saat ini serentak Indonesia diserang, kita lebih baik menjalani taktik perang gerilya seperti vietnam, siang hari berbaur dengan rakyat biasa, malam menjelma menjadi pasukan gerilya menyerang pos-pos penting musuh. Kecuali kita diserang dengan taktik “perang total” dengan bom cluster, atau pengeboman kota yang dapat memunculkan efek bumerang bagi yang menyerang jikalau kondisi korban pengeboman sampai di media negara asal penyerang.

        Saat ini yang berinisiatif menyerang dalam kondisi tidak menguntungkan karena itu strategi saat ini sudah berubah dari perang terbuka menjadi pembentukan gerakan-gerakan anti pemerintah (“freedom fighter”) yang didanai, dipersenjatai dan dibuatkan skenario cerita sebagai pihak yang akan menggulingkan pemerintahan yang jahat dan korup. Selanjutnya diangkat pemerintah boneka.

        Namun resikonya adalah pemerintah boneka baru ini bisa jadi tidak selamanya setia karena tuntutan yang terlalu tinggi dari “tuannya” sehingga muncul gerakan anti “tuan/penguasa” yang memunculkan siklus baru dimana “tuan” akan mendanai, mempersenjatai gerakan baru yang anti “pemerintah baru” ini sehingga terguling. Siklus pun berulang.

  21. Tenang aja akhir dari semuanya INDONESIA lah yg akan menjadi pemimpin dunia..!!! Tungu saja waktunya ..

  22. Amerika pelan dan pasti akan bersarang di Philipina dan tinggal menunggu waktu saja bagi Australia dan Inggris untuk bersarang di Malaysia.

    Semoga Pemimpin Indonesia kelak bisa bermain sangat halus untuk keselamatan negara dan rakyatnya.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)