Dec 142016
 

Gambar : Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) 10514 Indonesia

Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki luas laut yang lebih besar dibanding daratan, menjadikan indonesia negara yang memiliki kekayaan laut yang paling besar di dunia. Untuk melindungi kekayaan laut yang ada, Indonesia harus memiliki sistem pertahanan yang mupuni. Sadar akan hal tersebut perlahan pemerintah indonesia mulai membangun industri pertahanan dibidang kelautan yang dipelopori oleh PT PAL untuk memenuhi kebutuhan TNI AL sebagai user. Untuk mewujudkan mimpinya, pada tahun 2004 pemerintah melakukan kerjasama dengan Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) untuk membangun kapal Korvet dalam negeri dengan mengakusisi 4 korvet sigma 9113. Dengan skema Transfer of Technology (TOT) pembangun kapal ke-3 dan ke-4 dilakukan di PT PAL.

Gambar : Desain Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) pertama PT PAL

Di balik cerita pembelian korvet ini ternyata ada mimpi yang lebih besar yaitu keinginan TNI AL dan PT PAL membuat kapal yang lebih besar. TNI AL pun menyambut program ini dengan serius dan antusias jika program korvet ini akan berjalan dengan lancar. Pada tahun 2006 desain diperluas dengan mengembangkan Kapal perang yang lebih besar berukuran 105 meter dan mempunyai desain stealth sebagai kapal modern yang nantinya berfungsi sebagai Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR), dengan pengembangan dibantu oleh galangan kapal dari Italia, Fincantierri. Sayang kerjasama korvet buatan dalam negeri kandas dengan adanya penolakan dari parlemen belanda, dengan alasan takut akan digunakan untuk operasi militer di Aceh. Sehingga mimpi untuk memiliki teknologi kapal perang korvet pun gagal. Dan kerjasama dengan Fincantierri pun hilang begitu saja tak ada kabar.

Meskipun terjadi kegagalan dalam membangun kapal korvet dalam negeri, pemerintah indonesia tidak menyerah begitu saja. Bukan lagi korvet nasional seperti yang dicita-citakan dahulu, melainkan melompat ke kelas Figate Nasional. Pemerintah membuka kembali tender untuk membangun kapal Frigate Nasional yang akhirnya dimenangkan kembali oleh DSNS setelah dilakukan beberapa negosisasi. Buah hasil dari kerjasama dengan DSNS pun sudah mulai terlihat tahun ini yang akan selesai pembangunannya pada tahun 2017.

Dengan dibukanya kembali tender untuk pembelian kapal Frigate baru menjadi perdebatan yang menarik di beberapa formil. Banyak teman-teman di forum militer yang memperdebatkan untuk pembelian kapal firgate baru dilanjutkan oleh pihak DSNS dan ada yang menginginkan dilakukan dengan jenis Frigate yang baru. Ditambah lagi pihak kemenhan mulai melirik kapal frigate jenis lain. Pertanyaan-pertanyaan pun mulai timbul dan menjadi perdebatan yang menarik.

PENGEMBANGAN SIGMA CLASS

Banyak teman-teman di formil yang bilang Sigma Class PKR 105 tidak bisa diperbesar. Kalau melihat brosur lawas DSNS, sigma class memiliki beberapa varian yang bisa dikembangkan dengan bobot yang lebih besar dari PKR 10514 milik Indonesia.

Gambar: Brosur Sigma Series

Dari gambar diatas bisa dilihat, kalau Sigma Class bisa dikembangkan maksimal menjadi Sigma PKR 13018. Selain itu, DSNS sendiri mempunyai varian lain untuk bobot diatas 105 meter. Belanda dan Belgia juga sedang mengupgrade M-Class Frigate nya dengan desain yang lebih modern yang akan di produksi tahum 2018-2023.

Gambar : M-Class Frigate (Karel Doorman Class ) baru

Dengan banyaknya varian Frigate yang dimiliki DSNS seharusnya mempermudah TNI AL sebagai user dalam menentukan spesifikasi yang diinginkan. Dengan adanya Transfer of Technology ( TOT ) yang didapat dari DSNS, PT PAL sudah mampu membuat Kapal yang jauh lebih besar dan bisa lebih modern jika dibandingkan dengan kapal Frigate tetangga. Ditambah spesifikasi desain awal Sigma Class bisa dibuat lebih besar dari yang dipesan TNI AL.

PT PAL Tidak bisa membuat kapal yang lebih besar dari Frigate tetangga?? Masa sihh ga bisa bikin kapal kaya dibawah ini ?? xixixixixixixi

Gambar: Desain kapal ….??

Gambar: Desain Frigate pesaing tetangga

Yang menarik, dari banyaknya varian Frigate yang dimiliki DSNS, kenapa User malah melirik Frigate lain yang lebih besar diatas 6000 ton. Dan tidak meneruskan desain DSNS yang sudah ada di seri Sigma?? Mari kita tunggu saja dibalik mimpi TNI AL yang kepincut memiliki Frigate diatas 6000 ton. Apakah benar hanya sebatas Frigate Nasional mimpi PT PAL dan TNI AL??? xixixiixixixi

Kira-kira yang paling realistis dengan budget terbatas, kapal mana yang akan dipilih pemerintah untuk mewujudkan mimpi TNI AL?? welleeehh,, welleeehh..

Oleh : Welleeehh..

Artikel Terkait :

  75 Responses to “Mimpi Kapal Perang PT PAL dan TNI AL”

  1. Semuanya berawal dari mimpi, tpi kyknya lebih dari sekedar frigate biasa

    Xixixixixi… niru diartikelnya

  2. Semoga…
    ?

  3. coba perhatikan tiap industri militer nasional yg berkembang baik (level regional.maupun global) itu hanya berada di negara negara yg military budget nya besar . Karena domestic market itu di negara negara tersebut adalah captive market. Foreign users hampir selalu meliat durability level dari sisi domestic user

  4. Indonesia memiliki banyak galangan kapal dan sudah lama menguasai berbagai pembuatan kapal. Tapi untuk jenis kapal perang mungkin baru diawal tahun 2000an….
    Kedepan semoga karya putra bangsa semakin dikenal di tingkat global

  5. PKR sigma diperbesar dan di panjangin, panjang 150an meter, lebar 20m, Persenjataan 1 unit meriam 130mm, 2 unit CIWS 30-35mm, 4 unit machine gun 14,5mm, 70-105 VLS, 2 tabung torpedo, Daya jelajah 17.000km, jangkauan radar 400-600km.
    😀

    • Pengadaaan SIGMA class memang deal nya di 105, bahkan kebutuhan typa class sigma ini adalah sekitar 25 unit.
      Deal dengan Damen untuk Sigma 130 , berbeda konteks dan waktu. Bukan berarti kita punya 105 langsung dengan murah bisa ke 130.

      Ketertarikan dan propek Class Iver, sebenarnya opsi yang baik dan mungkin lebih murah.

      Dalam arti kita kekunci dengan Damen untuk class 105, menjadi ada jalan keluar dengan hadirnya Iver Class

  6. mimpi apa mabok itu?

  7. Belanda akan membuat design M Class Frigate baru pengganti Karel Doorman, kalo begitu DZP Class kan udh lumayan lama design nya, kenapa ga MENHAN coba utk ToT aja design nya siapa tau jadi lebih murah harganya….

  8. Secara logika jenis kapal apapun bisa diperbesar atau diperkecil. Jadi orang yang bilang model pkr sigma tidak bisa dipeerbesar itu berarti orang tersebut tidak mau menggunakan logika.

    Bilang saja pingin model yang lain gitu, tiap hari ngeliatin sigma terus kan bosan.

  9. jika ada niat dan berusaha indonesia yakin pasti bisa mewujudkanya, bahkan sekelas cruiser, sambil seduh kopi ngayalnya biar melek gk ngimpi,, hhhaaa…

  10. Tuh kan Sigma bisa diperpanjang sampai 130 M..cukup untuk buat kapal sekelas Destroyer..yg penting tinggal Radar, Arsenal (senjata) serta Jammer dipilih yg TERBAiK dan GAHAR..desain kapalnya sich dah Mantap..

  11. mungkinkah Republik ini mimpi bikin Kapal Induk Nusantara….denger2 dari alam ghoib sih…

  12. Dephan dan tni al sedang mencari teknologi tambahan untuk menyempurnakan teknologi PKR SIGMA. Kapal dengan sistem modular akan tetap menjadi syarat pembelian karena PT. PAL sudah familiar dengan sistem ini, jadi pilihan tetap jatuh ke kapal buatan negara eropa. Saya tidak tahu apakah kapal2 buatan rusia sudah memakai sistem modular atau tidak, jika sudah mungkin kandidat akan bertambah dengan pilihan kapal2 buatan rusia

  13. Keputusan tergantung user yaitu TNI AL pede apa tidak jika PAL jadi mewujudkannya. Tentunya harus didukung Panglima Tertinggi TNI sebagai pengambil keputusan secara politik.

  14. Kalau sama orang Indonesia masalah modifikasi ahlinya. Buktinya modif mulai dari motor hingga LPD aja bisa. Frigate atau destroyer pasti bisa. Asal pemerintah punya niat dan menaruh kepercayaan kepada ANAK BANGSA ini. Semoga kemadirianbdi segala sektor segera terwujud.

  15. Kalo menurut saya PT.PAL fokus dulu pd penyelesaian sigma 10514 sampai berjumlah 6 unit sesuai rencana. Kemudian mengembangkannya menjadi sigma 11516 dng supervisi dr DSNS dan membuat sebanyak 6 unit. Baru kemudian melangkah pada heavy frigate spt design pd gambar 5 bekerjasama dny DSNS
    Sepertinya ini yg lebih realistis dan sesuai dng budget kita. Lebih murah meneruskan TOT yg kerjasamanya sdh berjalan ketimbang mengakuisisi frigate bari dng TOT yg baru jg.
    Dng kata lain semoga TNI lebih memilih DZP spt harapan saya….hehehe

  16. Menurut saya sih…banyakin dulu kapal kelas sedang…..agar jarak operasional di laut kita tidak terlalu jauh satu sama lain…

  17. sekalian bikin bahan bakar yg menghemat anggaran rencanakan dari sekarang untuk kaprang dan kapsel..minta .aja sama BATAN ..d serpong..

  18. Frigate “KRI Pesaing Tetangga” -nya keren euy, turunan KDX kah ??….

    Spek-nya gimana bung Welleeeehh ??…

    Serius tuh pake VLS 24, isine apa bae kang ??….

    Mohon penyerahannya …. edisi banyak nanya…. xixi..

  19. Indonesia darurat mimpi bikin friget tipe destroyer..

  20. Dari LPD Korea, RI / PT PAL belajar bikin dek pendaratan dan hangar helikopter.

    Dari PKR Sigma, RI / PT PAL belajar pembangunan sistem modul.
    Sistem perakitan CBG di PT PAL tahun depan juga gunakan sistem modul.

    Dari Iver Huitfeld, RI / PT PAL akan belajar sistem plug and play.

    Dari admiral Gorskhov RI hanya akan bisa petentengan ke mana2 dan PT PAL tidak bisa belajar apa2.

    • Wkwkwkwkwkwkwkwk…kalimat.yg terakhir bikin ketawa

    • wkwwkwkwkkw

    • bukannya tujuan kita belajar bikin juga ujungnya biar bisa “petentengan” bung TN?? menurut saya, kebutuhan akuisisi frigate ini bisa dilihat dari 2 perspektif :
      1. Perspektif Ancaman : kita perlu mengakuisi alutsista yang memiliki efek deteren tinggi di kawasan jika memang “level ancaman” memasuki kategori serius. Dalam perspektif ini, pastinya alutsista kelas wahid akan didatangkan, dan keinginan untuk belajar bisa dikesampingkan terlebih dahulu karena menangkal ancaman itu yang lebih diutamakan. Kita sudah pernah mengalami ini saat Operasi Trikora dicanangkan oleh Ir. Soekarno, Presiden pertama kita. Menurut saya Frigate Admiral Gorskhov bisa diakuisisi menurut perspektif ini
      2. Perspektif Kemandirian : sebisa mungkin alutsista yang diakuisisi berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan bangsa ini untuk membuat apa yang disebut alutsista (apapun), dan itu butuh waktu yang tidak sebentar. Perlu dicatat pula bahwa variabel lain misalnya kondisi geopolitik dan ancaman yang ada masih “under control” untuk mendukung perspektif ini. Yang layak diakuisi dalam perspektif ini ya pabrikan manapun yang mau berbagi teknologi (ToT).

      jadi siapa yang lebih layak diakuisisi?? Baik Admiral Gorskhov dan Iver Huitfeldt layak diakuisi oleh Negera sebesar NKRI, tinggal bagaimana TNI/Kemenhan melihat kondisi yang ada dari dua perspektif di atas
      Ini tulisan murni pemikiran saya, monggo saja kalau mau ditanggapi

      • @Garu Langit. saya setuju dengan perspektif anda, mungkin dalam kondisi Indonesia saat ini lebih tepat jika mengakusisi fregat iver huitfeldt class dengan segala kemudahan dari TOT, sistem modular, plug and play dll, sekian pendapat saya , , salam NKRI

  21. TOT kapal Sigma yang sdh di tangan PT PAL itu adalah modal yang berharga. Tapi kalo beli frigate dari vendor lain mis. Rusia atau Denmark dengan skim TOT juga, saya yakin itu akan melengkapi kemampuannya PT PAL dalam merancang sendiri frigate yang mumpuni dan tentunya sesuai dengan kebutuhan TNI AL.

    Jadi Ingat TOT kapal selam kacang bogor yang sdh di pegang PT PAL meskipun PAL sampai saat ini belum mulai bangun sendiri itu kasel di Surabaya. Tapi kan ada rencana tuk beli kasel Kilo sekaligus TOT-nya? Kalau dapat TOT Kilo maka kemampuan rancang bangun kasel PT PAL nantinya akan lebih komplit karena karakter atau kelebihan Kilo dan Kacang Bogor itu pasti ada perbedaan. Jadi ada pertanyaan, “Mau beli kacang bogornya sampai berapa Kilo?”

    Ada Firman dari Amsal Sulaeman “pemikiran dua atau tiga orang akan lebih baik dibanding cuma dipikirin sendiri”. Semakin banyak yg diajak rembukan akan semakin baik tapi memang jangan kebanyakan juga yang ikut rembukannya.

    Terimakasih.

  22. Saya harap pt pal beli Iver class 6 unit..satu dibikin di Denmark..5unit lagi dibikin di indonesia…

  23. kapal perang itu ya dilihat dari super lengkapnya banyak senjata…percuma design design segala kalau senjata kopong…….kapal perang itu yg mahal ya senjata dan electroniknya…..itu yg gak murah dan gak bisa dibohongi…..dan sory…sigma 105 sebenarnya bukan fregat….itu cuma corvet yg disini aja alay disebut fregat…..contoh tuh…..corvet derzky rusia….senjatanya ganas…seperti destroyer…….kapal perang itu ya harus banyak senjata….itu intinya

    • setuju Bro

    • Siiiipppp…. Betul bung….
      Kita Mampu kok Bikin KCR 40M dan 60M.., walau Kecil” Tapi bila Upgrade dan dipenuhi Senjata Yang Gahar dan menakutkan tentu akan jadi perhitungan tersendiri…
      Masalah nya kita cari Senjata” yg murah meriah (sesuai dgn kantong) dan asal bikin banyak kapal aja tanpa Senjata yg mumpuni seperti Negara maju lain nya…

    • mohon penjelasan/defenisi corvet, frigate, light corvet dan light frigate menurut pandangan bung @bhp yg mengatakan sigma 105 adalah corvet agar dapat dijadikan diskusi yg membangun dan dapat dipertanggung jawabkan sehingga pernyataan tsb bukan hanya sekedar ucapan yg tdk berdasar, monggo…?

      #disini saya merasa gagal paham

    • Iya bung bulat hitam panjang@ definisi anda terkesan ngawur yg menyatakan PKR SIGMA bukan frigate?????
      Anda ga pernah makan buku pengetahuan ya, game usah sok pintar, kecuali anda game punya malu.
      Trims,
      JALESVEVA JAYAMAHE

  24. Menurut saya Kapal sebenarnya hanya alat Bantu angkut…kalo ane sekarang melihat isiannya aja..(design Dari mana terserah yg penting terjangkau,Dan bisa dibuat di dalam negri,utk perkembangan kemampuan salam Negri)kalo bisa PKR 105 berkemampuan setara Nakhoda class,biar MAX(disini saya lihat kemampuan bawa rudal PKR 105 kurang max)….terutama kemampuan anti udaranya, isiannya Dari mana bebas APA lagi produk rudal Dan radarnya…cari yg Murah Dan mematikan..cari negara yg bisa buat sendiri biar dapet TOT untuk reload rudalnya kemampuan Dari Nakhoda class menurut saya sudah sangat mumpuni untuk Indonesia..antara biaya Dan isian..tinggal diperbanyak..ke2 kapal yg berkemampuan bawa rudal jelajah…disini semua juga tahu…siapa yg mungkin mau menjual rudal jelajahnya…mau tidak mau diluar NATO…kita butuh yang setara TOmahawk Dan kalibre menurut saya ini sudah cukup..nah disini kita mau kapal yg kompleks dg 1 produk yg banyak isiannya+rudal jelajah atau kapal ukuran yg sama 105 hanya kosentrasi isiannya beda..contohnya sudah ada…silahkan memilih..kalo ngomong utk meningkatkan kemampuan TNI kita harus import,cari negara pembuat yg tidak resek!!..jadi Dari isiannya kapal tersebut yang penting radar Dan rudal…radar APA dikita bisa buat sendiri yg jangkauan diatas 150 km??..rudal APA dikita juga bisa buat sendiri?yg kemampuanya diatas 150km,…buat gutling gun aja belom bisa???…padahal utk perisai paling akhir…tapi saya yakin Indonesia bisa…jadi sementara INI..banyakin PKR 105 saja yg berkemampuan setara Nakhoda class(isiannya Nakhoda class kalo bisa jangan menganut kebarat semua,kalo perlu isiannya Dari Timur semua juga..misal jumlah kapal 4..2 isiannya drbarat semua,2lagi Dari Timur semua)..kalo mau naek..ya yg bisa angkut rudal jelajah..atau buat PKR 105 yang bisa ngusung rudal jelajah..(INI lebih Murah)…buat beberapa PKR 105 yg kecepatan minim 30knot..

    • Tambahan kalo beli Admiral gorshkov…mungkin kemampuan membuat kapal kita lambat majunya…TAPI KEMAMPUAN PUKUL TNI NAIK 2X LIPAT…xixixixi..bisa tangkis serangan…dan serang dari belakang…beli 4 unit saja…ramainya sampai bisa Amerika dan China(yg Laen gak ane hitung..hehehe)nah disini kalo bisa beli TOT untuk peluncuran rudal jelajah..jadi tetep PKR 105 tp bisa meluncurkan rudal jelajah…

  25. maksimalkan dulu pembuatan sigma 10514,,,
    optimalkan dulu radar dan senjata sigma 10514,,,
    teken kontrak dan beli 3 iver huitfeldt dengan TOT

  26. Paling realistis selesaikan dulu yg sudah jd target awal yaitu bikin 25 ligth frigate sigma.. Paling tidak ya setengah dari yang direncanakan itu sekitar 12-13..

    Setelah itu kita lompat ke design yang 11516 atau 12217…dibuat sisa dr target yg tidak tercapai itu.. Kalo melihat ukuran 12217 kayanya nanggung sih.. Kalo memungkinkan di redesign jadi 12517 atau turun dikit jd 12017 aja

    Pasti bisa PT. PAL.. Wong sudah mau naik kelas levelnya karena akan bangun Kapal Selam coiii

  27. Selamat Vote sdh tembus 1001

    • HOREEEEEEEEEE…….

      VIVA Admiral gorshkov

      RUDALNYA GILAK ABIIIZZ…

      • “Jadi, tidak lama lagi akan ada tambahan senjata baru dari rusia, dan beberapa senjata taktis dalam negeri buatan PT pindad juga akan datang, InsyaAllah akan terwujud di bulan Desember 2017,” tegas Menhan Ryamizard Ryacudu kepada awak media.

        MANTAAAAAAAABZ………….!!!
        Fanboys tumpengaaaan…….!!!

  28. semuanya tinggal niat atau tidak membuat serta ada dananya,apalagi peralatan untuk membuat juga dipenuhi bagi PT PAL agar kemandirian untuk membuat kapal perang korvet, freget atau destroyer,changbogo series bisa dibuat didalam negri, walaupun keterbatasan senjata yg akan diinstall bisa terpenuhi sedikit demi sedikit apalagi sudah bisa membuat roket,digedein lagi menjadi rudal tinggal TOT seekernya,saya yakin anak bangsa bisa buat macam* kapal perang rasa Sari Roti…

  29. orang2 teriak teriak iver…iver…..emang kalau iver full complit murah gitu ya?????harga iver full complit itu sama aja dengan dzp……yg ditawarin murah cuma hull doang….pertanyaannya bisa ngisi senjata dan elektroniknya gak???rata2 fregat komplit sekitar 1 milliar dolar……..mau agak murah???tuh corvet derzky rusia…biar corvet tapi senjatanya full preman laut

    • bisa bawa lontong gak kang

    • Gahar banget nih corvet derzky rusia
      Armament (planned composition):
      1×1 – 100mm universal gun mount type A-190.
      2×6 – 30mm AK-630M-type machine.
      2×8 – SAM type “Redoubt” vertical launchers.
      2×4 – launchers “Uranus” RCC for complex “Kalibr-NK”.
      2×4 – torpedo launchers complex protection “Packet-NK”.

  30. Weleh..weleh…weleh…
    Kita bisa bikin KCR 40M dan KCR 60M…, Dan kita bisa bikin Kapal seperti punya Fillipina (Bikinan PT PAL).
    Masalah nya bukan Berapa Meter Kapal nya Atau Seberapa besar Kapal itu dibikin…, Tapi Seberapa Hebat Dan Seberapa Dasyat nya Persenjataan Dll nya yang ada Di Kapal itu.
    Percuma kita Beli Kapal” dari Luar Negeri kalau Persenjataan nya Murah meriah….

  31. Bodo amat, mau kecil mau besar, masa bodo…walaupun besar tp ga bakalan sebesar kapal frigat gorskov, paling banter panjangnya 125 meter mirip lpd class tni al…jika lpd sdh diblg besar, kecilnya seberapa yah??. Hanya rumput yg brgoyang yg bs jawab….#jawabanrakyatbosan

  32. Mau iver kek,mau sigma 130 m kek,mau admiral gorskov kek,yg penting bentuknya panjang dan gede soalnya niki doyan banget yg panjang dan gede …hihi

  33. Tez

  34. Tezz

  35. Apapun kapalny yg pntg bisa gotong yakhont aj ?

  36. lanjutka pkr sigma……isi dengan yakhont / russian missile

  37. Korvet merupakan jenis kapal perang yang lebih kecil dari fregat dan lebih besar dari kapal patroli pantai, walaupun banyak desain terbaru yang menyamai fregat dalam ukuran dan tugas.

    SIGMA merupakan singkatan dari Ship IntegratedGeometrical Modularity Approach.
    Desain ini berasal dari desain pada tahun 1970-an yang dibuat oleh MARIN Teknikk AS dengan sebutan High Speed Displacement hull form.
    SIGMA pertama Indonesia adalah KRI Diponegoro (365) 24 Maret 2005, di luncurkan16 September 2006 dan di tugaskan 2 Juli 2007 lau ada KRI Hasanuddin (366) 24 Maret 2005, di luncurkan 16 September 2006 dan di tugaskan 24 November 2007

    Definisi kapal perang Korvet Class di Indonesia :

    Korvet Bung Tomo Class :
    KRI Bung Tomo (357)
    KRI John Lie (358)
    KRI Usman-Harun (359)

    Korvet SIGMA Class :
    KRI Diponegoro (365)
    KRI Sultan Hasanuddin (366)
    KRI Sultan Iskandar Muda (367)
    KRI Frans Kaisiepo (368)

    Korvet Fatahillah Class :
    KRI Fatahillah (361)
    KRI Malahayati (362)
    KRI Nala (363)

    Korvet Parchim Class :
    KRI Kapitan Patimura (371)
    KRI Untung Suropati (372)
    KRI Nuku (373)
    KRI Lambung Mangkurat (374)
    KRI Cut Nyak Dien (375)
    KRI Sultan Thaha Syaifuddin (376)
    KRI Sutanto (377)
    KRI Sutedi Senoputra (378)
    KRI Wiratno (379)
    KRI Tjiptadi (381)
    KRI Hasan Basri (382)
    KRI Imam Bonjol (383)
    KRI Pati Unus (384)
    KRI Teuku Umar (385)
    KRI Silas Papare (386)

    Definisi kapal perang Fregat Class Indonesia :

    Fregat Ahmad Yani Class :
    KRI Ahmad Yani (351)
    KRI Slamet Riyadi (352)
    KRI Yos Sudarso (353)
    KRI Oswald Siahaan (354)
    KRI Abdul Halim Perdanakusuma (355)
    KRI Karel Satsuit Tubun (356)

    Fregat Sigma Class : * Fregat Perusak Kawal Rudal 10514
    KRI Raden Eddy Martadinata (331)
    KRI I Gusti Ngurah Rai (332)

    Jika Indonesia / PT PAL ingin membuat kaprang kelas Fregat dengan ukuran lebih dari 105 meter itu sangat di mungkinkan, karena Indonesia / PT PAL sudah mampu menerapkan hasil ToT dari DSNS.
    Mengenai basicnya mungkin dapat di kombinasi dari PKR SIGMA dan LPD (SSV).
    Akan tetapi persoalannya tidak terhenti di situ saja, ada banyak polemik membuat kaprang besar jika tidak ?i dukung oleh instalasi sistem rudal dan torpedo serta radar, sonar, komunikasi dan sebagainya.
    Maaf, dilema ini karena Indonesia belum memiliki ilmu yang cukup untuk istalasi kaprang dengan ukuran besar tersebut, dikarenakan khusus untuk sistem rudal dan perangkat radar, sonar, komunikasi serta ysng lainnya masih mengandalkan impor dari produsen negara luar.
    Hal tersebut dapat kita perhatikan belum totalnya istalasi rudal di PKR SIGMA kita.

    Sangat disayangkan jika kaprang dengan ukuran lebih dari 10514 hanya di instal rudal C-705 atau C-802 yang konon Indonesia / PT PINDAD menerima ToT dari rudal Made in China tersebut.

  38. maaf saya mau nanya, apakah iver huitfeldt dengan kelebihannya yaitu plug and play dan desain modular dapat diinstal rudal yakhont dan calibr yang notabene adalah produk timur (rusia)