Sep 112013
 
S-60 57mm,  Meriam Perisai Angkasa 'Sepuh' Arhanud TNI AD (photo:Arhanud)

S-60 57mm, Meriam Perisai Angkasa ‘Sepuh’ Arhanud TNI AD (photo:Arhanud)

Jika Australia hendak menyerang Indonesia, mungkin RAAF bisa menembus wilayah udara Indonesia untuk membom Jakarta. Namun bombardir itu tidak banyak mempengaruhi kekuatan militer Indonesia. Begitu pula dengan Angkatan Laut Australia dapat menembus perairan Indonesia dan mendarat di garis pantai. Namun setelah tiba di garis pantai, apa yang bisa mereka lakukan ?. Tidak banyak, karena jumlah pasukan Indonesia yang besar menjadi keunggulan Indonesia. Jika skenarionya dibalik Indonesia yang menyerang ke Australia, maka Indonesia belum memiliki kekuatan untuk itu. Konsep realistis Indonesia di renstra 1 dengan keterbatasan ini adalah, membentuk militer yang bersifat self defence. Berperang di wilayah sendiri, untuk mengusir agresor atau mengawasi flash point.

Saat ini belum semua alutsista TNI AD mengalami modernisasi. Dengan kondisi tersebut, dapat kita lihat Angkatan Darat memperkuat pasukan yang bersifat mobile, yang bisa digerakkan ke wilayah manapun dalam waktu cepat. Target ini dimasukkan dalam Rencana Strategis 1 (Renstra 1 :2010-2014) dengan munculnya pembelian MBT Leopard 2, IFV Marder, MLRS Astros II, Meriam Caesar 155 mm, ATGM NLAW, kendaraan taktis, hingga helikopter serang Apache AH-64 E. Semua yang dibeli bersifat mobile, dalam artian dapat digerakkan dengan cepat diangkut melalui kapal permukaan maupun pesawat angkut Hercules.

Untuk meningkatkan mobilitas pasukan mobile, Indonesia menambah pesawat angkut dengan membeli Hercules eks RAAF Australia. Begitu pula dengan persenjataan dan kemampuan prajurit Kostrad, terus ditingkatkan. Jangan heran, alutsista baru TNI AD, biasanya diserahkan kepada Kostrad. Hal ini karena pasukan Kostrad yang bisa digerakkan kemanapun di wilayah tanah air. Mereka tidak punya wilayah. Wilayah yang mereka tempati berada di bawah kendali Panglima Kodam.

Konsep renstra 1 Angkatan Darat, menyerupai target yang dikejar oleh TNI AU. Mereka menyiapkan fighter dan pesawat tempur yang bisa bergerak cepat, bertarung secara sengit di wilayah manapun di Indonesia. Angkatan Udara harus tampil prima, di tengah minimnya kemampuan arhanud dan pertahanan wilayah Indonesia. Untuk itu, Skuadron Sukhoi telah dilengkapi rudal berbagai jenis, dari air-to-air, air-to-ground, hingga rudal penghancur radar.

Pada renstra 1, pesawat tempur sukhoi TNI AU telah genap satu skuadron (16 pesawat ). Mereka juga mendapatkan tambahan satu skuadron (16 pesawat) pesawat super tucano untuk tempur taktis “close air support”, intai serta serangan anti-gerilya. Ada lagi 30 pesawat F-16 block 25/32 retrofit eks AS, serta pesawat latih T-50 i dari Korea Selatan yang bisa digungsikan sebagai air support, serta  UAV Heron komposit untuk pengawasan.

Di renstra 1, kekuatan Angkatan Laut ditujukan untuk bisa menghadapi ancaman aktual di beberapa flash point. Fokus utama untuk renstra 1 adalah ancaman di wilayah Ambalat.

TNI AL telah memperkuat armada kapal selam mereka. Angkatan Laut juga membangun kekuatan strategis untuk kapal permukaan dengan memasang rudal yakhont 300 km di kapal Van Speijk Class. Menggabungkan sistem rudal Rusia dengan Kapal Nato patut dibanggakan. Jika pada uji pertama rudal yakhont overshoot terhadap sasaran, maka pada uji kedua telah mengenai sasaran. Betapa kuatnya daya hancur rudal yakhont, dalam hitungan detik kapal sasaran tembak langsung tenggelam. Ujicoba ketiga nanti seharusnya ditujukan terhadap sasaran bergerak dengan jangkauan 250-300km, untuk mengatahui apakah rudal yakhot frigate van speijk mampu men-tracking terus menerus sasaran yang bergerak. Ujicoba penembakan jarak jauh ini memerlukan helikopter OTHT yang sedang disipakan TNI AL.

Kemampuan TNI AL memasang rudal yakhont di kapal sistem Nato, merupakan modal besar bagi TNI AL dan harus terus mengembangkannya secara maksimal. Bayangkan saja, kapal-kapal tua Indonesia menjadi disegani jika proyek rudal yakhont bisa sukses menghantam sasaran yang bergerak.

Marinir mendapatkan tambahan 17 Tank BMP-3F. Marinir membutuhkan masih  95 tank sejenis BMP, yakni 81 unit tipe BMP-3F, 10 unit tipe BMP-3FK, dan 4 unit tipe BREM-L (photo:Dispenal)

Marinir mendapatkan tambahan 17 Tank BMP-3F. Marinir masih membutuhkan 95 tank sejenis BMP, yakni 81 unit tipe BMP-3F, 10 unit tipe BMP-3FK, dan 4 unit tipe BREM-L (photo:Dispenal)

Untuk modernisasi, TNI AL juga memesan 2 PKR Sigma ke Belanda serta membeli 3 light frigate Nakhoda Ragam Class dari Inggris. Sementara untuk urusan kuantitas, TNI AL membangun kapal-kapal kecil dengan kemampuan serang rudal. Diharapkan pada tahun 2013 ini KCR-60 pertama pesanan TNI AL sudah bisa diluncurkan plus dengan kemampuan serang rudal. Adapun untuk Marinir, pasukan ini mendapatkan tambahan 17 Tank BMP-3F. Marinir membutuhkan 95 tank sejenis BMP, yakni 81 unit tipe BMP-3F, 10 unit tipe BMP-3FK, dan 4 unit tipe BREM-L dan akan penuhi secara bertahap.

Budget Renstra 2010-2014 untuk modernisasi Alutsista TNI, dianggarkan Rp 156 triliun, dengan Base Line Rp. 99 triliun dan On–Top Rp 57 triliun. Alhasil alutsista yang datang pada renstra 1 cukup membanggakan. 50 % dari budget tersebut, untuk pengembanagn dan modernisasi alutsista Angkatan Darat.

Bagaimana dengan Renstra II tahun 2015-2019 ?.
Pemerintah Indonesia membagi tiga tahapan Rencana Strategis (Renstra) dalam pembangunan Minimum Essential Force (MEF) untuk membentuk kekuatan pertahanan yang memadai. Fokus dari MEF ini adalah menitikberatkan pembangunan dan modernisasi alutsista beserta teknologinya, untuk menghadapi ancaman aktual di beberapa flash point. Diantaranya, permasalahan perbatasan wilayah negara, terorisme, separatisme, konflik horisontal/komunal, pengelolaan pulau kecil terluar, serta turut serta dalam bantuan bencana.

Renstra II merupakan titik krusial yang bila dilalui dengan benar, akan membuat postur pertahanan Indonesia mandiri dan semakin berwibawa. Namun tantangan di renstra II ini sangat berat.

Untuk urusan Angkatan laut, saat ini Kementerian Pertahanan sedang menggarap proyek kapal selam Changbogo dengan Korea Selatan. Ditargetkan pada tahun 2015, kapal selam ketiga akan dibangun di PT PAL Surabaya, Jawa Timur. Begitu pula dengan kapal perang Perusak Kawal Rudal Sigma Belanda yang diharapkan bisa dibangun di Indonesia, menjadi program Korvet nasional atau Frigate Nasional.

Untuk Angkatan Udara, Kemenhan juga mempunyai proyek pembuatan fighter IFX/KFX dengan Korea Selatan, yang diharapkan prototype-nya selesai tahun 2015. Sementara Angkatan Darat sedang mengembangkan Tank Medium Pindad bekerjasama dengan Turki. Sementara di bidang peroketan, Indonesia sedang mengembangkan Roket Lapan, Rhan serta C-705.

Kalau proyek itu terealisasi, maka Indonesia bolehlah berbangga hati karena telah move-on. Tapi jika tidak berhasil, berarti kemampuan negeri ini baru sebatas membeli alutsista, dan akan semakin tertinggal dari negara-negara “satu lechting”, seperti; India, Pakistan, Iran, Turki, China, Korea Selatan, bahkan Korea Utara.

Pekerjaan rumah lainnya bagi pertahanan Indonesia adalah mengintegrasikan berbagai alutsista, di tengah kebijakan pengadaan alutsista yang menganut azas, perimbangan sumber dari negara barat dan Rusia. Perimbangan pengadaan alutssita dari dari negara barat dan Rusia ini, sebenarnya bisa dikatakan membuat pusing kepala. Bayangkan saja, anda membeli dua alat berteknologi canggih dari luar negeri yang mana anda tidak bisa membuatnya. Setelah anda beli, kedua alat itu harus anda integrasikan. Tentu ini tantangan yang berat dan perlu dikaji kembali. TNI harus memiliki platform yang jelas bagi sistem pertahanan laut, darat dan udara, untuk bisa diintegrasikan.

Pada renstra 2 akan ada pembentukan dan penempatan pasukan di beberapa wilayah strategis, seperti Divisi III Marinir di Sorong Papua. Sebanyak 15.000 pasukan marinir akan ditempatkan secara bertahap, untuk mendukung keamanan dan pertahanan di komando wilayah laut timur. Angkatan Laut juga membangun Pangkalan Kapal Selam baru di Palu, Sulawesi Tengah.

Sementara Angkatan Darat terus mengembangkan pasukan di bawah Kodam XII Tanjungpura yang berbatasan dengan Malaysia. Antara lain, Denzipur-6/SD di Anjungan menjadi Yonzipur di Mempawah, kemudian validasi Yonarmed 16/105 menjadi Yonarmed 16/Komposit di Ngabang, Kabupaten Landak serta pengembangan Denkav-2 Pontianak menjadi Yonkav. Kodam XII TPR bermarkas di Kabupaten Kubu Raya membawahi provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Latihan gabungan TNI 2013

Latihan gabungan TNI 2013

Pertahanan Udara jarak Menengah
Tensi konflik di Laut China Selatan terus meningkat. Kabar terakhir, Pemerintah Filipina melaporkan China telah menyimpan balok-balok beton di Karang Scarborough. Filipina tidak bisa berbuat banyak. Konflik antara China dengan Filipina di Scarborough serta China dengan Jepang di Pulau Senkaku, diperkirakan akan terus meningkat.

Jika India dan China telah membangun kapal induk, tentu sangat wajar jika Indonesia memiliki destroyer atau the real frigate yang memiliki kemampuan pertahanan dan persenjataan yang baik. Indonesia harus berpikir out of the box dan jangan menyamakan alutsistanya dengan negara-negara kecil. Negara besar harus memiliki pertahanan yang kuat tapi teduh. Sekali -kali Indonesia-lah yang mengambil inisiatif dan angkatan bersenjata lain yang mengikuti. Keberadaan Destroyer akan menjadi lompatan bagi TNI AL sekaligus pelindung bagi armada laut Indonesia. Moto “di Laut Kita Jaya”, akan kembali dengan keberadaan destroyer ini. Operasi destroyer ini akan dijaga oleh kapal selam kilo class/ amur class yang sudah ditawarkan oleh Rusia untuk Indonesia.

Malaysia berencana membeli rudal anti kapal permukaan Brahmos, untuk melengkapi arsenal fighter Sukhoi mereka. Katakanlah jika pecah konflik di Ambalat, elemen mana yang akan melindungi armada laut Indonesia ?. Rudal itu bisa ditembakkan dari jarak jauh dan pesawat penyerang pun langsung menghilang. Serangan ini sulit diantisipasi oleh Fighter Indonesia, karena akan terlambat untuk mengantisipasinya.

Kehadiran distroyer di Angkatan Laut sekaligus penggentar bagi pihak asing yang mencoba-coba merebut wilayah Indonesia. Sudah waktunya pula bagi Australia untuk mengubah cara pikir mereka, bahwa Indonesia adalah negara lemah yang kekuatan militernya di bawah mereka. Dari proyeksi pertahanan Amerika Serikat atas kekuatan China, maka Indonesia yang lebih membutuhkan destroyer dibanding Australia, untuk menstabilkan Laut China Selatan.

Pengadaan destroyer ini dapat disertakan dengan pembelian Helikopter Serang Apache AH-64E. Kalau AS mengijinkan Indonesia menggunakan Apache AH-64E, maka sangat wajar jika Indonesia meminta pembelian Destroyer. Indonesia harus ikut berperan aktif dalam pengamanan Laut China Selatan. Keberadaan Destroyer harus dikaitkan dengan pengamanan Laut China Selatan.

Diagram of the first and second island chains of China

Diagram first and second island chains of China tembus hingga ke Indonesia

Pihak TNI pernah meninjau destroyer milik AS. Chuck hagel juga kabarnya sempat menawarkan kapal perang kepada Indonesia, saat kontrak pengadaan Helikopter Serang Apache AH-64E.

Hal lain yang menjadi sorotan dari pertahanan Indonesia adalah tidak adanya pertahanan anti-udara jarak menengah. Kasus rencana serangan AS ke Suriah, menunjukkan betapa pentingnya sistem pertahanan jarak menengah sepeti S-300. Vladimir Putin saja mengakui sistem pertahanan S-300 menjadi faktor yang strategis bagi posisi pertahanan Suriah. Tidak heran, Iran pun mati-matian ingin mendapatkan sistem pertahanan anti-udara S-300 family.

Di jaman modern sekarang ini, peperangan dilakukan dari jarak jauh. Jika sebuah negara tidak memiliki pertahahan udara yang memadai, maka harus bersiap-siap untuk di-bully oleh lawan.

Kondisi SAM Indonesia saat ini memang memrihatinkan, karena mengandalkan S-60 retrofit, Bofors, Grom dan RBS-70 yang sudah tua. Ada pembelian startreak serta oerlikon skyshield, namun itu pun untuk pertahanan jarak pendek.

Usulan pengadaan pertahanan udara jarak menegah, sebenarnya sempat dilontarkan oleh Arhanud, karena situasi modern, sangat membutuhkan pertahanan menengah. Namun siapakah nantinya memegang sistem pertahanan udara jarak menengah-jauh  ini masih dilematis. Apakah di tangan Arhanud TNI AD atau di tangan TNI AU yang memang memiliki tugas pertahaan wilayah.

Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sempat menyinggung tentang perlunya rudal jarak menengah. Semoga yang dimaksud Wamenhan bukan Astros II yang dipasang amunisi peluru kendali. Sistem anti-udara S-300 family buatan Rusia patut dijadikan kandidat. Konflik di Suriah menunjukkan S-300 merupakan senjata deteren bagi pihak lawan.

Untuk sistem rudal sejak dulu Indonesia telah dekat dengan Uni-Soviet/Rusia. Jika pada tahun 1960-an TNI memiliki rudal antikapal permukaan KS-1 Komet dan rudal anti-udara jarak pendek, kini TNI memiliki Yakhont dan seharusnya rudal anti-udara jarak menengah. Tujuan dari sistem senjata anti-udara jarak menengah-jauh ini, tidak lain untuk objek vital nasional yang bersifat strategis.

Untuk unsur pasukan, Kualitas dan jumlah personel pertahanan: Kostrad, Marinir, Paskhas terus ditingkatkan diselaraskan dengan keberadaan komponen Cadangan Pertahanan.

Tidak kalah penting adalah meningkatan kemampuan industri militer dalam negeri seperti: LAPAN, Pindad, PT PAL, PT DI, BPPT, PT Dahana dan sebagainya. Diharapkan pada renstra 2, tank medium Pindad telah menemukan bentuknya. Begitu pula dengan kapal selam Changbogo yang sudah diproduksi di dalam negeri, Roket Rhan, C-705 anti-kapal serta prototype IFX. Bagaimana menurut Anda ? (JKGR).

  62 Responses to “Minimum Essential Force TNI Tahap 2 (2015-2019)”

  1.  

    Semoga presiden yg akan datang terus melanjutkan program ini untuk jauh lebih hebat. Dan wakil kita DPR RI juga harus satu garis kebijaksanaan memajukan kekuatan pertahanan kita.
    Pemikiran sederhana mef 1 ditujukan untuk ambalat…..
    Program mef 2 sudah harus ditujukan melindungi seluruh wilayah nkri, minimal menyetarakan kualitas maupun kuantitas kekuatan pertahanan dgn tetangga kita seperti singapura, vietnam dan australia.
    Klo menhan dan panglima TNI membuat rencana mengalihkan kekuatan pertahanan dari palembang ke aceh, pasti itu menunjuk konflik di LCS.
    Tapi perlu diingat selain itu juga menunjukkan ambisi china daratan yg pingin menjadi super power baru tapi jgn sampe kita lengah bahwa australia dan amrik mempunyai standart ganda dlm memandang geopolitik di asia pasifik. Dlm kunjungan menhan kita di australia, menhan australia selalu mendesak agar indonesia bersikaf transparan dlm program perkuatan alutsista tni dan kekuatan pertahanan kita.
    Indonesia jelas beberapa tahun ke depan sudah dikepung oleh pangkalan amrik di asia pasifik, mulai dari darwin, di pulau cristmas, pulau cocos, singapura, philipina, pulau andaman, dst
    Setiap ada pangkalan amrik di dunia dlm jumlah yg banyak di suatu wilayah pasti disitu akan terjadi konflik militer di sekitar wilayah tsb. Itu terjadi dimanapun.
    Untuk mef ke 2, pasti akan ditujukan kesitu. Contohnya kasus suriah, amrik tdk akan menyerang lewat pesawat tempurnya krn tau perisai udara suriah sgt kuat. Mulai darat rudal patshir, sampai ke s-300 blm rudal jarak pendek yg jumlahnya ribuan. Amrik tau kelemahan suriah yaitu tdk punya kekuatan laut yg mumpuni. Suriah tdk punya kapal selam kelas samudra, tp mengandalkan rudal yakont versi darat.
    Amrik akan mengandalkan rudal tomahawk jangkaun 1000-1500km untukmenggempur suriah, kemudian membantu persenjataan oposisi suriah untuk perang gerilya dgn tentara suriah.
    Destroyer dan kapal selam amrik tdk perlu mendekat untuk melunjurkan rudal tomahawk, dan apabila rudal itu diluncurkan bersamaan mungkin yg dpt ditangkis oleh perisai udarasuriah sekitar 20%-50%, dan yg menghantam sasaran sekitar minimal 50% dgn tingkat kehancuran yg sgt besar.
    Apa yg ditakuti destroyer dan kapal selam amrik klo lawan itu juga mempunyai kapal selam kelas samudra minimal kilo klas.
    Dari pelajaran diatas maka apabila dgm pengadaan mef 2 yag jelas: (kt pak pur klo anggaran mef keseluruahan dari 1-3 dari rencana baru terserap sekitar 35%-40%). Maka anggaran mef 2 sekitar 60% bisa digunakan : klo saya khusus mef 2 titik berat di au dan al
    1. Pengadaan satelit militer : singapura menganggarkan 1 milyar dollar untuk 1 satelit militer untuk intai/mata mata/komunikasi militer dll buatan israel
    2. Pengadaan fighter kelas berat: minimal 1,7 milyar doblblar untuk berat1 sukuadron lengkap dgn senjata.
    3. Pengadaan kapal selam kelas samudra: minimal 500-700juta dollar/ks, minimal 3 ks, diluar kilo upgrade jadi anggaran 1,5-2milyar dollars
    4. Kita perlu pertahanan udara jarak jauh/menengah dan sedang, s-300 perkiraan sekitar 150juta dollar /baterei yaitu 1peluncur + 24 rudal. Minimal membutuhkan 8 baterei. Itupun biasanya s-300 masih membutuhkan payung udara dgn sistem pertahanan sekelas partsir s1.
    5. Pesawat peringatan dini berbadan besar jelas sgt dibutuhkan minimal 2-4 bh, anggaran sekitar 1 milyar dollars.
    6. Litbang untuk midget, uav, rudal, roket, dll membutuhkan dana minimal 1 milyar dollars
    7. Program roket kendali jarak jauh antara 200-300km minimal 2 tahun harus terwujud
    8. Pergantian 6 fregat ahmad yani kelas yg mampu bw rudal sekelas yakhont.
    9. Untuk kelas destroyer mungkin baru mef 3.
    10. Pasmar 3 dan kostrad divisi yg ke 3 sudah hrs rampung ditambah program 1divisi batalyon mekanis
    Yg paling urgen saat ini adl perekutan calon pilot helikopter, pesawat tempur dan operator2 untuk semua alutsista yg mulai berdatangan agar cakap menoperasikan. Sudah rahasia umum klo kita kekurangan pilot2 tempur untuk heli dan pesawat.

  2.  

    setuju bung diego
    renstra 2
    1.su 35
    2. s300/s350
    3.pantsyir
    4.pswt awacs
    5.lontong kilo minimal 12
    6.destroyer
    7.rhan min 300km

  3.  

    renstra 2 bagus nya klo ane menhan nya= 10 batre s300 di tambah 1 skudron s35bm tambah 5 pansir dan 24 kilo dgn kemampuan rudal jelajah serang udara dan serang kapal perang, trus TNI harus bisa mempersenjatai drone UAV dgn misil dan rudal jarak menengah buat serang kapal induk atau kapal perang atau tank musuh, karena tdk mengunakan pilot jadi kalo pun tertembak jatoh tdk menimbulkan korban manusia atau pilot. itu aja cukup.

  4.  

    tni au dan tni al harus di perkuat krna klu di lhat emang dri kdua nya masih memprihatinkan

    kmi putra bangsa sgt mendukung penguatan militer kita minimal sampai membuat usa mkir klu mau dtg ke mari

    NKRI HARGA MATI

  5.  

    awesome awesome.. Bung diego
    ulasan yang menarik perlu di baca 3x saking really good..

    Cuma ane sedikit canggung nd bingung dg kata”
    “” Kalau proyek itu terealisasi, maka Indonesia bolehlah berbangga hati
    karena telah move-on. Tapi jika tidak berhasil, berarti kemampuan negeri
    ini baru sebatas membeli alutsista, dan akan semakin tertinggal dari
    negara-negara “satu lechting”, seperti; India, Pakistan, Iran, Turki,
    China, Korea Selatan, bahkan Korea Utara. “”

    itu yg membuat ane sedikit was” was”..
    Untuk kelas destroyer setidaknya kita emang dan fardhu ain hukumnya untuk memilikinya apalagi UsA / &-chuck hagel udah kasih lampu hijau,,S-telungatus juga perlu apalgi udah di tawarin sm om ruskie. Mau minta rasa apa, ada 350 . 300 .400 /pantsyr..semua udah di tawarin..bahkan lontong sekilo lada,amur,bnv udah d tawarin makan apa lauk apa.. Brahmos apa yakhont,,
    mungkin banyak di kalangan kita sampai k,jengkel dengan pak Beye nd kang Pur,,bilangnya “”AAPA MEREKA TUTUP MATA YA DENGAN KEKOSONGAN YG ADA DI NKRI DARI LAUT DAN PAYUNG UDARA””
    TAPI Kita perlu cermati.. Siapa sich yg gk bermminat dengan mmakanan yg bergizi tinggi sekelas lontong kilo,lauk brahmoos minumnya S-300 sama cemilan su-35bM,,apalagi uncle sam mmnawari destroyer cuyy nd apache longbow”..
    Cuma masalah kita adalah dana nya saja,, apabila di renstra ke 2 ini dananya bisa efektif..dan dananya ini melebihi target..
    Wa allahu a’lam.

    Indonesia pasti bisa di katakan maxximum ,,bila makanan di atas bisa di beli semua..dengan anggaran yg trbatas. Kita cuma bisa beli yg murah ada toT nya sma sperti yg di katakan “”OM MELEKTECH”” DHULU KALA..murah bisa belajar, meskipun lama,,
    setidaknya di mmEf ke 2 ini kita wajib memiliki
    pantsyr
    s-300
    su-35bm
    kilo/bnv,amur,lada,/bongsor typhon,
    destroyer..

    Karena dg daftar ane diatas,ane yaqin seyakin yakinya.. Kita udah lega..tak perlu kuatir..jangan lupa pula..mata kita perlu di tingkaatkan radar” canggih yg bisa mencapai 3000km spt pnya china..

    Semoga di mef ke2 bisa lebih menggentarkan dari mef ke1,

    nb :
    bila ada kekeliruan mohon di benarkan
    suwun..

  6.  

    Punya S-300 atau sejawatnya sangat penting bagi kita dan akan cukup membingungkan military planner musuh. Cuman yang saya belum tahu, bagaimana sistem SAM S-300, Patriot, dll akan membedakan Su-27/30 dan F-16 lawan dgn punyanya kita. Mungkin ada semacam kata sandi, ketika sebuah F-16 sudah dikunci dan mau ditembak, pilotnya harus bisa menyebutkan kata sandi tertentu ke operator SAM ? Applicable kah dalam pertempuran sesungguhnya? Silakan kalau ada pencerahannya … . Mungkin ini salah satu case yang bikin TNI saat ini belum ada keputusan final?

    Saat ini Australia sibuk memperkuat alutsista untuk menguber kapal selam. Dalam menguber kapal selam Australia menggunakan:
    1. Kapal selam
    2. Kapal permukaan + heli dengan kemampuan Anti Kapal Selam.
    3. Pesawat patroli maritim. P-2 Orion yang berbaling-baling dan bermesin 4 akan segera diganti dengan P-8 Poseidon (jelmaan Boeing 737-800) yg dilengkapi missile anti kapal dan torpedo.
    4. UAS MQ-4 Triton (sedang dievaluasi pemerintah Australia). Triton akan melakukan survei maritim untuk area yang lebih luas (BAMS – Broad Area Maritime Surveillance), dan sanggup terbang 30 jam, jelmaan dari UAV RQ-4 Global Hawk. Setelah keberadaan kapal selam atau kapal permukaan musuh dideteksi, maka Poseidon, KS, atau kapal permukaan lainnya akan segera mempertegas lokasinya dan meluncurkan senjatanya kalau diperlukan.

    Australia kok “tiba-tiba” meningkatkan kemampuan Anti Kapal Selamnya setara AS? Khawatir sekali dengan Kapal Selam jadul 209 dan Changbogo? Atau jangan2 sudah lama mencium aroma genderuwo laut dari arah sebelah utaranya, semacam bau KS Kilo cs?

    •  

      untuk pengenalan pespur ex nato di system rusia, bisakah diberikan semacam transmitter yang terenkripsi berisi password tertentu dengan pengenalan terhadap sang pilot untuk otentifikasi ? data yang sudah diverifikasi selanjutnya melakukan pengecualian di radar sam ex rusia. misalnya sebelum image di radar berwarna merah berubah menjadi berwarna hijau.

    •  

      Transmitter tsb sudah standar pespur; IFF (identification friend or foe) transponder. yang menerima interrogation pulses dari radar S-300 (misal), dan mengirim reply pulses terenkripsi/ telah disepakati, agar dikenali operator rudal sebagai teman.

      •  

        Sudah compatible ya pulsa dari F-16 bisa dimengerti dan diolah S-300? Thanks.

      •  

        Sepertinya tergantung spec juga.
        Misal APX-119 IFF Digital Transponder (Raytheon) dengan combined Mk XII / Mode S / Mode 5 capability transponder enables military aircraft to operate seamlessly throughout international, civil, and military airspace, meeting all IFF and ATC requirements.
        Mungkin pilihannya dikompatibelkan (dengan jasa keahlian utak-atik Infoglobal, rasanya lebih simpel dari integrasi data radar Plessey / Thomson karena yang dikomunikasikan hanya ‘kata’ sandi) atau perangkatnya yang diseragamkan.

      •  

        yang sulit adalah, mereka mau ndak perangkatnya diutak atik ?
        semua perusahaan militer pasti akan “menggugat” apabila perangkat mereka diutak atik tanpa ijin, tinggal keberanian kita aja untuk melanggar perjanjian kontrak dengan segala konsekuensinnya seperti China lakukan.

        dulu kita bisa utak atik karena “kepepet” diembargo, pihak sononya ngak bisa menembargo kita karena sudah diembargo

        yang bisa dilakukan sekarang hanya bersistem ToT, kerjasama,ber-lisensi,membongkar perangkat tua atau yang sedikit berani adalah diserahkan pihak swasta murni (macam InfoGlobal) tanpa campur tangan Pemerintah.

        seperti pemasangan rudal Yakhont di Van Speijk pasti dalam pengawasan Rusia, sedang pihak Barat ngak bisa nggugat karena yang diobrak abrik adalah sistem “Tua”, hal itu lain lagi apabila si Sigma yang diobrak abrik

        •  

          Warranty nya lama juga ya bos sampai nggak boleh di utak atik? Btw, syarat “tanpa conditionalitas” dalam beli alutista sejauh mana bisa diterapkan ya?

          •  

            Bukan Waranty bung WH, namun perjanjian beli perangkat HiTech militerlah yang membatasinya. jauh berbeda dengan kita beli mobil yang dengan mudahnya kita modif.

          •  

            Ok understood …. . Case ini sepertinya similar dengan nasib helikopter serang Gandiwa, Bumblebee PT DI yang mandek sebatas konsep dan tidak ada kelanjutannya. (http://jakartagreater.com/2013/02/negeri-1001-prototype-helikopter-gandiwa/). Dimana kedua heli ini akan menggunakan “chassis” NBO-105 Jerman dan NBell-412 Amerika … (?) (.. hehe kayak mobil saja yah pakai istilah chassis ..) , yg mungkin kena larangan dari negara asalnya agar tidak boleh diubah desainnya ke tujuan lain.

        •  

          Biar sama2 enak utak-atik sebaiknya dengan sepengetahuan/ijin pembuat.

          SU-30MKM jiran isinya gado2, laser warning systems dan missile approach sensors ex Avitronics / South Africa, Thales wide-angle HUD, colour multifunction LCD (5×5” MFD55 / 6×6” MFD66) dan Thales
          podded optronic systems / Perancis.

          SU-MKI India mengusung back-up computer ex lokal, colour multifunction LCD / Perancis dan Litening electro-optical pod / Israel.

          •  

            Kalo Su-30mkm sebelah, itu full modif dari negeri asal bos, yaitu sebelum dikirim, oleh Rusky sudah dimodif dengan bantuan masing-masing pabrikan komplimen. Tapi kalo kita kan maunya pasang sendiri disini…

          •  

            Intinya mereka terbuka terhadap keinginan2 khusus user/customer terkait penggunaan komponen2 ex negara ketiga (termasuk yang vital seperti komputer). Jadi kita sebaiknya juga diskusi dengan mereka jika perlu modif tertentu. Daripada jalan sendiri lalu ada masalah, mereka akan lepas tangan…

    •  

      yang jadi PR adalah menggabungkan (Integrasi) sistem NATO dan Rusia, Namun itu mudah saja, serahkan saja ke pakar dalam negeri macam Info Global pasti mereka bisa, tinggal keputusan para petinggi TNI-Kemhan DKK mau nggak “jatah” mereka dicuil sedikit.

      Cuma sedikit ganjalan masalah bantuan RADAR AS yang terlanjur di pasang sekitar selat malaka dan sumatera agar segera dicopot, diganti dengan radarnya mas INDRA

  7.  

    dari paparan bang diego, yg dihitung deteren nya tinggi adalah keluarga s-300. semoga masuk di MEF 2.

  8.  

    Menyoroti soal rudal, tomahawk (1000 km)adalah ancaman utama. Sampai saat ini blum pernah tahu penangkal macam apa yg pernah sukses mencegat tomahawk. Kalau brahmos (300 km), india bukan hanya membuat rudal tsb tapi juga ikut mengembangkan penangkalnya (barack 8) bersama israel, intinya sudah ada penangkalnya. Untuk mengimbangi kemampuan rudal jelajah negara tetangga, perlu dipertimbangkan pengadaan storm shadow (500 km) atau taurus (500 km)

  9.  

    Teman2 silahkan usul untuk mef 2 ke depan, krn blog jkgr ini byk menjadi referensi dari berbagai pihak untuk mengikuti perkembangan alutsista tni.
    Insyaallah jg dibaca oleh kemhan, dan wakil rakyat, siapa tau….
    Pengambil kebijaksanaan tau apa jeinginan dari rakyat indonesia demi kekuatan pertahanan indonesia dan keutuhan nkri.
    Majulah bangsaku

  10.  

    Untuk AL selain ks kelas kilo, perlu dipertimbangkan kelas amur yg memiliki 10 peluncur rudal. Tidak ada salahnya menerima fregat eks navy kelas perry. Fregat ini tidak tenggelam ketika terkena DUA exocet di teluk bahkan masih mampu menyeberangi samudra hindia, beda dgn perusak inggris yg tenggelam di malvinas hanya oleh SATU exocet

  11.  

    Untuk AU, long range heavy bomber TU 95 ‘Bear’ adalah harga mati hehe… Catatan utk SU 27/30 series, sebagai orang awam menurut ane pesawat ini sangat bagus tapi punya kelemahan: melihat bbrp kali di airshow pesawat ini lambat ketika tinggal landas. Diperlukan pesawat pendamping yg mampu tinggal landas dgn cepat utk menghadang pesawat musuh.

    •  

      maksud ente ingin di tambahi T-50 / SU-35 bm gt ya pak.
      Hehehe

      ngarepdotkom

    •  

      Su-27/30 tinggal landas/take off lambat?? Maksudnya apa nih, kok bingung ane malah.. Air show nggak bisa buat patokan gan, mungkin saja sengaja take off lambat biar yg nonton disitu nggak budek, su-27 dah terkenal kok masalah kemampuan sebagai pencegat. Dengan speed nyampe mach 2 plus dan super maneuverability, su-27 termasuk pencegat yg disegani gan. Tapi klo mo ditambah pendamping sekelas su-35s, sumonggo saja, ngarep ane malah…

  12.  

    Betul, saya setuju sekali dengan pengadaan S300 dan variannya

    INGAT…. peristiwa Perang Enam Hari antara Israel melawan dunia Arab….
    dalam satu hari 450 pesawat tempur Mesir hancur dalam pengeboman oleh pesawat-pesawat Israel dalam beberapa sorti ke pangkalan udara Mesir. Operasi ini juga menghancurkan 18 lapangan udara di Mesir.
    FYI : pada waktu itu angkatan udara Mesir adalah yang terkuat di jazirah Arab.

    “…Pergerakan Israel yang pertama dan yang paling penting adalah serangan pre-emptif terhadap Angkatan Udara Mesir. Angkatan Udara Mesir merupakan tentara udara termodern dan terbesar di kalangan Angkatan Udara Arab, memiliki kurang lebih 450 pesawat tempur, dan semuanya merupakan buatan Uni Soviet dan baru… (operasi Fokus)” (http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Enam_Hari)

    itu tahun 1967 guys………….
    kalau sekarang cukup tembakkan salvo tomahawk dari lepas pantai perairan Indonesia…. beres deh…
    loe mau apa??? oerlikon skyshield??? please dehh…..

    mau punya :
    F16 hibah ex National Guard kek…………..
    Su27 & Su30 kek………………..
    Su35BM kek…….

    intinya mau punya skuadron pespur berapa skuadron pun………
    kalau tidak didukung pertahanan udara yang memadai
    (kecuali disembuyikan di bunker)
    dan selama tuh pesawat tempur dijajar rapi seperti mau parade di lanud……….
    pespur ini hanya akan menjadi kekonyolan, buang-buang uang dan bulan-bulanan rudal lawan
    Rudal sekarang supersonic mas bro, hanya perlu sepersekian detik untuh mencapai target-target ini

    ingat sob,
    teknologi sudah jauh berubah…. sekarang jamannya Beyond Visual Range…. fire and forget…
    loe punya (katakanlah) S300 tapi radarnya sistem NATO sudah masalah tersendiri….
    plus jangan lupa…. stealth technology….
    kalau radar tidak mendeteksi F22 Raptor loe mau nembakin S300 gimana?
    trus kalau dia terbang di atas kepalamu…. loe mau apa??
    pake bambu runcing??

    INGAT pepatah Cina….
    JANGAN KEJAR KUDA DENGAN BERLARI….

    pelajari teknologi terbaru, gunakan dan modifikasi…

    NKRI HARGA MATI

    •  

      Wew jangankan F22, UAV Eitan saja tidak terdeteksi oleh radar kita hehe… Btw setau ane tomahawk berkecepatan subsonik. Masalahnya kembali ke atas: sulit/ tidak bisa dideteksi. Cmiiw

      •  

        Catatan: Skyshield dapat menembak jatuh Tomahawk karena radarnya melacak setiap benda/proyektil logam yang terlontar menuju ke obvit yang dijaganya (yang ukurannya mungkin lebih kecil dari Tomahawk seperti peluru mortir/meriam)

    •  

      bang ed…
      Anda termasuk jama ah ngotot iyah kayak nya heheheh 😛
      tapi ane setudju dengan sampeane bang ed.. Hari gini pakai oerlikoen…
      Please deccch era 20an kalee..
      s-300 pun harus di kasih mata yg jeli.. Yg bisa menerawang skala tinggi,,gaak cuma ngarepin ktika ada rudal tomhawk depan kita baru siap” hidupkan mesin baru nembakinn… Lama cuyy,,kburu di brondong tomhawk..

      Sudah saatnya kita bangkit..

    •  

      Sedikit tentang Skyshield (bukan promo):

      Skyshield adalah alutsista canggih, dengan kanon fully automated/tanpa awak,

      http://www.airforce-technology.com/contractor_images/rheinmerallair/1-skyshield-mootw-cram.jpg

      Otak sistem ini adalah Oerlikon Skymaster command and control system yang melakukan permanent airspace surveillance, automated detection and tracking of very small targets, prior warning of areas under threat and the interception and destruction of approaching RAM (roket/artileri/mortir) targets.
      Skymaster mampu mengontrol hingga 8 unit kanon Oerlikon Revolver Gun (nama lain gatling gun, seperti punya Phalanx CIWS).

      Selain proyektil RAM, they are capable of bringing down unmanned aerial vehicles, cruise missiles, guided missiles, smart bombs as well as fixed wing and rotary aircraft.

      Skymaster mampu menghitung titik sasaran (POI, point of impact) proyektil dan memperingatkan personil disekitar titik tersebut sebagai tindakan berjaga2 seandainya proyektil masih lolos dari hadangan amunisi khusus ‘Ahead’ yang mengusung teknologi airburst. Each round of Ahead ammunition contains a lethal payload of heavy metal, spin-stabilized subprojectiles, unleashed in the path of an oncoming target at programmable, predefined point in time. A short burst of Ahead ammunition produces a dense cloud of lethal subprojectiles. These penetrate the outer skin of the target, causing catastrophic damage to its interior.

      Khusus untuk proyektil RAM, Skymaster bahkan mampu menghitung titik asal (POO, point of origin) dan menyediakan data bagi serangan balasan.
      Idealnya 1 dari 6 set yang dibeli memang untuk melindungi sqn. Sukhoi.

  13.  

    Mestinya ada dana besar yang significant untuk lembaga2 riset baik di dalam ataupun diluar TNI. Hanya dengan R&D yang baik penguasaan teknologi bisa berkembang. Misalnya saja di bidang metalurgi dan material khusus serta design untuk mendukung berbagai proyek dalam negri seperti roket Lapan, Satelit, UAV BPPT atau juga riset Kapal selam midget yang dilakukan ITS.
    Sangat menjengkelkan melihat betapa sedikitnya dana yang dikucurkan bagi penguasaan teknologi dalam negeri melalui riset dan penelitian. Apalagi jika dibandingkan biaya2 yang dikeluarkan untuk hal2 yang belum jelas manfaatnya seperti biaya2 besar yg dihabiskan untuk kegiatan para anggota dewan yang terhormat.
    Jika tidak diperbaiki upaya untuk penguasaan teknologi strategis maka kita akan terus menjadi konsumen bagi para produsen senjata dunia dengan tekanan2 politik dan ancaman embargo

  14.  

    kemandirian alutsista, RnD, kerjasama strategis wajib bergerak konsisten n terarah.

    yg diharapin dithn dpan, AEW&C, LHD, Sistem Pertahanan Udara Strategis, Chinook sdh masuk daftar belanjar.

  15.  

    Puncak dari semua persenjataan di dunia adalah BOM NUKLIR ! Indonesia harus masuk Nuke Club ( awas bukan nude club )

    •  

      Setuju, Korea Utara pernah ditanya (saya lupa sumber dari mana hanya pernah nonton di youtube) mengapa mereka membangun persenjataan nuklir padahal negaranya sangat miskin. Jawaban mereka sangat sederhana : “karena Amerika tidak pernah menyerang negara yang memiliki nuklir”.

  16.  

    Intinya cuma satu, kalau negeri kita diserang, serang juga negeri agresornya.

    1 tentara kita mati, 1000 tentara mereka harus kita matikan.
    1 gedung kita mereka ratakan dengan tanah, 10.000 gedung mereka kita hancurkan.
    100 rakyat sipil kita terbunuh, 100.000 kuburan harus mereka siapkan untuk rakyat mereka.

    Perang itu kejam!
    Darah itu merah Jendral !

    Jangan mau hanya negeri kita yang dijadikan medan perang…

    NEGERI AGRESOR PUN HARUS DIJADIKAN MEDAN PERANG JUGA….

    •  

      yaa maunya sih gitu saudaraku..kalau mereka hancurkan gedung kita satu.1000 gedung mereka kita hancurkan,tapi dengan apa..?. ketepel yaa..?semangat aja yg besar dan rasa patriot yg setinggi apapun gak mungkin bisa kalau gak di bekalin peralatan yg canggih dan modern.masa jet tempur hibbah yg di beli itu bisa lawan f-18 super hornet,f- 16 terbaru,f -15 se,mig 29.ataupun f-35…gak mungkin kan….emang mau bawa cangku kesana yaa.cangkul bangunan mereka.makanya kalau rakyat indonesia sebagianb besar meminta kepada para pemimpin indonesia yg tidak pro asing,untuk membeli peralatan tempur yg moden dan canggih.eehh..yg di beli besi tua dari amerika dan jerman.kalau cuman mau beli besi tua gak usah jauh-jauh.saya juga boleh anterin kepasar loak surabaya.lagian gak usah suap saya..gratis aja gak ada uang transpot…

  17.  

    Setuju dengan Bung @Kasamago di atas, kunci pengembangan dan penangkalan strategis ke depan adalah di RnD, perlu dukungan RnD baik dana , fasilitas dan orang. Perlu sekali dikembangkan RnD thd alutsista dan penangkalan alutsista musuh potensial dgn konsep2 asymetric dan penelitian terhadap doktrin perang setiap negara.

    Secara filosofi suatu doktrin militer tetaplah suatu ide (pemikiran) yang berangkat dari suatu anggapan atau suatu premis/tesis, maka kita perlu sekali mengenali semua doktrin militer dari seluruh negara yang besar kemungkinan scr potensial terlibat atau berkonflik dengan kita. Berangkat dari itu semua maka kita perlu kembangkan ide antitesis doktrin nya berikut dengan pengembangan antitesis alutsistanya (penangkalnya).

    Berikut pula perlu juga dikembangan konsep2 peperangan asymetris baru persis seperti pengembangan ide konsep perang gerilya oleh Nasution di era 1940 an yang akhirnya menjadi bacaan wajib perang gerilya dan anti tesisnya di seluruh sekolah tentara seluruh dunia. Coba lihat dan pelajari sejarah konsep dan pergantian konsep peperangan, bahwa biasanya ditandai oleh adanya temuan (inventing) alutsista baru yang berdampak mengubah konsep peperangan (doktrin perang).

    •  

      Setuju om, tapi kalau bisa tim (unit) ini dari kalangan internal militer sendiri, sehingga kerahasiaannya terjaga.

      Seperti AREA 51 nya AS, militer RI harus punya unit RnD sendiri.

  18.  

    menambahkan:harus mulai dipikirkan pergantian tank amx 13,pt 76, yang jumlahnya ratusan
    dengan medium tank buatan pindad.

  19.  

    gimana dengan bung Diego :
    ada kabar apa gerangan tentang kunjungan pak sby ke negeri beruang kemaren.

  20.  

    Kerdemieeen wajag bisa jd referensi bagi pengambil keputusan strategies .

    Klo Ana ikut berpendapat ,ibarat main bola suka gaya strategi nya om morinho pentingnya mengamankan kemenangan bodo amata dibilang pragmatis yg penting aman slamet tidalk labil ekonomi apalagi yg yg DJ bilang Vicki yg biking gel I he he

    Salah satunya strategi morinho pertahanan kuat baru serang dg demikian kuatin stopper atau back nya baik dr kuantitas Dan kualitas Dan tentunya goal keperr yg canggih (payungg udara. Jrk pendek ) lapis kedua multi peran bisa serang bisa pngatur serangan bisa stoper dan untuk striker sementara cukuplah ronaldo Dan mesi klo Ada neymar tambah OK . Gimana kesebelas mau di sikat

  21.  

    sebenarnya klo nggak muluk2 karena keterbatasan anggaran minimal kita punya (namanya jg MEF, he he he…) : TAPI wajib
    untuk efek deterennya ada: beli 1 paket alutsista rusky
    1. 1 skuadron su-35 bm , lengkap persenjataan
    2. 3 ks improved kilo/amur/lada
    3. 8 baterei s-300 (klo kemahalan untuk beli s-300/350/400, ya ambil yg jarak menengah seperti Buk-M2E/SA-17 Grizzly jarak jangkauan maksimum 45 km ketinggian 15-25 km dgn kombinasi Pantsir-S1 /SA-22 Greyhound jarak jangkauan maksimum 20 km ketinggian maks 15 km) Kombinasi Buk-M2E+Pantsir-S1 ini membikin israel si jago perang jeri pada rudal yg satu ini krn harus bela2in menyerang lebih dahulu konvoi pengiriman rudal ini di suriah pada 31 januari 2013

    Paket hemat untuk TNI AL DAN TNI AU
    1. Kombinasi pertahanan udara F-16 C/D, SU-27 SKM/SU-30 MK2, SU 35 bm, C-295 AEW+ Buk-M2E+Pantsir-S-1 sudah membuat suhu geopolitik di asteng berubah (apalagi klo ada s-300)
    2. Kombinasi korvet sigma+ahmad yani class+PKR sigma+NR class+ cakra class+Changbogo class+improved kilo/amur/lada class+ Heli AKS+ cn 235-220 MPA patmar + KCR jelas sangat menggetarkan kawan maupun lawan

    Untuk TNI AD cukup memperbanyak kuantitasnya dari alutsita yg didatangkan
    MLRS attros+caesar+leopard 2+ NLAW+apache+mi-35p+mi-17+nbell 412+anoa+comodo+mistral+startreak.

    Ingat slogan yg tdk asing:

    Menjadi bangsa adalah Takdir, namun
    menjadi Bangsa yang dihormati dan disegani, mungkin adl suatu Pilihan!!!

    Ekonomi dan negara demokrasi yg kuat harus ditopang dgn kekuatan militer yg disegani!!!

    Semoga pak pur+pak moeldoko mendengar suara kita….

    •  

      ada laporan dari us kalau tidak salah 2012, bahwa indonesia ada pembicaraan pengadaan s-300pmu dan sa-17 dari rusia. Judul bukunya : Indonesian Airforce Handbook. semoga cepat terrealisasi.

  22.  

    walau mef 1, klo masing2 18 astros II digelar di dumai & batam, sudah bisa jadikan putrajaya & orchard rd. lapangan bola yg luuuuaass…

  23.  

    JAMAAH PERANGIYAH

  24.  

    Menurut saya MEF tahap I sudah melenceng dari konsep Sistem pertahanan nasional Indonesia yang adalah Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (Total Defense), dengan memperhatikan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki Alur Laut Kepulauan Indonesia (Andi Widjajanto, GELAR PERTAHANAN INDONESIA). Strategi pertahanan Indonesia adalah Strategi Pertahanan Berlapis (Layered Defense) :
    1. Zona Pertahanan I : zona Penyangga. Berada di luar batas Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia hingga wilayah musuh.
    2. Zona Pertahanan II: zona Pertahanan Utama. Zona ini meliputi wilayah antara garis pantai kepulauan Indonesia dan batas ZEE, termasuk ALKI.
    3. Zona Pertahanan III: zona Perlawanan mencakup seluruh wilayah darat Indonesia namun diprioritaskan kepada pulau-pulau besar di Indonesia.

    Zona Pertahanan I meliputi operasi militer bersifat seluruhnya ofensif preventive dan preemptive. Zona Pertahanan II meliputi operasi militer ofensif defensif, sedangkan Zona Pertahanan III adalah langkah terakhir pertahanan daratan.
    Seharusnya prioritas ada di TNI AU dan TNI AL, baru TNI AD kalau mengacu kepada konsep pertahanan di atas. Peperangan zaman modern ini membutuhkan persyaratan mutlak penguasaan UDARA dan LAUT untuk bisa menang.
    Pembelian tank Leopard dan heli tempur Apache pada MEF I mestinya belum perlu. Pada tahap MEF II ini prioritas harus ada di TNI AU dan TNI AL.
    TNI AU memerlukan tambahan paling tidak satu skuadron heavy fighter Sukhoi, kalau bisa SU-35BM, dan integrated air defence system SAM S-400 atau Vityaz (pengganti S-300 yg tidak diproduksi lagi), serta pesawat terbang AWACS.
    TNI AL memerlukan rudal Yakhont versi darat untuk pertahanan ALKI, dan tambahan kapal selam yg lebih besar dari yg sudah dipunyai.
    Kalau Indonesia diserang, perang akan berlangsung cepat dan dahsyat di UDARA dan LAUT. Sementara TNI AD akan menjadi penonton saja. Kalau kita menang, selesai. Kalau kita kalah, musuh tidak akan mendarat, dia blokade udara dan laut kita sampai kita tidak tahan dan menyerah atau gencatan senjata. Lantas apa gunanya tank Leopard?

    •  

      Leopard perlu karena di seberang perbatasan jiran juga punya MBT. Dengan pembelian Leo kita sudah unggul kuantitas dan kualitas, karena Leo adalah celebrity di antara para tank, sementara di sebelah kelas tarkam..
      Dengan alasan di atas, saya sangat sependapat, Su-35 prioritasnya harus lebih tinggi dari Apache,
      dan sesuai dengan konsep zona pertahanan.

      John J. Mearsheimer, The Tragedy of Great Power Politics:

      Limited definition of power and overemphasis on land power – how realistic is the assumption that the aim of war is conquest and control of territory? Does conquest pay nowadays? How might other forms of power directly contribute to goals other than conquest?

  25.  

    Saya kira untuk MEF tahap II 2015-2019TNI AU bukan pengadaan fighter IFX karena itu masih terlalu jauh yaitu utk memenuhi MEF tahap III 2019-2015, karena kalaupun sesuai rencana IFX baru bisa mengisi skadron udara pada 2020. Yang saya tahu utk MEF II AU merencanakan penggantian F-5 dengan fighter2 yg berkemampuan setara atau lebih dg SU 27/30, calonnya adalah Grippen, Typhoon, S 27/30, SU 35 BM, dan F-35. C-130 B pun rencana diganti dg C-130 J, A-400, atau C-17.Di MEF II AU pun rencana menambahkan 1 Skadron S-27/30. Untuk hanud, AU tetap meneruskan project pengadaan hanud titik jarak pendek Oerlycon yg skrg sdh kontrak utk 5 batteray, demikian jga hanud jarak menengah jg akan diakuisisi di MEF II ini. Tapi semua itu tergantung dg pemerintah punya duit atau nggak. Semua proposal itu tentunya sdh dipertimbangkan AU melalui perhitungan yang matang. Semoga…

  26.  

    S-60 57 MM.seharusnya meriam ini di simpan di muzium,atau kalau gak muat di muzium jual aja kepasar loak surabaya,boleh juga dapat uang .mungkin meriam ini boleh di gunakan untuk menembak kelapa muda yg cocok,untuk menembak burung walet aja saya yakin kesasar,ataupun gak cukup cepat…..

  27.  

    apa gak kasian pak kemhan melihat para prajurit yg perkasa hanya di bekalkan persenjataan jadul,dan kuno.saya yakin para prajurit gak semanget,liat senjatanya aja jadul.kalau diserang musuh dari udara hanya nunggu untuk hancur dengan senjatanya sekali..

  28.  

    memang betul indonesia harus memperkuat sistem pertahanan .khusus utk AL dan AU ,tetapi agar bisa terwujud ada satu hal yg harus di berantas dari bumi indonesia yaitu Korupsi yg melemahkan ekonomi indonesia

  29.  

    Saya kira, semua pengadaan klo melenceng pasti ada bbrp kepentingan tapi di MEF II, semoga alutsista berdaya getar mulai S300 itu udah bisa.

  30.  

    Renstra 2 TNI

    1. 1 Skuadron SU-35BM dan 1 Skuadron Jas Gripen 39NG

    2. 12 Baterai Rudal S-300 + Pantsir S1/ BUK M2 SAM

    3. 6 Kilo Class

    4.2 pes AWAC

    5.4 Destroyer

    6, Proyek Rudal Lapan RX 550 agar cepat bs diproduksi

    7.8 unit APACHE + 1 skuadron BLACKHAWK

 Leave a Reply