Mar 082017
 

Meskipun AS dan Korea Selatan telah berulang kali mengklaim bahwa sistem antimisil THAAD tidak akan mengancam China maupun Rusia, dan dikerahkan hanya untuk melindungi Korsel dari Korut, akan tetapi Moskow dan Beijing masih terus waspada terhadap keberadaannya.

Kewaspadaan mereka bukan terhadap rudal penghadangnya, akan tetapi terhadap radarnya. Dengan sistem terminal-based mode (berlokasi di pusat sistem), jarak jangkau radar AN/TPY-2 yang ada pada sistem THAAD memang hanya 600 – 900 km, sehingga hanya melintas sedikit di wilayah terpencil milik China dan Rusia.

Namun begitu, radar tersebut dapat diubah menjadi forward-based mode (ditempatkan di wilayah-wilayah tertentu), sehingga jarak jangkaunya dapat meningkat hingga 2.000 km, tentu saja ini mencakup sebagian besar daratan China dan sebagian wilayah di Timur Jauh Rusia.

Dengan mode itu, radar tidak dapat digunakan untuk menangkis misil, tapi ia dapat berfungsi sebagai sensor untuk melacak peluncuran misil. Mode Ini memungkinkan radar itu untuk mengirimkan data ke AS dan membantu Washington menghalau rudal balistik antarbenua (ICBM). Pihak AS dan Korea Selatan telah menjamin bahwa mereka tidak akan mengubah-ubah mode radar itu.

Properti AS di Korea Selatan

Sistem pertahanan peluru kendali akan menjadi properti khusus milik AS di tanah Korea. Sesuai dengan perjanjian kedua negara, Seoul tidak dapat mengakses sistem yang telah dikerahkan di Sonju itu, sehingga hanya militer AS lah yang dapat mengendalikannya.

Aspek penting lainnya dari pengerahan THAAD adalah pendekatan bertahap Korsel kepada pertahanan rudal global AS. Pengerahan tersebut membantu komunikasi militer yang lebih kuat antara Washington dan Seoul.

Di saat yang bersamaan, Korsel dan Amerika Serikat dapat bekerja sama dalam membangun sektor pertahanan lainnya. AS tidak menyembunyikan fakta bahwa mereka berharap agar Korsel lebih proaktif dalam hal ini.

Beberapa tahun yang lalu, Seoul meyakinkan Moskow di level politik tertinggi bahwa THAAD tidak akan dikerahkan di Korsel. Sehingga, ada satu saja baterai misil THAAD di Semenanjung Korea dapat dianggap sebagai strategi pertahanan rudal global AS.

Seoul mungkin pada akhirnya akan melampaui kemampuan Tokyo. Jepang secara aktif berpartisipasi dalam pembuatan peluru kendali yang dikhususkan untuk melawan China dan Rusia.

THAAD tidak akan menghentikan Korea Utara

Pengerahan THAAD di Semenanjung Korea tampaknya juga akan memprovokasi persaingan senjata di sana.

Pengerahan misil tersebut oleh AS tentu saja tidak akan menghentikan Korea Utara dalam upaya mengembangkan teknologi misilnya. Sebaliknya, sekarang Pyongyang mengembangkan misil itu dengan semangat baru, dan berupaya untuk menciptakan sistem yang dapat mengatasi THAAD.

Hasilnya, saat ini Korea Utara mampu mengembangkan dan mengerahkan sistem rudal balistik baik yang dapat diluncurkan dari daratan maupun bawah laut, yang berada di luar jangkauan radar AN/TPY-2.

Ada siklus yang kejam di sini, di mana kemunculan satu sistem hanya akan membuat musuhnya ingin menciptakan senjata yang lebih kuat. China dan Rusia juga akan merespons keberadaan AS di Korea Selatan.

Pada akhirnya, hanya akan ada pola klasik dari kompetisi pengembangan senjata.

Pertahanan misil lapis kedua Korea Selatan

Sistem pertahanan rudal THAAD, yang menurut laporan akan dikirim AS ke Korsel pada bulan Juni 2017, mencakup sebagian besar Korsel, kecuali Seoul. β€œPayung” pertahanan itu meliputi fasilitas ekonomi dan militer penting milik Korsel, serta fasilitas militer AS yang ada disana.

THAAD akan menjadi sistem pertahanan rudal lapis kedua Korsel dan dapat membantu menangkis rudal di ketinggian 40 – 150 km dengan jarak tempuh 200 km. Di lapisan bawah sistem itu, akan ada sistem PAC-3 yang dapat menangkis rudal di ketinggian 25 km dengan jarak tempuh 40 km.

Seperti yang dikatakan oleh pakar militer di Korsel dan AS, sistem rudal THAAD tidak akan mampu menangkis ICBM milik Rusia dan China apabila ada konflik yang timbul antara kedua negara tersebut dengan AS.

RBTH Indonesia

Artikel Terkait :

  39 Responses to “Moskow dan Beijing Khawatirkan Anti-Rudal AS di Korsel, Kenapa?”

  1. Nggak mau Pertamax.
    Maunya Jet A-1

  2. bensin

  3. Bingung……
    .
    .
    .
    .
    .

  4. Ternyata jangkauan PAC-3 cuma 40km. Setingkat BUK ya

  5. coba kalo indonesia pasang s400 pasti tetangga utara dan selatan bakal rame juga

  6. Seperti yang dikatakan oleh pakar militer di Korsel dan AS, sistem rudal THAAD tidak akan mampu menangkis ICBM milik Rusia dan China apabila ada konflik yang timbul antara kedua negara tersebut dengan AS.

    RBTH Indonesia

    mungkin jika cuma ngeluncurin 1 icbm namun melihat tingkat kewaspadaan china dan rusia ketika amrik menempatkan thaad di negara tetangga mereka, sama seperti ketika panasnya israel utk melobi pelarangan ekspor s-300 ke iran oleh rusia. apa masih dan harus meragukan kemampuan rudal yg dikembangkan utk mampu menjegal kemampuan first strike negara2 lain tersebut?

    penempatan thaad juga ada unsur politisnya utk merenggangkan hubungan china dan korsel yg dinilai terlalu mesra antara tahun 2012-2015 yg berakibat hilangnya jatah pemasaran produk korsel di china, gak heran korsel langsung merapat kesini

  7. mungkin jika cuma ngeluncurin 1 icbm namun melihat tingkat kewaspadaan china dan rusia ketika amrik menempatkan thaad di negara tetangga mereka, sama seperti ketika meradangnya israel utk melobi pelarangan ekspor s-300 ke iran oleh rusia. apa masih dan harus meragukan kemampuan rudal yg dikembangkan utk mampu menjegal kemampuan first strike negara2 lain tersebut?
    penempatan thaad juga ada unsur politisnya utk merenggangkan hubungan china dan korsel yg dinilai terlalu mesra antara tahun 2012-2015 yg berakibat hilangnya jatah pemasaran produk korsel di china,
    gak heran korsel langsung merapat kesini

  8. banyak maling
    komen saya saya tempelin dimari ngilang mulu

  9. mungkin jika cuma meluncurkan1 icbm namun melihat tingkat kewaspadaan china dan rusia ketika amrik menempatkan thaad di negara tetangga mereka, sama seperti ketika meradangnya israel utk melobi pelarangan ekspor s-300 ke iran oleh rusia. apa masih dan harus meragukan kemampuan rudal yg dikembangkan utk mampu menjegal kemampuan first strike negara2 lain tersebut?

    penempatan thaad juga ada unsur politisnya utk merenggangkan hubungan china dan korsel yg dinilai terlalu mesra antara tahun 2012-2015 yg berakibat hilangnya jatah pemasaran produk korsel di china.

    Selanjutnya korsel merapat ke mana, coba tebak ? Tebak aja dalam hati, tapi jangan ditulis di sini.

  10. Ada yg menarik dalam artikel diatas,,,
    siklus yang kejam….

    sesuatu yg dipahami benar oleh pengambil kebijakan di Indonesia..
    keseimbangan kawasan tetap dipertahankan seimbang..
    menurut saya sub jawaban dari pertanyaan,,,
    mengapa 40an Trilyun rupiah tidak serta merta digunakan untuk pembelian 1 item alutsista..
    misal SU35BM saja, atau S400 saja, atau sejumlah kasel dengan harga 40 an trilyun…
    pembelian seperti sekarang untuk asas keadilan pemenuhan kebutuhan setiap matra dalam satu waktu,, dan untuk tidak membuat geger kawasan asean, aus dan oceania..

    • ralat; sesuatu yg dipahami benar oleh pesuruh pengambil kebijakan

      xaxaxaxa

      • maksudnya “kacung” ya bung? πŸ˜›

      • logika saya, yg mengambil kebijakan ini orang yg tepat, pada waktu yg tepat dengan kebijakan yg tepat…
        jika dalam organisasi tertentu si pengambil kebijakan, saudara anggap sebagai pesuruh… saya kira yg mencoba nyuruh dan teamnya tidak mempunyai kekuatan signifikan terhadap beliau…. sip. anggap saja beliau anggota disana..
        tetapi dalam tatanan kepemimpinan bangsa,,, mmmmm

        • woles cuma ngetroll bung

          emang kebijakan yg tepat dan seharusnya…di bangsa yg masih mudah dipecah belah.

          namun tetaplah mereka memprioritaskan keseimbangan kawasan terkecuali beberapa perusahan multinasional.
          gak heran jika mata analis dan intel asing lebih fokus ke politisi2 dan calon politisi2 yg bakal menentukan kebijakan,

          • nah,,, clue yg ini,,,
            mata analis dan intel asing lebih fokus ke politisi2 dan calon politisi2 yg bakal menentukan kebijakan,

            sadar atau tidak,,, ini sedang terjadi,, dan terus terjadi dari masa kolonial, dan di orde baru semakin intens..

    • Dengan kata lain “menjaga perasaan” tetangga ya bung @Bhisma? πŸ˜€ hehehe

  11. As mah dimana2 biang kerok, klu dunia aman gak laku jualan mainannya!

  12. Tes

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)