Dec 312016
 

Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, Indonesia merupakan negara berpenduduk terbanyak muslim yang memberikan contoh kepada dunia bahwa muslim di Indonesia adalah muslim yang Rahmatan Lil Alamin, demokratis dan muslim yang menghargai persatuan dan perbedaan, seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia, mari kita bersama-sama menjaga agar negara Indonesia tetap menjadi negara yang menjadi tolak ukur dan menjadi tauladan bagi seluruh dunia,” kata Panglima TNI pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Shalat Subuh Gabungan se-Jabodetabek, yang bertema “Dengan Maulid Nabi, Kita Bela Negara Kesatuan Republik Indonesia”, di kediaman Habib Ali Bin Abdulrrahman Assegaf, Jl. Tebet Utara II B, Jakarta, (30/12/2016).

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, Nabi Muhammad SAW selalu bertutur kata dan berbicara dengan penuh kasih sayang, cerdas dan selalu memberikan tauladan dengan dakwah, yang selalu menebarkan salam, menjalin silaturahim, saling menasehati untuk kebaikan dan berbuat kebajikan serta menjaga kemungkaran.

“Dalam kesempatan ini, saya hanya bisa mengajak kita semuanya bersyukur kehadirat Allah SWT, karena kita masih diberi kekuatan Iman dan Taqwa untuk bersama-sama berkumpul, dan sholat subuh berjamaah,” ujarnya.

“Semoga Guru kita Habib Ali Bin Abdulrrahman Assegaf beserta para Habaib, jamaah dan kita semuanya, di hari kiamat nanti semuanya mendapat safaat dari junjungan kita semuanya Nabi Muhammad SAW,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Diakhir sambutannya Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, merasa tersanjung bersama-sama dengan para jamaah sekalian, khususnya para Habaib dan Ulama ditempat ini.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait kehadirannya di kediaman Habib Ali Bin Abdulrrahman Assegaf, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengemukakan kedatangannya ke sini, karena di undang sama Habib. “Pada hari yang baik, pada bulan yang baik, dan acaranya pun sangat baik (Maulid Nabi Muhammad SAW) dan Sholat Subuh berjamaah,” ucapnya.

“Apalagi di sini, kita dan para Habaib datang ke sini menjelaskan sejarah bagaimana Rasulullah SAW, dan apalagi temanya untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu Kita Bela Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Panglima TNI.

Panglima TNI menyatakan bahwa, kita sudah sepakat, para Habib juga semuanya sepakat untuk menjaga agar umat muslim di dunia mencontoh umat muslim Indonesia, bisa menunjukkan damai, indah dan Rahmatan Lil Alamin. “Ini semuanya karena para Habib, dalam strategi dakwah menggunakan strategi Rasulullah SAW dengan cara diantaranya memberikan salam, silaturahim, menyebarkan kebaikan dan mencegah kemungkaran dengan sopan dan santun,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara ini diantaranya, Menteri Agama RI Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Agung Risdhianto, M.B.A., Aster Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto, Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana, dan Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.Si.

Puspen TNI

  19 Responses to “Muslim Demokratis Menghargai Perbedaan dan Persatuan”

    • Inilah indonesia,..
      Menurut saya sejauh ini semua negara mayoritas muslim memang toleran
      Lain halnya jika muslim minoritas,.anda smua bisa menyaksikan di layar kaca
      Apa yg terjadi jika muslim minoritas

      Sekian.

      • Gak usah mancing mancing mas,comment yg bermutu dikit dong anda..cinta negara nggak? G usah provokativ, coment yg sehat aja!

      • Teureh@ ngak usah jd provokator bung,jgn menyalahkan minoritas dan mayoritas,semuanya sama di depan Tuhan…saya muslim,tapi saya lebih respek lihat non muslim yg menolong pengungsi muslim yg lari ke eropa,saya lebih respek sama non muslim yg banyak menolong kita saat gempa aceh dan padang

      • Ngapain kita bicara negara lain, tak usahlah bang. Krn sejarah, adat, tradisi, pemahaman negara lain tak seperti di indonesia. Dari sejarah saja indonesia disokong oleh beberapa agama, suku, ras yg menyatu memperjuangkan kemerdekaan indonesia tanpa memandang perbedaannya. Tujuannya satu indonesia merdeka. Makaan leluhur pejuang kita menyadari hal itu. Andai satu diantara perbedaan itu ada yg khianat niscaya indonesua tk akan merdeka. Hingga diwujudkanlah dlm kenegaraan dgn pembukaan uud 1945 dan dijelaskan pada pasalnya.

  1. se8

  2. se mbilan

  3. muslim INDONESIA sudah kenyang dan paham demokrasi dan sangat toleransi dg saudara sebangsa dan setanah air jadi sudah selayaknya jadi contoh negara luar yg suka menindas dan membully minoritas

  4. “Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, Nabi Muhammad SAW selalu bertutur kata dan berbicara dengan penuh kasih sayang, cerdas dan selalu memberikan tauladan dengan dakwah, yang selalu menebarkan salam, menjalin silaturahim, saling menasehati untuk kebaikan dan berbuat kebajikan serta MENJAGA KEMUNGKARAN.”

    admin yg salah ketik,panglima yg salah ucap atau saya yg gagal paham yaah?

  5. good job!!

  6. Indonesia salah satu negara yg sukses mnyatukan demokrasi dan islam.
    yg jadi perekat nya adalah pancasila yg mana ke lima butir isinya semua melindungi WNI baik mayoritas dan minoritas.
    yg sangat disayangkan adalah beberapa oknum berusaha dengan segala cara melanggengkan langkahnya menuju kekuasaan dengan membentrokkan pancasila dgn ajaran masing2.
    islam pilih islam.
    hindu pilih hindu.
    budha pikih budha
    kristen pilih kristen.
    kpercayaan pilih kepercayaan.
    sebenarnya inilah yg diinginkan para asing dan aseng terjadi di dalam negri.
    agar suni vs syiah di timteng terjadi jg di indonesia dgn versi islam vs aliran lain.
    come on guys
    Mari berpikiran luas.
    berpendapat boleh bebas.
    tapi jangan memaksakan pendapat.

    INDONESIA ADALAH SAYA
    INDONESIA ADALAH KAMU
    INDONESIA ADALAH KAMI SEMUA

    selamat tahun baru 2017
    semoga indonesia tambah jaya

    Salam satu indonesia

  7. jendral yg dekat dngn rakyat dan ulama.
    we love TNI.

  8. mnurutq wajar bro komen mas yg diatas. emang faktanya begitu kok. sebenarnya Islam itu ajaran cinta kasih, DLM perangpun klo mau lihat sejarah gk mngkn klo menang trus tawanan lemah nonmuslim dibantai atau dipaksa ganti agama, itu haram. yg ada diajak hidup berdampingan. mngkn berbeda jk posisinya dibalik. intinya jngan samakan Islam dg Isis krn jauuuuh. ada teroris dalam semua agama… cuman, kenapa hanya Islam yg dijadikan kambing Hitam???? inikan ulah media provokatif anti Islam dikarenakan pertumbuhan islam di Asia, eropa, dan amerika terlalu cepat maka perlu ditekan/hambat krn merugikan komunitasnya. maka munculah sosok wayang sangkuni berwajah dosomuko, bernama taliban, ISIS,dll.. analisisnya sederhana: lihat Basil akhirnya…negara negara Islam hancur lebur. dari dalam ada semacam Isis/nama lain mngkn, sdg dari luar ada koalisi tuannya isis mngajak negara2 muslim polos yg seakan akan membombardir Isis. sebenarnya mereka membagi peran sajalah. mereka jago akting bikin skenario makanya film film olliwoodnya pun laris manis, krn terlihat nyata. mskipun tdk suka perilakunya tp kita hrus akui secara fair kecerdasan otak iblisnya. merekalah pemilik hak paten strategi perang DEVIDE ET IMPERA … jangan lupa itu…!!!

    • di sini sudah kecium kok baux, tunggu waktu aja
      saat napsu mengusai akal sehat, apa yg tidak mungkin
      cicilan rubicon belum kelar, eh sudah ada pajero baru 🙂

  9. Habib Ali yg seperti ini yg dibutuhkan indonesia…Habib Ali menerapkan ajaran Rasul yaitu Islam yg rahmatan lil allamin,tdk seperti habib yg suka ngomong kasar dan suka ngomong p****t cina

  10. om jangan marah om…. gak ada yg salah komennya, menurutku…. jadikan instrospeksi saja buat semuanya agar nkri tetap jaya. jd, yg mayoritas harus bersabar terus sedangkan yg minoritas jangan nglunjak. lihat jg negara lain sbg bahan pembelajaran agar kita tahu diri dan mawas diri. mngkn bisa dibilang negara kita itu adl negara paling toleran sedunia. dan tolerannya TDK dibuat2. dan kbetulan aja negara dg mayoritas Muslim yg terbesar di dunia. jd tolong lbh bijak dalam menafsirkan kata teroris karena semua agama ada terorisnya. itu..!!

  11. I love pak gatot

 Leave a Reply