Sep 012014
 
Ilustrasi Indonesian Sky Scanner Drone Garuda (Josaphat Tetuko Sri Sumantyo)

Ilustrasi Indonesian Sky Scanner Drone Garuda (Josaphat Tetuko Sri Sumantyo)

Jakarta – Pakar UAV dunia menawarkan drone untuk mendukung visi presiden terpilih Joko Widodo. Penawaran tersebut dikatakan khusus untuk Indonesia.

Josaphat Tetuko Sri Sumantyo yang juga berasal dari Indonesia menawarkan drone bernama Indonesian Sky Scanner Drone Garuda.

Drone tersebut adalah jenis stratosphere drone. Drone ini dirancang terbang di ketinggian 13-20 kilometer di atas permukaan laut sehingga tidak mengganggu penerbangan sipil.

“Stratosphere drone ini saya propose khusus untuk Indonesia saja,” kata Josh yang saat ini bekerja di Center for Environmental Remote Sensing, Chiba University, Jepang.

Josh telah memaparkan drone yang dikembangkannya kepada perwira di Direktorat Topografi TNI-AD dan Dinas Survei dan Pemotretan Udara TNI-AU pada 15 Agustus 2014 lalu di Jakarta.

Drone Garuda memiliki dua fungsi, sebagai drone sekaligus satelit. Selain itu, drone ini juga dapat dilengkapi dengan beragam sensor, mulai kamera hingga teleskop.

Dengan beragam sensor, drone bisa mendukung tujuan pengawasan wilayah perbatasan, penebangan dan perikanan ilegal, sampai pengejaran terorisme.

Ada beragam sensor yang bisa dibeli. Namun, Indonesia juga bisa mengembangkannya sendiri sekaligus memberdayakan ilmuwan dan akademisi di lokal.

Contoh sensor yang bisa dikembangkan Indoensia antara lain sensor cuaca dan relay telekomunikasi untuk daerah terpencil.

Untuk perangkat navigasi, Indonesia harus mengembangkan sendiri. Sistem navigasi biasa macam GPS tidak bisa digunakan sebab ketinggian maksimal pemakaian GPS adalah 18 km.

“Bila kita kembangkan dan operasikan saat ini secepatnya, maka jelas bisa dikatakan ini buatan Indonesia dan Indonesia menjadi pemimpin terdepan,” urai Josh lewat email, Senin (1/9/2014).

Josh yang mengepalai Josaphat Microwave Remote Sensing Laboratory mengatakan, jumlah drone “Garuda” yang dibutuhkan sesuai dengan tujuan pemantauan.

Misalnya, jika tujuan pemakaian drone adalah untuk pemantauan daerah perbatasan kritis seperti Malaysia, Australia, dan Papua Niugini, jumlah drone yang dibutuhkan 6 unit.

Sementara, Josh mengungkapkan bahwa untuk satu unit drone, harganya adalah Rp 10 miliar, belum termasuk ragam sensornya.

Sensor setidaknya terdiri atas sensor optik dan Synthetic Aperture Radar (SAR) yang dapat tembus awan dengan harga kira-kira 10M dan 15M rupiah.

Harga tersebut berlaku bila menggunakan komponen-komponen impor. Bila komponen bisa dikembangkan sendiri dan produksi massal, harga bisa ditekan. (Yunanto Wiji Utomo / Kompas.com).

  107 Responses to “Pakar UAV Dunia Tawarkan Drone “Garuda””

  1.  

    ambil, bungkus jangan kelamaan, mumpung sang profesornya lagi baik hati dan masih punya jiwa nasioanalis tinggi…saya yakin dia akan bangga bila karya2nya dipakai bangsanya sendiri,,, Amien

  2.  

    Daripada mengharap tot yg blm tentu berhasil sebab teknologi kuncinya tdk akan diberikan.lb baik buat sendiri.anti embargo,lb murah,kerahasian tinggi,memajukan iptek dlm negeri dan efek domino lainya.mungkin kita bisa berharap ke pak jk.

  3.  

    ayo bung Jalo tancap gas untuk pengembangan Drone Indonesia.. mumpung program ini sudah menghangat di acara debat kemarin.. mumpung banyak para ahli yang akan membantu.. mau kapan lagi mumpung ada kesempatan sebesar ini..

  4.  

    parai ahli dari LAPAN dan BPPT dll sudah dalam tarap pengembangan dalam masalah UAV, dengan adanya UAV wulung, ada baiknya bpk.josephat tetuko sri sumantyo ikut bersama LAPAN & BPPT lebih mempercepat pengembangan UAV wulung dengan ilmu & teknologi yg bapak miliki, agar UAV wulung dapat menjadi UAV yang tercanggih seperti yg kita harapkan !

  5.  

    Ide bagus,, ane setuju banget tak dukung 10000% ,,

  6.  

    para sepuh warjag bagaimana kl diadakan sumbang koin buat beli drone garuda biar pak jkw segera merealisasikan.

    •  

      Setuju dengan ide @longikis, mohon segera bisa disebarluaaskan ide ini…!! Dari belantara Kalimantan saya siap 1000 koin x 1000rp. Hmm.., kalo aja dari penduduk NKRI >200jt ini, ada 10% saja yang siap dengan koin 100rb, lumayan itu bisa terkumpul >rp2T utk drone yang ditawarkan Bpk. Prof. Yosephat. Mari kawan semua kita wujudkan ini……!!!

    •  

      IDE bagus juga tu. nominalnya serahkan ke warjag semua.

  7.  

    Alhmdllh..saatnya buktikan kita bisa.., ikat, angkat, berangkat…

  8.  

    seandainya bapak jokowi berkenan mampir meskipun hanya SR dilapak ini(warjag),mungkin banyak angan dan harapan kita yang bisa terakomodasi.meskipun bapak bukan pilihan saya,tetapi saya berharap bapak dapat mengemban amanah dari sebagian besar rakyat bangsa ini.lupakan perselisihan mari galang persatuan demi kebesaran bangsa tercinta NKRI harga mati!

    sorry comentnya gak nyambung!

 Leave a Reply