Pakar UAV Dunia Tawarkan Drone “Garuda”

107
119
Ilustrasi Indonesian Sky Scanner Drone Garuda (Josaphat Tetuko Sri Sumantyo)
Ilustrasi Indonesian Sky Scanner Drone Garuda (Josaphat Tetuko Sri Sumantyo)

Jakarta – Pakar UAV dunia menawarkan drone untuk mendukung visi presiden terpilih Joko Widodo. Penawaran tersebut dikatakan khusus untuk Indonesia.

Josaphat Tetuko Sri Sumantyo yang juga berasal dari Indonesia menawarkan drone bernama Indonesian Sky Scanner Drone Garuda.

Drone tersebut adalah jenis stratosphere drone. Drone ini dirancang terbang di ketinggian 13-20 kilometer di atas permukaan laut sehingga tidak mengganggu penerbangan sipil.

“Stratosphere drone ini saya propose khusus untuk Indonesia saja,” kata Josh yang saat ini bekerja di Center for Environmental Remote Sensing, Chiba University, Jepang.

Josh telah memaparkan drone yang dikembangkannya kepada perwira di Direktorat Topografi TNI-AD dan Dinas Survei dan Pemotretan Udara TNI-AU pada 15 Agustus 2014 lalu di Jakarta.

Drone Garuda memiliki dua fungsi, sebagai drone sekaligus satelit. Selain itu, drone ini juga dapat dilengkapi dengan beragam sensor, mulai kamera hingga teleskop.

Dengan beragam sensor, drone bisa mendukung tujuan pengawasan wilayah perbatasan, penebangan dan perikanan ilegal, sampai pengejaran terorisme.

Ada beragam sensor yang bisa dibeli. Namun, Indonesia juga bisa mengembangkannya sendiri sekaligus memberdayakan ilmuwan dan akademisi di lokal.

Contoh sensor yang bisa dikembangkan Indoensia antara lain sensor cuaca dan relay telekomunikasi untuk daerah terpencil.

Untuk perangkat navigasi, Indonesia harus mengembangkan sendiri. Sistem navigasi biasa macam GPS tidak bisa digunakan sebab ketinggian maksimal pemakaian GPS adalah 18 km.

“Bila kita kembangkan dan operasikan saat ini secepatnya, maka jelas bisa dikatakan ini buatan Indonesia dan Indonesia menjadi pemimpin terdepan,” urai Josh lewat email, Senin (1/9/2014).

Josh yang mengepalai Josaphat Microwave Remote Sensing Laboratory mengatakan, jumlah drone “Garuda” yang dibutuhkan sesuai dengan tujuan pemantauan.

Misalnya, jika tujuan pemakaian drone adalah untuk pemantauan daerah perbatasan kritis seperti Malaysia, Australia, dan Papua Niugini, jumlah drone yang dibutuhkan 6 unit.

Sementara, Josh mengungkapkan bahwa untuk satu unit drone, harganya adalah Rp 10 miliar, belum termasuk ragam sensornya.

Sensor setidaknya terdiri atas sensor optik dan Synthetic Aperture Radar (SAR) yang dapat tembus awan dengan harga kira-kira 10M dan 15M rupiah.

Harga tersebut berlaku bila menggunakan komponen-komponen impor. Bila komponen bisa dikembangkan sendiri dan produksi massal, harga bisa ditekan. (Yunanto Wiji Utomo / Kompas.com).

107 COMMENTS

    • kebiasaan……… ketemu satu orang katanya pakar… mentang2 kerja di jepang……. ditulis pakar dunia…….. anak anak itb ama orang lapan sama jagonya…….. cuma mereka kan dana untuk neliti kan kecil.coba kasih kesempatan dan dana yang besar……. hasilnya pasti lebih oke……. pak Jokowi……. pake tenaga tenaga dalam negeri aja…. hargai anak negeri……

      • mantab bung… makin handal Indonesia … makin jadi produsen drone kelas wahid klo makin banyak teknisi kembangin ilmunya ini… intinya mau yg di dalam negeri maupun diluar negeri, untuk bangsanya, apapun jd….

      • @Sambelhohah441.. Itulah negra qt bung, pengen maju dlm iptek tp dana u/ riset minem bngt.. n Prof.josh kn jg anak negri bung, cm mlih berkarir n didanai pmrintah jepang cz (mgkin) dsni kurang disuport ma pmerintah. Mg ja pmerintah ngambil drone dr prof.josh , trus bkin bareng ma lapan,len,univsts2&BUMNis ,.. Jd ilmu ny anak negri bs saling melengkapi.

      • ya sebaiknya kolaborasi, mereka yg belajar teknologi dr luar mungkin lebih bagus. ini kesempatan kita mumpung beliau mau kontribusi, jgn ditolak, maju bersama lah. masalahnya yg di dalem negeri ini yg sering ribut maunya menang sendiri jd g bisa kerja sama, niatnya mau bangun, ujung2nya ya, cari untung sendiri. makanya proyek2 apapun ga kelar2. semoga kita tetap bersatu, kurangi ego, ga perlu iri kalau orang lain lebih baik, yg penting kita belajar sama2 bangun indonesia.

    • Kalau yang ini langsung setuju. Segera bungkus gak pake lama. Ayo pak Jokowi tunjukkan auramu. Segera persiapkan untuk mengakuisisi Drone karya prof Josh sebanyak mungkin sekaligus dikembangkan bersama konsorsium PT.DI, LEN, LAPAN, Kemhan, dll
      Mungkin dengan dana yg Trilyunan utk rencana beli dari luar bisa dapet banyak plus ilmunya lagi.
      Dukung Prof Josh jadi Kemristek. bersama Prof. Surya jadi Dirjennya.
      Ayo lincah-lincah kaka..

    • Penggunaan UAV produk dalam negeri punya byk keuntungan, diantaranya:
      1. produsen merasa dipercaya shg mendorong peningkatkan kualitas
      2. penyerapan tenaga kerja (ahli) shg tdk pada kabur ke luar negeri
      3. produk utk pertahanan semacam UAV menciptakan imej tersendiri bg masyarakat
      4. mendorong perluasan riset di pelbagai perguruan tinggi, dll 😀

  1. Wow, wow, wow!!!. Drone yg terbang di ketinggian stratosphere… Luar biasa. Seharusnya tawaran yg terlalu menggiurkan untuk diabaikan. Semoga pemerintah dapat segera merespons dengan tepat dan cepat. sebelum diambil negara lain. OMG!

      • Menarik bung andri, saya juga sempat terpikir soal kena tembak rudal ini. Memang pilihan rudal dari darat yg bisa menghajar target di ketinggian ini masih terbatas. Tapi rasanya sudah ada beberapa pesawat yg masuk kategori air superiority yg sanggup membawa rudal penghancur sasaran di area ketinggian ini, bukan? Dan kl tdk salah F-15 adl salah satunya. He3…
        Mungkin – kalau emang jadi ambil nih barang bagus – TNI jg perlu memikirkan cara ‘menjaga’ Garuda ini supaya tdk diganggu saat lagi meronda di perbatasan atmosfer yg sepi dan dingin. *menghayalbebas*

    • Ngeri-ngeri sedap ya bung, jika ditambah kemampuan ini-itu yang lebih canggih sehingga seharga 100 milyarpun masih bisa dapet 45 biji. cukup untuk giliran ngeronda setiap hari di seluruh Indonesia. Mantap lanjutkan.

  2. Tadi saya ngobrol dengan Prof. Josh, untuk pembuatan Indonesia Sky Scanner dibutuhkan wakti selama 1-2 tahun. Kira2 anggaran yg dikeluarkan itu dibawah 50 milliar dan besarnya sama dengan Global Hawk. Kenapa murah karena bikin sendiri? Untuk aplikasi ke UCAV bisa saja karena Lapan sudah bisa, Payload bisa sampai 100 kg. Lalu GCS bisa kita buat sendiri. Kalau jadi, semua pihak akan dilibatkan, yaitu dari BUMNis seperti PT DI, PT Len, lalu dari pihak akademisi, institut, dll…

    Beli 3 unit harganya mungkin habis sekitar 300 milliar, kalau ada tamban aplikasi persenjataan. Kalau cuman pengawasan atau survaillance itu sekitar 150 m. Kata beliau, sampai kapan kita harus jadi bangsa operator?? Kalau beli malah yg untung oknum2 jahat. Besok beliau di Taiwan kembangkan seperti yg diatas, lalu minggu depan Malaysia. Tapi kalau nantinya buat Indonesia seperti Indonesia Sky scanner, itu tidak ada yg punya dengan aplikasi super lengkap dan pertama di dunia.

    Jadi kita pilih mana??

  3. Bung@jalo,anggaranye murah banget ya..!! Ane mo tanya menurut bung ada kemungkinan ga tuh anggaran bisa disetujuin..?? Ape mungkin bisa pemerintahan SBY yg menyetujuinye masalah drone ini walaupun tinggal beberapa bulan lagi SBY menjabat..?? Jadi pemerintahan selanjutnye tinggal nerusin az..thank’s ..!!

    ….NKRI HARGA MATI….

    • Kalau disetujuin bisa aja bung, karena dilihat investasi yg murah dan maksimal dalam pengoperasiannya. Namun nanti kan harus melalui permintaan Kemhan atau KKIP, karena drone seperti ini berhubungan dengan pertahanan dam keamanan negara. Nah nanti kalau terpilih sesuai UU nomer 16 tahun 2012 pasti KKIP akan meminta PT. DI sebagai Lead Integrator dan menyusun tim bersama.

      Untuk masalah pak SBY sebenarnya bisa saja bung, tapi memang penyusunan kerjasama iti tidak gampang karena perlu persetujuan sejumlah pihak. Cuman lebih baik sih pemerintah kedapan, karena punya wakti panjang mengawasi program ini.

  4. Nah ini baru..bener thanks ya om jalo..uang banyak tapi buat kemndrian drone indonesia…ini nama nya klop…tapi takut nya wani piro ama aku oleh opo..ini yang bahaya…..mudah2an..pak presiden yang baru..lebih radikal lagi dalam ngambil..keputusan..demi NKRI..pak presiden…

  5. Setuju sm usul bung @freaxout & bung @sempak.. . tlg bung jalo, kn sayang bnget klo kduluan ma negara laen. Apalagi prof.josh kn ingin indonesia dluan yg pakae. Dgn sosok pak jk yg lbh seneng hsil krya dlm negri .N pastinya ilmuwan2 lokal pasti dpt ilmu dr beliau…. please bung @jalo.. ngarep.com

  6. Saya optimis pak jokowi akan menerima tawaran ini. Karena beliau sdh berkomitmen memperbanyak jmlh drone Indonesia. Lalu kita bikin banyak shg punya nilai ekonomi..diekspor, jual sbg tot tp yg strategis tetap dirahasiakan.

  7. . Sky Scanner .. Drone hebat..diatas Global hawk DAN Predator untuk daya jelajah dan kemampuan terbangnya..

    Akir Tahun ini jika tidak ada hambatan, LAPAN akan mengadakan uji coba Roket Balistic RX 2020 dengan jangkauan diatas 20 km , dengan multi nosel

    Roket RX 2020 . Adalah Roket Balistic uji coba dengan ukuran sepanjang 2000 mm dengan diameter 200 mm. roket RX 2020 jenis roket balistik yang baru dikembangkan pada tahun 2009 dengan bahan bakar propelan komposit (HTPB). Roket jenis ini dapat menggunakan folded fin (sirip tetap) yang diletakkan pada bagian nosel. Roket RX-2020 merupakan roket yang diproyeksikan sebagai ballistis missile dengan jangkauan 20-30 km Roket ini dirancang untuk terbang spin pada kecepatan terbang tinggi dan diasumsikan terbang pada sea level dengan kerapatan konstan 1.225 kg/m3. Gaya Dorong maksimum (Fmax) yang diperoleh pada kisaran (Fr) 2250 kgf yang tercapai selama 7.7 detik. Acuan rancang bangun roket jenis ini mengacu pada roket 122 RM 70 yang mempunyai jarak jangkau 10 km sampai dengan 20 km atau lebih.RX 2020 roket balistik berbahan bakar propelan padat jenis double base.

    tujuan lain agar dapat dipelajari dan dianalisa daya tahan terhadap titik leleh yang tinggi,kekuatan pada temperatur tinggi (high temperature strength),ketahanan perayapan (creep resistance), ketangguhan (toughness), ketahanan lelah (fatigue resistance), ketahanan korosi temperatur tinggi (high temperature corrosion), dan kestabilan struktur mikro(microstructural stability). .

    rencana nya berbarengan dengan peluncuran roket RX 450/550 di daerah pamempeuk ,garut. desember 2014 nanti

  8. udah ada satelitnya …artinya udah ngelink ni, bisa bikin drone superior ,,benarkan bung jalo@

    klu udah punya drone di atas artinya kita bisa bikin drone super + radar yg canggih,rudal atw drone jelajah..eheh,,masih byk ide tentang drone wakakakak..

  9. salah satu applikasi drone ini baiknya fungsinya ditambah menjadi semacam repeater/hotspot… hingga seluruh indonesia terkoneksi via wifi…lebih murah dan project ini sedang dikerjakan oleh google…ajak kerja sama aja….

  10. @Bung Jalo, endurance nya berapa lama ya? besarnya seperti global hawk? mantap banget. kalo fungsinya bisa seperti satelit bahkan bisa jadi awacs bagus sekali. kalo perlu kita bikin gerakan sumbangan untuk mewujudkan drone nasional, biar pemerintah pada dengar.

  11. Ini adalah MONSTER, mother of all drone. Mungkin ini akan menjadi satu2nya satelit yg bisa didaratkn kembali secara “soft”. Jika benar, ini adalah sesuatu yg bersifat revolusioner. Secara militer juga bisa mendukung “perang bintang” (menghancurkan satelit, rudal antarbenua, meluncurkan rudal dll). Maaf cuma pandangan sekaligus harapan orang awam.

  12. Daripada mengharap tot yg blm tentu berhasil sebab teknologi kuncinya tdk akan diberikan.lb baik buat sendiri.anti embargo,lb murah,kerahasian tinggi,memajukan iptek dlm negeri dan efek domino lainya.mungkin kita bisa berharap ke pak jk.

  13. ayo bung Jalo tancap gas untuk pengembangan Drone Indonesia.. mumpung program ini sudah menghangat di acara debat kemarin.. mumpung banyak para ahli yang akan membantu.. mau kapan lagi mumpung ada kesempatan sebesar ini..

  14. parai ahli dari LAPAN dan BPPT dll sudah dalam tarap pengembangan dalam masalah UAV, dengan adanya UAV wulung, ada baiknya bpk.josephat tetuko sri sumantyo ikut bersama LAPAN & BPPT lebih mempercepat pengembangan UAV wulung dengan ilmu & teknologi yg bapak miliki, agar UAV wulung dapat menjadi UAV yang tercanggih seperti yg kita harapkan !

  15. seandainya bapak jokowi berkenan mampir meskipun hanya SR dilapak ini(warjag),mungkin banyak angan dan harapan kita yang bisa terakomodasi.meskipun bapak bukan pilihan saya,tetapi saya berharap bapak dapat mengemban amanah dari sebagian besar rakyat bangsa ini.lupakan perselisihan mari galang persatuan demi kebesaran bangsa tercinta NKRI harga mati!

    sorry comentnya gak nyambung!

LEAVE A REPLY