Jan 072017
 

ISLAMABAD – Pakistan telah memulai pembangunan kapal rudal jenis baru sebagai bagian dari upaya untuk modernisasi Angkatan Lautnya demi memastikan keamanan bagi Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC), rute perdagangan yang menghubungkan China bagian barat ke Laut Arab melalui pelabuhan laut dalam Pakistan yang ada di Gwadar.

Pakistan berharap CPEC akan menghidupkan kembali ekonominya, sedangkan jalur perdagangan dan sumber energi China akan melewati Selat Malaka.

Pemotongan baja pertama untuk kapal tersebut dilaksanakan pada 29 Desember 2016 lalu. Gambar dari upacara mengungkapkan bahwa kapal tersebut merupakan pengembangan dari kapal rudal Azmat-Class yang dirancang oleh China untuk Pakistan. Tiga kapal Azmat-Class telah dibangun, satu di Cina dan dua di Pakistan oleh BUMN Karachi Shipyard & Engineering Works (KSEW).

Sebuah pernyataan oleh media militer Inter Service Public Relations (ISPR) mengungkapkan bahwa kapal yang disebut sebagai kapal rudal rancangan pribumi, dikembangkan oleh Maritime Teknologi Complex dan akan memiliki “senjata dan sensor terbaru”.

Meskipun gambar yang diluncurkan dari upacara meninggalkan beberapa pertanyaan yang belum terjawab tentang fitur lengkap dari kapal baru, perbedaan mencolok terlihat dari model dasar termasuk penggunaan rudal baru, super struktur bagian depan didesain ulang dan kemungkinan penggantian meriam kembar 25 mm.

Angkatan Laut Pakistan menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut mengenai perubahan tersebut.

Meskipun tidak memberikan informasi lebih detail, mereka mengatakan bahwa desain baru akan memiliki persenjataan baru, sensor dan bahan. Rencana masa depan mencakup sistem manajemen tempur pribumi, rudal anti-kapal dan mungkin rudal pertahanan udara, yang mana menjadi kekurangan utama pada kapal yang ada saat ini.

Kapal rudal Azmat dipersenjatai dengan 8 buah rudal anti-kapal C-802A/CSS-N-8 Saccade, tapi desain baru jelas dipersenjatai dengan 6 rudal yang lebih besar. Spekulasinya adalah kemungkinan menggunakan rudal C-602, versi ekspor dari rudal YJ-62 China, yang dalam pelayanan Pakistan dikenal sebagai rudal pertahanan pantai bernama “Zarb”.

Rudal subsonik C-602 memiliki jangkauan 280 km dan membawa hulu ledak 300 kilogram. Rudal ini lebih besar besar dan memiliki jangkauan lebih panjang dari rudal C-802A.

Namun, tahun lalu, laporan Kementerian Produksi Pertahanan mengungkapkan sebuah peluncur kapal bagi rudal jelajah serang darat yang sedang dalam pengembangan.

Hanya rudal serang darat Babur yang asli dibuat Pakistan saat ini. Sejauh ini belum ada laporan dari varian anti-kapal, namun penempatan pelacak rudal C-602 pada rudal buatannya pasti akan mempercepat pengambangan.

Sumber: Defense News

Artikel Terkait :

  9 Responses to “Pakistan Bangun Kapal Rudal Baru Untuk Lindungi Jalur Perdagangan Kunci”

  1. Beeghh

  2. ternyata bukan c-705

  3. wao pak istan dah bisa buat kaprang

  4. Bahkan dah bisa pula bikin rudal….

  5. Yg komen pada ngawur semua….wkwkwkkk warjag udah pada kabur semua, lhawong jkgr udah ga ada berita menarik lg,,,, dijaman pemerintahan skr kaga bakalan ada berita militer yg besar….paling kapal patroli kecil kelas terii….wwkkwkkk

  6. modul haluan, bagian dari forecastle deck utk bagian penempatan mooring winch

  7. loh kok sekatnya buntu? oh… mungkin isi hull nya buat tanki air tawar plus dindingnya buat coverdam

  8. Pakistan akran ama china kenapa kita tidak???