Jan 012017
 

Tentara Israel di Tepi Barat, Palestina (Reuters/Abed Omar Qusini)

Ramallah – Presiden Palestina pada Sabtu (31/12/2016) mengatakan dukungan internasional baru-baru ini buat Palestina, termasuk resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB, mengirim pesan kepada Israel dan presiden mendatang AS.

Belum lama ini DK PBB mengeluarkan resolusi yang menuntut segera dihentikannya pembangunan permukiman Yahudi, sementara masyarakat internasional memperlihatkan sikap yang menentang pendudukan Israel dan pelanggaran terhadap resolusi sah internasional.

Juru Bicara Presiden Palestina Nabul Abu Rdheinah mengatakan di dalam satu pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi Palestina, WAFA, pemimpin Palestina telah menerima tiga keputusan sangat penting berturut-turut yang “sepenuhnya menggagalkan” kebijakan Israel.

Ia menjelaskan ketiga prestasi tersebut adalah resolusi DK PBB yang menegaskan ketidak-absahan kegiatan permukiman Yahudi, lalu pidato Presiden Pemerintah AS yang menganggap permukiman sebagai penyebab nyata di balik macetnya proses perdamaian dan menghambat penyelesaian dua-negara dan sekarang mendekatnya konferensi perdamaian internasional di Paris. Sementara itu, Israel berusaha menggagalkannya.

Abu Rdeinah mengatakan semua prestasi tersebut terwujud pada saat seluruh wilayah melalui perubahan bersejarah.

Abu Rdeinah menyatakan dunia sudah jemu dengan kebijakan Israel, pemerintah Israel dan diabaikannya hukum internasional, dan pada saat yang sama Israel mempertahankan pendudukan, demikian laporan Xinhua, Ahad pagi. Masyarakat internasional, katanya, akan membantu rakyat Paletina dalam perjuangan sah mereka “yang takkan berhenti sampai kami memperoleh hak kami dalam kemerdekaan nasional yang merdeka”.

Di dalam pidatonya pada Rabu (28/12), Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan resolusi Dewan Keamanan PBB baru-baru ini yang menentang kegiatan permukiman dimaksudkan untuk memelihara kemungkinan bagi penyelesaian dua-negara.

Kerry menyeru Israel dan Palestina agar menerima baik penyelesaian dua-negara sejalan dengan perbatasan 1967.

Pidato tersebut disampaikan cuma 22 hari sebelum pemerintah kerry menyerahkan jabatan kepada Presiden AS yang baru terpilih Donald Trump.

Konferensi perdamaian internasional dijadwalkan diselenggarakan di Paris pada 15 Januari, dan akan dihadiri oleh 70 menteri luar negeri dan organisasi PBB, tapi tak ada wakil dari Palestina atau Israel.

Paris menjadi tuan rumah pertemuan internasional tingkat menteri pada 3 Juni, yang dihadiri oleh menteri luar negeri dari 25 negara, termasuk empat negara Arab. Konferensi itu membahas kelanjutan proses perdamaian yang macet antara Israel dan Palestina.

Babak terakhir pembicaraan perdamaian antara Israel dan Paletina, yang digagas AS, macet pada April 2014, setelah sembilan bulan upaya yang sia-sia.

Antara-Xinhua-OANA

Artikel Terkait :

  9 Responses to “Palestina : Dunia Sudah Jemu dengan Kebijakan Israel”

  1. Sampai kiamat pun israel tetap akan begitu…..bangsa yang selalu mengusik orang lain….takdirnya sudah begitu….

  2. Yakin dengan judulnya?

  3. Israel kan sesembahannya orang Amerika cs dan para pengagumnya..jd meskipun sdh bantai ribuan Palestina sah sah aja..dan dunia sdh jemu tapi takut dan gak bs berbuat apa apa ..

  4. zionis israel hrs ditekan terus kl bisa dijadikn kurcaci biar mereka itu sadar tapi mungkinkah itu?

  5. jangan percaya sama as…itu cuma mau menandingi russia tentang perdamaian di suriah….ingat pernyataa kotroversial trump dia mau mengusir orang islam dari amerika..sedangkan sekarang jaman obama yang sebentar lg mau habis jabatanya…dan tentu kebijakan as akan berubah..ini tetap permainan asuu..=opini

  6. Giliran korut yg ngeyel bin bandel lgsg jatuh talak.
    rusia kirim pasukan lgsg di sanksi.
    indonesia mau mempertahankan timtim lgsg embargo.
    irak di tuduh sembunyikan nuklir lgsg di serang.

    Israel yg menjajah palestina malah dikirimin alutsista dan dana hibah.

    Mantap paman sam dan britis.