Panglima TNI Sudah Kirim Surat Pembatalan Pembelian Helikopter Agusta Westland 101

45
20

AgustaWestland, AW101 MK 4 (Foto : Rich@rotorblur –
@RotorRich78)

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa TNI batal membeli helikopter Agusta Westland 101, yang rencana pembeliannya sudah ditolak oleh Presiden Joko Widodo pada 2015 lalu.

“Yang jelas saya sudah buat surat untuk pembatalan kontrak, sudah lama (dikirimkan)” ujar Jenderal Gatot Nurmantyo kepada wartawan di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, seperti dilansir Tribunnews.com pada Rabu (28/12).

Terkait kabar pembelian helikopter Agusta Westland 101, Panglima TNI menjelaskan bahwa pihaknya sudah membentuk tim investigasi untuk mencari tahu di mana letak kesalahannya.

“Tergantung tim investigasi (tindak lanjutnya),” kata Jenderal Gatot.

Panglima TNI menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan-segan mengambil tindakan kepada pihak yang bertanggungjawab dan terbukti melakukan kesalahan.

Sebelumnya, diberitakan bahwa TNI Angkatan Udara tetap membeli helikopter AgustaWestland 101, meski pernah mendapat penolakan Presiden Joko Widodo pada Desember 2015 silam.

Sumber: Tribunnews

45 COMMENTS

    • @ayoeng

      Memang betol…gak cuma cougar, tapi nc-295 dan panther juga begitu.

      Tapi bukan berarti PT. DI gak berdaya sama sekali….tipe2 tsb diatas baru diimpor RI utk pertama kali jadi PT. DI belum punya toolingnya.

      Nah kalo PT. DI/kemhan sudah teken kontrak sekian unit dari alutsista tsb sesuai kesepakatan dg airbus baru PT. DI diberi hak…entah lisensi atau memproduksi sendiri komponen2 tertentunya.

      Wkwkwkwkwk, dr kemarin. ada yang getol menuduh PT. DI cuma kebagian ngecat helinya doang….kesian ada yang kebakaran jenggot

  1. D cari siapa pak yg mau tggung jawab bayarx klo ada lgsg suruh potong gaji seumur hidup…mef II ada gak list buat pmbelianx nih.
    Berawal dri prencanaan yg kurang tepat outputx psti error…prinsip efektif efisien ekonomisx

    • Bed bed. Sikap nt msh saja satu warna, monoton dan membosankan : fanatik buta. Sikap ini menjadikan nt tidak bs membedakan mana hitam mana putih, mana benar mana salah, mana kritikan mana celaan. Kasat mata yg bs dipahami dlm mslh ini adalah keinginan pemakai (TNI AU) selalu dipersulit oleh instansi pemerintah terkait (kemenhan). Tak jauh beda dgn pengadaan SU 35 yg menjadi idaman TNI AU. TOT yg tak masuk akal menjadi salah satu dalil untuk mempersulit segala pengadaan.

  2. Setahu saya AW itu singkatan dari American Warteg (itu lho warung franchise yg jual ayam krispi dan ada simbol beruang pake baju kaus).

    Xixixixi

    Ini semua disebabkan PTDI tidak punya saingan jadi ya gitu deh kinerjanya.

    Coba lihat PT PAL, saingan perusahaan galangan lain banyak jadi kinerjanya bagus.

    Coba kalo PTDI dikasih saingan misal SAAB dan Locheed Martin dan Boeing buka pabrik pesawat di sini, pasti kinerjanya terpacu deh…

  3. 1. Yang jaman dulu itu mengapa kok kelihatannya nggak ada TOT tapi bisa akuisisi ? Sebab nggak ada yg berani protes, kalo protes dilengserkan atau masuk bui karena satu atau lain alasan.

    2. UU yg mewajibkan TOT juga produk yg dulu.

    3. Yang jaman sekarang dan jaman nanti harus ikuti UU sebab patuh UU aja rame yg mencela dan mau melengserkan apalagi kalo pakai gaya ugal2an nggak mau ikuti UU wah pasti nanti lebih rame yg ngegruduknya.

  4. Para elit d negeri ini banyak yg berkoar, klo memang dalam negri mampu buat,ngapain hrs impor, yg jd pertanyaan heli yg kaya apa yg telah d buat pt DI asli made in indonesia, bell, puma, super puma, cougar? wong cuma numpang rakit doang d pt DI, susah bwt d ajak maju..

LEAVE A REPLY