Sep 202016
 

Ditampilkan untuk pertama kalinya dalam pameran Afrika Aerospace & Defence (AAD 2016), Paramount Mbombe 8 Kendaran Tempur Infanteri (IFV) terbaru. Kemunculan awal konfigurasi IFV adalah saat Kazakhstan Expo pada bulan Juni 2016 dengan nama lokal Barys 8.

Mbombe 8 adalah teknologi kendaraan lapis baja garda depan dan telah dikembangkan untuk memenuhi permintaan kendaraan multi-peran, mobilitas tinggi dan platform anti ranjau, serta perubahan tuntutan medan perang global.

Bila dibandingkan dengan anggota keluarga Mbombe sebelumnya dari kendaraan tempur lapis baja beroda (AFV), maka Mbombe 8 IFV memiliki lebih banyak volume dan daya angkut. Hal ini memungkinkan untuk melakukan jangkauan lebih luas dari misi medan perang, serta dilengkapi dengan sistem senjata yang lebih berat.

Pada AAD 2016, Mbombe 8 ditampilkan dengan dilengkapi Stasiun Senjata Remote Control (RCWS) yang dipersenjatai meriam 30 mm dan senapan mesin (MG) 7.62 mm, ditambah bank dari peluncur granat.

Mbombe 8 memiliki berat kotor kendaraan 28 ton dan berat tanpa beban 19 ton, sehingga memungkinkan untuk menambah muatan sebanyak 9 ton termasuk sistem senjata, amunisi, bahan bakar dan kru. Sumber tenaga berasal dari mesin diesel turbocharged 6 silinder dengan transmisi 6 kecepatan otomatis yang dapat memberikan kecepatan maksimal 110 km/jam, dilengkapi dengan ban 16.00R20, daya jelajah maksimum adalah 800 km.

Menurut Paramount, standar tingkat perlindungan balistik dari Mbombe adalah STANAG 4569 Tingkat 3+, sementara perlindungan terhadap ledakan ranjau adalah Tingkat 4A dan 4B, disertai pilihan untuk memberikan armor tambahan untuk tingkat perlindungan yang lebih tinggi.

Pengembangan Mbombe 8 memungkinkan Paramount untuk menawarkan kepada pelanggan potensial sebuah keluarga AFV beroda lengkap mulai konfigurasi 4×4, 6×6 dan 8×8 yang berbagi sekitar 80 persen dari komponen umum untuk mengurangi biaya operasional, serta mengurangi pelatihan.

Ivor Ichikowitz, pendiri dan direktur eksekutif Paramount Group, mengatakan “Ini adalah kesempatan penting bukan hanya untuk Paramount Group, tetapi juga untuk Afrika Selatan, yang memelopori IFV itu. Selama 6 tahun kami telah merancang, mengembangkan dan memproduksi tiga kendaran tempur lapis baja kecepatan tinggi, jarak jauh dan low-profile – yaitu Mbombe 4, 6 dan 8”.

Prototipe canggih dari Mbombe 8 pertama akan segera mulai uji coba mobilitas yang luas dan produksi bisa dilakukan di Afrika Selatan atau Kazakhstan.

paramount-mbombe-6

Dalam pameran AAD 2016 juga ditampilkan kendara 6×6 Mbombe 6 yang saat ini sedang dalam produksi untuk Angkatan Bersenjata Yordania yang telah memesan 50 unit kendaraan. Produksi pertama kendaraan Mbombe 6 adalah di Afrika Selatan dan selanjutnya diikuti oleh perakitan progresif lokal di fasilitas Biro Desain dan Pengembangan Raja Abdullah II (KAADB), Yordania.

Sumber: IHS Jane

Peminat manga, anime, gadget, sains & teknologi, sosial-politik dan militer
Link medsos ada dibawah
– Facebook
– Google Plus
– Twitter

  20 Responses to “Paramount Mbombe 8, IFV Buatan Afrika Selatan”

  1. Rodanya bundar..

  2. Emprit tawarkan alutsista kepada kutilang yg punya 120 hulu ledak nuklir (terbesar ketiga di dunia) hix.hix.hix.. salut buat keberanian emprit yg rata-rata senjata utamanya rongsokan bekas sampah terutama dari ASU yg rawan sabotase, konspirasi, jebakan batman, di kadalin dan embargo.
    http://detak.co/indonesia-tawarkan-alutsista-kepada-pakistan/

    • @HGM

      Kalo soal senapan serbu dan ilmu metalurgi mungkin pakistan selangkah lebih maju (pakistan udah lama pegang lisensi dari HK: G-3 dan MP-5)…tapi soal pesawat angkut mereka ganti kalah 2 langkah

    • 120 hulu ledak nuklir belum ketiga terbesar, tapi keenam. Ntar diperkirakan 10 tahun lg baru Pakistan jd ketiga (350+ hulu ledak). Begitulah desas-desus yg dihembuskan AS hehehe.

  3. cukup badak aja yg menjaga NKRI…

  4. Afrika Selatan aja bisa bikin IFV masa kita cuma bisa bikin APC bikin IFV nya kapan ??? yakin pasti tibang MBT mahh buat Pindad kecill apalagi ini yang cuma IFV…..

    • @rasyid

      Eitsss…nanti dulu, ini ifv bukan sembarang ifv. Afsel jadi patokan pengembangan ranpur mrap, dg desain lambung berbentuk hurup “V”…tapi kali ini mereka melakukan pendekatan yang berbeda.

      Utk mempertahankan kemampuan bertahan dr ledakan ranjau sekaligus mengurangi pantauan visual (biasanya rodanya cingkrang), maka mereka tdk menggunakan desain lambung “V” tapi menggantinya dg plat baja tebal yang dibending/ditekuk shg tidak mengurangi kekuatannya dr terangan ranjau….tapi konsekuensinya bobot jd membengkak

  5. Mbombe8 cakep tuh ane suka. Tampilannya kayak Boxer.

  6. nanti saya buat redesign jg ah 6×6 apc jadi ifv

  7. Ngombe

  8. m’bok’e

  9. wajib dimiliki satpol pp

  10. Dari bentuk, kayaknya belum amfibi.

  11. Afrika aja bs bikin yg 8×8, indonesia bikin anoa cuman 6×6 dan lucunya anoa 2 juga 6×6, knp ga sklian bikin yg 8×8, type anoa 1 dan anoa 2 kan beda, jadi jumlah wheel drive nya ya bedain jg dong…mumpung bikinnya banyak, gitu maksudnya, klo 8×8 otomatis utk daya tampung bs lebih banyak dan lbh efisien jika perang trjadi…itu yg abis pikir dr si pembuatnya…dan lbh lucunya panser badak kita 6×6 juga…waduuhhh apaan ini??. Knp ga ada bs brpikir utk bikin yg 8×8 ya?… disitu sy ga bingung hingga saat ini…

  12. Senjata apapun kalo buat perang di suriah bakal ancur bung…apalagi senjata ecek ecek..cepet ancurr..

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)