Feb 182017
 

WASHINGTON – Kenaikan tajam dalam jumlah pembelian jet tempur F-35A dalam waktu dekat dapat meningkatkan harga program secara keseluruhan, kata pejabat US Air Force (Angkatan Udara AS) memperingatkan Kongres pada hari Kamis (16/02/2017).

Joint Strike Fighter F-35 Lightning II (© US Air Force)

Membeli lebih banyak F-35A dalam beberapa tahun ke depan bisa menyebabkan biaya retrofit lebih tinggi dari yang diperkirakan pada tahun 2020-an awal, ketika program modernisasi Blok 4 dimulai, kata Mayjen. Jerry Harris, Wakil Kepala Staf Angkatan Udara untuk rencana strategis, program dan permintaan.

“Jika kita membeli lebih banyak dari yang telah direncanakan dalam lima tahun ke depan, Angkatan Udara harus meretrofit pesawat yang sudah dikirim ke armada tersebut dengan modifikasi hardware dan software Blok 4”, katanya dalam kesaksian tertulis yang disampaikan ke Komite Angkatan Bersenjata pada hari Kamis.

“Setelah Block 4 dikirimkan awal tahun 2021, kita harus memeriksa opsi untuk mempercepat program F-35A guna memenuhi kebutuhan pesawat generasi ke-5 dalam menyeimbangkan kemampuan Angkatan Udara demi memenuhi tujuan keamanan nasional”.

Rencana anggaran Angkatan Udara saat ini adalah untuk membeli rata-rata 48 unit F-35A per tahun dari tahun fiskal 2018 – 2022, menurut catatan Harris. Pada permintaan tahun fiskal 2017 – 2021, menunjukkan bahwa Angkatan Udara membeli 60 unit jet F-35A per tahun hingga 2021.

Rencana yang secara drastis berubah di bawah pemerintahan Trump, yang telah menyerukan perluasan kekuatan tempur Angkatan Udara akan tetapi juga memberikan kritik tajam kepada program F-35 itu sendiri.

Petinggi Angkatan Udara AS telah berhati-hati terkaitan dengan tingkat pembelian yang lebih tinggi pada F-35, yang menyatakan bahwa kebutuhan pada kekuatan tempur udara tambahan harus mempertimbangkan persyaratan lain dari Angkatan Udara ini.

Namun, para petinggi berpengaruh lainnya, termasuk mantan kepala Komando Tempur Udara Jenderal Herbert “Hawk” Carlisle, mengatakan bahwa Angkatan Udara harus meningkatkan hingga 60 unit pesawat per tahun atau sebanyak mungkin.

Letjen Christopher Bogdan, pejabat eksekutif Pentagon untuk Program F-35, tidak mengkomentari secara khusus apakah pengadaan lebih cepat dapat meningkatkan biaya program.

Sebaliknya, Bogdan mengatakan bahwa keengganan Harris untuk meningkatkan jumlah pembelian kemungkinan terkait rencana upgrade prosesor utama pada pesawat dalam modernisasi Block 4, yang programnya merujuk pada Tech Refresh 3, atau TR3. Bahwa perangkat keras baru akan memberi peningkatan lebih besar pada kemampuan integrasi perangkat lunak dan senjata, tetapi meningkatkan pengadaan F-35A saat ini bisa menyulitkan pada tahap transisi dari TR2 ke TR3.

Modifikasi penuh Suite Blok 4 masih belum ditentukan, tetapi akan mencakup senjata tambahan dan upgrade sistem pernika (peperangan elektronika), radar dan komunikasi. Dalam kesaksiannya, Harris menyuarakan keprihatinan bahwa Kongres sudah mulai memotong anggatan untuk upgrade Blok 4.

“Saya tekankan betapa pentingnya agar kita dapat sepenuhnya mendanai Blok 4”, katanya. “Kita berada pada tahap penting di mana kita harus memulai tahap pengembangan untuk memastikan kita mampu memenuhi kebutuhan 2025”.

Defense News

Artikel Terkait

  7 Responses to “Pejabat US Air Force Peringatkan Dampak Memborong F-35”

  1. Dilema, jangka pendek, jangka panjang,

  2. Yang blok 4 itu apanya perangkatlunak pesawat kah?

    • perangkat keras dan perangkat lunak bung, berupa chip prosesor yg lebih cepat, karena prosesor yg dipakai skrg tidak kuat untuk peperangan melalui network, apalagi sistem tersebut akan dipadukan antara F-35, F-18 dan F-16 termasuk F-22, oleh karena itu software juga akan di upgrade agar bisa menggotong senjata lebih banyak dan beragam

  3. Apa ggk terbalik harga mahalll..yg pesan minim..???iklan kali…

    • belinya murah, tp biaya akan bengkak saat diperlukan service berkala dan upgrade bung, bila ada 100 pesawat yg hrs diservice sementara anggaran cuma bisa buat 50 pesawat, berarti ada 50 yg hrs grounded dong, sementara tahun berikutnya saat yg 50 grounded akan di service lalu ada tambahan 100 lagi yg mau diservice bgma???

      contoh diatas saya buat misalnya amerika beli pesawat 100 per tahun. itu baru biaya service, blom lagi klo harus upgrade

  4. damm,, Trump itu gila dan buat senewen.. tapi kerjanya bagus bagi negaranya.
    perluasan dan penyeimbangan armada ke block 4..

    menekan produsen F35,, memotong harga,, dan membuat ancaman dengan kamuflase F18 SH
    dilain pihak malah meningkatkan produksi F35 dari 48 pertahun ke 60 pertahun…

    otaknya emang encer,, out of the box.. Damm!!!

  5. Mengejar superioritas udara di dunia malah puyeng sendiri, mahal belinya malah lebih mahal perawatan dan Upgradenya!kebelinger. T50 Pak Fa kayak gn jg gak ya?

 Leave a Reply