Jan 102017
 

Ratusan pelajar SMP Negeri 35 Surabaya, Jawa Timur mendapat pembekalan khusus bela negara dari Komando Rayon Militer (Koramil) Rungkut Surabaya.

kegiatan bela negara dilakukan mulai dari baris berbaris hingga pemahaman wawasan kebangsaan. Diharapkan melalui kegiatan bela negara ini bisa tertanamkan kedisiplinan serta menyadarkan tentang pentingnya cinta tanah air dan jiwa nasionalisme.

Di tengah latihan baris berbaris, diberikan ceramah bidang hukum, pemahaman wawasan kebangsaan hingga pemahaman UUD 1945.

Menurut komandan rayon militer rungkut surabaya, Mayor infanteri Supriyo Tri Wahono, pelatihan dan pembekalan khusus bela negara kepada para pelajar ini cukup penting. Sebab lingkungan sekolah dinilai sebagai salah satu upaya dalam membangun karakter pelajar, mulai sejak dini, hingga beranjak dewasa agar berguna saat nantinya berada di lingkungan masyarakat.

Tujuan dari kegiatan bela negara pada dasarnya adalah untuk meningkatkan rasa cinta tanah air kepada bangsa dan negara serta memiliki jiwa nasionalisme.

“Pembekalan ini digelar untuk membangkitkan rasa cinta kepada tanah air di dalam diri para pelajar,” jelas Mayor inf. Supriyo Tri Wahono, Danramil Rungkut Surabaya, senin (09/01/2017)

Sejumlah pelajar mengaku, pembekalan dan pelatihan bela negara ini sangat penting. Sebab selain bisa mengerti tujuan bela negara. Pelajar juga bisa memiliki jiwa dengan menghargai dan mencintai tanah air. Selain itu juga siap mengawal bela negara selama di lingkungan sekolah.

Pembekalan bela negara ini, nantinya akan dikembangkan selama di sekolah untuk tingkat sekolah dasar dan sederajat. Pembekalan dan pelatihan bela negara akan dilakukan anggota TNI setingkat babinsa. Untuk tingkat SMP dan SMA atau sederajat dilakukan jajaran setingkat Danramil serta untuk tingkat mahasiswa dilakukan jajaran setingkat Dandim.

  11 Responses to “Pelajar SMP di Surabaya Mendapat Pembekalan Bela negara”

  1. horee… pertamax

  2. ya begitu pak mending ke anak smp dan sma,
    menanamkan rasa nasionalisme dan persaudaraan sekaligus menyadarkan para generasi penerus bangsa adanya upaya2 destabilisasi negara dari dalam, dalam bentuk penciptaan perseteruan antar etnis di media2 sosial, radikalisasi agama sehingga tidak mampu menerima perbedaan dan gerakan sosialis-liberal(evolusinya paham komunis) yg mencoba mempengaruhi masyarakat dgn kehidupan hedonis yg bebas,individualis dan penuh perbuatan amoral yg sanggup menghancurkan kearifan lokal dan nilai2 kekeluargaan serta gotong royong.

    tiga2nya adalah ancaman terbesar dari dalam negeri

  3. Semua ini percuma utk perang di masa depan…teknologi dan persenjataan sdh sangat amat maju, kekuatan manusia sdh tdk berguna lg, krn saat itu para robot lah yg berperang, bukan manusia…jadi jika ingin disegani, hrs mengikuti perkembangan dunia, jgn bergerak sendiri2…tar yg ada malah tambah mundur….alias ga maju2!!,,

    • man power dan will to fight adalah penyebab perang asimetris sering di menangkan oleh pihak yg tak punya kekuatan berimbang, baca2 sejarah pertempuran
      doktrin terakhir tni adalah perang semesta, perang gerilya berlarut utk mengikis sumber daya pihak musuh dan upaya diplomasi meraih dukungan internasional bagi diplomat2 kita dan bonus PTSD dialami pihak musuh,baca2 veteran perang vietnam, irak dan afghanistan dll yg pulang mengalami trauma, menghantui sepanjang hidup banyak yg bunuh diri karena tak snggup meneruskan hidup sampai sekarang PTSD belum ada cara menghilangkannya, konseling pun percuma

  4. kegiatan yang sangat bagus , mungkin bisa di program untuk semua sekolah di seluruh Indonesia baik yang Negeri maupun swasta , mungkin bisa beberapa kali dalam setahun, saya pikir semangat patriotik dan cinta tanah air harus mulai terus di bina sejak anak sekolah. salam .

  5. Lanjutkan,..
    Klo bisa mulai dari sekolah dasar…khususnya ibukota

    Tapiiiiiiiiiii ada aja yg minta dikaji ulang,.

    “Belum lama berjalan bela negara udah ada yg protes”

  6. mantap” program bela negara tidak harus ikut latihan keras ala militer, tapi membangun pemikiran agar seluruh masyarakat cinta tanah air dan benar2 mau bersatu bersama membangun bangsa yg besar menjaga keutuhan NKRI.. MERDEKA….

  7. Nah kali ini pasti diizinkan dan gak bakalan heboh kayak yg kemaren soal Ormas tertentu ikut bela negara,
    seperti kata Pangdam
    ”Latihan Bela Negara bisa diikuti oleh semua elemen warga negara Indonesia, tak terkecuali oleh organisasi masyarakat (Ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).Namun,organisasi yang berhak mengikuti latihan tersebut adalah yang pro terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, Undang-Undang 45, Bhineka Tunggal Ika, dan kemajemukan.” Kata Pangdam III Siliwangi Mayjen M Herindra

  8. nah ini baru pas,, penanaman wawasan kebangsaan!!!!
    hidup dalam perbedaan tapi tetap 1.
    dasar sama
    landasan sama
    falsafah sama
    tujuan sama.

 Leave a Reply