Dec 052014
 

Puluhan mahasiswa tampak sedang asik mendengar kuliah yang diberikan oleh dosen muda ini yang menjelaskan perihal matematika terapan. Tampak dalam ruangan antusias siswa yang dengan penuh konsentrasi mencoba memahami apa yang di jelaskan di depan kelas. “Penjelasannya yang mudah dan mampu menyampaikan hal yang rumit menjadi sederhana,” ujar salah satu mahasiswa yang ikut kuliah. Lantas siapakah sosok dosen muda ini, yang telah menjadi buah bibir dalam dunia ilmu pengetahuan, kususunya pada bidang matematika.

Namanya adalah Yogi Ahmad Erlangga lahir pada 8 Oktober 1974, di kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Pendidikan dasar hingga sekolah menengah atas dia habiskan di kota kelahiran. Kemudian untuk melanjutkan di perguruan tinggi dia masuk di ITB dengan mengambil jurusan Teknik Penerbangan. Pasca lulus dari ITB pada tahun 1998, Yogi muda melanjutkan pendidikan magister di Delft University of Technology (DUT), Belanda dengan mengambil jurusan Matematika Terapan. Tak berselang lama dari kelulusannya dari magister, dia langsung melanjutkan pendidikan doktoralnya di universitas yang sama dengan jurusan yang sama pula. Ini dipilih oleh Yogi sebagai bentuk kecintaanya terhadap dunia matematika.

 

Hal ini dibuktikan oleh Yogi ketika dia membuat tulisan desertasi perihal persamaan Helmholtz yang selama 30 tahun terakhir belum ada yang mampu menyelesaikannya. Penelitian yang dilakukan oleh Yogi ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, industri, pertambangan, dan masih banyak lagi. Karena penelitian ini akan sangat membatu dalam dunia ilmu pengetahuan, ditambah mendapat pendanaan dari salah satu perusahaan yang mengetahui rencana tersebut. Selanjutnya dalam penelitian dosen ITB ini menggunakan metode “Ekuasi Helmholtz”. Metode ini digunakan untuk dapat mengukur gelombang akustik. Persamaan ini digunakan untuk dapat menemukan lokasi minyak bumi dan sebenarnya persamaan ini telah ditemukan sejak satu abad silam.

Dengan keberhasilan ini, memudahkan bagi perusahaan minyak untuk dapat untung yang lebih besar dengan modal yang sedikit. Karena selama ini perusahaan minyak harus mengeluarkan modal yang besar untuk dapat mengetahui lokasi minyak. Apalagi dengan persamaan Helmholtz ini, perusahaan minyak dapat menemukan ladang minyak lebih cepat 100 kali dari pada sebelumnnya. Maka dengan capaian yang telah disumbangkan oleh Yogi ini, telah membuat dunia perminyakan sangat terbantu sekali. Menurut Yogi penelitiannya ini telah di mulai sejak tahun 2001, ketika dia mengajukan riset di Delft University of Technology, Belanda.

Bagi dia penelitian itu memerlukan waktu yang cukup panjang dengan beberapa tahapan yang harus ditempuh. Sebab tidak ada sebuah hasil riset yang langsung menuai hasil dengan segera. Pencapaian ini telah membuat nama Yogi disejajarkan dengan ilmuwan dunia dan semakin mengharumkan nama Indonesia. Sebab hingga waktu sekarang ini, masih banyak orang barat yang memandang rendah kemampuan orang Indonesia.

Sumber: itb.ac.id dan indonesiaproud.wordpress.com

Artikel Terkait :

 Posted by at 8:58 am

  25 Responses to “Pemecah Rumus Helmholtz dari Indonesia”

  1. Selamat Bung, anda layak dapat bintang…

  2. Slamat..prof ahmad..sungguh luar biasa..

  3. Luar biasa

  4. Terimaksih prof anda telah membangakan negara ini

  5. Amin putra indonesia telah mendunia….

  6. Kita tidak pernah kekurangan SDM baik itu di Dalam & Luar negeri..tinggal bagaimana Pemerintah ‘memanfaatkan’ ini yg di kombinasi dengan SDA untuk Kemajuan negara kita..JAYA NKRI..

  7. semoga dapat menjadikan Indonesia lebih maju lagi

  8. Absen dulu ah! Selamat anda telah menunjukkan kwalitas sejati bangsa indonesia! semoga kedepan lahir lebih banyak Prof. Yogi yang lainnya di Indonesia. Amin

  9. banyak orang brilian di negeri ini smoga bisa membangun Indonesia lebih baik..

  10. semoga ada generasi baru yang nenyusul

  11. dan pertamini kagak mau kerja Sama Sama beliau (kayaknya)

  12. Beliau Yogi Ahmad Erlangga
    patut di contoh dalam perjuangaan nya mengisi kemerdekaan ini sehingga menharumkan nama indonesia di mata dunia

  13. Yang diperlukan Indonesia adalah ilmu seni management modern dan manajer hebat yang dapat mengelola seluruh potendi bangsa mulai dari SDM, SDA, Investor dan Regulasi. Anda minat?

  14. Saatnya Indonesia Jaya

  15. Mantappp,,,akan disusul lg nama2 lain generasi baru yg brilian..jayalah NKRI

  16. Mengagumkan!
    Sbtlnya bagi bangsa kita keberhasilan bung Yudi dan yg lain dikancah dunia tdk mengagetkan. Dalam artian wajar saja prestasi itu bisa diraihnya, sbb bukankah bangsa indonesia itu sdh sejak dulu mempunyai peradaban yg tinggi?
    Sebelum orang eropa mampu membangun bangunan yg tinggi dan besar, kita sdh mampu membangunnya kok, sprt candi borobudur & prambanan.
    Dan bangsa yg punya peradaban tinggi itu adlh bangsa yg cerdas.
    Hanya mmng saat kita dijajah terjadi pembodohan oleh belanda.

  17. Aku untuk bangsaku apaya ?tak..tik…tukkkk..tak…tik…tuk…..bong,,,:-)

  18. universitas di indonesia harusnya di support sarana dan prasarana. kalau belajar di negeri lain maka yang nikmati negara itu. indonesia cm dapat nama…

  19. Subhanallah….. Sukses sll pak prof..

  20. pertamina kudu gerak cepat, mensponspori dan mengaplikasikan hasil temuan pak yogi ini
    kalau memang benar bisa memangkas biaya dan mempercepat penemuan minyak, ini bisa jadi terobosan buat pertamina menyejajarkan langkah dengan perush minyak lain di dunia

  21. hebat kita yg menemukan rumusnya tp asing yg tetap di untungkan dlm pencarian lokasi pertambangan dan pengeboran…………..dilema