Jan 062017
 

Sebagian besar kegiatan masyarakat dan transaksi keuangan yang melibatkan berbagai sektor kehidupan, saat ini sudah menggunakan jaringan internet dan serba digital. Menanggapi pesatnya perkembangan teknologi inilah yang mendasari Pemerintah Presiden Joko Widodo, mengaktifkan keberadaan Badan Cyber Nasional.

Mulai aktifnya operasional Badan Cyber Nasional ini, dilontarkan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara seusai menghadiri sebuah dialog bersama guru besar dan mahasiswa Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur pada kamis petang (05/01/2017).

Rudi menyebutkan ada 3 sektor utama yang menjadi perhatian dan butuh pengawasan khusus Badan Cyber Nasional, yaitu sektor energy, Perhubungan dan Keuangan Perbankan. Pasalnya, 3 sektor inilah yang selama ini dianggap paling rentan terhadap serangan melalui jalur internet.

Rudiantara memastikan, pihak Kementerian Kominfo sejak akhir tahun 2016, sudah melakukan sosialisasi dan mendorong pihak terkait, khususnya kementerian ESDM , Kementerian Perhubungan serta Kementerian Keuangan dan OJK membentuk standarisasi penanganan dan penangkalan gangguan sistem melalui jaringan internet .

Di dalam kantor Kementerian Kominfo sendiri, Rudiantara memastikan pihaknya sudah membentuk tim khusus yang bekerjasama dan menjalin hubungan dengan 3 Kementerian terkait. Saat ini, tim tersebut sudah bekerja dan terus memberikan laporan kemajuan operasional mereka kepada kementerian terkait.

“Tugas kementrian kominfo adalah menyiapkan panduan standarisasi yang berkaitan dengan tiga sektor, agar tidak mudah rentan terkena masalah cyber. tim dari kominfo sendiri sudah bekerja dalam menyiapkan secara online bagi tiga sektor, “papar rudiantara menteri kominfo kepada sejumlah awak media.

Selain 3 sektor tersebut, kasus pelecehan, penghinaan, penyebaran kebencian dan tindak pidana melalui jaringan dunia maya tersebut juga menjadi perhatian Badan Cyber Nasional.

  13 Responses to “Pemerintah RI Mulai Aktifkan Badan Cyber Nasional”

  1. hahhey

  2. Kudu mulai ati2 klo komen, udah ada nyang ngawasin xixiiii!!,,,

  3. apa termasuk media media elektronik, radio & tv baik berita / gosip infotaiment

  4. setuju…bubarkan semua media kecuali kompas,metro dan kaskus

  5. badan cyber nasional (BCN) ini masuk ke BIN atau punya wilayah sendiri ????????

  6. dah takut duluan ya?

    • Takut gimana maksudnya bung.? Takut ditangkap.? Knp mesti takut.? Wong kita dilindungi UU kebebasan berpendapat kok. Tinggal kita yg harus membedakan mana yg kritik mana yg menghujat dan mana yg makar. Jika kritikpun sdh tdk diperbolehkan, maka kita balik lg ke jaman Orba bung.
      Kalo yg menghujat dan katagori makar, sdh selayaknya ditangkap. So…..masih takut.?

  7. bagus, ke laut aja penyebar h o a x

  8. jadi kunjungan kerja kemaren cuma karena mo acara ini doang… pantesan ga nyambung blas… antara kementrian sm yg dikunjungi

  9. listrik naik(900w non subsidi),bbm naik(bukan yg subsidi)STNK/BPKB naik(biaya adminitrasi) dan semua sudah di setujui DPR tp setelah itu DPR berkelit tidak pernah menyetujui :p

  10. Kenapa baru dirilis??? 8 tahun sudah perang bergulir dan baru terbentuk secara formal???
    Yg besar kepala, sudah sadarkah anda dimana posisi kita (NKRI)???

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)