Jan 182017
 

Hasil render kapal selam Shortfin Barracuda buatan DCNS Perancis yang di pesan oleh Angkatan Laut Australia. (Foto: DCNS)

Konsep di balik kapal selam Shortfin Barracuda Blok 1A yang dipilih untuk menggantikan armada Collins-Class Australia telah dikritik oleh orang yang bertanggung jawab untuk pembangunan kapal selam Collins-Class, demikian seperti diberitakan IHS Jane pada hari Selasa (17/01/2017).

Seharusnya Royal Australian Navy (RAN) menunda konsep yang ditawarkan oleh pembuat kapal DCNS Perancis, “Itu menjadi akuisisi tak diharapkan tanpa pemberitahuan angkatan laut akan pertimbangan commissioning ke dalam layanan”, kata Hans Ohff, yang pernah menjabat sebagai Direktur Australian Submarine Corporation (ASC) antara tahun 1993-2002.

Menulis pada 16 Januari di The Strategist, situs komentar dan analisis dari Australian Strategic Policy Institute (ASPI), Ohff mengatakan bahwa RAN akan memiliki kapal selam yang mahal untuk dibangun, dipelihara, dan dioperasikan.

“Kapal selam ini akan menjadi kelas yang tidak memiliki martabat; sangat disayangkan untuk semua alasan yang salah”, katanya.

Pemerintah di Canberra mengumumkan pada bulan April 2016 bahwa DCNS telah mengalahkan tawaran Jepang dan Jerman untuk merancang dan membangun 12 kapal selam generasi berikutnya untuk menggantikan enam kapal selam Collins-Class milik RAN.

Desain yang diusulkan oleh DCNS dipilih untuk memenuhi persyaratan Kapal Selam Masa Depan Australia di bawah program SEA1000. Meskipun Australia memiliki kemampuan yang cukup dalam konstruksi Angkatan Laut, Ohff tetap meragukan bahwa kapal selam diesel-listrik jarak jauh dengan bobot 5.100 ton dapat dirancang dan dibangun secara lokal.

Dia juga menulis ia tidak yakin bahwa kelas seperti itu akan lebih mematikan daripada kelas jarak jauh yang lebih kecil, dengan mencatat bahwa Grup Pertahanan Sains dan Technology di Departemen Pertahanan (DoD) Australia telah menegaskan dalam sebuah laporan baru-baru ini bahwa ukuran dan kekuatan dari kapal selam ditingkatkan, keunggulan dalam hal jangkauan, kecepatan, dan daya tahan akhirnya akan berkurang.

Selain itu, Ohff menulis bahwa “kesalahan tak termaafkan” oleh perencana pertahanan yang berada di balik keputusan untuk pengadaan kapal selam yang tidak akan memiliki propulsi udara-independen (AIP) dan tetap berdasarkan pada penggunaan lead-acid daripada penggunaan teknologi lithium-ion yang mampu mengeliminasi proses berbahaya dari ventilasi hidrogen.

JakartaGreater

  21 Responses to “Pemilihan Shortfin Barracuda Mendapat Kritik Mantan Kepala ASC Australia”

  1. OM…PERTAMAX…OM

  2. om keduax om

  3. Kedua bung

  4. Wah telat xixi

  5. mau baracuda sotong iwak teri iwak peyek
    Kagak takut!!!

  6. owh… tanpa air independent propulsion ya?

  7. Lawan CBG Indonesia, menang mana ………. ???

  8. menang cangbogo kemanamana..coy..asal.y siap d kirim..baracuda masih hayalan consep..xixi..

  9. yang dikhawatirkan bisa nyelam tapi gak bisa muncul kepermukaan lagi 😀 terkubur deh milyaran dolar

  10. Berat 5.100 Ton pake tenaga diesel, apa gak akan mudah kehabisan BBM di jalan ?

  11. analis jelas mementingkan jarak jangkau
    RAN ingin kapal yg besar dan lebih dipersenjatai.

  12. lontong jepang dan lontong jerman kalah saing..

  13. g tau kenapa ekspor kasel prancis selalu ada aib2 yg mengiringi?

  14. biarpun dikritik tapi tetap kasel siluman bisa bikin deg2 kalo sudah jadi hehehehe,dengan senjata tomahawk,rudal anti kasel,rudal anti pesawat maritim,helikopter pelacak,drone mata2 diluncurkan bawah laut dan passus kurang lebih 2regu pasukan apakah ini tidak diidamkan oleh militer suatu negara maju maupun berkembang???

    kalo kritikan sama dengan indonesia akusisi f16 elbot ugrade,pembelian mbt leo dr jerman,belum m113,hercky ugradean hibah dr aussie<<<bukan ini dikritik sebagian pengamat diwarjager,juga forum2 sebelah hehehe

    opini pribadi saja salam damai selalu

 Leave a Reply