Dec 292016
 

2 Narapidana kasus teroris tahanan Mako Brimob Depok, Jawa Barat pada rabu petang (28/12/2016) dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan kelas 2a kota Kediri, Jawa Timur.

Pemindahan dua narapidana teroris ini dilakukan atas program Direktorat Jendral pemasyarakat hingga berakhir massa tahanan.

Proses pemindahan 2 napi teroris dari Mako Brimob Depok, ke lembaga pemasyarakatan kelas 2a kota Kediri, Jawa Timur dilakukan dengan pengawalan ketat dari petugas densus 88 Nati Teror Mabes Polri.

Dua narapidana teroris tersebut masing-masing Syarifudin bin Ismail, Alamat Dompu NTB, divonis 7 tahun, termasuk dalam daftar jaringan Santoso. Napi teroris kedua yakni Abdul Hakim Unabari Bin Muksin Munabari, vonis 3 tahun, termasuk jaringan Abu Jandan – ISIS, warga jalan Ade Irma Suryani, kota Malang, Jawa Timur.

kedua napi teroris ini dipindahkan ke Kediri mengikuti program Dirjen Pemasyarakat yang ditunjuk. kedua napi ini akan ditempatkan diruang isolasi khusus dan perlakuan khusus. Cara ini dilakukan selama pengenalan lingkungan agar tidak memprovokasi napi lain.

Dengan dipindahkanya dua napi teroris tersebut, saat ini di lembaga pemasyarakat kelas 2a kota Kediri, terdapat tiga napi teroris.

Satu napi sebelumnya bernama Juwain jaringan Santoso dengan vonis 3 tahun, yang telah menandatangani surat pernyataan deradikalisasi dan dalam waktu dekat akan dikembalikan ke lapas khusus teroris di sentul, Bogor, Jawa Barat.

Artikel Terkait :

  4 Responses to “Pemindahan Napi Teroris Depok Ke Lapas Kediri Dikawal Ketat Tim Densus 88”

  1. mmm

  2. kok mirip bayaran ya sapa tu otak dibalik tsk tsb tiba tiba muncul pada saat peta politik mulai memanas. didiami bom meletus. ayooo tni polri aktornya kok sampai skr tidk terungkap.

  3. oh ya apa lagi jika otak atik sda milik… mulai teror dimana mana hemmmm kentut dalam plastik.