Mar 192017
 

Dok. Bandar Udara Blimbingsari (Aryphrase)

Banyuwangi – Landasan pacu Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur, mulai pekan depan akan dipertebal menyambut pembukaan rute Jakarta-Banyuwangi secara langsung atau tanpa transit di Bandara Juanda, Surabaya.

Kepala Bandara Blimbingsari Banyuwangi Dody Dharma Cahyadi di Banyuwangi, Minggu, 19/3/2017, mengatakan proses lelang penebalan bandara telah rampung.

“Minggu depan insya Allah akan dilaksanakan pekerjaan penebalan bandara dengan PCN 39. Waktu pekerjaan kami tetapkan 30 hari. Setelahnya, runway diverifikasi oleh direktorat teknis di Kementerian Perhubungan agar siap diterbangi. Kami perkirakan akhir bulan depan landasan sudah siap,” ujarnya dalam keterangan tertulis Pemkab Banyuwangi.

Saat ini, landasan bandara tersebut berketebalan 27 PCN (pavement classification number). Dengan landasan berketebalan PCN 39, pesawat berbadan besar bisa mendarat di Bandara Blimbingsari, sehingga siap menerima penerbangan langsung rute Banyuwangi-Jakarta.

“Ada maskapai yang siap membuka rute penerbangan langsung Jakarta-Banyuwangi dalam waktu dekat seiring dengan pembangunan overlay yang telah tuntas,” kata Dody.

Maskapai yang akan membuka rute baru tersebut menggunakan pesawat berbadan lebar yang membutuhkan peningkatan tebal landasan dari kondisi saat ini.

“Dari hasil koordinasi bersama Pemkab Banyuwangi, pesawat yang nanti dipakai oleh maskapai untuk rute Jakarta-Banyuwangi sudah sesuai dengan kondisi teknis bandara pasca-penebalan landasan. Intinya, Bandara Blimbingsari sudah sangat memadai untuk menyambut rute baru tersebut,” kata Dody.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan rute baru ini akan mempersingkat perjalanan menuju Banyuwangi. Selama ini, wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, yang berangkat dari Jakarta menuju Banyuwangi harus transit dulu di Bandara Juanda, Surabaya.

“Tentu dengan direct flight Jakarta-Banyuwangi, wisatawan, dunia usaha, maupun masyarakat luas bisa lebih hemat waktu karena pesawat langsung menuju ke Banyuwangi,” kata Anas.

Anas mengatakan, sudah ada beberapa maskapai yang berminat menggarap penerbangan langsung Jakarta-Banyuwangi. Ada beberapa maskapai yang berminat, namun Anas enggan menyampaikan datanya karena terkait keputusan bisnis masing-masing maskapai.

“Yang jelas, dari data historis dan prospek, Bandara Banyuwangi sangat diminati. Selain wisatawan, dunia usaha dan masyarakat luas adalah pasar potensial bagi maskapai. Misalnya, di Banyuwangi sudah berdiri Universitas Airlangga yang mahasiswanya datang dari 17 provinsi seluruh Indonesia. Belum lagi jumlah wisatawan yang terus naik,” ujar Anas.

Saat ini frekuensi penerbangan untuk rute Surabaya-Banyuwangi sebanyak tiga kali terbang per hari yang dilayani oleh Garuda Indonesia dan Wings Air dengan pesawat jenis ATR. Dari sisi jumlah, penumpang di Bandara Banyuwangi terus melonjak.

Menurut Anas, pada 2011, jumlah penumpang tercatat 7.826 orang per tahun, lalu melonjak hingga 1.339 persen menjadi 112.661 orang pada 2016.

Antara

Artikel Terkait :

  10 Responses to “Penerbangan Langsung Jakarta – Banyuwangi”

  1. Kok jawa timur banyak bandaranya ya, blm lg rencana bandara Kediri.

    • Untuk rute Jakarta-Banyuwangi muingkin pamarentah perlu segera lakukan kajian untuk moda transportasi yang lebih cepat yaitu HYPERLOOP. (tapi jangan cuma dikaji,dipertimbangkan, ditelaah, diperhitungkan lalu nggak jelas). Apabila hasil kajiannya ternyata memang cocok dan lebih evisien maka harus direalisasikan.

  2. Bagus pertamax

  3. Sepi

  4. Perlu pertimbangan matang untuk membuat direct flight ke banyuwangi, kaitannya dng tingkat kepadatan penumpang. Toh selama ini peningkatan penumpang berasal dr bandara juanda. Itu artinya penumpang yg datang bisa saja dr indonesia timur dan barat yg membuat meningkat bukannya hanya dr barat saja. Jng setelah dibuka selama 6 bulan ditutup lg karena kecilnya tingkat pemenuhan kursi.
    Panjang landasan jg hrs diperhatikan. Krn banyuwangi terletak di pesisir. Hembusan angin menambah laju kecepatan pesawat. 3000 meter dirasa cukup memadai utk panjang landasannya.

  5. Banyuwangi dipilih karena juga sebagai penopang Bandara Jember karena masyarakat Jember itu banyak pengusaha yang sering ke Jakarta , Posisi Banyuwangi strategies untuk membantu kabupaten tetangga nya yaitu Situbondo & Jember Karena sama-sama dipucuk, jika Bandara Jember yang melakukan direct flight ke Jakarta terlalu riskan, karena Kabupaten tetangga nya Lumajang juga dekat dengan kota Malang jelas mempengaruhi pasar, sedangkan Kabupaten Bondowoso penduduknya bisa dibilang tidak terlalu ramai..

    • saya sedih jika Bandara Hadinotonegoro Jember ngga direct ke Jakarta bung….. soale sebulan sekali jakarta – jember….hiks…

  6. Di kab.Nganjuk sy dengar jga akan dbangun bandara..jawa timur kok akehmen bandarane..

  7. bandaranya ya cm juanda tong, yg lain cm lanud militer dan pesawat kecil. yg wilayah barat belum ada dan kejauhan dari juanda. dibarat dibikin satu dah, dan dikoneksikan dg bali, australi, kuala lumpur, thailand, dan hongkong buat pariwisata.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)