Jan 102017
 

DEN HAGUE – Pengadilan Belanda telah memblokir akses data polisi dari wartawan independen setelah mereka kembali dari Ukraina, salah satu wartawan yang terkena dampaknya adalah Michel Spekkers yang bercerita kepada Tass, Senin (09/01/2017).

Ia mengatakan bahwa Persatuan Wartawan Belanda turut campur tangan, dan beberapa jam setelah peralatan tersebut disita, pengadilan langsung melarang akses ke data kepolisian.

“Itu berarti mereka tidak akan dapat mengaksesnya lagi sampai hakim memerintahkan mereka melakukan pencabutan larangan tersebut”, katanya. “Tapi itu adalah masalah politik, dan Anda tidak akan pernah tahu kapan itu berhubungan dengan kepentingan politik. Tapi saya berharap mereka akan menghormati hukum dan saya akan dapat memperoleh data saya kembali”, tambahnya.

“Tapi selama beberapa jam para jurnalis masih dapat mengakses data tersebut sebelum ada perintah pengadilan. Saya tidak tahu apa yang terjadi dalam jangka waktu itu”, katanya lagi.

Michel Spekkers dan rekannya Stefan Beck menghabiskan waktu selama 9 hari di Donbass, Ukraina. Setelah kembali ke rumah pada tanggal 7 Januari lalu, lembaga penegak hukum Belanda ditahan di bandara dan menyita semua bahan yang terkumpul pada kecelakaan MH17, berikut kamera, ponsel dan notebook.

“Semua bahan yang dikumpulkan oleh Michel Spekkers dan saya tentang kecelakaan MH17 di Donbass (Lugansk dan Donetsk) dan bahan lainnya, misalnya wawancara di jalan, telah disita oleh polisi saat tiba di Belanda”, Stefan Beck menulis di halaman Facebooknya.

Situasi keamanan di lokasi kecelakaan MH17

Pihak otoritas Belanda memiliki gambaran yang salah tentang situasi keamanan di lokasi kecelakaan MH17 di Ukraina, sebut Michel Spekkers.

“Pemerintah Belanda bersembunyi di balik fakta bahwa mereka tidak dapat menyelidiki lebih lanjut dengan alasan situasi di lokasi kecelakaan MH17 sangat tidak aman. Saya telah bekerja di sana tanpa merasakan resiko apapun”, jelasnya wartawan itu.

Ia mengatakan bahwa ia telah menjemput dan membawa beberapa serpiha dari Boeing MH17 serta serpihan tulang ke Belanda.

“Aku mengambil serpihan tulang dan membawanya untuk diselidiki di sini apa sebenarnya jenis tulang itu. Tapi aku tidak tahu pasti (apakah itu berasal dari sisa manusia), saya tidak dapat memastikan. Yang saya tahu adalah mereka menyita semuanya, dua polisi forensik berada di sana dan mereka memutuskan untuk mengirimkannya ke laboratorium untuk penyelidikan lebih lanjut”, kata Michel Spekkers.

Michel mengatakan bahwa ia siap untuk berbagi bahan yang telah berhasil dikumpulkan di Donbass kepada polisi, termasuk foto dari lokasi kecelakaan. Namun, mereka menyita segalanya, termasuk komputer saya, perekam suara, kamera, SD-card dan juga hard drive.

Dia mengatakan situasi di lokasi masalah Donbass, Ukraina bermasalah menjadi fokus perhatian dan bukan pada kecelakaan MH17.

“Selama 9 hari kami membuat penyelidikan geopolitik di daerah Lugansk dan Donetsk dan saya hanya satu hari berada di situs MH17”, kata Spekkers menambahkan bahwa ia berharap akan kembali ke wilayah tersebut.

“Saya melihat bagaimana orang mencoba untuk menciptakan sebuah negara baru di sana, dan benar-benar berusaha keras untuk membangun sesuatu. Tapi mereka masih dalam tahap awal, sehingga sangat menarik untuk melihat bagaimana hal itu berkembang dalam beberapa bulan dan tahun-tahun mendatang”, katanya menyimpulkan.

Pada tanggal 17 Juli 2014, sebuah maskapai penerbangan Malaysia, menerbangkan Boeing 777 dengan nomor penerbangan MH17 melakukan perjalanan dari kota Amsterdam Belanda menuju Kuala Lumpur, dan jatuh di wilayah Donetsk di Ukraina timur. Seluruh penumpang yang berjumlah 283 beserta 15 awak, dinyatakan tewas dalam kecelakaan itu.

Sebagian besar penumpang adalah warga negara Belanda. Pihak berwenang Ukraina dan milisi yang ada di Republik Donetsk telah saling tuduh atas tragedi itu. Pemerintah Belanda telah menyelidiki kecelakaan itu.

Sumber: TASS World

Artikel Terkait :

  9 Responses to “Pengadilan Belanda Tutup Akses Pengambilan Data Oleh Jurnalis Independen”

  1. OM…PERTAMAX…OM

  2. Salah nya dimana? wajarkan pengadilan melarang barang bukti disebar luaskan ke publik sebelum adanya Penyidikan oleh aparat dan utk mengatisipasi Rumor ato Spekulasi yg berkembang yg gak jelas

    • Khan distu sudah ditulis bung kalo….

      “Pemerintah Belanda bersembunyi di balik fakta bahwa mereka tidak dapat menyelidiki lebih lanjut dengan alasan situasi di lokasi kecelakaan MH17 sangat tidak aman. Saya telah bekerja di sana tanpa merasakan resiko apapun”, jelasnya wartawan itu.

      Nah… justru sebagian jurnalis ini mempunyai tanggung jawab untuk menjelaskan kepada publik, ini loh kejadian yg sebenernya…….. dan tanpa embel2 politik ( itu kalo menurut ane bung Ryan)

      Tapi ane akan lebih suka seandainya ada satu ekor malon saja, yg bisa memberikan gambaran situasi terkini tentang misteri MH17 yg kesambit BUK di Ukraine….. xixi…

      • Bung colibri menurut ku sangat wajar bila musibah MH-17 terkesan Ditutupin oleh Pemerintah Belanda krn meskipun jumlah korban terbesar adalah WN Belanda pasti pemerintah Belanda juga tahu resiko Politik nya maka Belanda juga tidak bisa serta merta menuduh si A ato Si B yg salah krn yg dihadapi adalah 2 kubu dengan kekuatan politik dan militer yg berpengaruh di dunia

  3. Jadi BUK nya ukraine ya yg nyamber

  4. mimpi buruk malon airways…2 kali jatuh dengan cara yg berbeda..