Feb 112017
 

MOSKOW – Pengalaman tempur kapal induk Admiral Kuznetsov dan kapal perang lainnya dari Angkatan Laut Rusia yang bertugas di Suriah akan digunakan dalam desain dan konstruksi kapal perang baru, kata Panglima Angkatan Laut Vladimir Korolev kepada para pasukan dan pilot yang kembali dari Suriah. (Navy Recognition)

“Pekerjaan sedang berlangsung. Dalam mendesain kapal perang baru kita harus memperhitungkan segala sesuatu yang berkaitan dengan operasi dengan keterlibatan pesawat tempur dan terutama penerbang angkatan laut”, katanya.

“Semua jenis perlindungan dan pertahanan dari kapal induk yang membawa armada di laut juga akan diperhitungkan”, tambah Korolev.

Kelompok itu termasuk kapal induk Admiral Kuznetsov, kapal jelajah nuklir Petr Veliky, kapal selam besar Severomorsk dan kapal perusak Vice Admiral Kulakov dan kapal pemasok telah berlayar pada tanggal 15 Oktober 2016.

Pada tanggal 1 November, menteri pertahanan Rusia melaporkan bahwa kelompok itu telah tiba di Laut Mediterania.

Selama dua bulan melakukan operasi, kapal induk Admiral Kuznetsov telah membuat 420 sorti tempur, termasuk 117 di malam hari dan menghancurkan lebih dari seribu fasilitas teroris.

Navigasi skala besar ke Laut Mediterania dengan keterlibatan armada tempur laut dicapai untuk pertama kalinya dalam sejarah Angkatan Laut Rusia.

Desain kapal induk Proyek 23000E Storm dipamerkan pada Army 2016. (Foto: Navy Recognition)

Pusat Riset Negara Krylov (Krylov State Research Center) tahun lalu telah menyelesaikan desain konseptual dari kapal induk Proyek 23000E Storm yang memiliki bobot 95.000 ton dan mampu membawa hingga 65 unit pesawat udara. Kemungkinan menggunakan pembangkit listrik nuklir. Selain itu, menyediakan dua peluncur elektromagnetik.

Menurut Krylov, kapal induk multirole Proyek 23000E dirancang untuk operasi hingga jauh di lautan, melakukan serangan terhadap sasaran di darat dan di laut, menyediakan stabilitas tempur untuk angkatan laut sahabat dan kemampuan pertahanan udara bagi Marinir dan kapal pendukung selama melakukan serangan amfibi.

Kapal induk masa depan ini memiliki panjang 330 m dan kecepatan hingga 30 knot (55 km/jam). Dilengkapi peralatan radio dan radar canggih serta sistem pertahanan diri. Mampu menampung beberapa ribu prajurit, termasuk personil tempur udara.

JakartaGreater

  32 Responses to “Pengalaman Tempur di Suriah Digunakan pada Desain Kapal Induk Baru Rusia”

  1. Petromax

    • Ayo dong russia, segera perbesar miniatur diatas jd kenyataan dan jgn hanya bikin satu atau 2 unit aja, minimal hrs mendekati jumlah kapal induk amerika…aq yakin russia bisa, skr cuman masalah dana dan kemauan dr om putin aja, jika ingin terkuat disegala matra bikinlah minimal 10 unit dl dan berkelanjutan….salam!,,

  2. Pertamax

  3. Pesan 1 boleh gak ya? Sekalian minta ToT πŸ˜€

  4. Nggak kelihatan adanya lift untuk mengangkat pesawat dari bawah menuju deck atas seperti kapal induk amerika. Artinya seluruh pesawat hanya di tampung di dek atas ?

  5. tak pernah terpikir indonesia ingin punya kapal induk,, cukup bandara di pulau terluar di perbanyak utk logistik pespur dan markas, dan perbanyak SAM medium/ long ranger serta SAM portable,

  6. Mock upnya mirip kapal induk queen elizabeth ya, tapi beda di haluan

  7. Katapelnya pake yg elektromagnetik, emang ada apa kok ga pake ski jump lagi ?

  8. mestinya rusia jual aja sebagian negaranya biar dpt duit bangun kapal induk, sy ykn klw itu dilakukan, gambar diatas akan jd kenyataan mengarungi laut. klw tdk y cm hayalan beruang saja,,

  9. saya hanya bisa menggambar berbagai macam kapal perang..

  10. Katax bisa tumpas IS 6 bulan, kerahkan kapal induk, destroyer, su35, blackjack, tupolev beruang legendaris, hasilnya….. !!????? Prettt

  11. 4 pulau Induk siap dibangun… ha ha ha yg penting masih pake kata induk.

  12. Indonesia masih butuh alutsista pertahanan dlm negeri yg lebih, biar solid pertahanan nya dulu ntar baru bikin kapal induk saat tahun 2027 hihihi

 Leave a Reply