Aug 242016
 

Joint Program Office (JPO) melakukan pengujian senjata untuk Lockheed Martin F-35 Lightning II Joint Strike Fighter (JSF) menjelang rilis paket perangkat lunak dari Blok 3F (kemampuan tempur penuh).

Dalam serangkaian tes yang diumumkan pada hari Senin (22/08/2016), Armada Uji Terintegrasi F-35C (ITF) di Pangkalan Angkatan Udara Edwards (AFB), California melakukan 25 sorti tes yang melibatkan 12 akurasi pengiriman senjata dan 13 tes pemisahan senjata.

Tes dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Blok 3F yang akan dirilis beberapa tahun lagi, melihat sekitar 30 senjata dijatuhkan dan penembakan berlangsung di lepas pantai Pasifik Amerika Serikat, di pusat latihan US Navy China Lake Weapons Range di California, dan di White Sands Missile Range di New Mexico. Lima dari test yang dilakukan meliputi menjatuhkan beberapa senjata.

Pengujian F-35C dengan menembakkan rudal udara-ke-udara jarak menengah Raytheon AIM-120 Advanced (AMRAAM)

Senjata khusus yang diujicobakan terdiri dari Boeing GBU-31 Joint Direct Attack Munition (JDAM); rudal udara-ke-udara jarak menengah Raytheon AIM-120 Advanced (AMRAAM); bom diameter kecil berpemandu GPS Boeing GBU-39 (SDB); dan rudal udara-ke-udara jarak pendek Raytheon AIM-9X Sidewinder.

Perangkat lunak F-35 dan blok kapasitas dipecah menjadi Blok 1A (pelatihan awal), Blok 1B (pelatihan lanjutan 1), Blok 2A (pelatihan lanjutan 2), Blok 2B (kemampuan tempur awal), Blok 3i (kemampuan penuh awal), dan Blok 3F (kemampuan tempur penuh). Blok 3F memberikan kemampuan perangkat lunak 100% yang diperlukan untuk kemampuan pertempuran penuh, tidak terbatas pada citra datalink, persenjataan lengkap, dan pelatihan yang sudah tertanam.

Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) membutuhkan 1.763 pesawat temput F35A (CTOL), dimana pesawat pertama diterima di Training Center Terpadu di Eglin AFB pada tahun 2011. USAF menyatakan kemampuan operasional awal (IOC) pada bulan Agustus 2016. Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) membutuhkan 353 pesawat tempur F-35B (STOVL) dan 67 pesawat tempur F-35C (CV), dimana pesawat yang pertama tiba di Naval Air Station (NAS) Patuxent River di Maryland pada 2010.

Sumber: IHS Jane

  12 Responses to “Pengujian Senjata F-35C Menggunakan Perangkat Lunak Blok 3F”

  1. Wow

  2. Semoga senjatanya presisi, akurat n smart. jgn sampai membunuh orang sipil atau orang tidak berdosa.. he..he..he..

  3. Semoga senjata akurat, smart n efektif dlm mengenai sasaran. Jgn sampai membunuh orang sipil atau orang tidak berdosa

  4. Indonesia cukup mengandalkan super tukino saja… Krna anggaran dipotong, kl bs pake bambu runcing sj sdh cukup.. Biarlah pjbt yg kaya 7 turunan asal rakyat tetap kismin.. Hee

  5. Setelah presiden Sukarno tumbang.. Presiden berikutnya trnyata pada tdk mampu membuat militer Indonesia mnjadi terhebat diasia tenggara.. Yg trhebat justru korupsinya dan kekayaan pjbtnya.

  6. sebagai seorang patriot sejati janganlah kau berharap ngr memberikn apa padamu tapi apa yg bisa kamu berikn pada ngr.

  7. pesawat chubby gini di adu gripen jg keok

  8. kalo melihat rilis kemampuan yg dikeluarkan pabrikan ngeri bro kemampuanya, sepertinya hanya dgn 1 pesawat F35 saja sudah mampu merontokkan semua pesawat tempur kita plus aset aset yg ada di darat, coba bayangkan hanya 1 pilot, 1 pesawat bisa mengalahkan negara dengan penduduk hampir 300 juta orang “”ngeri brooo””,

  9. Anggaran militer indo katanya disunat mba carin gmn mau beli su35 jadi opo oraaa…

 Leave a Reply